Translate

Minggu, 03 April 2016

DIBAPTIS DENGAN API YANG DAHSYAT ( BUKU KE 2 ) OLEH KIM YONG DOO



( Baptisan oleh Api Dashyat ) Buku ke 2


Tuhan berkata dengan jelas. "Saat-saat ini gereja-gereja dan jemaat, kehidupan mereka didalam dan diluar berada dalam konflik seperti yang Aku tujukan untuk mereka. Para pemimpin pastoral dan anggota gereja menyembahKu secara formal dan mengenalKu hanya sebatas teori yang tertulis. Apakah yang akan Aku lakukan? Dengan hasrat yang menyala-nyala untuk datang dan bertemu denganKu.”

Tuhan kita ingin menunjukkan kenyataan dari peperangan rohani kita dengan roh-roh jahat, membuka mata rohani kita langsung kepada pertunjukkan surga, neraka, malaikat dan setan.


==== DAY 16 ====

Lee, Yoo-Kyung:
* Perdebatan menyebabkan rumahmu di surga ambruk
Di surga, saya bertanya kepada Yesus, "Yesus, saya diceritakan bahwa kami memiliki rumah di surga . Saya ingin melihat rumah saya." Kemudian Dia menuntun saya ke rumah saya. Kami berjalan beberapa waktu ketika saya melihat rumah yang bersinar emas. Yesus berkata, "Ini adalah rumahmu" dan pada waktu itu, saya diliputi kekaguman. Para malaikat sibuk kesana sini membangun rumah saya.

Rumah saya terbuat dari emas dan sinarnya menyilaukan mata. Ketika saya bertanya tentang bagaimana tingkat-tingkat rumah saya, Dia menjawab bahwa ke-5 tingkat itu sudah hampir selesai dan beberapa kolom lagi dibangun untuk menyusun lantai-lantai lebih tinggi. Saya juga melihat rumah saudara Haak-Sung dan ke-7 tingkatnya baru saja selesai.

Ketika saya meminta untuk melihat rumah Joseph dan Joo-Eun, Yesus tampak cemas. "Apa yang harus Ku kerjakan? Apa yang dapat diselesaikan?" Saya bertanya kepada Yesus apakah ada sesuatu yang salah. Dia menjelaskan bahwa keduanya mempunyai 3 dan 4 tingkat yang hampir selesai, tetapai ketika mereka bertengkar rumah-rumah mereka ambruk. Yesus mengajarkan bahwa jika seseorang mementingkan diri sendiri, sukar argumentasi atau mengutuk rumah mereka di surga, maka rumah itu akan hancur. Ini adalah benar untuk anak-anak dan dewasa. Yesus mengatakan kepada saya bahwa baik Yoseph maupun Joo-Eun supaya tidak pernah bertengkar dan mencoba mengkompromikan ketidak setujuan ketika itu terjadi.

Yesus menunjukkan wajah yang sangat sedih, terutama saat melihat rumah yang hancur. Dia tidak dapat menyembunyikan kesedihanNya. "Oh,apa yang harus kami lakukan? Mengapakah Joseph dan Joo Eun begitu sering bertengkar? Yoo-Kyung, tolong katakan kepada Joseph dan Joo-Eun untuk berhenti bertengkar. Mereka keduanya mulai mencolek satu sama lain dan kemudian berakhir pada pertengkaran dan selagi mereka bermain bola, itupun berakhir dengan pertengkaran. Rumah ini dibangun dengan banyak kesulitan oleh para malaikat dengan perintah dariKu, bagaimana kami membangunnya kembali?"

Saya sering bertengkar dengan kakak saya, Haak-Sung,dan sekarang saya sadar bahwa saya harus berhati-hati dengan pertengkaran-pertengkaran kami.

Yesus memakaikan saya jubah emas bersayap dan berkata, "SayangKu Yoo-Kyung, engkau begitu banyak bersaksi dan Aku sangat mencintaimu karena itu." Dengan cepat saya meresponinya, "Tuhan,Aku akan pergi keluar untuk membagi dan bersaksi besok." Yesus menjawab, "Benar? Bertekunlah dan jagalah itu. Aku membangun rumahmu dengan cepat."


Lee, Haak-Sung:
* Semakin dalam hubungan kami dengan dunia roh, semakin misterius jadinya
Kira-kira 10 menit kami berdoa, 3 iblis muncul. Yang pertama adalah laki-laki tanpa kepala. Kemudian iblis wanita mengenakan gaun dengan suara angin kencang, dia mencoba mencakar saya dengan kuku-kukunya yang tajam. Yang terakhir adalah ular yang sangat besar dengan kepala di kedua sisinya, setiap kepala berlomba menjadi yang pertama. Saya menjerit, "Yesus, selamatkan saya. Tolong saya!" dan dengan cepat Dia datang dan mengusir semuanya pergi.

Kemudian Yesus mengelilingi kami selagi kami berdoa dan menyentuh kami satu demi satu. Yesus terutama menyentuh kepala Pendeta Kim dan punggungnya, kaki Yoseph dan punggung Joo Eun. Yesus kembali pada saya dan berkata, "Yoseph, menceritakan satu dari keinginanmu kepadaKu." Saya menjawab, "Yesus, tolong bantu saudara Oh, Jong-Suk untuk tetap pada pekerjaannya dan dengan rajin datang ke gereja." Yesus setuju dan menyemangati saya, "Haak-Sung, hari ini sangat dingin, tetapi engkau masih juga pergi keluar untuk menyaksikan dan membagikan Injil hari ini…dan itu membuatKu sangat bahagia."

Setelah Yesus meninggalkan kami, iblis perempuan yang memakai gaun mendekati saya, dia tampak seperti anak sekolahan. Saya tidak memperhatikan dia dan terus berdoa dalam roh. Dia memaksa mukanya didepan saya dan menggosok lubang hidung saya dengan sebuah bulu, selagi saya berdoa. Saya perintahkan dia untuk pergi.

Ada banyak roh jahat yang berbeda dan banyak hal aneh terjadi sejak saya mulai berdoa dengan tekun. Semakin saya berdoa lebih dalam, semakin banyak hal yang saya temuui yang tidak ada di dunia nyata.


Kim, Yong-Doo:
* Penghukuman karena membuka rahasia
Kemarin, pendetatetangga kami dan istrinya datang untuk minum teh. Mereka meminta untuk dapat bergabung dalam persekutuan doa kami. Saya mencoba menghindari pembicaraan itu tanpa kentara tetapi dia mengulang kembali dan saya tidak ingin kelihatan tidak menghormati dan akhirnya saya mengatakan ya. Tahu dari hati saya, seharusnya saya TIDAK melakukannya. Kesedihan mendalam memenuhi hati saya, karena saya ingat Yesus memerintahkan kami untuk tidak membagikan persekutuan doa kami kepada siapapun juga jemaat sampai buku itu dipublikasikan. Mereka tidak mempunyai tanda-tanda apa yang sebenarnya terjadi, selama persekutuan doa kami, kami berjuang hidup dan mati dengan roh-roh jahat.

Yesus meminta saya untuk teguh dan menolak keinginan isteri gembala untuk bergabung dalam reli doa. Saya gagal dan dalam hati saya yang paling dalam, saya takut apa yang akan terjadi karena ketidaktaatan saya. Pertemuan doa Minggu malam berakhir aneh karena kehadiran istri pendeta yang tidak diinginkan. Dini hari jam 2, saya menyelesaikan bagian pertama dari persekutuan doa dan saya ingin memulangkan dia, tetapi dia duduk seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu. Saya memastikan bahwa tidak seorangpun dari tim doa akan membuka apapun, tetapi saya dan isteri saya entah bagaimana mengakhirinya dengan memberikan semua detil rahasia.

Saya membuka bahwa kami sudah mengunjungi surga dan neraka dan banyak orang menerima karunia penglihatan roh, profetik, membedakan roh jahat dan roh surgawi, berbicara dalam bahasa roh, iman, hikmat dan pengetahuan. Saya membuka rahasia bahwa saya sedang dalam proses menulis kejadian-kejadian ini dalam sebuah buku yang akan dipublikasikan, jadi saya mendorong dia untuk kembali ke gerejanya sendiri dan berdoa dengan tekun.

Tuhan membuka mata rohani saya malam Minggu ini dalam reli doa, dan Dia juga memverifikasikan ini dengan anggota-anggota lain yang visi rohaninya terbuka. Tetapi Tuhan marah pada kemampuan saya untuk tidak bisa menjaga rahasiaNya. Pikiran saya yang sederhana berkata tidak apa-apa untuk membuka beberapa rahasia, tetapi saya membuat kesalahan yang sangat besar. Karena alasan ini, rancangan untuk membuka mata rohani saya diambil kembali.

Yesus dilingkupi kesedihan. Selama doa, sister Baek, Bong-Nyo menjerit ‘Bagaimana bisa kami mengatakan, ini hal yang besar?’ dan dia menangis sesenggukkan. Kerena saya tidak bisa menjaga rahasaia, saya menjadi manusia yang jahat dan saya tidak tahan dengan rasa bersalah. Bagaimana perasaan Samson, ketika dia membuka rahasianya menjadi seorang Nazir, dia mengkhianati hubungannya dengan Tuhan.


Sister Baek, Bong-Nyo:
* Teguran Tuhan secara pribadi kepada Pastor Kim
"SayangKu Bong-Nyo! Mengapa engkau menangis seperti itu? Pendeta gerejamu pendeta Kim, Yong-Doo sudah membuat kesalahan besar, tetapi mengapa engkau menangis?" dan Dia mengatakan dengan suara keras. "Pendeta Kim harus bertobat sungguh-sungguh. Kejadian-kejadian yang dialami gerejamu harus ditulis dalam buku dan harus dirahasiakan dari dunia, dan sampai saat itu harus tetap menjadi rahasia. Tetapi, mengapa dia membuka rahasia ini dan berdosa melawanKu?" Tuhan kecewa.

"Rahasia ini membuka identitas sebenarnya iblis, karena itu, akan ada banyak pencobaan sepanjang jalan. Engkau tidak punya alasan untuk menangis, dan biarkan Pendeta Kim tahu apa yang Aku katakan kepadamu." Kemarahan Yesus yang menakutkan diteruskan. "Pendeta Kim membukakan banyak detil rahasia kepada isteri pendeta tetangga dan Aku tidak tahu mengapa dia melakukan hal yang berdosa ini. Pelanggaran Pendeta Kim ini sangat besar, jadi janganlah menangis."

Yesus memberikan detil-detil penjelasan. "Cara jemaat berdoa dalam kesatuan dan semua kejadian yang kau alami akan mengguncangkan seluruh dunia. Karenanya, iblis tidak ingin identiasnya disingkapkan ke dunia dan mereka mencobanya untuk terus menerus menjaganya tetap tersembunyi. Ketakutan akan pengalaman jemaat yang nyata akan dibukakan. Jika kebenaran-kebenaran ini tetnang keberadaan dan identitas dibukakan sebelum buku itu selesai, serangan iblis akan semakin intensif. Dan engkau harus banyak menahannya. Sampai semua isi dari pengalaman doamu dibukukan, ini tetap menjadi rahasia. Aku akan memberikanmu kesempatan lagi, jadi bangunlah. Pendeta Kim harus konsentrasi berdoa dan berdoa dan menulis buku. Juga setiap orang dengan karunia bernubuat harus menyita dari berdoa untuk orang lain."

Yesus memarahi para pendeta dan isteri mereka dengan keras karena kurang focus. Dengan tegas Yesus mengatakan bahwa gereja-gereja dibangun atas namaNya harus mampu menemukan solusi-solusi dari setiap masalah tidak perduli sebesar apapun itu, dari dalam diri mereka sendiri.

"Ketika ada masalah di gereja, pendeta dan isterinya harus bersatu dalam doa dan pasti ada jawaban dari Tuhan. Kurangnya ketekunan, dan mencari orang-orang yang mempunyai karunia bernubuat kesana kemari untuk berdoa bagi mereka. Banyak darimu yang seperti itu dan itu membuatKu sedih. Saat para isteri gembala mendampingi dan berdoa dengan para pendeta dan berlutut di altar gereja, Tuhan akan menjawab doa-doa mereka. Juga, jika engkau berdoa dan meletakkan semua kekhawatiranmu didepan Tuhan, maka nantikanlah, karena itulah iman yang benar."

Selama pelayanan sore, bagaimanapun Pendeta Kim memimpin pujian dan betapapun berkuasanya khotbahnya, Yesus berdiri diam disamping mimbar dengan wajah gusar. Pendeta Kim menyampaikan khotbah dengan keringat dingin yang mengucur di wajahnya, tetapi itu sepertinya tidak memadamkan kemarahan Yesus. Pendeta tampak terasing dan menyedihkan bagi saya. Saya berdoa dengan tulus meminta Yesus, tetapi dengan tegas Dia menjawab, "Satu-satunya cara adalah Pendeta Kim memohon pengampunan dari kedalaman hati " dan Bapa kita di surga akan melihat dan memutuskan.

Yesus memerintahkan, "Jika engkau pernah membukakan lagi rahasia-rahasia ini kepada umum, semua karunia rohmua akan diambil." Pendeta Kim terutama harus menghindari hubungan dengan keluarga besarnya dan teman-teman dekatnya dan mengasingkan diri dari dunia luar. Yesus meminta bapak pendeta konsentrasi pada doa dan menuliskan semua yang Tuhan tunjukkan, jadia dengan cepat dia dapat menerbitkan buku itu.

Sekali lagi saya meminta Yesus. "Yesus! Isteri pendeta gereja tetangga yang datang ke rumah Pendeta Kim, bagaimana jika dia kembali pada Minggu sore untuk berbicara dan berdoa? Pendeta kami lembut hatinya dan tidak dapat mengatakan tidak." Tuhan menjawab dengan berapi-api, "Apakah Aku tukang sihir? Mengapa engkau selalau memintaKu, seperti Aku seorang peramal?" Untuk para pendeta dan isteri mereka, "Engkau harus focus pada doa, mencari dan menjerit padaKu, sampai Aku menjawabmu. Aku tidak tahu mengapa engkau pergi dari sini ke sana mencari jawaban!" Dia sangat tidak bahagia karena hal ini.


==== DAY 17 ====

Diakones Shin, Sung-Kyung:
Sejak hari Minggu, saya berdoa bahasa roh selama 3 hari, ketika tiba-tiba tubuh saya terasa panas terbakar dan saya mulai berdoa lebih kuat dalam bahasa roh. Kemudian sinar terang menyinari saya dan saya menangis, dengan doa pengakuan. Air mata, hidung dan keringat menutupi awajah saya, selagi daftar panjang dosa-dosa yang saya akui bermunculan di pikiran.

Saya tidak pernah menjaga kekudusan hari Minggu untuk menyembah Tuhan, menyepelekan sebutan saya sebagai diakones di gereja dan seringkali menyulitkan bapak pendeta. Dia mencurahkan semangat dan menegur, tetapi itu hanya masuk lewat telinga satu dan keluar dari telinga yang lain. Penampilan luar saya adalah “diakones” yang layak, tetapi hati saya tidak mempunyai hubungan dengan Tuhan. Inilah alasan utama saya mengapa saya ingin menghadiri doa berjaga-jaga dan saya ditetapkan untuk berubah.


Kim, Yong-Doo:
* Pertobatan Pastor Kim
Waktu untuk saya menerima karunia roh ditunda, karena saya tidak mentaati perintah Tuhan untuk menjaga rahasiaNya. Saya membagikan rahasia ini dengan teman dekat saya dan ini benar-benar membuat Yesus marah. Secara manusia, ini bukanlah hal yang besar dan ini setiap kesalahan yang bisa dibuat setiap orang, tetapi pemikiran Tuhan benar-benar berbeda dari kita. Saat kita menjelajah lebih dalam kedalam dunia roh, Tuhan ingin kita menjadi lebih sentisif secara roh dan sampai buku ini selesai, Dia memerintahkan kami harus mengasingkan diri dari dunia luar. Selama tiga hari saya bertobat, bertobat siang dan malam, tetapi murka Tuhan sepertinya tidak surut. Yesus memerintahkan saya untuk berhenti menulis buku. Kemungkinan karunia roh yang dimiliki anak perempuan saya, Joo-Eun, nubuatan dan karunia roh lainnya akan diambil demikian juga yang dimiliki para anggota yang lain, memenuhi hati saya. Itu seperti sebuah kutukan.

Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. ‘Bagaimana saya menggembalakan gereja ini? Mungkin saya sedang dimurkai Tuhan?’ Pikiran memalukan ini memenuhi hati saya. Tetapi, saya tidak dapat hanya duduk dan menyerah sekarang. Saya menangis, menyesal, memohon, menjerti dan berdoa dengan berbagai cara yang dapat saya pikirkan dan saya terus menangis terguguk. Ketika saya menyampaikan kotbah malam, saya tidak dapat melihat yang didepan saya, karena mata saya yang bengkak. Kotbah 405 jam yang biasanya saya sampaikan dengan mudah menjadi sulit dan saya tidak dapat memberikan kotbah saya malam itu. Lampu-lampu dimatikan dan dengan nyanyian pertobatan kami semua berdoa bertobat dari dosa-dosa kami.

"Tuhan, berikan kami kesempatan sekali lagi!" saya menggunakan setiap ayat Alkitab yang diaplikasikan kepada saya dan kasus saya. Setiap anggota tim doa menjerit dan berdoa untuk mati bersama-sama saya. Oh, saya benar-benar tersentuh dan bersyukur kepada seluruh jemaat saya! Tuhan berbelas kasih kepada anggota jemaat yang muda dan miskin ini.

Ketika Tuhan mendengar doa kami yang menyentuh, Dia memutuskan untuk memberikan saya kesempatan lain. Dengan jelas Tuhan menyatakan bahwa mulai detik itu segala sesuatu yang harus dijaga kerahasiaannya, sampai buku ini selesai. Tidak seorangpun yang tahu hal ini. Bahkan kepada setiap jemaat, Tuhan tidak ingin setiap detil dikatakan, tetapi hanya porsi yang sedikit. Setiap pembicaraan akan hal ini harus disetujui oleh gembala dan dibatasi sampai minimal.

*Transformasi di tangan saya
Selagi berdoa selama 30 menit dengan tangan saya terbuka tinggi, baik lengan maupun tangan saya bergerak dalam beberapa bentuk. Mulanya telapak tangan saya bergerak kearah luar, kemudian setelah terus menerus berdoa dalam bahasa roh telapak tangan kiri saya juga bergerak.

Setelah berdoa selama beberapa waktu tangan kanan saya bergerak dan kemudian ketika saya berdoa lagi, tangan kiri saya bergerak. Kecepatan dan perasaan akan pergerakan itu sangat lambat. Saya pikir ini adalah kecepatan terjadinya kebangkitan roh, saya tidak bertahan sampai 1 jam. Untuk anggota yang lain, bahwa setelah doa singkat Yesus menyatakan diriNya kepada mereka dan mereka dapat melihat roh-roh jahat. Saya adalah gembala, tetapi Dia berhubungan dengan saya secara sulit. Memakan waktu hampir 20-30 ,menit sebelum saya melihat tanda-tanda perbedaan dan pada tahap ini saya cemas kehilangan kehendak saya.

Saya berdoa selama 2-3 jam dan seperti biasa tangan-tangan saya berulang kali bergerak tetap ketika tiba-tiba saya merasakan kejutan listrik keras di kepala saya. Saya pikir, ‘Ini adalah permulaan dari awal dunia roh” dan saya dipenuhi keingin tahuan. Saya berdoa lebih kuat, selagi kejutan listrik itu melanda seluruh badan saya terus menerus.

* Serangan roh-roh jahat yang sangat banyak
Seperti biasanya saya berdoa dengan tangan terangkat tinggi, selama 4 jam, ketika tiba-tiba sebuah tubuh tidak berbentuk datang dan memuntir pergelangan saya. Dia menusuk leher saya dengan alat yang tajam dan punggung kanan saya terasa seperti sedang diiris-iris dengan pisau yang tajam. Saya menjerit dan terjatuh, saat tubuh saya menjadi lumpuh. Saya berjuang tetapi tidak ada gunanya.
Iblis-iblis itu mengejek saya dan berkata, "Beraninya kamu untuk memiliki kebangkitan rohani? Jika engkau menerima kebangkitan ini, bagaimana pikirmu kami akan bertahan? Bahkan sampai sekarangpun kami dihukum sangat keras karena doa kalian! Kami tidak memiliki kesempatan sejak engkau secara rutin memuji, berkhotbah dan berdoa, tetapi ini tampaknya waktunya sudah tiba bagimu. Engkau benar-benar tidak melihat tanda bodoh dan membantu mereka untuk menerima karunia dan penglihatan roh, jadi engkau akan membayar untuk apa yang kau lakukan!!" Kemudian roh jahat yang sangat banyak masuk kedalam tubuh saya.

Saya menahan nafas. Roh-roh jahat itu bergerak tidak karuan dalam tubuh saya dan menyebabkan sakit yang amat. Saya mencoba untuk menghentikan semua pergerakan, tetapi rasa sakit it uterus dan seluruh tubuh saya menjadi mati rasa. Setiap otot, saraf, sendi dan tulang terasa sangat sakit. Semakin keras saya menjerit, semakin terasa nyeri tanda-tanda gigitan.

"Tuhan! Saya mohon ampun. Selamatkan saya. Tolong selamatkan saya! Saya tidak dapat menahan rasa sakit ini." Jemaat yang berdoa terkejut dan segera lari ke mimbar. Mereka semua ketakutan. Mereka tidak apa yang harus dilakukan, jadi mereka melihat saya mencari tanda. Saya menjerit, "Kau roh-roh jahat najis, dalam nama Yesus orang Nasareth pergi dariku!" tetapi roh-roh jahat itu tidak mau pergi. Pada banyak kesempatan ketika saya menyebut nama Yesus, setan-setan itu langsung pergi tetpai kali ini tidak tidak perduli betapa keras teriakan saya, mereka acuh saja.

Seketika, selagi perhatian saya terpecah dan lemah, serombongan besar roh jahat masuk dalam tubuh saya. Mereka mulai mencekik, menggerakan ke bawah dan dan belakang leher saya dan mereka terus menerus menghantam saya dengan kampak selagi mengoyak-oyak lengan saya. Akhirnya mereka membuat saya tidak bisa berbicara. Saya hanya dapat bernafas dan bahkan itupun menimbulkan rasa sakit dan nyeri di sekujur tubuh. Saya kumpulkan semua kekuatan saya dan mendorong seluruh jemaat untuk melingkari saya dan berdoa seakan-akan hidup mereka tergantung pada itu. "Tuhan! Tuhan! Selamatkan saya!" kata-kata ini begitu saja keluar dari mulut saya.

* Doa jemaat yang berkuasa
Anak domba kecil kami menjerit. Itu adalah kesempatan emas untuk meletakkan 17 hari pelatihan. Saya bertanya kepada para anggota yang mempunyai penglihatan rohani untuk cepat mengindetifikasikan jenis roh jahat yang ada didalam saya dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak melihat apapun juga. Selama waktu ini, pergelangan tangan kanan saya dipuntir dan mati rasa.

Saya mendorong jemaat untuk memanggil Yesus menolong kami mengidentifikasi roh-roh jahat itu. Kami berdoa selama waktu yang lama dan dengan karunia penglihatan roh itu mereka mulai membagi apa yang mereka lihat. (Efesus 1:18’19) Kerumunan roh jahat yang ada didalam saya datang ke gereja Tuhan dengan tugas khusus dari kepala roh jahat di neraka. Ketidaktampakaan dan kemampuan untuk mentransformasi kedalam berbagai bentuk membuat kami kesulitan melihat mereka tanpa doa yang intensif. Yesus berkata, "Anak-anak dombaKu yang berharga, karena doa dan jeritan tulus kalian untuk gembala kalian, Aku akan mengijinkan kalian melihat roh-roh jahat."

Kira-kira ada 30 roh jahat dan untuk waktu yang paling lama mereka menunggu mencari kesempatan untuk menyerang. Saat gembala dan isterinya mengunjungi saya, roh-roh jahat itu melihat kesempatan dan mereka bersembunyi didalam mereka. Raja roh jahat di neraka memerintahkan dengan suara nyaring, "Saat engkau masuk Gereja Tuhan, kamu harus secara khusus berhati-hati lebih dari gereja yang lain. Ada banyak anggota yang mempunyai karunia penglihatan dan banyak pengikut yang lemah sudah mereka usir, karena identitas sejati mereka tampak. Sekarang engkau harus menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Pendeta Kim. Orang bodoh itu sumber dari masalah-masalah ini. Jika kita dapat merobohkan dia, segala sesuatu akan dengan mudah diatasi, jadi pergilah dan buatlah ini terjadi."

Isteri pendeta tetangga kami tidak memiliki jenis iman yang akan menarik roh jahat padanya, ataupun dia mengikuti roh jahat. Dari apa yang saya tahu, dia adalah prajurit doa yang tekun berdoa. Roh–roh jahat berusaha keras menyembunyikan identitas mereka dan mencari kendaaraan untuk ditumpangi. Ketika mereka tahu isteri pendeta ingin berkunjung, mereka mengikuti dia dan menggunakan keinginan manusia yang memaksa sebagai daya tarik.

"Yesus! Tunjukkan identitas roh jahat. Yesus! Tolong nyatakan mereka pada kami," kami semua berdoa. Kemudian seseoprang berteriak, "Wow! Saya melihat mereka. Saya dapat melihat!" Ada sekitar 15 roh jahat, yang tampak seperti pancake miju-miju dengan banyak mata dan mereka bergulung-gulung. Sisanya adalah roh jahat dengan berbagai bentuk dan ukuran. Ada kelabang luar biasa besar, ulat, roh jahat dengan banyangan gelap, roh jahat perempuan dan seekor singa. Saya meminta dengan sangat jemaat untuk mengelilingi saya dan berdoa dalam bahasa roh, menyentuh setiap bagian yang sakit di tubuh saya. Mereka mulai bekerja keras dan mulai berdoa.

Seseorang berteriak, "Pak! Roh-roh jahat itu berubah! Mereka tidak terserak-serak tetapi bersatu!" Saya menanggapi, "Benarkah? Berdoalah dengan kuat dan penuh otoritas usirlah mereka pergi!" jadi jemaat berteriak dalam satu suara, "Dalam nama Yesus keluar dari tubuh gembala kami! Kembalilah ke neraka!" Joo-Eun berteriak, "Roh-roh jahat ini duduk didalammu dengan lengan yang terkunci. Oh, tidak! Apa yang kami lakukan?" Saya berteriak dengan nyaring, "Teruslah berdoa tanpa henti. Jika kalian berhenti kita dalam masalah besar." Mereka semua berdoa dengan sungguh-sungguh. (Efesus 6:10-11) "Akhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis ".

Sister Baek menjerit "Pak Pendeta, roh-roh jahat itu berubah kembali." Tanya saya, "Bagaimana penampilannya sekarang?" dan dia menanggapi,"Oh! Sangat mengerikan! Bulu kuduk saya merinding! Kali ini berubah menjadi kelabang hitam. Kelabang ini menggigit lehermu dengan 2 taring tajam dan dengan duri yang ditusukkan dalam tubuhmu. Apa yang harus kami lakukan? Kelabang itu melekat di punggungmu!" Tiba-tiba saya merasakan sakit yang tak tertahankan dan naik, menyebabkan nyeri kesakitan kemudian saya roboh kedepan.

Saya menjerit lagi. "Tuhan tolong saya!" dan tidak peduli betapa kerasnya saya memanggil Dia tidak akan datang. Jadi saya mendorong jemaat, "Cepat temukan Yesus, Sekarang! Cepatlah!” dan mereka bersatu memanggil , "Tuhan, dimanakah Engkau? Tolong cepatlah dan bantulah pendeta kami!” Dengan panggilan yang nyaring ini Yesus menampakkan diri di depan kami.

Saya sangat marah, karena saya merasa Yesus sangat lama. Saya berpikir, ‘Dimanakah Yesus berada sehingga Dia begitu lama?’ kemudian Yesus menjawab saya, "Aku akan menolongmu dan jadi jangan kuatir." Jemaat melihat Yesus memasuki tubuh saya melalui penglihatan rohani dan berkata Dia akan mengusir roh-roh jahat keluar. Roh-roh jahat kembali bersatu dan berubah menjadi sesuatu seperti karet.

Yesus menarik mereka keluar. Ketika Dia menarik keluar di satu sisi di sisi yang lain akan melekat dan melar. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menarik semua roh jahat yang melekat. Saya percaya Yesus mempunyai rencana untuk melaith iman kita. (Yak 4:7) "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu! ".

Dalam Alkitab saat Yesus berbicara, roh-roh jahat gemetar ketakutan dan menyerah padaNya. Pasti ada alasan mengapa Yesus membutuhkan waktu yang lama. Yesus ingin menguji jemaat dan unutk kami mengalami usaha bersatu dalam mengusir roh-roh jahat keluar. Reli doa mulai tengah malam dan terus sampai 7 pagi. Tubuh saya masih merasakan sakit dan jemaat terus berdoa.

Saat jemaat mengelilingi saya dalam doa, perut saya dipenuhi gas. Tubuh saya sakit dan perut saya sangat sakit sampai saya tidak mampu lagi bertahan. Ada bau yang sangat tidak enak keluar dari saya, yang mengganggu jemaat. Saya sangat malu, seperti sesuatu busuk yang keluar.

Seseorang berkata, "Tolong kendalikan dirimu" dan karena itu setiap orang tertawa terbahak-bahak. Saya berkata, "Ini bukanlah waktu untuk tertawa, jadi cepatlah kembali dan teruslah berdoa kepada Tuhan " jadi mereka kembali."Joo-Eun, apakah Tuhan sudah mengambil setan-setan dariku? Cepat dan lihatlah." Tiba-tiba 3 jemaat melaporkan bahwa Yesus menarik roh – roh jahat itu satu demi satu dan mengikat mereka. Tersisa 2 roh jahat yang tidak begitu saja menyerah. Yesus akhirnya menawan dan mengikat semua roh jahat yang menyiksa saya. Dia berjanji untuk melemparkan mereka kedalam jurang api.

Kemudian Yesus berkata,"Wow! Anak-anak domba kecil dari Gereja Tuhan bukanlah sesuatu yang dapat diperhitungkan! Jeritan dan doamu untuk Pendeta Kim dan saat engkau cemas, berdoa dan tinggal bersamanya selagi dikendalikan, sangat menggerakkanKu. Tunggulah beberapa saat lagi. Aku akan membuka karunia penglihatan Pendeta Kim dan dia akan dapat melihat secara rinci baik surga maupun neraka. Kemudian dia akan merekan dan membaginya kepada seluruh dunia. Banyak jiwa terhilang akan membaca buku ini , diselamatkan dan kembali kepadaKu. "

Ketika saya kembali kerumah dan berbaring, tanda-tanda bekas gigitan dan garukan sangat sakit. Sangat nyeri saat saya bernafas ataupun berbaring, dan saya akan menjerit. Istri saya, Yosep dan Joo-Eun mulai reli doa.

Selagi Joo-Eun berdoa dia mendengar Yesus berkata, "Ketika roh-roh jahat meninggalkanmu, mereka tidak akan meninggalkan begitu saja, tetapi akan meninggalkan bekas gigitan dan cakaran yang menyakitkan yang harus kau tanggung selama beberapa hari. Karena isterimu menerima karunia kesembuhan, hendaklah dia meletakkan tangannya diatas lukamu dan berdoa!’ Segera saja isteri saya meletakkan kedua tangannya di atas luka-luka saya, tetapi itu tidak langsung sembuh. Saya terguling kelantai kesakitan dan berseru kepada Tuhan"Tuhan, isteri saya mempunyai karunia kesembuhan, tetapi mengapa saya masih menderita kesakitan?" Kemudian Tuhan menjelaskan bahwa kuasa kesembuhannya lemah, tetapi meyakinkan saya bahwa saya akan membaik. Karena saya tidak sabar dan tidak bisa menunggu, saya lari ke dokter terdekat untuk terapi tetapi nyerinya meningkat sehingga saya menghentikan pengobatan. Isteri saya berkata, "Dalam 20 tahun pernikahan kita, aku tidak pernah melihatmu dalam kesakitan dan penderitaan seperti ini."


Sister Baek, Bong-Nyo:
* Rumah kami di Surga
Selagi berdoa untuk gembala saya, Tuhan menunjukkan rumah Pendeta di Surga (John 14:2-3) Rumah pendeta Kim naik dari 360 tingkat sampai 370 tingkat dan rumah isterinya naik dari 270 tingkat ke 280 tingkat. Rumah Yosep 4 tingkat dan tingkat ke5 hampir selesai. Rumah Joo-Eun 12 tingkat dan tingkat ke-13 sedang dikerjakan. Saya bertanya kepada Yesus, "Tuhan, rumah Joseph dan Joo-Eun’s dibangun satu tingkat pada waktu yang sama, tetapi rumah pendeta dan istrinya dibangun 10 tingkat pada waktu yang sama, mengapakah?" "Bukan hanya karena pendeta mempersiapkan khotbah dan memberkati jemaat tetapi dia tekun berdoa untukmu. Doa pendeta sangat berkuasa dibandingkan denganmu. Penggembalaan pendeta bagi jemaatnyalah yang memampukan rumah itu dibangun lebih cepat. Juga, karena isteri pendeta, Kang Hyun-Ja, mempersiapkan makanan untuk jemaat siang dan malam. Tidak hanya itu, selama seminggu dia memberi makan dan pakaian kepada keluargamu setiap hari, jadi tentu saya upahnya di surga besar. Joo-Eun mempunyai kecenderungan berteriak dan berdebat, situasi paling kecilpun akan membuat dia gusar. Dia mungkin akan menjadi angkuh, jadi tetaplah membuat dia rendah hati dan Yosep sangat tak ramah sehingga seringkali dia terlihat marah. Bahkan ketika Aku melihatnya, ekspresi wajahnya tidaklah bersahabat dan Aku ingin mengubah hal itu. Ketika pendetamu menyebutkan di khotbah, bahwa Yosep memerlukan perbaikan diri, dia tidak senang dengan saran itu. Aku ingin Yosep menerima kritik membangun ini dengan iman dan ketaatan, maka upahnya akan membantu pembangunan rumahnya."

Rumah Haak-Sung tingginya 10 tingkat dan kolom tingkat ke11 sedang dibangun, dan rumah Yoo-Kyung 7 tingkat. Yesus mengatakan kepada saya, karena rahasia gereja kami dibukakan oleh gembala dan isterinya, maka 50 tingkat rumah gembala dan 30 tingkat rumah isterinya akan hancur.

* Selamat Mempelai Baek Bong-Nyo
Ketika saya pergi ke persekutuan malam, Pendeta Kim terlihat lemah, seperti dia sudah berdoa dan menangis untuk beberapa saat. Matanya bengkak dan dia berjuang untuk melihat dengan jelas. Saya membujuk Tuhan. "Tuhan, pendeta kami begitu menderita karena penyiksaan roh jahat hari ini. Brikan dia kekuatan." Dengan lembut Yesus datang dan menghibur saya, "Setiap orang memiliki banyak anggota keluarga yang menghibur mereka, tetapi Baek Bong-Nyo tersayang, engkau tidak memiliki seorangpun dan apapun juga. Aku akan menghiburmu. " Dia melanjutkan, "Engkau mencintaiKu diatas segalanya dan inilah mengapa Aku sangat menghargaimu!"

Beberapa saat kemudian 2 malaikat tampan turun dari sorga. Mereka tinggi dan sangat tampan. Salah satunya yang saya tahu adalah Malaikat Tertinggi Michael dan yang satunya mengenalkan diri kepada saya, "Sister Baek, Bong-Nyo, Saya adalah Gabriel dan saya berdiri di depan Tuhan. Tuhan memerintahkan saya untuk menjemputmu, jadi marilah." Saya menjawab, "Oh ya, terimakasih," Mereka mulai membawa saya melintasi atmosfer ketika tiba-tiba sejumlah besar roh jahat memblokade kami.

Wajah para roh jahat itu berbeda-beda. Saya melihat kepala naga, ular-ular besar dan beberapa roh binatang, semua siap menyerang kami. Mereka mulai berkumpul bersama-sama dengan kekuatan roh jahat lain dan kekuatan mereka cepat bertambah, tetapi Gabriel dan Michael sama sekali tidak merasa terancam. Mereka malah tampak tenang. Ketika mereka mengangkat tangan roh-roh jahat itu dengan cepat lenyap (Wahyu 12:7-9)

Setelah roh jahat itu lenyap, kami tiba di sorga dan Yesus menyambut saya berdiri di kejauhan. Dia berseru, "Aku cinta kamu love sayangKu Baek Bong-Nyo. Aku cinta kamu." Yesus dan saya menunggangi awan-awan berkeliling Sorga. Ada banyak gunung di sorga dan semuanya emas. Ketika saya melihat langit di sorga, pikiran untuk pulang lenyap dari ingatan saya.


Lee, Haak-Sung:
* Yesus menangis bersama Pendeta Kim
Penginjilan kami mulai jam 4 sore sampai jam 7 malam. Setelah itu, kami langsung ke gereja untuk berdoa dan saya melihat pastor kami berdoa dan menangis di lututnya dengan tangan terentang keatas. Saya melihat Yesus berdiri disamping pendeta. Yesus mengenakan mahkota duru dan menangis saat Dia memandang pendeta kami. Kepala Yesus berdarah luarbiasa dan DarahNya menetes ke jubahNya. Dia basah kuyup oleh darah. Yesus memeluk Pendeta Kim dan terus menangis. Semua lampu di ruangan mati, tetapi didekat mimbar, sinar terang keluar dari Yesus. Latar belakang sebuah lagi tentang penderitaan Tuhan berjudul ‘The three nails" dimainkan terus menerus.

Malam kemudian Yesus menceritakan kepada saya, "Tidak perduli betapapun dingin, yang paling baik adalah berdoa dengan pakaian ringan, berlutut dan dengan lenganmu terentang keatas. Ketika kamu kedinginan,Aku akan mengirimmu api, jadi jangan kuatir. Jika kau berpakaian berat, kau akan jatuh tertidur saat kau berdoa. Apakah kau mengerti?”


Kim, Joo-Eun:
* Pertobatan yang sesuai
Selagi berdoa dalam bahasa roh, tiga kepala naga tersembunyi melompat didepan saya. Dia maju mundur menakutkan saya, tetapi saya mengusirnya dengan berkata, "Dalam nama Yesus Kristus, kau roh jahat najis! Pergi dariku! Pergi dariku!” Saya berdoa dalam bahasa roh ketika Yesus muncul didepan saya. Yesus diam, tanpa berkata apapun Dia berdiri didepan saya menangis. Saya bertanya banyak pertanyaan tetapi Dia hanya meneteskan airmata. Hari ini didepan kebaktian malam dengna penuh airmata pastor mengaku, "Saya benar-benar berduka, karena saya menyebabkan Tuhan menderita. Tuhan saya sudah sangat berdosa melawanmu." Kami semua berkonsentrasi memuji dan bertobat dalam kesatuan. Yesus dan pastor juga kami semua sama-sama menjerit. (1 Yoh 5:4)


==== DAY 18 ==== (1 Pet 5:6-10)

Lee, Haak-Sung:
* Secara fisik menyerang roh-roh jahat!
Di khotbah malam pendeta menceritakan, "Ketika roh-roh jahat muncul, jangan takut tetapi berperanglah dengan berani muka dengan muka! Roh-roh jahat najis itu bukanlah apa-apa, jadi jangan takut…Ketika engkau masul lebih dalam kea lam roh dan berdoa dengan berani kau akan menemukan sesuatu. Ketika kau lakukan, tangkaplah itu dan robek-robeklah, kemudian musnahkanlah!” Saya berpikir sendiri, "Bagaimana kita melakukan hal itu untuk menakut-nakuti roh jahat? Dia pasti berlebihan.” Tetapi pastor mengulangi dengan pasti, "Kita dapat melakukan hal ini. Kita sudah diserang dan banyak menderita. Jadi sekarang waktu kita untuk membalas dan menyerang mereka." Kemudian secara visual dia mengajar kami bagaimana secara fisik menyerang mereka.

"Dapatkah kami benar-benar menangkap roh jahat?" Sejauh ini, kami dapat menggunakan nama Yesus sebagai senjata, tetapi sekarang kami diceritakan bahwa kami dapat melawan roh jahat secara fisik pertarungan tangan dengan tangan.

Kemudian, selagi kami berdoa dalam bahasa roh, 2 roh jahat sebelumnya muncul. Yang satu adalah roh jahat bundar dan yang lain bermuka banyak. Dia memegang bulu burung merak dan seperti sebelumnya dia menggunakan ujung lembut bulu itu untuk menggelitik hidung kami. Kemudian saya teringat kotbah pastor (Yak 4:7). Saya menggunakan tangan fisik saya untuk mengambil bulu itu dari setan. "Oh,bagaimana ini terjadi? Bulu itu sekarang ada di tangan saya!" Hal itu sungguh ajaib.

Kemudian saya mulai menyentil setan itu tanpa ampun dengan ujung bulu yang tajam. Roh jahat itu berteriak, "Ouch!" Dengan cepat saya menyerang dia, menusuknya tanpa ampun. Dia melompat lompat berteriak, "Ouch! Selamatkan saya!" Caira hijau terus keluar dari lukanya. Pasti itu darahnya. Roh jahat lain melihat hal ini, dia terkejut dan lari ketakutan.

Pendeta Kim terus berdoa, menahan tanda-tanda nyeri yang ditinggalkan roh jahat ditubuhnya. Yesus mendekati dia dan terus menyentuh luka-lukanya dengan tanganNya. Yesus mendatangi saya dan berkata, "Haak-Sung! Jangan biarkan tangan-tanganmu turun sekalipun ini sulit. Doa dengan tangan keatas memiliki kuasa lebih besar."


Kim, Joo-Eun:
Hari ini ada banyak roh-roh jahat ganjil muncul didepan saya. Saya berteriak dengan keras, "Kamu roh-roh jahat dalam nama Yesus pergi dariku" dan mereka lenyap. Saya sedang berdoa ketika tibat-tiba roh jahat jantan yang kuat berjalan menuju saya dengan bergumam, "Hey! Berhenti berdoa. Kau banyak berdoa untuk anak sekecil kamu!" "Hey, kamu iblis kotor! Dalam nama Yesus, pergi dariku!" iblis itu kemudian lenyap.

Saat saya terus berdoa, roh jahat dengan wujud wanita cantik muncul. Iblis ini sungguh anggun dan cantik sehingga saya tidak bisa bayangkan kalau dia adalah iblis. (2 Cor 11:14-15) Bahkan saat dia berbicara dengan sopan. "Tolong jangan berdoa. Mengapa kamu berdoa?" Saya mengacuhkan dia dan dia menjadi marah "Hey, mengapa kamu berdoa? Ketika kamu berdoa, apakau kau melihat sesuatu yang khusus?” Kemudian dia berteriak, "Berhenti berdoa!" Saya berseru, "Dalam nama Yesus, pergi dariku " dan kemudian dia terbelah dua dari kepala sampai ke bawah. Saya mengangkat bahu dengan jijik, "Ewe, begitu menjijikkan!" Saat tubuhnya terbelah dua, terbukalah bahwa roh jahat bengis ada didalamnya. Saya masih tidak bisa melupakan kenyataan bagaimana penampilan yang sempurna sangat berbeda dengan yang ada didalamnya.

Kemudian, saya melihat roh jahat muncul berwujud anak kecil laki-laki menggunakan bandana merah. Dia mempunyai kemampuan untuk memainkan tipuan dengan matanya. Saya mencoba mengusirnya dalam nama Yesus, tetapi roh jahat itu bandel dan tidak mudah untuk diusir. Saya tetap berdoa sampai roh jahat itu pergi.

*Dibaptis dengan Api Membara
Saya sadar betapa banyak roh-roh jahat aneka jenisnya. Saya menyaksikan mereka mengganggu jemaat lain, mereka terus datang dan pergi berpindah dengan sibuk menyampaikan kebingungan. Selagi berdoa saya heran apa yang dilakukan Pendeta Kim, jadi saya melihatnya, selain melain dia saya melihat sebuah bola api membara ditempatnya. Terkejut, saya membuka mata untuk mengkonfirmasi apa yang saya lihat dan saya melihat pastor duduk di tempat duduknya seperti biasa. Ketika saya menutup mata lagi, saya melihat bola api membara yang besar. Roh-roh jahat berdiri disamping pendeta kami tanpa mampu menyerang dia, jadi mereka kembali menyerang anggota yang lainnya.

Tiba-tiba roh jahat berambut panjang muncul dan menggigit lengan kiri saya dengan taring drakulanya. Saya mencoba mengusirnya, tetapi tidak bisa. Saya tidak bisa berpikir jelas karena nyeri yang menyengat. Kemudian roh jahat lain menyerang saya. "Tuhan, tolong saya. Tolonglah saya!" Saya berpindah mendekat di sebelah istri pastor dan terus berdoa dengan tangan keatas. Sekitar 100 roh jahat datang mengganggu saya. Saya menyerang dengan berteriak, "Kamu roh-roh jahat najis, mengapa kau hidup seperti ini? Mengapa kamu menggangguku?” Kemudian salah satu berlari menuju saya dengan taring-taringnya yang tajam berteriak,"Kami ingin mengirimmu ke neraka." Saya meresponi, "Apa? Neraka? Kamu gembira! Hey, Roh-roh jahat najis pergi dariku. Dalam nama Yesus pergi dariku." Seketika itu juga, setiap dari mereka pergi. Saya sadar bahwa jika saya ingin mengunjungi sorga, saya perlu bertarung hebat dengan kekuatan iblis jahat.

* Pendeta-pendeta yang tidak meneruskan tugas kependetaan mereka
Saya terus berdoa dalam waktu yang lama, ketika Yesus muncul memanggil nama kecil saya, "Sesame! SesameKu sayang, kau sangat baik dalam mengusir roh-roh iblis! " Saya menjawab, "Yesus, Saya teringat sesuatu yang ingin ditanyakan ayah saya! Ada pendeta-pendeta yang berhenti meneruskan panggilan kependetaan mereka dan kembali mengerjakan tugas-tugas duniawi. Apa yang terjadi dengan mereka?" Dengan enggan Yesus menjawab, "Kau terlalu muda untuk dijelaskan hal ini, tetapi dengarkan dengan baik dan katakana kepada ayahmu tepat yang Aku katakana kepadamu." Dia meneruskan."Para pendeta yang mundur dari kependetaan karena kesulitan, akan dihakimi dengan keras oleh BapaKu di Sorga. Bapa Sorgawi akan memarahi mereka dengan keras pada hari penghakiman. “Kamu, dan pastor, mengapa kamu berhenti menjadi pendeta? Aku berikan kepadamu kemampuan melakukan tugas-tugas kependetaan, tetapi mengapa kamu membuat keputusan berhenti tanpa ijinKu? Kamu membuat kesalahan besar. Kamu harus bertobat sungguh-sungguh!’dan inilah yang akan Dia katakana. Kemudian di sisa hidupnya didunia, dia harus ikut dan sungguh-sungguh berjalan bersamaKu. ‘Ada juga orang-orang yang gagal untuk menguduskan hari Tuhan dan melakukan apa yang mereka mau. Mereka membuka usahanya dan mereka tidak lahir baru dalam kuasa Roh Kudus. Jangan ada transaksi bisnis apapun di hari Minggu bagaimanapun. Banyak orang menyatakan keselamatan mereka dengan mulut, tetapi mereka salah. Jika mereka benar-benar diselamatkan, hidup mereka akan menunjukkannya! Bapa Sorgawi mengawasi kalian semua. Untuk Bapa setiap jiwa sangat berharga dan ketika jiwa-jiwa ini masuk sorga Dia akan sangat terluka. Dia sudah mencurahkan begitu banyak air mata untuk begitu sering!’

* Orang-orang yang mengusir para pendeta (Yak 3:16)
Kemudian saya bertanya lagi, "Yesus! Seringkali di TV, saya menyaksikan gereja-gereja yang bertengkar dengan pendetanya dan itu sangat memalukan saya. Mengapa jemaat dan pendeta bertengkar? Dalam hal ini, Engkau berpihak pada siapa?”

Yesus berkata, "Kau begitu muda namun kau menanyakan hal-hal ini?" jadi saya meresponi, "Tuhan, saya adalah anak perempuan seorang pendeta. Itu menyedihkan saya melihat seorang pendeta diusir dari gerejanya!” Yesus menjawab, "Para pendeta seringkali membuat kesalahan dan ini menimbulkan masalah. Lebih penting lagi, ketika jemaat marah dan mengusir pendetanya, mereka menanggung dosa yang sangat besar. Sekalipun seseorang melakukan ini di masa lalu mereka, namun jika mereka sungguh-sungguh bertobat dan mengikuti Tuhan, mereka masih dapat masuk Sorga. Mereka jangan pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama.!" (Fil 2:3)

Saya terus bertanya, "Yesus! Kami semua berdoa bersama-sama, tetapi Engkau hanya membawa sister Baek dan keluarganya untuk mengunjungi sorga dan neraka? Kami adalah keluarga pendeta, betul? Keluarga saya tampaknya memiliki iman yang lebih besar, tetapi mengapa Engkau hanya mencintai Haak-Sung, Yoo-Kyung and sister Baek, Bong-Nyo?" Yesus meledak tertawa dan menjawab, "Joo-Eun sayang, itu tidak betul. Mereka memiliki hidup yang sangat keras. Lihatlah! Haak-Sung dan Yoo-Kyung keduanya ditantang secara psikologis benar? Juga, sister Baek, Bong-Nyo harus tidur karena menderita sakit punggung. Mereka makan hanya sedikit dan tinggal di ruang bawah tanah, tetapi mereka berdoa dengan tekun kepada Tuhan. Aku khususnya mencintai mereka karena diluar keterbatasan mereka, mereka masih tekun berdoa! Mereka memerlukan perlindunganKu! Kamu memiliki banyak anggota keluarga, tetapi mereka tidak punya seorang ayah atau seorang suami sekalipun. Inilah mengapa mereka memerlukan perhatian khususKu!" (Kel 33:19).

"Yesus! Pendeta kami mencatat semua pengalaman roh kami dalam sebuah buku, tetapi ketika buku itu selesai, apakah Engkau akan mengambil semua karunia roh kami?” Tuhan menjawab, "Joo-Eun,karunia bernubuat adalah karunia yang sangat penting yang tidak mudah diberikan atau diambil lagi! Karunia nubuatan hanya akan diambil ketika Bapa Sorgawi memintanya lagi dan biarkan sendiri jika Dia mengatakan untuk dibiarkan sendiri."


Lee, Yoo-Kyung:
* Roh-roh jahat takut akan imanmu
Hari ini, saya diserang oleh roh jahat mengerikan yang memperlihatkan berbagai bentuk. Jadi setelahnya yang mengatakan kepada Yesus "Yesus, roh-roh jahat ini sungguh mengerikan!" dan Dia menjawab "Yoo-Kyung, kamu dapat mengalahkan roh-roh jahat ini. Mereka takut pada imanmu, jadi jangan kuatir! Para malaikat selalu disini untuk melindungimu!" 


Sister Baek, Bong-Nyo:
* Identitas roh jahat tanpa bentuk yang menyerang Pendeta Kim
Saya berdoa bahasa roh dengan kuat tetapi saya tidak dapat melihat apapun. Segala sesuatu gelap pekat. Saya berusaha keras masuk ke alam roh jadi saya berdoa dengan keras. Kemudian saya melihat ada banyak obyek bundar, berguling guling. Saya pikir mungkin mereka adalah tipe sama yang menyerang Pendeta kami. Saya ingin membalasnya, jadi saya berkonsentrasi. Kemudian mereka berguling-guling memutari saya. Saya berdoa kepada Yesus dan Dia berkata, "Lihatlah mereka dengan seksama." Mereka tampak seperti kue dadar. Ada 20 bergulingan di gereja, mencari kesempatan. Yesus berkata, "Itu adalah roh-roh jahat menyedihkan yang menggigit dan memutar lengan Pendeta Kim kemarin! Aku bawa mereka semua dan melemparkannya ke lubang berapi di neraka, tetapi mereka sudah kembali untuk menyerang hambaKu. Bong-Nyo! Engkau harus lebih berhati-hati!"

Saya diberi informasi bahwa raja iblis sudah memberikan perintah rahasia "Ada seorang jemaat Gereja Tuhan dengan karunia penglihatan roh bernama ‘Baek, Bong-Nyo’dan dia dapat mengenali siapa kita. Fokus untuk menyerang wanita itu!" Jika bukan Tuhan yang menyingkapkan roh-roh jahat itu pada saya, akan sangat sulit untuk melihat mereka sekalipun dengan karunia penglihatan roh. Tuhan mengatakan jika saya berdoa lebih dalam, saya akan mampu melihat roh-roh jahat itu tak berbentuk. Jadi ketika saya berdoa dengan kuat, identitas roh jahat itu disingkapkan dan mereka lenyap.

* Malaikat Tertinggi Michael and Gabriel
Kemudian dua malaikat luarbiasa datang menjemput saya ke Sorga. Mereka adalah Michael and Gabriel. Mereka tidak bisa dibandingkan dengan malaikat-malaikat lainnya "Yesus terkasih memerintahkan untuk menjemput sister Baek, Bong-Nyo, jadi kami datang secara personal." Saya terpesona dengan Tuhan yang begitu memperlakukan seseorang yang tidak penting seperti saya! Saya tidak tahu bagaimana bereaksi. Saya hanya dapat bersukacita dan segera mengikuti mereka.

Di sorga, Yesus menunjukkan Taman Eden yang mengagumkan. Dalam pembicaraan kami, Yesus mengatakan, "Bong-Nyo! Sangatlah sulit mengusir roh-roh jahat dalam diri Pendeta Kim kemarin, kamu pasti kelelahan? Roh-roh jahat didalam pendeta sungguh seperti kutu yang melekat dan tidak mudah dilepaskan! Hama-hama itu menyamarkan identitas mereka dan merubah wujud mereka seperti karet. Selama kekacauan itu Pendeta Kim menarik tubuhnya yang sakit untuk mengantar sister Shin Sung-Kyung pulang, anak domba itu mengikuti dia karena dia memiliki hati untuk melindungi pastornya. Saat Aku melihat ini, Aku tergerak dan Aku putuskan bergabung dengan mereka!" Dia melanjutkan, "Roh jahat terakhir yang melekat didalam tubuh Pendeta Kim memastikan diri untuk menyiksanya selama bisa. Jadi Aku gunakan kekuatan untuk menariknya keluar.

Didalam gerejamu, diantara para anak domba hanya engkau yang dapat melihat neraka, jadi apa yang harus Aku lakukan? Aku tahu ini sulit bagimu, tetapi Aku menghargai jika kamu bisa lebih bersabar. Sekarang juga Pendeta Kim Yong-Doo harus menulis dan merekamnya, jadi tidak ada pilihan. Bagian dari neraka yang kau lihat belum seluruhnya, tetapi hanya sebagian kecil. Ini adalah hasrat Bapa Sorgawi menyelamatkan banyak jiwa melalui pekerjaan ini. Ini menghancurkan hatiKu untuk terus menerus membawamu ke neraka. Mulai sekarang, Aku akan tunjukkan hanya sedikit, jadi perhatikanlah dan laporkan dengan tepat apa yang kau lihat kepada Pendeta Kim!” Saya berkata, "Yesus! Jika Engkau memaksa, tetapi tolong jangan perlihatan ibu dan adikku laki-laki. Saya tidak bisa menahan rasa sakit jika melihat mereka!" tetapi Yesus menajwab, "Tidak mungkin! Kamu harus melihat dengan seksana sehingga engkau dapat menyaksikan kebenaran!" Setelah selesai Tuhan menggandeng tangan saya dan menuntun saya ke neraka.

* Kembali ke neraka
Dia neraka, sangatlah menakutkan. Ingatan kita tidak bisa membayangkan seperti apa buruknya, dimana segala kejahatan dikunci. Ini adalah tempat terkutuk dengan hanya penderitaan, erangan dan jeritan. Tuhan dan saya berada di jalan yang sempit disetiap sisinya terlihat pemandangan jiwa-jiwa yang menderita kesakitan. Yesus memperingatkan, "Hati-hati!" saat kami tiba di suatu tempat dimana setiap sisi jalan menjadi jurang yang sangat dalam. Mengawasi sesaat dan turun. Kemudian saya melihat tengkorak-tengkorak ditumpuk setinggi langit, di kedua sisi jurang.

Tengkorak-tengkorak itu tidak mati, tetapi perlahan-lahan bergerak dan menjerit. Menusuk ke telinga saya. Tengkorak-tengkorak itu kacau, beberapa jatuh. Mereka akan memanjat satu sama lain. Mereka mengeluh dan berteriak satu sama lain, "Oh ini sangat melelahkan! Kau bajingan, pindah! Kau harus pergi?”

Saya bertanya kepada Yesus "Tolong Tuhan! Ini sangat menjijikkan. Bau busuk disegala tempat! Saya ingin keluar dari sini. Bagaima mereka bisa ada banyak jiwa. Tengkorak-tengkorak ini, jenis manusia apa mereka?" Yesus mengatakan bahwa ada berbagai macam tipe orang disini, "Disiini adalah para pencuri yang menyalakan api dan mati terbakar selagi mencuri dan mereka yang mati terbakar selagi tidur di hotel, mereka yang menggoda laki-laki dan mati dalam api, mereka yang mampu bekerja dengan tubuhnya tetapi meminta-minta, mereka yang tenggelam selagi tamasya, mereka yang membunuh orang tua mereka, mereka yang naik gunung dan mati dalam kecelakaan dan banyak lainnya dari semua kehidupan disini."

Ada banyak tengkorak yang tidak bisa saya hitung. Di satu sisi, saya mendengar seseorang berkata, "Kamu, bajingan! Disini gaduh! Tempat penuh itu membunuhku!" Tengkorak-tengkorak dibawah berkata, "Kamu bajingan yang diatas! Kau menghancurkanku! Berhenti menghancurkanku!" Tengkorak-tengkorak di dasar memiliki banyak luka dikepalanya.

Saat kami berjalan lagi, bau busuk bangkai semakin kuat. "Tuhan, bau apa ini? Ini seperti bau busuk daging?” Tuhan menjawab, "Ya,kamu benar! Perhatikanlah!" Saya mengamati cairan yang keluar dari bangkai, menyebar seperti lautan. "Tuhan! Disini tidak ada tengkorak ataupun tulang. Saya tidak melihat seorangpun disini tetapi mengapa baunya begitu menyengat." Kata Yesus, "Daging dan tulangnya sudah membusuk."

* Kaktus seperti tanaman
Saat kami meneruskan, kami sampai pada suatu tanah datar yang kering. Ada kaktus besar seperti tanaman, tetapi tidak ada duri-duri yang tampak. Didepannya adalah banyak serangga kecil-ekcil dan sesiati yang bergerak di tanaman ini. Yesus meminta saya mendekat dan saat saya melihat kaktus itu, saya melihat adik laki-laki saya dengan banyak orang yang telanjang. Mereka semua terjerat dan melekat di kaktus. Setiap orang ditutupi dengan serangga kecil-kecil yang memakan daging mereka, selagi orang-orang menjerit kesakitan.

Bahkan dengan jeritan kesakitan saya masih mendengar suara adik saya dengan jelas. "Kakak! Kakak Bong Nyo sayang! Mengapa engkau kesini lagi? Oh! Ini tidak tertahankan! Sangat menyakitkan!" Setiap orang menjerit kesakitan saat berbagai jenis serangga menggigit dan merobek daging mereka dan menariknya dari tubuh mereka. Saya tidak melihat kulit sedikitpun karena begitu banyak serangga yang menutupinya.

* Keluarga saya didalam lubang belatung
Saya melihat kesebelah kiri dan melihat jurang besar, yang berisi sejumlah orang tak terhitung. Semuanya itu telanjang dan ditutupi dengan belatung. Sangat sulit untuk mengenali apakah mereka manusia ataukah belatung (Mark 9:48) Saya pikir saya akan pingsan lagi, saat saya menatap mata ibu saya, dia sedang menunggu untuk dilemparkan ke jurang ini.

Ibu saya berteriak, "Anakku, Bong-Nyo! Saya dengar engkau tidak baik-baik saja, tetapi mengapa engkau kesini lagi?" kemudian dia menangis. "Ibu, Aku tidak mau datang ke neraka, tetapi Tuhan terus membawa saya kembali. Apa yang dapat saya lakukan?” dan ibu saya mulai meminta pada Tuhan. "Tuhan! Mengapa Engkau ijinkan anak saya melihat saya menderita di neraka, padahal Engkau tahu bagaimana hal ini melukai dia??" dan kami menangis bersama-sama.

"Bu! Sekalipun saya lihat engkau menderita tetapi saya tidak dapat melakukan apapun untuk menolongmu. Maafkan!" dan ibu saya membujuk. "Tolong, Bong-Nyo! Jangan pernah kembali lagi ke neraka! Aku sudah mati dan kesini untuk menderita, tetapi kau harus terus mengikuti Tuhan sampai akhir! Jangan berakhir disini sepertiku, tetapi pastikanlah engkau masuk sorga!"
Saya memohon Yesus untuk meminta tolong, tetapi Dia tidak dapat melakukan apapun. Ketika saya menangis lebih keras, roh-roh jahat melempar ibu saya kejurang tanpa ampun. Belatung-belatung itu dengan cepat merayapi kakinya dan masuk dalam daging dan tulangnya. Dia menjerit kesakitan dan meloncat kesana kemari, seperti yang lainnya. Jeritannya kemudian tertutup dengan jeritan orang lain.

Kemudian saya mulai mendengar adik saya di sebelah kanan. Dia menjerit "Kak! Serangga-serangga ini memakani tubuh saya hidup-hidup. Oh saya kesakitan! Kakak! Tolong! Mohonkan pada Yesus untuk menolong saya. Sekarang juga!" Serangga-serangga itu menusuk adiknya dan racunnya menyebar keseluruh tubuh, membuatnya menjadi hitam. Adik saya mati bunuh diri, tetapi saya tidak tahu seperti ini hukumannya. Saya meminta Yesus, tetapi lagi Dia mengatakan sudah terlambat. Bahkan saya menjerit ke Bapa di Sorga, tetapi Dia juga berkata tidak. Dengan cepat tubuh adik saya menjadi tengkorak hitam, tetapi dia masih bisa menjerit. "Kak! Cepat tinggalkan tempat ini. Jangan pernah datang ke tempat ini. Apa kamu mengerti?”

Tuhan mengatakan tentang beberapa orang yang ada disini. "Ada laki-laki yang tinggal dengan 2 wanita dan 3 orang wanita, pergi dari satu laki-laki ke laki-laki lain, pergi dari 1 wanita ke wanita lain, bertukar pasangan dan tidur berkeliling, ada orang yang bunuh diri, ada orang-orang yang pergi ke gereja tetapi melakukan perjinahan, ada mereka yang mati diatas gunung, ada yang mati karena digigit anjing dan banyak yang lainnya lagi."

Meneruskan perjalanan dengan Yesus, saya melihat seperti pisau potong jerami yang sangat besar dan menakutkan. Satu roh jahat yang besar memegang pemotong itu dan bersiap-siap memotong-motong orang. Yesus berkata, "Roh jahat itu adalah 10 roh yang paling besar di neraka." Ada banyak kepala keluar dari seluruh tubuhnya. Dia mulai mengirisi orang-orang yang antri dan jeritan mengerikan terdengar di seluruh langit-langit neraka.

Roh-roh jahat menikmati penyiksaan itu. Mereka mulai memotong-motong ayah pendeta kami, "Ouch! Tolong selamatkan saya! Saya menyesal! Tolong hentikan! Ampuni saya!” Hal itu sangat buruk, di Bumi orang akan pingsan atau mati, tetapi di neraka tidak ada kematian atau pingsan, hanya jeritan kesakitan. Semua indra disini hidup.

Ayah pendeta kami menangis, "Sengsaralah saya! Saya mati karena sakit dan say pikir saat saya mati segala sesuatu akan bebas. Saya pikir saya akan istirahat dengan dama tanpa pekerjaan ini! Tetapi tidak demikian! Bukan ini!” dan dia menggelengkan kepalanya dan gemetaran. Setelah memotong kaki, setan itu berteriak, "Sekarang aku akan mulai dengan tubuhmu?" dan terus memotong dia berkeping-keping. Sebuah pemandangan yang menyedihkan, setiap detilnya jelas dan itu bukanlah mimpi. Roh jahat itu tahu kalau Yesus dan saya melihat, tetapi dai tidak menghiraukan kami dan terus melakukan pekerjaan itu.

Dia membelah kepalanya menjadi dua dan melemparkan sisanya ke panci besar yang panas, mnyak mendidih. Orang-orang itu mencair dan yang tertinggal hanyalah tulang-tulang namun jeritan kesakitan mereka tidak berubah. Roh-roh jahat berlarian dengan gembira, tertawa-tawa, seperti sedang pesta. "Sekali lagi kami dapat mengisi diri kami sendiri! Kami punya banyak makanan!..Hari ini adalah hari baik, karena begitu banyak orang baru masuk neraka. KArena itu kami berpesta dan menggoreng mereka?”

Orang-orang didalam panci menjerit, "Hey bajingan jahat! Keluarkan aku dari sini! Kamu membakarku h
Saya berdoa bahasa roh dengan kuat tetapi saya tidak dapat melihat apapun. Segala sesuatu gelap pekat. Saya berusaha keras masuk ke alam roh jadi saya berdoa dengan keras. Kemudian saya melihat ada banyak obyek bundar, berguling guling. Saya pikir mungkin mereka adalah tipe sama yang menyerang Pendeta kami. Saya ingin membalasnya, jadi saya berkonsentrasi. Kemudian mereka berguling-guling memutari saya. Saya berdoa kepada Yesus dan Dia berkata, idup-hidup! Keluarkan sekarang!..Aku tidak dapat melihat apapun. Panas! Aku sekarat!” Mereka juga mengutuk dan saya tidak ingin mengulanginya.

Setelah itu, Yesus membawa saya ke tempat dimana 2 anak perempuan Lot berada (Kej 19:31-38) di jurang membara, menjerit putus asa. Yesus sangat berduka dan menderita sehingga Dia memutuskan segera pergi. Tuhan berkata, "Bong-Nyo! HatiKu sakit karena 2 anak perempuan ini dan Aku tahu sakitmu ketika kamu melihat keluargamu ada di neraka. Tetapi, Aku ingin engkau memikirkan dengan tenang apa yang kau lihat di neraka.." Yesus membagikan bahwa setiap kali Dia membawa saya ke neraka HatiNya begitu sakit tetapi Dia menyembunyikannya dari saya. Yesus berkata, "Mari kita tinggalkan neraka sekarang juga!" dan Dia kembali bersama saya ke gereja.


==== DAY 19 ==== (Ibr 10:35-39)

Shin Sung-Kyung:
* Diakones Shin Sung-Kyung menari tarian roh
Saya sedang berdoa dalam bahasa roh dan tubuh saya seperti dibakar dengan bola api. Saat itu diluar -10 dan kami mematikan semua pemanas, jadi didalam gereja dingin. Tetapi Roh Kudus atas kami, sehingga suhu dingin tidak mengganggu kami dan Tuhan mengubah tubuh kami menjadi api membara. Kami harus melepas pakaian dingin kami yang tebal dan hanya memakai pakaian lengan pendek yang tipis.

Saya dihantam dengan api doa, seperti sinar matahari, kami basah dengan keringat seakan dari panas matahari. Biasanya saya akan menggigil, tidak mampu melewati waktu doa. Saya merasa doa-dosa saya semakin dalam dan dalam lagi. Setelah sekitar 1 jam, tangan saya mulai bergerak tak keruan. Gerakan itu bervariasi dan sangat lembut.

Sampai sekarang saya hanya mampu mengawasi isteri pendetadan dan Sister Baek Bong-Nyo menari tarian roh dan saya begitu menginginkan untuk menerima karunia ini. "Tuhan! Tolong saya untuk menari tarian roh! Saya ingin karunia ini. Tuhan saya sungguh-sungguh merindukannya! Tolong saya untuk mengalami seperti apa tarian roh itut!" dan saya meminta dan memohon.

Selama hidup kekristenan saya, saya tidak pernah mengalami atau dipenuhi dengan Roh. Saya sangat berdosa dan selalu malu didepan Tuhan. Akhir-akhir ini saya mengalami kuasa Roh Kudus selama minggu doa daripada kebaktian Minggu. Kebaktian Minggu hanya 2 jam yang diperuntukkan kepada Tuhan dengna pujian, doa, khotbah juga pengumuman dan saya ingin terlebih lagi.


Lee, Yoo-Kyung:
* Memasuki Tahta Tuhan kita (Wahyu 4:2-4)
Begitu saya mulai doa, tiga setan bertanduk muncul. Saya berseru "setan! Roh jahat! Didalan nama Yesus pergi!" dan mereka pergi. Kemudian saya berteriak, "Bapa! Saya merindukanMu!" dan Yesus datang memanggil "SayangKu Yoo-Kyung! Apakah kau memanggil Bapamu?" Dengan berani saya menjawab "Ya!" Tuhan bertanya “Apakah kau memanggil Bapamu?" saya menjawab "Ya,saya menginginkannya.” Kemudian Dia mengatakan "Panggilah dengan keras!" jadi saya berteriak tanpa berhenti "Bapa! Bapa!" 

Kemudian Yesus membawa saya ke Sorga. Saya senang menunggai awan di sepanjang Sorga, menyanyikan lagu pujian untuk Yesus dan bermain air di pantai. Yesus bertanya, "Yoo-Kyung! Ingatlah janji yang kau buat kemarin? Apa kau masih ingat?" saya menjawab "Ya, Yesus! Engkau berjanji menunjukkan Allah Bapa?" Yesus dengan setia memegang janjiNya dan membawa saya bertemua dengan BapaNya. Bap akita lebih besar dari yang dapat kita bayangkan, menyentuh langit sorga dan bersinar lebhi dari matahari. Dia duduk diatas tahta yang luarbiasa besarnya.

Saya dipenuhi dengan begitu banyak sukacita bernyanyi didepan Tuhan. Say abernyanyi ‘Berkatilah Tuhan, jiwaku’ dan Allah Bapa mendengar nyanyian saya. Dia menari dengan sukacita dan kemanapun Dia bergerak, sinar berwarna-warni keluar. Didepan Allah Bapa ada sebuah buku, lebih besar dari gunung dan Dia melihat padanya.

Tangan Tuhan yang besar terentang dan dengan lembut mengusap kepala saya. Besarnya TanganNya tidak bisa dikatakan. Bagian atas tubuh Allah Bapa dipenuhi dengan kabut, seperti awan. Yesus meminta saya terus menyanyi. Tuhan bersukacita karena pujian saya dengan bertepuk tangan dan memgang tangan-tangan saya menggoyangkannya kedepan dan ke belakang. Saya begitu bahagia sehingga saya menggoyangkan lengan saya ke sekitarnya. Kemudian Yesus memperingatkan ksaya, "Di hadapan Allah Bapa jangan bergoyang diluar kontrol!" Dia mengajarkan saya untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi dengan kepala menunduk. Kemudian, Yesus membawa saya kembali ke Gereja.


Lee, Haak-Sung:
* Seranglah roh jahat dengan tanganmu
Pendeta kami masih menderita kesakitan karena serangan roh jahat yang lalu. Dia mengatakan bahwa kami mampu menangkap roh-roh jahat itu dengan tangan kami mala mini dan meminta kami untuk bersiap-siap menghadapi mereka. Bersama-sama kami berkata “Amin!”. Ini adalah waktu doa sehingga saya berdoa dengan tekun dalam bahasa roh ketika Yesus dengan lembut mendekati.

Dia duduk didepan isteri pendeta dan mendengarkan doanya untuk waktu yang lama dan kemudian Dia berpindah ke dekat Pendeta dan berbicara kepadanya. "Pendeta Kim! Dimanakah yang sakit?" dan kemudian Pendeta menunjuk ke area yang digigit dan dicakar roh jahat. Yesus berkonsentrasi pada leher pastor dan punggungnya dan kemudian mengusap area-area itu.

Setelah Yesus pergi, saya terus berdoa dalam bahasa roh ketika 5 roh jahat menyerang saya sekaligus. Saya teringat pesan pendeta untuk menghadapi tangan dengan tangan. Setelah saya menggapai keluar, saya membuka kedua tangan saya dan menangkap sesuatu. Ketika saya melihat dengan mata roh, ada roh jahat perempuan yang memaki gaun putih. Kakinya erat dalam pegangan saya dan dia tidak bisa apa-apa (Mark 3:15). Saya memutar-mutar dia seperti baling-baling helikopter, sungguh ajaib. Saya terus memutarnya dan melemparkannya ke sudut. Lehernya patah dan dia menjerit "Ouch! Kamu membunuhku!" Saya teringat pesan pendeta. "Saat kau lihat roh-roh jahat, tanpa ampun hancurkan mereka! Tariklah matanya keluar dan injaklah mereka!" Saya menghantam mereka dengan genggaman tangan dan menendang mereka. Mereka berteriak , "Oh manusia! Ahh! Selamatkan kami!" dan kemudian melarikan diri. Mengagumkan dan saya tidak lagi takut. Sekalipun sejumlah besar setan menyerang, saya siap bertempur dengan mereka.

Kadang-kadang selama khotbah, saya melihat malaikat-malaikat mencurahkan beberapa jenis minyak keatas kepala pastor dan khotbahnya menjadi lebih berkuasa. Saat khotbah itu menyingkapkan identitas beberapa roh jahat, mereka akan bersembunyi di satu sudut dan gemetar dengan ekspresi ketakutan.

Kemudian saya memutar –mutarkan roh jahat lain dan melemparkannya sejauh mungkin. Dan setelah itu, satu roh jahat yang dikatakan Joo-Eun pada saya, mendekat dengan mata yang berputar-putrar. Saya menunggu dia mendekat. Secepat dia mencoba mencampuri doa saya, tanpa ampun saya menarik matanyakeluar dan menjatuhkannya di lantai. Tanpa mata, roh jahat itu merangkak di lantai dan mencari-cari, "Oh tidak! Mataku! Dimana mataku? Tolong aku menemukannya!" Kebetulan mereka menemukannya, tetapi ketika mereka mencoba untuk memasukkan mata kembali, ada banyak kotoran sehingga mereka salah meletakkan dan kemudian melarikan diri.

Kemudian satu setan laki-laki mengenakan baju dalam sobek perlahan-lahan mendekat seakan-akan mencari tanda dari saya. Saya pikir akan menggulingkannya seperti bola bowling. Ketika cukup dekat, saya merentangkan tangan dan meletakkan 2 jari kematanya dan satu jari ke lubang hidungnya. Saya melemparnya seperti bola bowling dan dengan sekejap dia tergelincir dan menghilang.

Sekali lagi satu roh jahat dengan rambut panjang mengenakan gaun muncul. Saya merinding, karena dia terlihat berdarah dari mata dan bibirnya. Saya berlari mendekatinya, menangkapnya, menampar wajahnya dan menerkamnya. Saya merasa menang! "Berhenti kemari! Kamu mengganggu! Kamu roh-roh jahat!" Setelah terus menerus dipukul, roh jahat itu lari. Ini ajaib, saya bersenang-senang menampar wajah roh-roh jahat bodoh itu!

Saya kembali berdoa dalam bahasa roh ketika roh jahat laki-laki kuat dan tegap mengenakan topeng logam mendekat. Hanya satu mata yang tampak melalui topeng itu dan mata itu penuh dengan belatung. Saya tidak ingin menyentuhnya, sehingga saya berteriak "Didalam nama Yesus, pergi dariku!" Tetapi dia bertahan dan kemudian mulai menari dengan gerakan memutar. Entah bagaimana dia mengulangi lagi muncul dan menghilang selagi menari. Jadi saya menunggu sampai roh jahat itu muncul kembali dan menangkapnya, memutar-mutarnya, kemudian saya melemparkannya ke belakang gereja dan sekejap saja dia menghilang. Pada saat itu Yesus datang dan memberikan saua sorakan, "Haa-Sung sayangKu, akhirnya kau menaikkan standart menyiksa roh-roh jahat ini! Aku bangga padamu, sangat bangga!"


Kim, Joo-Eun:
Saya sedang menyanyi ‘Glory, glory, hallelujah’ dan tubuh saya panas. Saat itu dingin membeku tetapi saya berkeringat banyak. Roh jahat sama yang diperangi Haak-Sung dan salah memasukkan bola matanya mengeluh, "Oh man, Aku menderita karena bajingan, Haak-Sung. Dia melakukan ini!" Saya meresponi "Luar biasa! Sangat menyegarkan mendengarnya!" Dia mulai menangis dan berkata "Hentikan! Tolong hentikan !" jadi saya berteriak "Kamu roh jahat najis! Dalam nama Yesus, pergi dariku!" dan dia melarikan diri.

Kemudian sesuatu mulai melekat di baju saya, tetapi saya tidak dapat melihat apapun. Saya merasa tarikan kuat di rambut saya dan centilan di sebelah saya. Saya melihat benda asing yang bergulingan. Roh jahat itu sangat marah kepada saya dan menjawab, "Benarkah? Baik, muaklah padaku! Tolong! Aku sedang mencoba membawamu ke neraka? Mengapa kau banyak berdoa anak kecil?...Berhenti doa. Apakah kau mendapatkann sesuatu untuk dimakan saat kau berdoa? MEngapa engkau berdoa? " Dengan cepat saya meresponi, "Hey! Saat aku berdoa mujizat terjadi dan aku mengakumulasi upah! Kamu roh jahat! Pergi dariku!" Kemudian dia bergulingan pergi.

Sesaat kemudian, saya terkejut dengan munculnya ular besar berkepala 2. Saya ketakutan dan gemetaran karena dia lebih besar dari anaconda dan mulai mendekati saya. Saya menjerit, "Yesus! Tolong saya! Tolong buat ular mengerikan ini pergi!" Yesus muncul dan menangkap ular itu. Dia memutarkannya dengan kencang dan melemparkannya jauh. Saya berterima kasih dan Tuhan berkata "Sesame sayangKu! Kapanpun kau memanggil namaKu, Aku akan selalu disini dan menolongmu, jadi jangan kuatir. Yang harus kamu lakukan hanya tekun berdoa."

* Doa yang dapat membawamu ke Sorga
Hari ini saya melihat 2 malaikat cantik turun dengan perlahan. Mereka lebih tinggi dari manusia dan dengan hormat berkata, "Salam, sister Joo-Eun!" Di tangan mereka ada pakaian indah bersinar dengan sayap-sayap dibelakangnya. "Sister Joo-Eun! Pakaian ini sangat indah, bukan?"

Saya menjawab, "Saya ingin mencobanya sekarang juga," jadi dengan lembut mereka memakaikannya kepada saya. Para malaikat itu berdiri di sebelah saya dan memegang lengan saya. Saya dipenuhi dengan kekuatan dan melayang ke sorga. Dengan cepat kami melewati atmosfer dan Bumi menjadi jauh. Kami terbang ke suatu tempat dimana bintag-bintang Galaksi Bima Saktitersebar, sungguh luar biasa indah. Kedua lengan saya kendur dan saya melihat sayap-sayap di pakaian saya berkibar-kibar. Untuk beberapa alasan kami tidak dapat pergi lebih jauh. Saya pikir, "Saya ingin pergi ke semua tempat yang menuju sorga, tetapi apa yang terjadi disini?" Malaikat-malaikat itu menjelaskan kepada saya, "Alasannya adalah engkau belum berdoa dengan kuat, jadi kita hanya dapat sejauh ini." Saya kecewa dan kamu mulai kembali ke Bumi.

Bumi terlihat sangat indah dari luar angkasa, tetapi saya tidak bisa mempercayai bahwa bumi hanyalah sebuah planet yang kecil! Hari ini saya dipenuhi denga kesemapatan-kesempatan yang hilang tetapi saya belajar pentingnya doa. Demi mencapai semua jalan ke sorga dengan doa, saya mengumpulkan kekuatan untuk berdoa.


Sister Baek, Bong-Nyo:
* Berjalan-jalan bersama Yesus
Selagi berdoa, Yesus membawa saya ke neraka. Dengan cepat pilar sangat besar tampak dan samar-samar saya melihat benda yang bergerak. Ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada ribuan orang melekat padanya. Mereka semuanya telanjang dan terikat dengan kuat bahkan sama sekali tidak bisa bergerak. Serangga-serangga putih memakan daging mereka dan orang-orang itu menjerit kesakitan. Setelah semua dagingnya terlepas dan hanya tertinggal kerangka, kemudian daging mereka kembali lagi dan kejadian ngeri terulang lagi.

Saya bertanya kepada Tuhan apa dosa-dosa orang itu dan Dia menjawab, "Mereka adalah orang yang sembrono mengikuti kebaktian pagi untuk sesaat saja dan dengan cepat mereka mencari alasan untuk meninggalkan kebaktian dan menikmati kenikmatan dunia, tetapi kemudian berakhir mati dalam kecelakaan. Ada juga mereka yang mengikuti kebaktian, tetapi dalam tempat tertutup mereka mabuk dan beberapa kali mengunjungi bar dan gereja sebagai formalitas, tanpa pernah mengalami Tuhan!"

Saya tidak dapat tahan melihat kejadian mengerikan ini, jadi say ameminta Yesus untuk pergi. " Baiklah. Marilah kita berhenti dan pergi ke sorga sekarang!", Dia memegang tangan saya dan kami terbang melalui langit dan tiba di Taman Eden. Yesus dan saya bergandengan tangan di taman dan kami memiliki kencan yang luarbiasa. Melihat saya begitu bahagia, Yesus berbisik "Bong-Nyo sayangKu! Kesehatanmu tidak begitu baik? Sangat keras sekarang, tetapi kau harus bertahan!" Kata-kataNya selalu menghibur dan membuat saya menangis. (2 Kor 1:5).


Pendeta Kim, Yong-Doo:
* Seperti kejutan listrik
Saya masih berada dalam kesakitan karena serangan roh jahat hari yang lalu, tetapi Tuhan memampukan saya untuk memberikan khotbah dan menyanyikan pujian dengan nyeri yang dapat saya tahan. Dengan seluruh kekuatan, saya berdoa dengan tangan keatas, ketika saya mulai merasakan kejutan listrik melalui kedua tangan saya. Yang berikutnya lebih kuat dan terus mengalir melewati setiap sudut dan celah dalam tubuh saya.

Tuhan mencurahkan minyak pengurapannya atas saya, tetapi luka fisik saya tidak berhenti. Berdoa dengan tangan terentang keatas sangat sulit. Ada waktu terasa luka nyeri menusuk seakan-akan ditusuk dengan jarum kemudian saya akan menurunkan tangan saya. Saat nyeri itu berkurang, saya kembali mengangkat tangan berdoa dan ini terjadi terus menerus.

Saya memastikan utnuk berdoa dengan tangan terangkat ketika tiba-tiba telapak tangan kiri saya bergerak keluar. Kemudian selama 1 jam, tangan kiri saya benar-benar berbalik dari terbuka kedalam menjadi terbuka keluar. Hampir selama 3 jam telapak tangan kanan saya bergerak perlahan dari dalam keluar. Saya terjebak dalam posisi ini selama beberapa waktu. Kedua lengan dan tangan saya lumpuh dan saya berdoa dalam keadaan seperti itu selama lebih dari 4 jam, sebuah siksaan.

* Bertobat dari setiap dosa
Saya tidak tahu jika pekerjaan ini benar-benar dari Tuhan sehingga saya berteriak, "Setan, pergi dariku! Tinggalkan aku!" Yesus tidak mengatakan apapun, kecuali Dia terus mencurahkan sukacita, damai sejahtera dan api Roh Kudus masuk dalam tubuh saya yang gemetaran. Saya mulai teringat dosa-dosa di masa lalu sayas sehingga saya mulai bertobat. Saya bertobat dari hidup saya yang tidak berharga sebagai seorang pastor dan kecanduan gila saya untuk bermain olahraga. Dosa itu menjauhkan saya dari melayani Tuhan. Saya mencoba bertobat dari setiap dosa. Dengan kedua lengan dan tangan bertautan, saya terus berdoa dengan segala sesuatunya sampai saya roboh kesakitan.

"Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pad ahari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” (Rom 2:5)
Saya benar-benar menyukai olahraga dan saat saya bermain, saya benar-benar terlibat, melupakan Tuhan. Ini mendukakan Dia. Kecanduan saya melingkupi banyak bidang olahraga, dari bowling, sepak bola dan terutama badminton. Saya sungguh-sungguh ingin sehat, jadi saya membuang waktu begitu banyak dengan berolahraga, saya sering pergi ke lapangan badminton di dekat sumber air mineral. Disana saya melepaskan semua tekanan. Bermain olahraga tidaklah salah, tetapi banyak hal memnuhi pikiran kita. Semakain dalam saya mengalami alam roh, semakin saya menyadari bahwa kesukaan saya pada olahraga menjadikan kecanduan. Hambatan-hambatan itu terus bertumpuk dan melukai pertumbuhan roh saya. Saya terus menangis dan bertobat akan segala sesuatunya.

Sekali waktu, semua anggota jemaat saya pergi untuk menghadiri gereja lain dan tinggal satu orang laki-laki tua. Gereja sama sekali tidak bertumbuh. Untunglah seorang pendeta dari Seoul yang saya kenal, menawari saya posisi sebagai pendeta kepala di gereja dengan beberapa ratus jemaat. Saya pikir "Ya, ini bagus!" dan mulai menerima tawaran itu. Hari sebelum keberangkatan, saat saya berdoa, Yesus muncul memegang cambuk sangat panjang yang melebar dari atas di langit sampai ke bawah di bumi. Yesus memerintahkan saya untuk berlutut dan membungkuk, jadi saya taat. Saat itu, Yesus mengambil cambuk panjang dan mencambuk saya dengan sangat kuat! Itu tidak melukai saya dan saya merasakan kasih Tuhan atas saya. Tetapi wajahNya dipenuhi dengan kesedihan dan airmata mengalir di wajahNya. Yesus bertanya, "HambaKu yang terkasih! Apa yang ingin kau lakukan ketika jemaatnya bertumbuh dalam jumlah? Pendetar Kim Yong-doo! Pendeta Kim, persembahan apa yang akan kau berikan untuk perlindungan?" Saya tidak bisa menjawab. Saya tahu bahwa jawabannya akan membukakan kebenaran dari hati saya yang malu.

Ketika para pendeta berkumpul, setiap orang berbicara tentang ‘Pertumbuhan Gereja yang cepat’, ‘Berapa orang’, ‘Berapa tahun membangun gereja’, dan ‘Rekan pendeta mana yang menjadi terdepan?’ Saya tahu bahwa ini adalah jawaban yang sama yang dapat saya berikan. Dengan berlutut dan kepala tertunduk didepan Tuhan, saya tidak dapat berdiri dan saya begitu malu. Saya tidak dapat berbuat apapun, jadi saya hanya menangis. Dengan lembut Yesus mengusap punggung saya dan menenangkan saya dengan kehangatanNya. "HambaKu terkasih! Apakah Aku pernah menginginkan persembahan dana bangunan? Apakah Aku menginginkan jumlah jemaatmu bertambah? Jangan simpan ini didalam hatimu, tetapi Aku ingin engkau mengikuti apa yang Aku inginkan! Aku ingin engkau mencari dan menemukan domba-dombaKu yang hilang dan berapapun jumlahnya, apakah itu satu ataukan seratus, Aku ingin engkau merawatnya. Setialah dalam perkara kecil. Jangan terganggu dengan hal-hal lebih besar disekitarmu, tetapi tekunlah berdoa dan nantikanlah dalam waktuKu. Akhirnya jangan putus asa!"


Isteri Pendeta Kang, Hyun-Ja:
* Doa dengan remuk hati
Hari ini, tangan saya juga dipuntir, seperti tangan Pendeta. Yesus menjelaskan kepada kami, melalui karunia nubuatan Joo-Eun. Untuk pendeta dan isterinya akan lebih sulit untuk membukakan mata penglihatan roh, sebuah proses yang menyakitkan. Ada banyak tipe doa, tetapi doa yang paling berkuasa akan mempercepat proses itu adalah airmata remuk jiwa.

Dibandingkan dengan yang lain, saya tidak sering menangis. Mungkin karena kepribadian saya yang keras,tetapi seberapa keras saya berdoa dan memanggil Tuhan, saya tidak bisa menangis sekalipun saya mencoba dengan keras. Saya meminta Pendeta membantu dan dia berkata bahwa saya kekurangan roh remuk jiwa dan mendorong saya meminta Tuhan untuk memiliki hati yang menyesal. "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya " (Maz 34:18).

Jadi sepanjang sore saya berdoa dengan remuk jiwa dan hati yang menyesal dan Tuhan mencurahkan kepada saya sekantong tas berlimpah penuh dengan airmata penyesalan. Roh Kudus membungkus saya dengan airmata, ingus dan keringat. Saya sesengguhkan. Melalui Joo-Eun, Tuhan mengatakan bahwa Dia menerima airmata saya.

Dengan semua pekerjaan yang kami lakukan, musuh selalu mencari kesempatan menyerang kami, jadi kami tidak pernah membiarkan penjaga kami lengah. Sejak identitas roh-roh jahat disingkapkan kepada anggota yang muda yang m emiliki karunia penglihatan roh, mereka harus bersenjata selama doa. Kami tidak tahu mengapa Yesus memilih kami untuk berperang dalam hidup dan mata, sedangkan kami begitu lemah. Yesus mengatakan, "Kalian domba kecil di Gereja Tuhan! Kalian dapat mempertahankan iman kalian hanya melalui berperang dengan roh-roh jahat! Percayalah padaKu! Peganglah tanganKu dan pergilah! Aku akan selalu bersama kalian, jadi jangan kuatir!"


==== DAY 20 ==== (Acts 1:8)

* Kim, Joo-Eun menyerang roh-roh jahat!
Pendeta mengatakan supaya kami tidak takut pada roh jahat, tetapi menyerang mereka dengan berteriak, "Langkahi mereka dan lukai mereka! Tariklah mata mereka keluar, hancurkan. Tangkap dan goncang-goncangkanlah." Sangat menyenangkan dan itu memberikan saya energy. Karena saya mudah takut, pastor mengatakan supaya tidak menampakkan rasa takut, atau roh-roh jahat akan menyerang lebih lagi. Jadi saya harus kuat.

Roh jahat pertama yang saya lihat adalah salah satu yang saya paling takuti. Itu adalah roh jahat perempuan, mengenakan gaun putih, bulu kuduk saya berdiri saat dia menjerit mengerikan. Saya gugup, tetapi saya mengumpulkan semua kekuatan, menjambak rambutnya dan menggoncangkannya. (Markus 9:23) dia menjerit, "Ouch! Biarkan aku pergi! Kamu melukaiku! Lepaskan tanganmu! Sekarang! Ini melukaiku!" Tanpa ampun saya menggoncang sampai saya menarik keluar rambutnya. Dia menjerit, "Rambutku! Rambutku!" dan menghilang.

Kemudian roh jahat laki-laki dengan kepala besar mencoba menakuti saya. Dia mendekati dengan mulut terbuka lebar. Jadi saya menyobek mulutnya, menarik keluar matanya dan menginjak-injak mereka. Dia menjerit, "Ouch! Mataku! Mulutku! Dimana mereka? Temukan mereka! Menyakitkan!" Tak karuan dia mencari di lantai tetapi tidak menemukannya jadi dia menghilang.

Setelah itu satu roh jahat dengan mata bulan sabit, saya merobek tubuh berkeping-keping dan berseru kepadanya. Dia mengumpulkan bagian badan yang robek dan lari dengan berkata "Aku akan kembali kepadamu. Kau akan lihat!"

* Pertemuan roh-roh jahat & Permohonan doa untuk senjata sorgawi
Kemudian, selagi saya berdoa, saya mendengar sekelompok roh jahat berbicara di sudut. Saya melihat sekitar 30 roh jahat duduk melingkar dan rapat. Roh Jahat dengna posisi tertinggi berkata, "Apakah kita akan meninggalkan Gereja Tuhan seperti ini? Cepat dan ganggulah doa mereka. Lakukan sesuatu! Kamu idiot-idiot! " Roh jahat lain berkata "Kau lihat gadis jelek Joo-Eun? Gadis itu dipanggil Sesame atau sesuatu! Tidakkah ini memalukan dikalahkan seseorang seperti dia?" Yang lain berkata, "Bagaimana denganku?Mulutku dirobek lebar! Mengeluarkan banyak darah!" Yang lainnya lagi berkata, "Hey! Yang kau miliki belum sebera[a! Aku kehilangan semua rambutku dan sekarang benar-benar botak! Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Dengan cepat saya berdoa kepada Tuhan. "Tuhan! Berikan saya kapak!" Tiba-tiba ada kapak disebelah saya. Ketika roh jahat tengkorak menyerang saya, saya mengambil kapak dan memukul tengkorak itu dengan kapak sampai hancur.


Lee, Yoo-Kyung:
* Yoo-Kyung menyerang roh-roh jahat!
Hari ini, ketika saya mulai berdoa roh jahat perempuan dengan gaun putih muncul. Dia memiliki taring seperti drakula dan darah di mulutnya. Karena dia tidak lari pada teriakan saya, saya memutuskan menjambak rambutnya dan memulirnya, memutar-mutarnya. "Ouch! Lepaskan rambutku! Lepaskan sekarang juga! Tolong!" dia menjerit. Saya merasa gembira , “Kamu roh jahat najis! Aku sudah takut padamu sampai sekarang! Sekarang waktunya kamu mendapatkan yang pantas!" saya memutarnya terus menerus, menarik semua rambutnya dan dia menjerit, "Saat kamu mati, pasti aku menarikmu ke neraka!" Kemudian dia pergi.

Kemudian roh jahat laki-laki botak mendekat, jadi saya meraihnya dan menekan kepalanya. "Ouch! Aku sekarat disini! Hentikan menekan kepalaku!". Saya sangat bergembira. Saya menekannya dengan kuat, kemudian saya menonjok roh jahat itu dengan kekuatan penuh dan dia jatuh kesudut. Saya melanjutkan doa ketika Yesus muncul dan berkata, "Yoo-Kyung sayangKu, imanmu bertumbuh banyak! Sekarang engkau dapat melukai roh-roh jahat dengan tonjokanmu!" dan Dia tersenyum. Saya berkata, "Yesus! Saya ingin pergi ke sorga!" tetapi Dia malah membawa saya mengunjungi neraka.

Kami tiba disuatu tempat dimana ada pancti logam besar, panas membara. "Yoo-Kyung! Lihatlah dengan seksama dalam kekacauan ini dan lihatlah siapa yang disana!" jadi saya melihat dengan teliti dan melihat nenek saya didalamnya, dengan seorang laki-laki, keduanya meloncat-loncat dan menjerit, "Ouch! Tolong, disini panas!".

Ketika nenek melihat saya, dia berkata, "Yoo-Kyung! Aku tidak dapat bertahan akan api yang menyakitkan ini lebih lama lagi! Tolonglah nenekmu! Cepat dan minta Tuhan untuk menolongku keluar dari sini!" Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia berlarian kesana kemari dan pakaian putihnya terbakar. Nenek saya berteriak "Yoo-Kyung! Aku senang kau disini! Tolong, aku minta keluarkan aku dari sini! Aku tidak tahan api ini lagi!" Saya tergoda mengeluarkan dia dengan merentangkan tangan, tetapi Tuhan dengan tegas mengingatkan saya untuk tidak melakukannya.

"Yesus! Hati saya hancur melihatnya terluka. Apa yang dapat saya lakukan?" Yesus memeluk saya kuat-kuat dan menghapus airmata saya. Dan kami mulai pergi. Tetapi tiba-tiba, roh jahat menakutkan muncul didepan kami. Yesus berseru, "Jika kamu mengganggu Joo-Eun atau Yoo-Kyung Aku akan segera melemparkanmu ke jurang api di neraka!" Dia lemas tertunduk dan lari. Yesus menuntun tangan saya dan membimbing kembali ke gereja dan Dia kembali ke Sorga.


Lee, Haak-Sung:
* Roh jahat dengan topeng Besi
Selagi saya berdoa, roh jahat laki-laki berotot dengan topeng besi mengayunkan pedang besarnya ke saya. Tetapi saya tidak takut, saya mengambil pedang itu dan mengayunkannya ke kepala roh jahat. Saya dapat mendengar hantaman dikepalanya. Saya dapat mendengar suara besi menghantam besi. Kemudian saya melepaskan topengnya dan melihat belatung-belatung menjijikkan diseluruh wajahnya.

Kemudian roh jahat lain muncul dengan asap mengalir darinya. Sesaat kemudian asap itu berubah menjadi manusia dan saya dapa tmelihat orang-orang terjebak didalam asap, memohon pertolongan. Secara intuisi saya tahu bahwa roh jahat ini menelan orang-orang yang mulai berdoa dalam bahasa roh memanggil Yesus. "Yesus! Tolong saya! Roh jahat mencoba menelan saya! Cepat dan tolong saya!" dan saat saya memanggil Tuhan, Tuhan segera muncul dan menghancurkan roh-roh jahat itu.

Sesaat kemudian roh jahat dengan tanduk dimana-mana datang membawa papan tulis besar. "Berhenti berdoa! Berhenti!" Saya mengacuhkannya dan terus berdoa dalam bahasa roh. Kemudian dia mulai mencakari papan tulis. Saya tidak tahan dengan suara gaduhnya jadi saya tutup telinga saya dan berteriak, "Setan! Dalam nama Yesus pergi!" Dia semakin bergembira dan terus mencakari papan tulis terlebhi lagi. "Hey ini menyenangkan!" Saya menjerit pada Yesus, "Yesus! Tolong saya! Setan ini menyiksa saya!" Yesus muncul dalam terang dan roh-roh jahat itu melarikan diri tanpa melihat kebelakang.


==== DAY 21 ====

Kim, Joo-Eun:
Saya sedang menyala-nyala berdoa dalam bahasa roh ketika 3 naga menakutkan muncul. Naga pertama memiliki aneka pola dan bentuk lingkaran disekujur tubuh merahnya, naga kedua mempunya garis-garis merah dan biru vertical yang bercampur dan ini membuat saya merasa kacau dan naga ketika memiliki garus-garis biru dan kuning horizontal campur. Mereka datang seakan-akan ingin menelan saya utuh, tetapi dengan tegas saya berseru, "Dalam nama Yesus, pergi!" selama 3 kali dan mereka lari.

Saya dapat melihat roh-roh jahat duduk melingkar dan rapat. Pemimpinya berkata kepada roh jahat botak "Kamu! Kali ini kamu yang pergi dan mencoba!" Dengan cepat roh jahat itu mendekati saya, tetapi sama seperti sebelumnya, saya menangkap kepalanya dan menggoncang-goncangkannya. Kemudian saya mencabut matanya keluar dan dia lari.

Kemudian roh jahat dengan tangan gunting datang, dia menggaruk-garuki papan tulis. Saya tidak tahan dengan suaranya jadi saya menghancurkan jari logamnya dan mencakar wajahnya. "Hey! Kembalikan jari-jariku! Mengapa kamu mengambil tanganku?...Kamu anak kecil jangan mengacaukan aku! Bagaimana bisa imanmu menjadi kuat?", dan dengan itu roh jahat pergi.

Saya melanjutkan berdoa dengna lebih kuat, ketika ular besar merauap menuju saya dengan marah. Timbangannya berubah-ubah menjadi aneka warna dan dia menggerak-gerakkan ekornya didepan saya. Saya meraih ular itu dan melemparkannya ke dinding. (Mark 16:17,18)

Dengan cepat roh jahat yang terbungkus perban. Mengingatkan saya pada kartun setan Cina ‘Kang-She’. Dia berkata, "Lihat anak kecil! Ini sangat menyenangkan!" dan dia mulai membuka perbannya. Dibawah perban itu ada banyak serangga tak terhitung, kaki seribu dan kelangan merayap di sekujur tubuhnya.Menjijikkan, saya memanggil Yesus dan Dia muncul, menangkap roh jahat itu dan melemparkannya. "Yesus! Terimakasih banyak!" Dia tersenyum dan dengan lembut mengusap kepala saya. "Sesame sayangKu, imanmu bertumbuh banyak! Tekunlah berdoa! " Hari ini Yesus mengenakan pakaian emas khusus dengan hati merah di dadaNya yang memancarkan aneka sinar terang.

Setelah Yesus pergi, roh jahat berwujud nenek tua muncul. Dia mengenakan pakaian hitan dan memegang kapak panjang. "Jangan berdoa! Lakukan itu lain waktu! Kamu tidak perlu berdoa hari ini kan? Mengapa engkau tetap berdoa hari ini? Lakukan besok saja! Yesus akan menemuimu kapanpun kau ingin berdoa besok!" Dia mengulanginya lebih keras lagi, jadi saya berteriak "Hey kamu perempuan tua, dalam nama Yesus pergilah," dan dia menghilang.


Lee, Yoo-Kyung:
Selagi berdoa, satu roh jahat mendekati saya, "Kamu! Hey kamu! Tidakkah kamu berhutang maaf? " Saya tidak percaya apa yang saya dengar, jadi saya menangkapnya dan menampar wajahnya. Tetapi kemudian dia menampar saya kembali. "Beraninya kamu menampar wajah saya? Selesaikan ini! Aku akan membunuhmu!" Saya terbakar kemarahan jadi saya mencabut matanya keluar dan melemparkannya. Pipi saya menjadi bengkat dan saya tidak dapat mengatasi kenyataan bahwa sedikit gangguan membuat saya ditampar roh jahat.

Sesaat kemudian roh jahat perempuan berpakaian putih muncul, dia menangis. "Ini tidak adil! Bajingan itu, Haak-Sung menggigitku dan anak kecil ini, Joo-Eun menampariku." Saya menunggu dia mendekat dan mencabut matanya keluar dengan jari. Dia melompat kesana kemari kesakitan dan kemudian pergi. Roh jahat perempuan lain berkata, "Hey! Kamu pikir bisa lari dari memperlakukanku seperti ini?" Jadi, menjambak rambutnya, saya memutar-mutarnya dan melemparkannya jauh. Saya meminta Yesus "Yesus! Berikan saya kapak!" Dengan kapak yang diberikan Yesus, saya memenggal kepalanya dan memecahkannya. Tanpa kepala, roh jahat itu mendatangi saya dan berteriak, "Hey kamu! Tidakkah kamu bersimpati denganku sama sekali?" Kemudian dia berjalan berkeliling mencari kepalanya, "Dimanakah kepalaku? Dimanakah wajahku?"

Saya ingin melihat Yesus jadi saya memanggilNya dengan nyaring, "Ayah! Ayah!" Dia menyambut saya dengan senyum lebar, “Sesame sayangKu! Engkau baik! Yoo-Kyung Ku mampu mengalahkan roh jahat sendirian!" Dia juga menjawab, "Yoo-Kyung, saat Pastor Kim memanggilmu ‘sesame’ selama khotbah, jawablah dengan nyaring. Konfirmasi dengan keras juga iman! Apakah kau mengerti?” Saya menjawab "Ya Tuhan. Amin!"

Para malaikat muncul dan berkata "Sister Yoo-Kyung! Kau telah mengalah roh-roh jahat, engkau mengagumkan. Tetaplah seperti itu! Dan ketika roh-roh jahat menyerang lagi kalahkanlah mereka dengan berani sama seperti sebelumnya!" Mereka semua bersukacita. Kemudian Yesus membawa saya ke sorga. Saya selalu senang dan menikmati kunjungan ke sorga. Ketika sampai disana, Yae-Ji dan saya mulai menari didepan Tuhan. Kami juga meminta, "Tuhan, tolong curahkan airmata pertobatan kepada Diakones Shin Sung-Kyung dan Yoseph! Mereka ingin berdoa dengan airmata penyelasan, tetapi mereka tidak bisa menangis!" Tetapi Tuhan menjawab, "Aku hanya dapat memberikan airmata ketika orang sungguh-sungguh berdoa bertobat dari dalam hatinya!"

Kemudian kami diantar kembali ke Gereja. Yesus menyentuh pipi saya, tempat saya ditampar dan berkata, "Yoo-Kyung Sayang! Kuatkanlah! Apakah kau mengerti?" Dia menghilang dengan melambaikan tangan.


Lee, Haak-Sung:
* Iblis gergaji listrik
Selagi saya berdoa dalam bahasa roh, 3 roh jahat menyerang saya sekaligus. Yang satu berwajah manusia tetapi bertubuh naga. Yang lain adalah tengkoral dan yang terakhir memakai topeng logam. Mengejutkan, dia membawa gergaji dengan suara gaduh dan mencoba memotong tangan saya. Saya harus benar-benar konsentrasi, jika sesaat saja saya lengah, saya akan dipotong-potong. Saya tidak akan kalah, jadi saya mengelak dan melarikan diri dari serangan. Selama peperangan saya merebut gergaji itu dan memotong-motong tangan roh jahat. Dia menjerit dan 2 roh jahat yang lain melarikan diri diri.

Sesaat kemudian roh jahat lain mendekati saya. Saya membujuknya mendekat, "Hey! Mari kesini, aku akan mengajarimu sesuatu yang menyenangkan! Jalan ini! Cepatlah!” tetapi roh jahat itu terlihat curiga dan menolak datang. "Hey! Aku benar-benar mempunyai sesuatu yang menyenangkan disini untukmu!Kesinilah dan lihatlah!" kata saya, tetapi dia masih tidak percaya. Kemudian dia bertanya, "Kamu janji tidak menghukumku kan?" Saya meresponi, "Mengapa aku menghukummu?" Kemudian dia mendekat dengan kegirangan dan ketika dia sudah dekat, saya meraih tangannya dan mulai memutar-mutar di udara dan melemparkannya ke dinding.

Sesaat kemudian saya mendengar suara kaki berbaris yang ramai mengerubungi saya. Pastilah ratusan kaki yang berbaris bersama. Saya melihat sekelompok besar roh jahat berbaris mendatangi saya, semua mengenakan seragam militer. Saya tahu setan-setan yang akan menyerang saya itu lebih keras dari sebelumnya. Tetapi dengan menyebut nama Yesus, semuanya lari.


Kim, Yong-Doo:
* Kedua lengan dipuntir seperti pretzel
Saya menangis kepada Tuhan dengan tangan terangkat ke atas selama 30 menit, ketika tangan-tangan saya mulai memutar lagi dan lagi. Dankemudian tangan kiri saya mulai bergerak dari dalam keluar, diikuti tangan kanan saya. Tiba-tiba, kedua tangan saya mulai dipuntir seperti pretzel dan terjebak dalam posisi itu. Itu menyiksa, posisi sulit yang berat ditanggungkan. Kemudian tangan-tangan saya berputar dengan arah sebaliknya dari keluar kedalam dengan jarak waktu satu detik. Pertama tangan kiri, kemudian tangan kanan diputar kedalam dan saya dalam posisi itu selama 30 menit. Karena kemajuannya sangat lambat, saya menjadi tidak sabar dan marah.

Saya mengeluh, "Tuhan! Mengapa Engkau membuat saya begitu tersiksa? ... Jika Engkau akan membalik saya, lakukan cepat, tetapi tampaknya Engkau bermain-main… Apa yang Kau lakukan dengan saya? Saya tidak sabar, jadi apa tidak enak Engkau memberikan saja kepada saya apa yang saya inginkan sekaligus?" Saya mulai menyerang Tuhan dengan keluhan-keluhan saya, "Tuhan! Jika Engkau hanya memukul saya dengan api kudusMu dan membuat mata rohani tidakkan itu menguntungkan untuk kita? Siapakah yang dapat menerima karunia roh jika Engkau membuatnya sulit untuk menerimanya?"

Tidak perduli bagaimana saya membujuk dan mendesak meminta karunia roh, jika Tuhan memutuskan tidak memberikan karunia itu, jadilah demikian. Saya menjerit dengan semua kekuatan saya, tetapi Tuhan terus mengulang memuntir-muntir lengan saya melalui pekerjaan Roh Kudus. Dia melakukannya berulang-ulang. Saya pikir, "Karunia apa yang Dia coba untuk berikan pada saya? Jenis karunia apakah ini?" Saya begitu terganggu dan saya benar-benar menginginkan api membara datang seperti badai. Tetapi Tuhan tidak membagikan perasaan buru-buru, tetapi Dia membuat saya frustasi saat Dia meneruskan pekerjaan itu dengan lebih lambat.

Empat jam kemudian tangan saya yang dipuntir-puntir berhenti dan tangan-tangan saya mulai bergerak dari depan ke belakang. Saya mencoba melemaskan tangan-tangan saya, tetapi ritme getarannya terus berlanjut. Sebenarnya itu mentertawakan. Secara profetik saya diberitahu bahwa saya sedang dalam proses menerima karunia kesembuhan dan kuasa mujizat.


Sister Baek Bong-Nyo:
* Tur lain ke Neraka
Saya menikmati tarian roh dan berdoa dalam bahasa roh ketika 10 malaikat turun dari sorga. Mereka datang untuk membawa saya ke Yesus. Setelah saya dibawa ke Yesus, Dia berkata, "Bong-Nyo sayangKu! Seperti kau tahu bahwa Pastor Kim sedang menulis buku tentang sorga dan neraka. Aku ingin membawa Pastor Kim bersamaKu ke neraka dan menunjukkan apa yang dia perlu catat, tetapi mata rohaninya belum dibuka jadi Aku tidak punya pilihan kecuali membawamu! Supaya dapat mencatat kejadian-kedian dineraka dengan tepat, engkau satu-satunya yang dapat Aku bawa, jadi Aku minta kamu menahannya lebih lama! Marilah kita pergi dan mengunjungi neraka bersama-sama!"

Jadi kami menuruni jalan di neraka. Bau busuk daging membuat perut saya mual dan ada kegelapan tak berbatas, jadi saya memegang tangan Tuhan dengan erat. Di neraka hanya ada penderitaan kekal. Kami tiba di tempat dimana orang-orang menjerit mint apertolongan di jurang api. Api itu sangat panas. Jumlah orang tak terhitung, semuanya telanjang, meloncat dan menjerit didalam sebuah drum besar. Saya melihat ayah saya lagi, dia mulai menangis sesenggukan "Bong-Nyo! Apa yang kau lakukan disini? Aku tidak bisa menahan sakit hati ini setiap kali melihatmu! Maafkan aku untuk apa yang sudah aku lakukan padamu! Aku kira karena aku disini membayar apa yang sudah aku lakukan." Saya tidak dapat mengatakan apapun kecuali menangis tak henti. Nyeri kesakitan di neraka tidak bisa dibayangkan, lebih besar dari siksaan yang saya terima dari ayah saya di bumi. Apa yang saya alami di bumi bukanlah apa-apa.

Iblis raksasa menikmati memotong-motong orang dengan pemotong jerami, bahkan dia menyanyi-nyanyi. Dia menarik ayah saya dna mulai memotong-motongnya, seperti cara kita membuat mie di rumah, "Ahhhh! Tolong selamatkan saya! Saya minta! Tolong bunuh saya saja!" Jeritan kesakitan ayah saya dan teriakannya membuat saya pingsan. Tanpa Tuhan disisi saya, saya akan pingsan berulang kali. Tidak ada akhir bagi penderitaan di neraka, engkau dikutuk dengan penyesalan kekal. Tidak ada lagi harapan. Satu-satunya cara menghindari neraka adalah dengan menerima Yesus sebagai Juru selamat dan hidup dengan setia.

Kami bergerak kembali, meninggalkan ayah saya dibelakang. Setelah beberapa waktu, saya melihat sebuah pohon didepan saya. Saat saya mendekat, saya melihat ibu saya, adik saya, kakak ipar dan keponakan saya semuanya telanjang, tergantung dengan kepala dibawah, diikat pergelangan kakinya dipohon, terayun-auyn. Disampingnya ada setan yang berdiri lebih tinggi dari gunung. Saya mengawasi ibu saya dan dia melihat saya. Anggota keluarga saya yang lain juga melihat dan menjerit kepada saya. "Bong-Nyo! Mengapa engkau disini jika engkau tidak bisa menolong kami? Mengapa engkau datang lagi? Senangkah kau melihatku kesakitan seperti ini?"

Yesus mengatakan bahwa roh jahat khusus itu adalah roh jahat paling besar kedua di neraka! Dia menikmati memukili tubuh dan menguliti daging. Kemudian tanpa ampun dia melemparkan orang-orang kedalam api. Saya ingin merobek dan menghancurkannya.

Dia memerintahkan untuk meletakkan semangkok penuh serangga hitam dibawah keluarga saya. Serangga-serangga ini terbuat dari belatung dengan gigi tajam dan mata yang bersinar terang. Mereka merayap naik ke keluarga saya dan memakani tubuh mereka. Mereka masuk ke sekujur tubuh bahkan kedalam mata dan lubang hidung. Saya mendengar mereka berteriak, "Ahhhh! Tolong selamatkan saya! Bong-Nyo!" , "Kak! Kakak!", "Ouch! Adik Ipar! Tolong selamatkan saya!",

"Bibi! Tolong selamatkan saya! Tolong selamatkan saya!" Dengan cepat semua daging mereka terlepas dan serangga-serangga itu semakin dalam masuk ke tulang mereka. Hati saya hancur mengetahui bahwa ini akan terus berlanjut untuk selamanya. Sekuat apa saya membujuk Yesus untuk menolong, Dia hanya dapat mengatakan, "Aku tidak dapat melakukannya! Sudah terlambat!"

Setelah itu Yesus membawa saya ke gunung yang sangat besar. Saya melihat orang-orang berdiri berkeliling dengan putus asa, mereka terlihat kelelahan dan bengkak. Disebelah mereka ada roh jahat menakutkan yang mulai mengejek saya,

"Aku sering melihatmu! Mengapa kamu kesini lagi?" Saya mulai mengutuki dia. "Hey! Kamu bajingan! Aku harap aku dapat mengirismu seperti kamu iris keluargaku dan melemparkanmu ke jurang api! Aku akan menangkapmu!" Roh jahat itu mengejek semakin keras, "Kamu menangis karena takut padaku, itu membuatku bahagia! Apa yang akan kamu lakukan?" Saya berkata, "Yesus! Saya ingin membunuh setan itu! Saya benci setan itu!..Tuhan! Mengapa Engkau hanya berdiri tanpa melakukan apapun? Tunjukkan sesuatu pada mereka!" Kemudian Yesus memegang tangannya keatas dan memutarnya. Dengan cepat tubuh roh jahat itu lumpuh, tidak bisa bergerak, seperti pilar batu. Dengan cepat orang-orang ditutupi oleh berbagai serangga yang memakan daging mereka. Jeritan orang-orang menggema di langit neraka.

* Bertemu dengan Presiden Korea pertama
Kami melanjutkan perjalanan dan Yesus berkata, "Jiwa-jiwa yang akan kau temui adalah yang kau kenal, jadi perhatikanlah!" Kemudian saya melihat Presiden Korea pertama. Ular putih besar meliliti tubuhnya dan beberapa ular beraneka warna melilit diatasnya. Dia berkata, "Ahhh! Berhenti menyiksaku! Tolong! Hentikan! Selamatkan saya, tolong!" Tetapi di tengah-tengah penderitaannya dia mulai berbicara kepada saya. "Siapakah kamu? Mengapa kamu disini? Aku dulu adalah Presiden Korea, dengan semua kebanggaan tetapi sekarang aku menderita di neraka. Banyak pastor mencoba menarikku ke gereka, tetapi aku tidak mempedulikan mereka.

Aku tidak mempedulikan apa yang mereka katakan tentang neraka dan tidak pernah membayangkan kalau tempat seperti itu ada…Anakku masih tidak mengenal Yesus dan aku sangat kuatir! Anakku perlu memerina Yesus selagi masih hidup dan menerima keselaamat sehingga dia dapat hidup di sorga. Aku harap aku dapat pergi sekarang juga dan mengatakan kepada anakku tentang kebenaran ini tetapi aku tidak bisa, jadi apa yang aku lakukan sekarang? Ahhh Hatiku sangat sakit!" Dia membujuk Yesus, tetapi Yesus hanya mendengarkan tanpa berkata sepatah katapun. 


==== DAY 22 ==== (1 Petrus 1:6-9) 
Lee Yoo Kyung:
* Roh jahat yang bermain piano 
Saat saya berdoa, roh jahat berwajah dibelakang dengan empat mata duduk di kursi piano. Kemudian dia mulai berkeliling dan mencoba bermain piano. Saya berteriak, "Hey! Roh jahat najis! Mengapa kamu memainkan piano adikku Joo Eun? Piano itu dia gunakan untuk pelayanan kebaktian." Dia berteriak dan menyuruh saya tutup mulut jadi saya menjadi sangat marah. "Apa? Kamu tidak menghargaiku? Kamu mati!" Saya berlari mendekati dan menangkapnya. Kemudian saya memutar lehernya dan menghantam kepalanya ke lantai.

Kemudian 3 roh jahat lain muncul. Satu dalam bentuk tengkorak dengan satu mata di dahi, terbang dengan sayapnya seperti kelelawar. Kemudian mendarat di kursi piano dan mulai menyanyi sambil memainkan piano. Suara music itu keluar dari ritme. Nada-nadanya terdengar seperti suara mengerikan. "Hey! Piano itu milik Joo-Eun, mengapa kamu menyenthnya? Aku tidak dapat focus pada doaku!" Saya berteraik. Saya dapat mendengarkan mereka berbincang-bincang. “Baiklah! Dia katakan dia tidak bisa berkonsentrasi, marilah kita bermain sebanyak mungkin!" Kemudian mereka semua memukul-mukul tuts piano.

Saya cemas piano itu akan hancur. "Jelasnya, kamu tidak akan dapat berlari!" Saya berlari kearah mereka dan menangkap mereka satu demi satu. Saya mengayunkan yang satu ke kejauhan dan menendang yang lain menjauh. Dengan hidung yang berdarah, kepala yang luka, mereka menjerit dan berlari.

Saya mulai berdoa sekali lagi ketika iblis berpakaian putih muncul dengan mulut berdarah. Dia terlihat sedikit lambat tanpa mata apapun, jadi saya mengejeknya. Setan itu berkata, "Haak Sung mencentik dan mengeluarkan mata saya. Inilah mengapa saya seperti ini! Tetapai bagaimana bisa engkau mentertawakanku seperti?” Dia mencoba bertarung dengan saya.

Dengan teriak saya berkata. "Nenekku menderita karenamu! Mengapa dia ditarik ke neraka?” Setan itu menggoda dan membuat saya jengkel. “Dia milik neraka, dia pantas! Dia masih akan mengalami banyak lagi siksaan!"

Dengan marah, saya mencakar wajah setan itu dengan segala kekuatan saya. Wajahnya mulai berdarah karena cakaran saya. Iblis itu melarikan diri dan saya mengejarnya ke seluruh sudut ruangan. Secepatnya, dia melarikan diri selamanya.

Sekali lagi saya berdoa dan diganggu setan lain. Saya terganggu dan berharap tidak mengkonfrontasinya. Saya menggunakan seluruh otoritas saya. "’Darah’ Yesus’ “Menggangguku, kata iblis, "darah? Darah siapa? Darah Yesus? Oh, darahmu?"

"Baiklah iblis! Jika kamu ingin bertarung, mari kita bertarung!" saya berteriak. Mereka bertarung berkelompok untuk alasan yang aneh, saat saya menonjok mereka, mereka semua jatuh bersama-sama. Saat saya menghantam perut mereka, mata mereka copot. Ketika saya meninju hidung mereka, hidung itu mulai berdarah. Saat saya mencengkeram kaki mereka dan mengayunkannya, kaki-kaki mereka melar seperti karet.

Tanpa peduli kalah, iblis itu terus muncul dan mengganggu saya. Mereka mencoba menghalangi saya berdoa. Saya berkata sendiri, ‘mari kita berperang dan menentukan siapa yang akan menang.’ Saya mencentil lubang hidungnya dan menjambak rambutnya mengayunkan pada setiap setan yang mendekat. Saya menggunakan tangan dan kaki sebagai senjata. Sangat aneh, saat saya mengalahkan mereka, jumlah mereka semakin bertambah. Mendekati akhir, ada banyak setan tak terhitung muncul. Mereka datang sekaligus. Sangat mendesak, saya berteriak, "tolong saya! Cepat! Roh Kudus! Tolong saya!" Hanya dalam waktu singkat, Tuhan muncul. Tuhan mengusir semua setan dan menghibur saya. "Nona bintik aku tahu bahwa kau sudah banyak melalui hal ini”

Ketika awal mulai saya menghadiri gereja lain, banyak orang yang berkata saya tidak cerdas. Selain mengajari saya berdoa dan menginjil, mereka hanya menyediakan makanan untuk saya. Mereka mencoba menuntun saya dengan hal-hal materii. Karenanya, saya pikir semua yang harus saya lakukan adalah membawa Alkitab saya untuk melayani. Dengna bimbingan Pendeta dari Gereja Tuhan, saya mulai berdoa bahasa roh. Saat saya terus berdoa dalam bahasa roh, saya mampu meraih tingkat doa yang lebih dalam. Sekarang, saya mampu melihat semua setan dan berperang dengan mereka. Kapanpun saya merasakan saya kalah atau lelah karena perang, semua yang harus saya cari dan panggil adalah nama Tuhan, Yesus. Dia selalu melindungi saya. Awalnya, serangan banyak setan menakutkan saya, tetapi sekarang saya sama sekali tidak takut karena Yesus bersama saya. Dan nyatanya, kemenangan melawan setan menjadi hal yang menyenangkan dan mengejutkan.


Kim Joo Eun:
* Iblis kepala botak muncul
Hari ini, iblis lain yang berwujud gadis muda muncul dengna mulut terbuka lebar. Saya melepaskan kemarahan saya dengan menyerangnya, menampar wajahnya dengan keras sampai bengkak pipinya. Saya berseru, "Kamu sudah menampar pipi Sister Yoo Kyung benar? Kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih lagi! Aku akan memukulmu lagi!" Dia menangis "Ampun, aku tidak akan pernah memukul Yoo Kyung lagi! Benar! Sungguh!" Saya menjawab, "Yah betul! Memang kamu pembohong dari awalnya!" Saya menarik rambutnya dan melemparkannya ke arah piano. Kemudian saya melihat setan tengkorak dengan rambut putih panjang dan mata oranye. Jadi saya menarik matanya keluar dan dia melompat-lompat histeris melarikan diri.

* Gereja-gereja yang menang
Saat saya terus berdoa, saya membau aroma seperti bunga di udara. Tuhan mendekat jadi saya bertanya kepadaNya, "apakah ini bau manis dariMu Tuhan?" Tuhan menjawab, "ya benar, Muka bintik! Apakah kau suka baunya?" Saya menjawab , "ya, Tuhan. Baunya sangat menyenangkan!" Yesus mengatakan kepada saya, "Kamu berdoa dengan tekun hari ini. Karenanya Aku akan menunjukkan sesuatu yang istimewa. PErhatikanlah kondisi gerejamu dan gereja-gereja di Korea!" Kemudian Tuhan mengangkat TanganNya dan memberikan saya visi.

Saya ditunjukkan bumi dari jauh, dengan 2 iblis di setiap sisinya. Mereka memainkan tali ayunan di sekliling bumi. Dari dekat saya melihat bahwa tali itu sebenarnya adalah ular panjang. Saat iblis-iblis itu mengayun, saya dapat melihat banyak gereja Korea melompat-lopat saat tali itu mengenai mereka. Saat memuncak, gereja-gereja itu lompat dan lompat , mencoba tidak terselitp dan jatuh, Awalnya banyak gereka yang tidak jatuh tetapi saat ayunan itu terus, mereka terselip dan jatuh. Bahkan saya melihat gereja kami melompat, tetapi kami tidak terselip pada tubuh ular itu.

Yesus menjelaskan bahwa setiap ayunan setan itu adalah pencobaan, ujian untuk menang. Jika suatu gereja tidak terjebak dan jatuh, berarti gereja itu menang. Gereja Tuhan memiliki jumlah jemaat yang paling sedikit. Gereja-gereja lain lebih banyak jumlah jemaatnya tetapi mereka sering terjebak dan jatuh. Kata Yesus, "sekarang, gereja Tuhan menang. Teruslah bertahan dan melompati setiap pencobaan berbeda yang jatuh atasmu. Hari ini, engkau sudah berdoa untuk waktu yang lama tanpa mengantuk. Karenanya,Aku perlihatkan hal ini. Tekunlah berdoa."


Lee Haak Sung:
* iblis berwujud salah satu tokoh hiburan
Saat saya sedang berdoa, satu iblis mendekat. Saya begitu marah melihat nenek saya di neraka, sehingga saya melepaskan kemarahan saya kepada setan ini. Saya menarik matanya keluar dan melemparkannya jauh-jauh. Selama peperangan ini, saya mulai berpikir tentang pedang dan kemudian sebuah pedang muncul di tangan saya. Jadi saya tebas lengannya. Kapanpun saya berpikir untuk menggunakan tipe senjata berbeda, tiba-tiba senjata itu sudah ada di tangan saya atau di sebelah saya. Tuhan memberikan saya senjata-sejanta ini sesuai permintaan. Saya sudah perang untuk waktu yang lama dan memiliki banyak pengalaman tanpa menyadarinya. Saya juga meraih keyakinan diri dan keberanian.

Sekali lagi, satu iblis berwujud gadis muda dengan pakaian putih mendekat. Dia sangat mirip dengan tokoh horror di drama televisi. Saya sungguh heran bagaimana setan yang nyata tampak begitu sama dengan iblis-iblis yang diciptakan oleh industry hiburan! Yang satu ini sama seperti seri horror terkenal di Korea yang akan menarik jiwa-jiwa ke neraka setelah mati. Dalam sebuah visi, saya melihat seorang laki-laki tua terbaring dilantari berdarah dibawah altar. Iblis yang sama menggigit lengannya sendiri berlari mendekat laki-laki tua itu. Menyerang laki-laki itu, si iblis menggunakan taring drakulanya untuk menghisap darah. Sekali darahnya mengering, dia mulai memangsanya.

* Sengatan duri setan
Kemudian setan lain muncul dengan tubuh penuh dengan duri, seperti landak. Saya mengayunkan genggaman saya padanya tetapi ketika saya menyentuh setan itu, saya merasakan sakit luarbiasasa karena tonjokan saya mengenai durinya. Bahkan setelah reli doa, tangan saya masih sakit, merah dan bengkak dengan bekas duri. Saya heran bahwa mereka dapat meninggalkan bekas luka fisik di tubuh dan menghasilkan nyeri fisik.


Pendeta Kim Yong Doo:
* Gerakan Tangan dan Getaran
Saat saya bertekun dalam bahasa roh, tangan-tangan saya tiba-tiba mulai bergerak keatas dan kebawah. Kemudian kedua telapak tangan saya bergerak dan bergetar bersama-sama dan semakin keras. Saya teringat pernah menyaksikan seorang pastor yang melayani kesembuhan, tangan-tangannya juga bergetar. Selama hal ini berlangsung, banyak mujizat-mujizat akan bermanifestasi. Saya menyimpulkan bahwa saya pasti juga dalam proses pembangunan karunia penyembuhan. Lengan dan tangan saya dengan bebas bergerak kea rah yang berbeda sesuai arah Roh Kudus. Saya membuka mata saya dan mencoba menahan gerakan itu, tetapi Roh Kudus menuntun saya, mengesampingkan keinginan dan pikiran saya. Keingininan dan pikiran saya juga insidentil.


Sister, Baek Bong-Nyo:
* Tuhan menguji iman saya
Selagi berdoa, Yesus datang dan berkata, "Bong-Nyo! Hari ini, Aku akan mengujimu untuk melihat seberapa besar imanmu tumbuh! Apakah kau siap?" Dengan yakin saya menjawab, "Ya, Tuhan! Saya siap!" Kemudian Dia menghilang dan para malaikat datang, memakaikan saya pakaian bersayap. Menariknya, para malaikat itu juga dengan cepat lenyap.

Biasanya, Yesus dan para malaikat akan menuntun saya ke sorga atau neraka, tetapi tidak kali ini. Saya mulai menjerit kepada Tuhan dengan hati sungguh-sungguh dan kemudian jiwa saya terbang ke sorga mengenakan pakaian bersayap. Tidak perduli betapa sungguh say aberdoa, saya terbang dengan lambat. Saya sangat frustasi, tetapi saya tidak menyerah dan terus berdoa. Kemudian saya kelelahan, benar-benar kelelahan. Saya tidak dapat melihat apapun, hanya kegelapan yang pekat.

Saya teringat Tuhan berkata bahwa Dia ingin menguji iman saya, jadi saya terus berdoa. Sialnya, setiap halangan yang dapat kamu pikirkan tertumpuk didepanmu dan saya menemukan diri saya sendiri kembali ke tempat awal mula.

[Maaf, tidak ada revisi.....]
Sampai sekarang kapanpun saya berdoa di gereja, Tuhan akan datang dan memperlihatkan segala sesuatu, jadi saya menjadi sombong tanpa menyadarinya. Saya teringat pertanyaan yang saya tanyakan kepada para malaikat ketika mereka memakaikan pakaian bersayap kepada saya beberapa waktu yang lalu. Saya bertanya dimanakah Yesus dan mereja menjawab, "Sekarang ini Dia sedang menunggumu untuk menjumpainya di Gugusan Bintang Bima Sakti. “ Sialnya sekarang saya tertunda karena saya bergerak sangat lambat dan iman saya sendiri tidak memampukan saya untuk terbang tinggi!

Dengan sungguh-sungguh saya berdoa untuk waktu yang lama, tapi saya masih tidak bisa melihat apapun. Berbagai pikiran muncul di otak dan saya mulai bertobat. Tanpa pertolongan Tesus, saya tidak dapat melakukan apapun! Saya merasa seperti terus tenggelam dan ketika pikiran itu terus, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya berada di neraka terkuncil dalam sel yang gelap!

Dalam kegelapan dimana yang tampak hanya setan-setan yang berkerumun. Iblis-iblis tak terhitung jumlahnya memedang erat kaki saya dan tidak melepaskannya. Mereka menyumpal saya, menarik tangan, kaki dan tubuh saya, sehingga saya tidak bisa bergerak. Saya mulai berdoa dalam bahasa roh ketika tiba-tiba kutukan keluar dair mulut saya tanpa sengaja.

"Hei! Kamu iblis-iblis najis! Mengapa kami menggangguku? Lepaskan aku!” saya tidak bisa berhenti mengutuk dan semua kata kotor yang pernah saya gunakan di masa lalu sebelum saya bertemu Yesus keluar. Tetapi, tidak perduli betapa saya mengutuki iblis-iblis itu, mereka tidak berhenti menyiksa saya. Saya memanggil Yesus. "Yesus! Tolong saya!"

Berapa lama sudah? Saya terus memanggil Tuhan dan berdoa dengan tekun dalam bahasa roh dan tanpa saya sadari saya dapat keluar dari neraka. Saya terbang lebih tinggi ke sorga dan lebih tinggi lagi. Saya berdoa selagi saya terbang dan ketika di atmosfer setan yang kuat dan berkuasa mulai mengejar saya. Saya dapat melihat parade iblis tak terhitung jumlahnya dibelakangnya. Saya pikir saya aman sekarang tetapi saya lari dari neraka hanya untuk menghadapi dan berperang dengan setan-setan yang paling kuat. Saya berada dalam masalah.

Saya masih tidak bisa melihat satupun malaikat atau Yesus. 'saya harus menghadapi pasukan setan ini sendirian!' Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan menghadapi scenario seperti ini. Saya tidak pernah tahu bahwa pada pasukan setan di atmosger yang bertujuan untuk mengganggu doa-doa orang Kristen dari bumi mencapai sorga. Seperti seorang anak yang gembira digandeng orangtuanya, Yesus selalu menggandeng tangan saya dan membimbing saya naik dan turun ke sorga dan neraga. Saya begitu naïf dan berpikir segala sesuatu itu mudah dan berdoa tanpa perduli.

Setan itu meletakkan halangan-halangan pada setiap progress yang saya buat untuk mengganggu saya bergerak maju. Saya menangis dengan doa tulis dan dengan airmata dan keringan yang tercurah seperti hujan di sekujur tubuh saya. Pada saat itu saya berseru "Hei! Lihatlah kemari! Doa lain dari bumi sedang naik!" Dan setan yang lain menjawab, "Hei! Doa itu tidak memiliki kuasa dan otoritas!" Seakan-akan memetik apel dan memakannya, setan-setan itu mengambil dan memakan doa-doa yang naik dari bumi.

Saya tahu bahwa doa tanpa kuasa tidak berguna. Doa yang dilakukan dengan mengantuk, tidak perhatian, dipenuhi keinginan manusia, doa-doa yang mementingkan diri sendiri, doa akan keinginan fisik, doa bermuka 2 dan mengejutkan saya mampu membedakan semua doa-doa yang berbeda yang naik dari bumi. Doa-doa ini adalah buah-buah kesenangan setan dan dengan cepat semua dimakan.

Sekarang saya sadar bahwa hanya doa yang dipenuhi dengan keputusasaan hidup dan mata dan mereka yang berdoa dengan hati tulus dan dungguh akan menembus langit dan menuju ke sorga. Saya belajar sedikit mengapa Pastor berteriak keras dan menjerit dalam keputusasaan ketika dia berdoa. Saya sering bersimpangan dengan pikiran pastor, 'Tidak banyak orang disini, tetapi mengapa dia menjerit keras? Apakah dia harus berteriak begitu keras?' Jujur saya, ada banyak waktu saya memaksa diri saya berdoa sekalipun saya terganggu dengan teriakan dan jeritan pastor. Setelah pemahaman ini saya mulai bertobat dan dengan pasti tahu alasan mengapa kita harus berdoa seperti itu.

Berapa lama saya berdoa? Saya kelelahan dan tidak memiliki kekuatatan lagi. Hanya kemudian saya melihat dari kejauhan banyak bintang yang saya lihat dari Gugusan Bima Sakti begitu bersinar terang! Saat itu saya mengumpulkan setiap kekuatan yang tersisa didalam dan berdoa dalam bahasa roh. Saya tiba di Gugusan Bima Sakti kelelahan dan disana kekasih saya Yesus menyambut dengan sukacita.

Melihat saya, Yesus tersenyum cerah dan berkata, "Bony-Nyo! Kau melakukan luarbiasa! Aku bangga padamu!" Saya sedikit marah, jadi saya bertanya pada Yesus. "Tuhan! Bagaimana Engkau bisa melakukan hal ini pada saya? Engkau dapat menerangkan tetapi bagaimana Engkau bisa meninggalkan saya tanpa peringatan?" Yesus hanya tertawa. Setelah sedikit bercakap-cakap dengan Tuhan, Dia kembali menghilang, kemudian tiba-tiba segala sesuatu didepan saya menjadi gelap pekat dan saya sedang bediri di pinggir jurang neraka.

Tuhan meninggalkan saya sekali lagi untuk menguji iman saya. Iblis berwujud lumba-lumba mencoba menyerang dan menggigit saya dengan mulut terbuka lebar dan menunjukkan giigi-giginya yang tajam. Saya bergerak seakan-akan akan merobeknya dan berseru, "Ayo datanglah dan tangkaplah jika bisa!" Setan itu kemudian lenyap.

Ada jalan sempit didepan saya jadi saya mulai berjalan dijalan kecil itu. Saya berjalan selama beberapa waktu ketika saya melihat sesuatu mendekat. Saat dekat saya dapat melihat identitasnya. Dia adalah setan menjijikkan dengan kepala, tapi tanpa mata ataupun hidung. Dari kiri sampai telinga akan wajahnya terpotong dan dari atas sampai ke gigi bawah tajam seperti gigi hiu.

Saat saya bertemu wajah dengan iblis ini, saya katakana, "hei! Aku bertarung dan mengalakan setan-setan lebih besar darimu. Kamu bukanlah apa-apa! Didalamku adalah api yang diberikan oleh Allah Tritunggal. Kamu akan terbakar dan menjadi abu saat kamu menyentuh tubuhku! Aku tantang kamu mendekat dan bertarung denganku!" Setan ini ketakutan dan lari. Saya berjalan dijalan kecil tak berujung sendirian, tetapi saya tidak ingin menunjukkan rasa takut jadi saya harus tenang.

Saya terus berjalan menyusuri jalan kecik ketika saya melihat ada daun besar didepan. Seperti hidup. Daun itu terbuka dan tertutup berulang-ulang dan mencoba menelan saya. Tetapi saya berteriak “Baiklah! Aku datang kesini khususnya untuk membunuhmu! Mari kita lihat siapa yang bertahan hidup!" Saya berbalik menyerang dan setan itu lenyap.

Saya terus maju ketika saya sadar bahwa ada kerumunan iblis seperti serangga di kedua sisi jalan mencoba meraih saya. Saya dengar teriakan menakutkan setan-setan yang membuat kuduk saya berdiri. Saya dengar banyak jeritan berbeda tetapi saya tidak menghiraukan mereka dan berjalan dan berdoa dalam bahasa roh dengan keras. Saya berteriak lebih keras lagi. "Allah Tritunggal! Berikan saya kekuatan! Berikan saya kekuatan dan kuasa fisik dan rohani!" Saya berdoa sungguh-sungguh dan segera api Roh Kudus menyala didalam saya.

Berapa jauh saya berjalan? Saya pikir akhirnya saya melihat batas jalan dikejauhan, tibat-iba sinar terang muncul didepan saya dan ada Yesus berdiri disana. Saya terpesona. "Ya! Akhirnya saya selamat! Tuhan! Tuhan!” dan saya berlari memelukNya. Tuhan memeluk saya erat dan berkata, "Bong-Nyo sayangKu! Kau sudah mengalami begitu banyak untuk sampai kesini! Duduklah disebelahKu dan Aku akan memberikanmu perhentian!" saya tinggal dalam pelukan Tuhan dan menutup mata saya beristirahat.

Apa yang terjadi lagi? Ketika saya membuka mata Tuhan tidak ada dimanapun dan bagaimana saya bisa berada dalam sel gelap di neraka lagi? Tidak perduli betapa keras teriakan saya kepada Tuhan hanya ada kekosongan. Saya memanggil dan memanggil Tuhan, tetapi Dia tidak ada. Saya tidak percaya bahwa Dia menipu saya. Yesus berkata dengan jelas, "Bong-Nyo! Kamu melakukan dengan baik. Kamu hampir selesai jadi bersabarlah dan istirahatlah disini!" Setelah Dia mengatakan hal itu dan ketika saya merasakan aman Dia benar-benar menguji saya kembali.

Kemarahan saya belum hilang ketika saya sadar bahwa saya dikunci di kurungan besi seperti kebun binatang. Ada banyak iblis tak terhitung dengan berbagai wujud mengelilingi kurungan saya memandang seperti mencoba bertanya; setan perempuan, naga, militer, singa, iblis dengan berbagai kepala bimatang dan saya melihat banyak perbedaan. Mereka memandang saya dan tertawa. Ada ratusan dan ribuan setan mengenakan baju militer dan helm tengkorak. 

Iblis-iblis itu mengawasi saya selagi saya terkurung. Saya berteriak, "Hei kamu bajingan! Siapakah kamu? Darimana asalmu?” dan mereka menjawab “Kami datang setelah menjelajah dari sini kesana! Bagaimana denganmu,, mengapa kamu disini?” Saya menjelaskan bahwa Yesus membawa saya ke neraka, tetapi Dia meninggalkan saya dan itulah alasan mengapa saya sendirian disini. Setelah mendengar itu mereka mengejek saya, "Hei! Tuhanmu tidak akan kembali! Ini akhir untukmu!”

Saya mulai berdoa dalam bahasa roh dengan keras. Tiba-tiba mata iblis yang mengenakan helm tengkorak menjadi merah. Mereka memandang saya dengan marah. Kuasa bahasa roh memberatkan setan-setan itu dan saya melihat mereka berubah, jadi saya berdoa semakin keras. "Allah Tritunggal! Ubahlah saya menjadi nyala apiMu!” Semua iblis menyerang kurungan besi dan ingin menghancurkannya. Tetapi nyala api Roh Kudus didalam saya membakar mereka dan mengubahnya menjadi abu. Palang-palang besi kurungan tidak rusak tetapi tetap tidak tersentuh.

Sekali lagi jeritan berbagai binatang dan suara-suara siblis menggema dan saya merasa seakan-akan sudah berada disini dalam waktu yang lama. Tidak perduli betapa saya menjerit dan menendang dan menjerit, tidak ada jalan keluar dari kurungan di neraka ini. Secara berangsur-angsur jiwa saya mulai menderita kelelahan dan penantian akan Tuhan berubah dari seruan tulus menjadi hati yang terbakar. Tetapi, saya tidak dapat berhenti berdoa.

"Tuhan! Saya perlu kekuatan! Berikan saya kekuatan! Juga, berikan saya karunia kesembuhan dan penuhi saya dengan api sehingga saya dapat melelehkan kurungan besi untuk lari dari sini!" Saya membuka mata tetapi masih juga terkurung di kurungan besi. Tidak ada mimpi atau harapan di kurungan neraka. Tidak perduli betapa saya memanggil Tuhan, saya masih terjebak dalam kurungan. Oh! Apakah ini berarti saya harus selamanya menderita di neraka? Saya tidak memiliki cukup kekuatan sekalipun hanya mengangkat satu jari dan saya roboh di sudut. Saya merasa seperti terperangkap di kurungan selama 4 bulan.

Sesaat kemudian saya kembali menjerit. "Tuhan! Tolong saya! Dimanakah Engkau!" tetapi saya tidak dapat melihat bayangan Tuhan sekalipun. Setan-setan it uterus menarik dan menyiksa tubuh saya dan saya bertarung dengan mereka selama 15 hari. Didalam kurungan saya dapat dengna jelas merasakan hari-hari berlanjut seperti biasanya.

"Tuhan! Tolong saya! Keluarkan saya! Tolong saya lolos dari tempat ini!" Saya sedang berdoa ketika tiba-tiba saya mendengar suara tawa. Tawa itu benar-benar berbeda dari tawa setan. Suara itu lembut, menghibur, manis dan dengan spontan saya berteriak, "Wow! Ini suara Tuhan!" Tuhan muncul ditengah-tengah terang cemerlang dan menyalakan terang dikegelapan kurungan. Sekitar saya menjadi terang.

Yesus mulai tertawa bahkan lebih keras, "Bong-Nyo sayang! Bagaimana pengalamanmu di neraka?" Saya bertanya, "Oh Tuhan! Bagaimana Engkau bisa melakukan ini pada saya? Apakah Engkau mengatur saya untuk menderita? Mengapa Engkau melakukan ini?" Saya benar-benar tertekan saat saya mencurahkan keluhan saya dan Tuhan menjawab, “Maafkan. Aku ingin mengujimu secara pribadi seberapa besar imanmu menjadi dewasa!" saya tidak bisa berkata apapun juga.

Ketika saya mempertanyakan keberadaan Tuhan, Dia membalas bahwa Dia sedang berada di bumi mengunjungi berbagai gereja untuk memelihara dan memperhatikan pengikutNya. Saya mengakut kepada Tuhan perasaan terdalam saya dan meminta pengampunanNya. "Tuhan! Saya menjadi pahit dan marah kepadaMu selagi saya terperangkap dalam kurungan di neraka! Ampuni saya!" Tiba-tiba nada suara berubah saat emosi saya menyala dengan keluhan dan penyesalan. "Tuhan! Saya terperangkan dalam kurungan selama 4 bulan” dan saya mulai menangis.

Tuhan terus tertawa semakin keras dan saat saya melihat Dia saya berteriak, “Mengapa Engkau begitu bahagia melihat saya sedih dan sengsara? Saya begitu menderita di neraka, tetapi mengapa Engkau terus mentertawakan saya seakan-akan itu hal yang lucu? Apakah lucu untukMu melihat saya menderita?” Dengan lembut Dia menjawab, “Bong-Nyo! Itu hanya 2 bulan sejak kau mulai masuk gereja, tetpai imanmu begitu dewasa! Aku bangga padamu!" Kemudian Dia menepuk bahu saya.

Yesus mengambil pakaian bekas luka berperang di neraka dan memerintahkan para malaikat untuk memberikan saya pakaian yang bersih dan bersinar dengan sayap. Kemudian Dia berkata, “Engkau sudah begitu banyak menanggung, marilah kita pergi ke sorga!" dan Dia menuntun tangan saya dan mulai terbang ke sorga. Hari ini adlaah hari yang paling berat yang pernah saya alami seumur hidup saya.

Membutuhkan 3 tahun bagi jiwa saya untuk pergi dari bumi ke Bima Sakti, saya menghabiskan 4,5 bulan di neraka dan total 3,5 tahun yang saya lalui dengan cepat. Iblis-iblis di udara dan neraka semuanya keras dan kuat. Saya tidak akan bertahan satu atau dua menit dalam peperangan tanpa perlindungan Tuhan. Ketika saya tiba di sorga banyak malaikat tersenyum dan menghibur saya. "Sister! Engkau sudah melakukan dengan baik” Kata-kata para malaikat itu mengangkat jiwa saya yang lelah. Kapanpun saya berada di sorga semua pengalaman keras di neraka terlupakan.

Saya tidak begitu banyak tahu karena saya masih 2 bulan ke gereja dan dari yang saya lihat di film dan kotbah, saya sedikit tahu tentang Musa yang membelah lautan. Saya meminta Yesus jika saya boleh bertemu Musa sekalipun hanya sekali, kemudian Yesus menuntun saya ke pantai berpasir emas. Para malaikat dengan lembut membawa saya turun ke pantai. Setelah Yesus memanggil Musa, dia mendekat dan dengan penuh penghargaan menyambut saya, "Selamat datang ke sorga!" Musa sangat tinggi dan tampan.

* Menyaksikan mujizat Musa di sorga
Yesus mengenalkan saya ke Musa. Saya berkata, "Tuan Musa! Saya tidak begitu mengenalmu, tetapi hanya sedikit yang saya tahu karena saya mendengar kotbah pastor saya." Dia membalas, "Benarkah? Sister, aku senang kamu disini!" Saya meneruskan "Ketika engkau di bumi apakah engkau tidak membelah lautan dan menunjukkan banyak mujizat?" Dengan rendah hati Musa menjawab, "Aku tidak melakukan apapun juga, tetapi Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan yang harus aku lakukan hanyalah taat." Saya membalas, "Saya masih menghadiri ke gereja selama 2 bulan, tetapi saat saya mendengar engkau, saya ingin bertemu. Tetapi, biasanya Tuhan membawa saya ke neraka, jadi menemuimu tidaklah mungkin.

Saya harap dapat menyaksikan beberapa mujizatmu, dapatkah engkau menunjukkannya?”

Yesus mengijinkan Musa untuk membangun gunung yang sangat besar dengan pasir emasnya. Dalam sekejap mata, ada 2 puncak gunung. Saya menantangnya untuk membangun rumah dengan 600 tingkat dan dia hanya mengangkat tangannya ke udara, memutarnya sekali, kemudian apartemen 680 lantai muncul didepan saya. Mulut saya melongo dan tidak dapat menutupnya. Dia membuatkan saya tangga emas dari bumi ke sorga. Musa masih mempertunjukkan beberapa mujizat lagi yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kata saya, “Tuan Musa! Maafkan ketidakdewasaan iman saya. Maafkan dan saya malu mengujimu begitu banyak dan bertanya banyak pertanyaan” dan dia menjawab, “Jangan cemaskan apapun dan jika kau masih memiliki pertanyaan-pertanyaan, ungkapkan saja jangan segan.”

Saya meminta untuk melihat membelah lautan seperti yang tertulis dalam Alkitab, dan melihat hal ini merupakan pengalaman yang mengejutkan dan benar-benar spektakuler. Yesus mengawasi dengan diam disebelah saya. “Yesus! Moses! Saya orang baru percaya dan tidak begitu banyak tahu, jadi saya pikir saya terlalu banyak meminta.

Tolong maafkan saya! Maaf. Saat saya kembali ke gereja saya akan mencatat dan membaginya dengan pastor saya apa yang saya lihat sehingga dia dapat membiarkan seisi dunia tahu!” Yesus dan Musa mengungkapkan sukacita dan emosi yang dalam. Yesus berkata kepada Musa, “Musa, sister Baek Bong-Nyo harus kembali ke bumi jadi ucapkan selamat tinggal kepadanya!" Dengan hormat Musa menundukkan kepalanya dan berkata, “Selamat tinggal sister!”

Yesus menjelaskan, "Sekalipun di Sorga, Musa selalu sibuk. Dia bertualang diseluruh sorga dengan begitu banyak hal yang diperhatikan!” Saya tidak akan pernah melupakan pertemuan dengan Musa bersama Yesus di sorga. Kemudian, Yesus menuntun saya kembali ke gereja dan saya berdoa dalam bahasa roh.


==== DAY 23 ==== (1 Yoh 3:7-10)

Pastor Kim Yong Doo:
* Ny Kang, Hyun Ja tertangkap dan diserang roh jahat
Sekitar pk 11:00 isteri saya, Yosep, Joo Eun dan saya berdiri didepan sebuah restoran diseberang gedung Cooperative Agricultural Association. Saat isteri saya melangkah kedepan, dia ditabrak dan jatuh ke tanah. Dengan keras dia menghantam aspal jalan sekitar 5 meter seakan-akan sedang meluncur diatas es. Hal itu terjadi begitu cepat, dan kami tidak mempunyai kesempatan untuk meraih dia. Dia menjerit kesakitan dan kami semua lari untuk membantu dia bangun. Telapak tangannya pecah, jari-jemarinya patah dan tangannya dipenuhi darah.

Kami meneliti disekitar jalan untuk melihat sesuatu yang menyebabkan dia jatuh. Jalan itu sangat bersih, rata dan bagus. Tidak ada bukti fisik yang menyebabkannya.

Kemudiaan, Joo Eun mempertanyakan hal itu kepada Yesus. Tuhan menjelaskan karena kegiatan rutin kami sehari-hari pergi ke gereja, berdoa dan pulang, kami tidak memiliki waktu luang. Karena tidak ada waktu luang, roh jahat tidak mempunyai peluang untuk menemukan saat kau lemah. Hari ini , untuk pertama kalinya setelah waktu yang lama, keluarga saya melangkah keluar dari rutinitas rohani kami untuk meluangkan sedikit waktu. Kemudian diluar rutinitas, satu roh jahat menabraknya dan membuatnya jatuh.

Yesus menyentuh telapak tangan isteri saya yang terluka. Saya mulai menghibur dia. "Isteriku sayang, bersyukurlah kepada Tuhan! Kita harus bertobat karena membiarkan penjaga kita kendor dan bersyukur kepada Tuhan. Dia akan menyediakan kasih karunia yang lebih besar, karenanya, marilah kita beratahan dan menang sampai akhir.." Saat saya menyemangati dia, dia berlutut dan bersyukur pada Tuhan dengan telapan tangan yang terluka terangkat keatas.

Karena begitu banyak roh jahat yang menghambat dan menyerang kami, saya diyakinkan untuk selalu waspada dan berjaga-jaga. Saat kami menurunkan penjaga kami, roh jahat akan menyerang. Jika kami melewatkan satu hari doa tanpa henti, pikiran kami akan kendor dan menjadi subyek penyerangan. Roh-roh jahat sangat ingin menanti saat kami lemah, karenanya kami harus selalu bersenjata.

Reli doa kami tinggal satu minggu lagi dan serangan-serangan semakin gencar. Kami semua sedang berada dalam keadaan terbuka mata rohani, satu demi satu. Musuh sangat takut akan hal ini dan serangan mereka melemah. Saat doa kami semakin kuat, iman kami bertumbuh. Karena itu roh-roh jahat yang lebih kuat berangkat dan pertarungan kami semakin sengit dan tanpa henti.

Kemudian, saya memeriksa kutil di kaki Yosep yang menyakitkan. Kami berdoa sungguh-sungguh untuk kesembuhan. Saya terkejut dengan apa yang saya lihat. Kutil itu didalam kulit dan sekarang terbuka akar hitamnya di permukaan kami. Dengan mata rohani, saya dapat melihat Yesus sedang membasuh DarahNya setiap hari ke telapak kaki Yosep. Saya berkata, "wow! Ini luarbiasa! Yosep, kamu harus pergi ke dokter kulit dan berikan kesaksianmu.”

Kemudian, isteri saya mulai batuk-batuk keras. Yosep, Joo Eun dan saya meletakkan tangan kami di lehernya dan berdoa sungguh-sungguh. Kemudian roh jahat dalam wujud gadis muda berambut panjang mengenakan baju putih disingkapkan kepada kami. Dia yang bertanggungjawab saat isteri saya jatuh dan sekarang dia menyerang leher isteri saya, menyebabkan sakit, batuk-batuk dan berlendir.

Saya meletakkan tangan saya dilehernya dan mengangkat tangan yang satu saat berdoa. Sesaat kemudian, roh jahat itu berteriak, "Pendeta Kim! Jauhkan tanganmu! Jauhkan tanganmu cepat! Hentikan doamu! Oh! Ini sangat panas, aku akan jadi gila!" Dia menjerit dan menghilang.
Yesus muncul dan berkata, "anak-anakKu! Roh jahat sudah pergi, tetapi dia meninggalkan bekas luka, engkau harus menahannya. Jika engkau berdoa terus menerus, engkau akan cepat sembuh. Jangan kuatir!”


Kim Joo Eun:
"Yesus! Seberapa besar rumah dan gudang kami di Sorga?” Yesus menjawab, “Mengapa engkau tidak berdoa dan melihat sendiri di sorga. Aku tidak dapat menunjukkannya saat ini, tetapi dengan iman dan ketekunan, hasrat untuk mengetahui jawaban sampai mata rohanimu dibukakan. Sekali hal itu terjadi, naiklah ke sorga dan carilah jawabannya dengan detil.”

"Yesus! Seberapa jauh doa ayah?” Tuhan menjawab, “saat Pendeta Kim berdoa, Roh Kudus bermanifestasi, karenanya tangan pendeta akan bergerak dan membuat beberapa gerakan. Ini berarti bahwa karunia kesembuhan akan turun pada dia. Karena Pendeta Kim baru mengalaminya, dia terus membuka mata saat berdoa, karena dia adalah orang baru. Karenanya, doanya tidak sampai ke tahta, tetapi tinggal di galaksi Bima Sakti. Jika dia terus berdoa dan tidak kuatir akan tangannya yang bergerak, dia akan dibukakan secara rohani dan mampu mengunjungi sorga.”

Selanjutnya Tuhan menyebutkan pertobatan kakak Yosep yang lemah dan karenanya tidak ada airmata. Tuhan menyuruhnya bertobat sungguh-sungguh dan tulus. Bagaimanapun, Tuhan senang menerima semua airmata pertobatan ibu saya dan doa-doa nya. Doanya melewati atmosfer, ruang angkasa dan galaksi.

Kata saya, "Yesus! Nenek saya seorang diakones tetapi tampaknya dia minum-minuman keras.” Jawab Tuhan, “Adar oh alkoholik didalam nenekmu. Kapanpun Pastor Kim memiliki waktu berdoa, dia harus berdoa untuknya. Dia juga harus menutunnya ke keselamatan dan iman.”


Pastor Kim:
(Yak 4:4-5) * Para Pendeta dan Jemaat Gereja yang berzinah
Pendengaran saya sakit setiap kali para pelayan menjadi headline di surat kabar dan rahasia-rahasia yang dibukakan di TV. Saya akan mematikan TV atau menyobek surat kabar itu takut keluarga saya mengetahuinya. SEbagai seorang pelayan, saya sangat malu dan dipermalukan. Saya bingung apa yang harus dilakukan. Saya merasakan seakan-akan sayalah yang diungkapkan karena saya juga seorang pelayan. Saya tidak ingin mendiskutiskan atau mengungkapkan rahasia kotor tersembuyni mereka. Tetapi, Tuhan mendesak saya untuk mencatat semua detilnya dalam buku.

Yesus memerintahkan supaya kita jangan berzinah. Diantara banyak orang tak terhitung yang masuk neraka, banyak dari mereka yang merupakan pezinah. Tuhan mengingatkan kami, "Apakah jemaatmu tidak memberikan kesaksian tentang para pezinah di neraka? Zinah adalah dosa yang sangat sulit untuk bertobat." Tuhan membenci umatNya yang melakukan perzinahan rohani tetapi juga Dia merendahkan orang uang melakukan perzinahan fisik terlebih lagi.

Banyak pelayan dan anggota gereja menipu diri mereka dengan berpikir bahwa jika mereka mengakuji dosa-dos amereka menggunakan nama Yesus, mereka pasti diampuni. Sebagai hasilnya, mereka terus melakukan dosa yagn sama, bertobat lagi dan berpikir bahwa mereka dibungkus dengna kasih karunia. Mereka menginjak-injak kasih karunia dan tidak segan melakukan dosa perzinahan lagi dan lagi. Tuhan marah akan penipuan mereka.(Wahyu 2:21-23) Sebelum seseorang datang pada Yesus, mereka mengeluarkan kejahatan. Yesus sangat marah jika orang menerima Dia sebagai Tuhan, tetapi terus mengulangi dosa tanpa segan. Tuhan berseru dengan marah, "Sangatlah sulit mengampuni para pelayan yang berzinah rahasia. Jika mereka tidak sungguh-sungguh bertobat, mereka akan berakhir di neraka!"

Dengan penuh rasa kasihan saya membujuk Tuhan, "Tuhan! Mereka hanyalah manusia, mereka daging karenanya mereka masih dapat jatuh, benarkah? Jika seseorang mati, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk bertobat. TEtapi selagi mereka hidup, apakah mereka tidak diampuni kalau mereka bertobat? Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan bajwa Engkau akan mengampuni, jika seseorang bertobat." Jawab Tuhan, "para pelayan tahu ayat-ayat itu dengan baik dan masih juga berziah, mereka akan dihakimi dengan keras. Sangatlah sulit bagi mereka untuk diampuni!" kata Tuhan dengan keras.

Saya terus membujuk Tuhan untuk berbelas kasih dan menolak untuk mundur. Saya membujuk seperti yang dilakukan Abraham. "Tuhan! Meski Engkau benar, jika Engkau kirim mereka ke neraka untuk dosa masa lalu mereka tanpa pengampunan, itu tidaklah adil. Diantara kelompok itu, mungkin ada beberapa yang membawa banyak jiwa kepadaMu. Mungkin ada beberapa pelayan yang membimbing gereja dengan cara menyenangkan. Apakah mereka ini tidak ada dalam kelomok pezinah?" Tuhan dengan menakutkan menjawab saya, "Sebagai seorang Pastor, kamu tahu ayatmu?" Yesus menolong saya mengingat Fil 2:12, "tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar."

Sekalipun Tuhan sudah menjawab saya dengan keras, saya terus berdebat denganNya. "Tuhanku sayang! Para pelayan itu sudah mengorbankan seluruh hidupnya untukMu. Mereka menghabiskan waktunya dibumi untuk melayaniMu. Tidakkah Engkau pikir akan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat? Jika saya menyatakan bahwa pastor-pastor itu akan masuk neraka, siapa yang akan percaya pada saya?”

Sesaat ada kesunyian. Kemudian dengan tenang dan tegas Tuhan berbicara. "Allah Bapa setuju denganKu. Jika para pelayan yang berzinah bertobat dengan sungguh-sungguh dan takut, mereka akan diampuni. Tetapi jika mereka berbalik kepad akejahatan dan kembali melakukan dosa yang sama setelah pertobatan, mereka mengejek Tuhan! Tidak perduli apakah mereka sudah menuntun orang sedikit atau pelayanan besar atau memimpin pelayanan kuat atau lemah, mereka sudah berdosa dosa yang paling dibenci Tuhan. Kamu harus mengingat hal ini."

Kemudian dalam sebuah visi, Tuhan menunjukkan seorang pendeta yang jatuh cinta dengan gadis muda di gerejanya. Mereka sering melakukan hubungan intim. Affair mereka tercium sang isteri. Dia sangat kaget dan tertekan. Isteri ini mencoba membujuk suaminya untuk bertobat, tetapi dia tidak mau mendengar. Isteri ini tidak dapat lagi menahan rasa sakit dan kagetnya, dia menjadi sangat tertekan. Kemudian, dia bunuh diri, sebuah pilihan yang diambil untuk orang yang tidak percaya. Sekarang dia berada di neraka dan disiksa.

Tuhan berkata, "Kapanpun Aku melihat anak perempuan ini, hatiKu hancur. Bagaimana Aku tidak mengirim pendeta itu ke neraka? Pendeta itu masih berada dalam pelayanan. Pertobatannya tidak murni. Bahkans ekarangpun, dia hidup dalam kebohongan dan menipu diri sendiri. Cara berpikirnya jahat. Tidak seorangpun yang dapa tmenipuKu. Tidak seorangpun yang dapat menutupi kebenaran dengan kebohongan!”

* Nama ternoda dalam Buku Kehidupan
Suatu kali ada seorang diakones di gereja kami. Ketika dia hidup setia, dia menerima banyak karunia dari Roh Kudus. Tetapi semua karunia itu diambil. Setelah itu, dia mulai minum dan merokok. Terlebih lagi, dia berbicara setiap hari dengan seorang laki-laki via telepon dan menemuinya secara sembunyi-sembunyi. Saya terus mencoba membujuknya untuk tidak berkencan dengan laki-laki itu. Bahkan saya berteriak kepadanya, tetapi dia terus menemui laki-laki itu. Tuhan sabar pada setiap orang. Jika orang tidak bertobat, dia akan menjadi subyek kemarahanNya. Tuhan menunjukkan kepada saya dalam sebuah visi bahwa Dia sudah menghapus nama diakones itu dari buku kehidupan. Ketika kami tahu, kamu semua gemetar ketakutan.

Ketika Tuhan memberikan kita kesempatan, kita harus mengambilnya, apapun itu. Kata Yesus, "Orang kudus itu mengejek Tuhan dan mengganggu Roh Kudus. Karenanya, jika dia tidak berkabung dan sungguh-sungguh bertobat, dia tidak akan masuk sorga. Jika penghakiman atas jemaat keras, terlebih lagi Aku akan menghakimi par apenderta yang berzonah? Para pelayan itu harus bertobat mati-matian. Akhir-akhir ini banyak pelayan yang mengejek Tuhan dengan berkata, ‘ini adalah hari-hari kasih karunia dan Injil membebaskan kita, bertobatlah dan akan diampuni tanpa syarat!’ Ini adalah hari-hari yang harus ditakuti lebih dari hari-hari dalam Perjanjian Lama." Tuhan mengingatkan kita bahwa hari itu sudah datang ketika kita semua harus bertanggungjawab atas semua perbuatan kita.

Saat saya menulis bab ini, saya mengalami beberapa jam kecemasan dan perselisihan. Kata Yesus, "Jika demikian, adakaah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya." (Roma 3:31). Kenyataannya, kita hidup setiap hari didalam kasih karunia Tuhan. Meski hidup didalam kasih karuniaNya tidak berate dosa-dosa kita lenyap begitu saja. Kita menghina kasih karunia Tuhan jika kita tidak bertobat. Pertobatan setiap hari adalah yang paling cepat dan paling singkat menuju belas kasih dan perasaan Tuhan.

* Orang yang melawan Pendeta (Otoritas Rohani)
Mungkin seakan-akan saya menulis ini dengan perspektif seorang pendeta karena saya sendiri adalah seorang Pendeta. Tetapi saya tidak memiliki satupun keinginan dalam hati saya untuk membela sikap pendet alain. Saya mencatat dan menulis karena saya diperintahkan. Saya tidak ingin menulisnya dengan maksud ganda.

Kemudian Tuhan berkata, "Aku mengajar para hambaKu." Terlebih lagi Tuhan berkata bahwa Dia tidak akan menggunakan jemaat gereja untuk mendisiplinkan pendetanya. Yesus akan lebih menghakimi dan mendisplinkan mereka dengan dosa-dosa rahasianya.

Tuhan memberikan 1 Samuel 4:11-22. Tuhan juga berkata bahwa Dia tidak akan menerima atau mentolerir perbuatan jemaat yang berkonspirasi melawan dan mengeluarkan pendetanya. Dia akan sangat menghukum orang-orang itu seperti yang Dia lakukan pada Korah, Datan dan Abiram dalam Bil. 16:26-35.

Sekali lagi saya membujuk Tuhan, "Yesus! Jemaat gereja seringkali membentuh kelompok yang tidak perduli dan maksud mereka untuk memperbaiki gereja. Jika itu kasusnya, mengapa mereka dihakimi." Yesus menjawab, "jika ini menimpa gereja, seseorang tidak bisa memutuskan dengan cara manusia. Hal itu tidak akan pernah diterima."

Tuhan menambahkan bahwa jika seorang kudus mengkompromikan otoritas rohani dengan melawan pendetanya di masa lalu atau sekarang, dia harus bertobat dengan rasa takut. Sebaliknya, mereka berbahaya masuk neraka. Dan karenanya, dia harus hidup setia, benar dan waspada.

Para pendeta yang mengijinkan jemaatnya untuk mengkompromikan otoritas rohani harus sungguh-sungguh bertobat lebih dair jemaatnya. Tuhan menekankan bahwa Dia akan campur tangan untuk penyelesaian masalah mereka.

(Wahyu 2:1) * Tuhan mengunjungi gereja-gereja di seluruh dunia
Saya terus bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, seseorang mengatakan bahwa Engkau dapat menampakkan diri pada semua gereja di dunia pada saat bersamaan, benarkan?” Jawab Tuhan. "Karena Aku adalah Roh, Aku tidak diganggu dengan dunia fisik. Aku dapat muncul di segala tempat pada saat yang sama, di gereja manapun ataupun konser-konser gereja. Aku tidak berada pada gereja yang khusus sekali waktu. Aku mengawasi semua gereja di seluruh dunia. Roh itu satu dan sama. Roh tidak pernah lelah atau letih. Di gereja manapun, jika seseorang berdoa, Aku segera mendengar doa mereka. Aku mampu mendengar semua dan ada di samping anakKu pada saat yang sama. Jika seseorang tekun berdoa, maka mata rohaninya bisa terbuka dan beberapa waktu Aku dapat menunjukkan dia sorga dan neraka.

Pastor Kim, kau dan isterimu terus menerus meminta supaya mata rohanimu dibuka. Kalian juga membuat diri kalian menyenangkan didepanKu. Seringkali, engkau menangus dan menginginkannya, Aku sedang mempertimbangkan hak istimewa untuk melihat sorga dan neraka. Tekunlah berdoa. Pada awalnya, Allah Bapa tidak mengijinkan kalian dibukakan mata rohaninya. Namun karena kalian sangat menginginkannya dan menyembah setiap harinya, dari awal malam sampai besok paginya, Allah Bapa sangat terkesan. Jeritanmu luarbiasa. Allah Bapa berkata, ‘Aku tidak pernah melihat orang-orang kudus seperti mereka.’ Dengan perkataan itu, Allah Bapa menyatakan bahwa Dia akan membuka mata rohani kalian.”

Ada dua jenis kebangkitan rohani. Yang pertama adalah mata rohani yang dibuka dan yang lain adalah tanpa membuka mata rohani. Paling banyak kebangkitan di gereja adalah kebangkitan roh tanpa kemampuan untuk melihat alam roh. Hampir semua gereja memiliki kebangkitan rohani ini. Tipe kebangkitan rohani adalah Roh Kudus memberikan kesan, kepastian dan kata-kata kepada orang-orang kudus saat dibutuhkan.

Ketika mata rohani seseorang dibuka, mereka mampu berbincang-bincang dengan Yesus. Di Korea, disamping Gereja Tuhan, ada sejumlah kecil orang kudus yang mempunyai kemampuan ini. Orang-oran gkudus ini mampu berbincang-bincang dengan Yesus saat mereka mencari dan memanggilNya. Yesus berkata bahwa umat di Gereja Tuhan yang terbuka mata rohaninya mempunyai kesempatan untuk sering berbincang-bincang dengan Tuhan.


Kim Joo Eun:
(1 Yohanes 5:1-5) * Bertarung dengan roh-roh jahat yang berbeda
Saat saya bertekun memuji Tuhan dalam doa penyembahan, roh jaht berwujud gadis muda bergerak didepan saya. Engan mata fisik yang terbuka, saya ingin maju dan menjambak rambutnya dan tanpa ampun memutar-mutarnya. Dia terus menjerit dan saya lemparkan dia kesudut ruangan. Kemudian roh jahat dalam bentuk bayangan mendekati saya. Awalnya, saya tidak memperhatikan, tetapi dengan pertolongan Tuhan, saya mampu menangkapnya, memutarnya dan menginjaknya dengan kaki saya.

Ketika roh jahat lain mendekat, saya lari dan menangkap kakinya, memuntir lehernya, menggigit dan menginja-injaknya dengan kaki. Darahnya membasahi lantai. Tanpa henti, roh jahat lain muncul jadi saya meninju perutnya. Dia menjerit dan terduduk di lantai.. "Ouch! Perutku!" Saya menjambak segumpal rambutnya dan memberikannya ke Sister Yoo Kyung. Kata saya, "Sister, jambaklah erat disini!" Katanya, "baiklah, saya mampu melihatnya" KEmudian dia mengayunkannya jauh-jauh.

Tampaknya seakan-akan kami sedang diserang dengan seluruh kekuatan hari ini. Biasanya, mereka muncul ketika kami mulai berdoa bersama, tetapi sekarang mereka muncul, mengubah strategi dan mencoba menghalangi kami sejak awal kebaktian. Untuk beberapa alasan, kami mengalami banyak roh jahat dalam wujud gadis muda hari ini. KEtika salah satu dari mereka muncul lagi, saya menangkapnya dan menampar kedua pipinya dan kemudian mencakar wajahnya. Dia berteriak-teriak "Ouch! Sakit!" dan mencakar balik. Itu mengejutkan saya. Saya dapat jelas melihat dimana tanda kuku jarinya di punggung saya. Bahkan saya menunjukkan ke Pastor dan jemaat lain untuk mengkonfirmasi dengan mata fisik mereka.


Lee Yoo Kyung:
Saat saya memuji Tuhan selama penyembahan, roh jahat dengan dua warna di wajahnya mendekat. Satu sisi wajahnya putih dan yang lain hitam. KEmudian orh jahat lain berwajah biru muncul. Dengan cepat saya menangkap 2 roh jahat ini dan mulai mengayun-ayunkan mereka tanpa ampun. Saya lemparkan roh jahat bermuka 2 warna jauh-jauh. Roh jahat berwajah biru tidak dapat menahan ayunan dan dengan marah dia mencakar punggung tangan saya. Setelah itu dia menekan dan menggigitnya. Saya menjerit kesakitan. Saya menjadi sangat marah dan melemparnya sejauh mungkin. Saat saya melihat tempat gigitan roh jahat itu, saya melihat kulitnya yang terkelupas. Jari saya mulai membengkak. Jemaat lain menyaksikan tanda fisik itu dan sangat terkejut. Bekas dan luka yang ditinggalkan roh jahat itu sangat menyakitkan. Saya mulai lemas saat saya mencoba menahannya.


Lee Haak Sung:
*Yosep digigit ular
Yoo Kyung, Joo Eun dan saya memiliki mata rohani dan kami mampu melihat kegiatan roh jahat dan setan. Namun, Yosep tampaknya sedikit tertekan karena dia tidak memiliki kemampuan seperti kami. Yosep menyatakan bahwa kapanpun dia berdoa, dia rasakan badannya yang panas seperti api karena pekerjaan Roh Kudus. Dia selalu duduk disebelah saya saat kebaktian. Sebagai hasilnya, kapanpun saya berdoa, saya membuat permintaan khusus untuk dia.

Saat saya memuji dan menyembah Tuhan dengan Yoseph, roh jahat berbentuk ular muncul dan melingkar disekitar kami. Dia meraih Yosep dan meliliti kakinya. “Yoseph! Seekor ular meliliti tubuhmu.” Dia menjawab, “apa! Saya tidak melihat apapun.” Saya putuskan untuk menangkap leher ular itu dan memberikannya ke Yoseph. Saya berteriak kegirangan, “Pegang erat dan ayunkanlah ke tanah!” Yosep tampak kebingungan karena dia tidak melihat apa yang say alihat. Dia berkata, “Brother Haak Sung! Saya tidak dapat melihat apapun!" Saya mengulangi lagi, "Yoseph, ayunkalah itu ke tanah!” Dia memegang ular itu dan mulai mengayunkannya.

Setiap orang yang mungkin melihat kejadian ini akan berasumsi bahwa Yosep hanya mengayunkan tangannya di udara seakan-akan memegang sesuatu. Namun, jika kita memiliki mata roh, kita akan menyaksikan Yosep yang memegang leher ular dan mengayunkannya. Tidak ada cara apapun untuk menerangkan kejadian di alam fisik tanpa mata rohani.

Karena Yosep tidak bisa melihat ular. Dia mengayunkan tangannya kendor ke udara. Sebagai hasilnya, ular itu mampu mengendorkan diri dan mulai melilit di tangan Yoseph. Ular itu kemudian menggigitnya. Sekali ular itu menggigitnya, saya dapat melihat ekspresi wajah Yoseph. Sekarang dia menyadari kalau itu nyata. Setelah itu, muncul bekas gigitan ular di punggung tangannya. Ada bekas gigitan 2 taring. Tangannya mulai berdarah dan Pastor menyadari apa yang sedang terjadi, meminta kami ke altar dan membawa ular itu.

Dengan mengangkat tangan, Pastor berseru. "Didalam nama Yesus!" Hasilnya, dengan satu perintah saja, perut ular itu terbelah dua dan kepalanya meledak. Saya melihat hal ini dengan melongo.

Hari ini, kami menghabiskan banyak waktu dengan bertarung dengan roh jahat. Kami bertarung dan bertahand an menyerang. Kami menghabiskan banyak energy mengejar dan mengeluar roh-roh jahat serta mengalahkannya. Ketika kami mampu memegang mereka dan memberikannya kepada Pastor, roh-roh jahat dilemahkan Pastor. Pastor dikarunia Nyala Api Kudus dan dengan perintahnya, Api Kudus keluar dari tubuhnya dan membakar roh-roh jahat menjadi abu dan lenyap.

* Berburu iblis
Saat kami semua melihat roh jahat, kami menangkap mereka dan membawa mereka semua ke altar dimana Pastor diman. Dia menghancurkan mereka dengan Nyala Api Kudus. Itu sangat melelahkan dan muncul seakana-akan kami diserang dengan kekuatan penuh. Ada banyak roh jahat sampai kami tidak bisa menghitungknya. Tidak perduli betapa banyak kami mengalahkan, kelompok roh-roh jahat terus berdatangan. Dari altar, Yesus mengawasi setuju saat kami berperang. Dia berdiri didepan salib. Ditengah-tengah kebaktian, kami menghabiskan waktu mengejar dan bertarung dengan roh-roh jahat. Kami membuat kekacauan dan tidak mampu menyelesaikan kebaktian. Kami semua beraksi bersama-sama memburu roh-roh jahat.

Selama pertarungan, Yoseph terluka di 3 tempat, 2 dari gigitan ulat dan yanglain dari cakaran roh gadis muda. Semua luka itu berdarah. Saya dapat jelas melihat cakaran dan bekas gigitan yang ada di kedua punggung tangannya. Kami mencoba memain-mainkan luka Yosep, jadi dia tidak akan merasa jadi korban. KAmi semua mendorong dan mengatakan kepada dia bahwa itu adalah tanda mata kehormatan dari pertarungan.


Kang Hyun Ja:
Di pertengahan kebaktian,Haak Sung, YooKyung, Joo Eun, dan Yosep berteriak. "Pendeta! Mrs. Kang Hyung Ja! Ada banyak setan menyerang berkelompok-kelompok. Apa yang harus kami lakukan?” Pendeta memerintahkan, “Jangan kuatir! Kita memiliki Allah Tritunggal di sisi kita. Kalian semua pasti bisa mengalahkan mereka.” Anak-anak berteriak kegirangan. “Wow! Bagus! Setan-setan najis! Kalian semua mati hari ini!” Kemudian mereka semua lari ke seluruh ruangan bertarung dengan setan-setan itu.

Dengan mata fisik, kami hanya mampu melihat anak-anak beralrian dengan tangan terayun di udara. Tetapi dengan mata roh, kami mampu melihat apa yang sedang terjadi. Dalam saat kelemahan, saya berpikir, ‘Bagaimana kalau orang dari gereja lain melihat apa yang sedang terjadi? Bagaimana dengan tamu-tamu atau jemaat baru kami?’ Namun, itu tidak penting bagi saya sekarang ini. Selagi anak-anak berlarian mengejar setan-setan, saya tekun berdoa dalam bahasa roh dan menari dalam Roh. Kemudian tiba-tiba, saya merasakan tangan kanan saya penuh dengan kekuatan dan saya rasakan saya sedang mengukur sesuatu. Tangan saya bergerak memutar. Seperti putaran angin, gerakan memutar itu mulai meningkat dengan cepat dan berkuasa. ‘Apa? Apa yang sedang terjadi?’

Saya tidak sempat berpikir apa yang sedang terjadi. Tangan dan lengan saya memutar dengan cepat dan semakin cepat dengan tenaga yang lebih lagi. Tidak berhenti. Saya tidak dapat hanya duduk disana dan membiarkan itu terjadi. Saya bangun dan mulai berlari berkeliling. Tetapi tangan saya masih terus bergerak memutar. Saya memandang ke Sister Baek Bong Nyu, dia juga melakukan hal yang sama. Tiba-tiba, tangan saya dengan cepat menghantam sudut kursi. Dari sudut pandang kedagingan, saya tidak mengerti apa yang sedang saya lakukan.

Saya meminta anak-anak yang terbuka mata rohaninya. “Joo Eun, lihat tangan ibu. Mengapa tangan ini bergerak memutar? Mengapa tidak berhenti?” Dengan ekspresi kaget, dia menjawab, “Bu! Kau memegang satu setan ditanganmu! Teruskan mengayun setan itu sampai dapat dijatuhkan!” Sekalipun saya tidak bisa mengendalikan situasi ini dengan pikiran saya, saya mencoba mengayunnya dengan kuat. Kata Pendeta, “Ny. Kang Hyun Ja! Marilah ke altar dan teruslah mengayun." Saya berjalan menuju altar dan Pendeta berseru, "Api Kudus!" Tangan saya secara alami berhenti dan setan itu dikalahkan. Dia dibakar Api Kudus menjadi abu.

Hal itu amat sangat luarbiasa dan kejadian yang sangat besar. Saat saya memperhatikan, semua setan itu dikalahkan. Sekali lagi saya menyadari betapa berkuasa dan besar jika kemampuan rohani ada pada kita.


Kim Joo Eun:
* Ketika iblis-iblis itu menyentuh tubuh Pastor, mereka hancur menjadi debu
Setelah kebaktian malam, saat saya berdoa dalam bahasa roh, satu setan mendekati saya. Saya mengalahkannya dalam otoritas nama Yesus. Namun, banyak lagi kelompok iblis muncul, semuanya berwujud dalam gadis muda berpakaian putih. Saya kagum dengan begitu banyaknya, tak terhitung. Mereka berbaris berkelompok 4-5 dan berjajar menurut pangkatnya. Sekalipun mereka tampak sebagai gadis muda, wajah mereka tidak sama tetapi unik. Saya dikelilingi dan saya meraih satu iblis yang dekat dengan saya, memukul dan mencakarnya. Sekalipun mereka mencoba lari, saya dapat dengan mudah menangkap mereka dan mengayunnya seperti boneka kain. Kemudian saya bawa mereka ke Pendeta yang memiliki nyala api. Mereka membencinya dan sangat ketakutan. Saat saya bawa mereka ke Pendeta, mereka akan terbakar, hanya dengan menyentuh tubuhnya. Mereka akan menjerit dan berubah menjadi debu. Pendeta bahkan tidak tahu hal ini terjadi, dia hanya terus berdoa.

Selama pertempuran, saya menjadi sangat jengkel dan berpikir, ‘Hari ini, saya sangat ingin berdoa dan meminta Tuhan untuk mengunjungi sorga. Tetapi iblis-iblis ini mengganggu dan saya tidak bisa focus dan membuat permintaan. Saya tidak bisa mengunjungi sorga hari ini. Sangat kacau! Baiklah, jika saya tidak bisa mengunjungi sorga hari ini, saya akan melepaskan kemarahan saya kepada iblis-iblis!’ Saya mengalahkan mereka semua yang mendekat.

Secara roh, hari ini sangat sulit dengan bertemu ratusan roh jahat.Lama sesudah itu, Yesus muncul dan menuju altar tempat Pendeta berdoa. Pendeta belum benar-benar pulih dari luka yang disebabkan roh jahat beberapa hari yang lalu. Dia terus memimpin ibadah dan penyembahan, mengesampingkan sakitnya. Bahkan dalam doa, dia kesakitan dan sangat lemah. Yesus berdiri di sebelahnya dan dengan penuh perhatian mengusap kepalanya, punggung dan badannya dengan tanganNya, terutama ditempat-tempat yang terluka. Kapanpun Tuhan lihat Pendeta, Dia menjadi sangat lucu. Yesus senang berada bersama Pendeta. Bahkan Yesus menyanyikan lagu "Sekalipun terluka, kau masih tekun berdoa! Kau melakukan sangat baik! Bagus!" Tuhan sangat senang.

Saat saya melihat hal ini, sesaat saya tidak berjaga-jaga dan setan tak tampak memutar lengan kanan dan tangan saya. Dari ujung jari-jemari saya, energy dingin iblis dengan perlahan menyebar ke lengan saya. Spontan saya menekan lengan kanan saya untuk menghentikan energy dingin yang menyebar. Saya berteriak, "Aku perintahkan dalam nama Yesus, pergi dariku iblis kotor! Pergi!” Energi dingin setan itu mulai berkurang. Dan saat saya berdoa, saya menghantam-hantamkan tangan dan lengan kanan saya sampai kembali normal.

* Yoo Kyung gila-gilaan mengejar iblis-iblis
Iblis berwajah hitam dan 5 badan mendekat. Saya menangkap dan mengayunkannya dalam nama Yesus. Iblis lain berwujud laki-laki berpakaian putih muncul. Iblis ini sangat tinggi seakan-akan menyentuh langit. Saya mengayunkan dua iblis ini dan mulai berdoa dalam bahasa roh. Saat berdoa, iblis dengan tanduk tajam dikepalanya mengejek saya dengan duduk diatas piano. Iblis ini memiliki ekor panjang dan tampak menjijikkan. Saya mampu menangkap setan ini dan dia sangat terkejut. Dia mencoba lari dengan mengepakkan sayapnya yang seperti sayap kelelawar. Tetapi saya mampu menariknya ke tanah dan menginjak-injaknya. Saya membantainya tanpa ampun.

Saat saya memukul setan ini, Tuhan mendekat. "Oh! You Kyung, kau melakukan pekerjaan yang baik. Kamu mengalahkan setan. Aku berencana membawamu ke sorga dan menunjukkanmu sekitarnya ttapi engkau sibuk bertempur dengan setan. Bagaimana pikirmu?" Saya menjawab, "Yesus! Saya dapat pergi nanti. Saya harus mengalahkan semua setan sekarang!" Kata Tuhan, "baiklah, kalahkanlah setan-setan dan itu dan menanglah." Tuhan berdiri dan mengawasi saya. Setan-setan itu lebih ketakutan dan mencoba lari saat mereka melihat Yesus.

Yesus berjalan ke altar tempat Pendeta berdoa. Dia menyisir dan menepuk kepala Pendeta, terutama dibagian botak. Kemudian Tuhan pergi Yosep dan dengan lembut menyentuh kaki dan badannya. Yesus menyentuh tempat-tempat yang sakit. Saya tidak begitu senang melihat Yesus meninggalkan saya. Dengan keras saya berteriak, "Abba, Abba!"

Setelah Yesus pergi, satu iblis muncul di altar dan menuju arah saya. Saya jengkel dengan omongan kasarnya. Saya mencoba tidak menghiraukannya tetapi dia terus menggoda dan berbica kata-kata melecehkan. Emosi saya sedang diuji. Saya menjadi sangat marah. Saya menangkap dan mengayunkannya. Iblis itu mengeluh, "Aku pusing! Aku sangat pusing! Lepaskan aku!”

Saya melihat iblis yang memiliki mata di dalam matanya. Kedua mata yang terdalam mengawasi saya dengan tajam, dia sangat mengerikan. Dengan suara keras, saya berkata, , "beraninya kamu mengawasiku!" Saya menyentil mata iblis itu dengan jari saya. Karena dia memiliki beberapa mata didalam mata, jadi saya menyentilnya beberapa kali. "Ah! Mataku, mataku!" Iblis itu menjerit-jerit tetapi saya tidak lepaskan dia, saya terus mengayunkannya diudara berputar-putar. Dia berteriak, "biarkan aku sendiri! Biarkan aku sendiri! Jika kamu tidak melepaskanku, aku akan menggigitmu!" Karena dia mengancam, saya semakin mengayunkannya dengan cepat. Kemudian iblis itu menggigit tangan saya dengan seluruh kekuatannya.

Sekali dia berhasil menggigit saya, pegangan saya kendor dan saya melemparnya jauh. Yesus mendekat dan memuji saya. "Oh, Yoo Kyung Ku, engkau mengalahkan iblis-iblis dengan baik dan engkau sangat pandai!" Dengan lembut Dia memegang tangan saya dan terus mendorong saya. "Yoo Kyung! Aku melihat iblis lain mendekatimu. Kalahkanlah dia!" Tuhan berdiri dan melihat saya berperang dengan iblis.

Iblis berwujud kerangka muncul dan berteriak, "pergilah ke neraka bersamaku!" Saya menggelengkan kepala, "Tidak! Tidak!" Saya menangkapnya dan menghantamkannya ke lantai dengan kuat. Iblis itu menjerit dan menghilang. Yesus berdiri disebelah saya, bertepuk tangan dan berkata, "wow! Yoo Kyung Ku melakukan pekerjaan besar!Imanmu benar-benar bertumbuh besar!” Dia tinggal beberapa saat dengan saya dan Dia terus memuji dan memberikan semangat.

Yesus kembali ke sorga. Saya berdoa dalam bahasa roh sedikit lama. Saya pikir saya sudah berperang dan menang atas 50 setan hari ini.

*Transformasi Haak Sung oleh Urapan Roh Kudus
Jumlah iblis itu terus meningkat. Mereka menyerang kami berkelompok. Saya menarik mata mereka keluar, merobek mata mereka, memukul dan mengayun-ayunkan diudara. Karena saya hanya memiliki 2 tangan, saya tidak mampu bertahan menyerang mereka. Mereka terlalu banyak. Kekuatan saya melemah dan pikir, ‘seandainya saja saya memiliki Pedang Kudus, saya pasti dapat mengalahkan mereka ….’ Di pertengahan pertempuran, saya sering memikirkan hal ini. Saya harus lebih banyak berdoa untuk menerika kuasa Tuhan. Saya juga harus tekun membaca dan mempelajari FirmanNya. Jika saya melakukan semua ini, saya mampu menerima pedang dari Roh Kudus.

Saat bertarung dengan iblis hari ini, saya menyadari banyak hal. Semakin banyak saya mengalahkan mereka, semakin banyak lagi mereka muncul dan menyerang saya . Saya tidak tahu dimana mereka bersembunyi. Tidak hanya iblis-iblis baru yang muncul tetapi juga mereka yang dikalahkan baik oleh Joseph, Joo Eun, dan Yoo Kyung. Mereka sudah mengganggu kami selama waktu-waktu ibadah dan selama waktu doa. Kami benar-benar terpesona dengan jumlah iblis yang menyerang kami selama waktu doa.

Mereka seperti burung bangkai, melingkari korbannya. Jika waktunya berpesta,. Burung-burung itu akan memangsa korbannya. Serangan setan sama dengan ini, sekaligus dan yang tidak kelihatan akan muncul entah darimana. Yang selama ini bersembunyi menunggu waktu yang tepat. Saya juga mampu melihat Setan di neraka. Dia berteriak memberikan komando kepada bawahannya saat mereka bersama-sama menyerang. Hari ini, ada gelombang iblis menyerang atap dan tembok gereka. Ada begitu banyak dari mereka yang tidak tampak kecuali roh-roh jahat.

Saya berseru kepada Tuhan untuk meminta Api Kudus. "Allah Tritunggal! Tolong berikan saya Api Kudus! Api yang membakar roh-roh jahat itu!” Kemudian Tuhan memberikan saya bola api. Bola api itu dengan cepat masuk ke dada saya. Begitu Api Kudus ditempatkan dalam tubuh saya, roh-roh jahat itu mulai menghindar. Sebelum api itu masuk dalam tubuh saya, saya begitu cepat lelah tetapi setelah nayala api masuk, kekuatan saya diisi kembali. Saya mampu memburu dan mengalahkan roh-roh jahat. Setelah saya mengalahkans emua roh jahat, saya mengucap syukur kepada Tuhan. Saya sangat bersyukur untuk segala sesuatunya. Kemudian saya teringat hal-hari dimana saya menghancurkan hati Pendeta dan dengan pikiran ini, airmata mulai mengalir di pipi saya.

Selama ibadah, Pendeta menyebut "Sam" dan dengan cepat saya menjawab dengan Amin. Pendetalah memimpin ibadah yang berkuasa. Saya melihat jiwa dan roh saya dengan cepat bertumbuh dan berubah. Saya benar-benar orang yang berbeda sekarang dibandingkan 2 bulan yang lalu. Terlebih lagi, saya bangkit rohani dan mampu bernubuat, membedakan roh, berdoa bahasa roh, meraih pengetahuan, meraih hikmat dan memiliki iman yang lebih kuat. Ketika saya berbincang-bincang dengan Yesus, saya sering melihat tahta Bapa.

Sekalipun Roh Kudus adalah Roh, bagaimanapun saya mampu melihatNya dengan mata roh. Saya senang ke gereja, menyenangkan dan menarik hati. Saya senang dengan ibadah semalam-malaman. Sangat sulit bagi saya mengungkapkan sukacita yang saya alami ketika saya diinjili dan berdoa. Saya begitu senang. Ibadah itu mulai malam sampai pagi, biasanya sekitar jam 6 atau jam 7. Kami juga bersama-sama makan bola-bola nasi. Setelah kami makan pagi, kami akan terus berdoa sedikit lama sampai matahari mulai bersinar terang. Sekali reli doa itu selesai, Pendeta sekali lagi akan menyuruh kami pulan. Yesus akan menyertai kami pulang. Halleluya!


Sister Baek Bong Nyu:
*Penyiksaan Salib menunggu di neraka
Saat saya bertekun berdoa, Yesus muncul. Dengan cepat saya merasakan bahwa Dia akan membawa saya ke neraka lagi. Tampak seakan-akan Tuhan sedikit enggan untuk menghentikan perjalanan saya ini. Sebelum Tuhan bertanya, saya bertanya lebih dulu. "Yesus, mengapa engkau ragu-ragu? Saya tahu bahwa Engkau akan membawa saya ke neraka lagi, benar?" Tuhan memberikan saya ekspresi yang aneh. Namun, saya tidak dapat tidak mentaati Tuhan. "Yesus! Jika Engkau ingin menunjukkan keluarga saya dalam penyiksaan, saya akan mengikutiMu sampai ujung neraka. Saya hanya tidak ingin melihat orang tua saya disiksa." Tuhan memegang tangan saya dan tidak mengatakan sepatah katapun.

Seperti biasanya, sekali Tuhan memegang tangan saya, kami sudah berada di neraka. Kami mulai berjalan di jalan kecil. Dalam waktu singkat, bau bangkai mayat mulai memenuhi udara. Kami sampai di lapangan lebar terbuka. Ada banyak salib berjajar tanpa akhir. Semua salib itu ditanam dalam-dalam di tanah. Sudah banyak orang yang tergantung disalib-salib itu dan masih banyak lagi yang baru tiba dan menunggu dalam antrian untuk disalib. Ibu saya juga berada dalam rombongan yang menanti untuk dipaku. Dia berdiri di bawah salib kosong.

Makhluk besar mengerikan menjaga salib-salib itu. Ketika ibu saya berbalik, makhluk itu mengikat ibu saya ke salib dan bersiap-siap memakunya. Makhluk itu menoleh dan saat menoleh dia berkata kepada ibu saya, "Katakan pada putrimu untuk tidak pergi kegereka dan berhenti mempercayai Yesus saat ini juga. Sebaliknya, kamu akan benar-benar mati hari ini!" Ibu saya terlihat sangat ketakutan. Mahkluk itu melihat kearah saya dan berteriak,"Jika kamu berkata bahwa kamu berhenti mempercayai Yesus, Aku akan meluangkan ibumu dan tidak menyiksanya. Katakan! Katakan kamu berhenti untuk percaya!" Dia mencoba tawar menawar dengan saya. "Katakan sekarang! Bersumpahlah! Cepat!” Makhluk itu menuntut. Situasi sangat tegang dan menyakitkan syaraf. Makhluk itu berbadan manusia tetapi berkepala kuda. Sangat mengerikan, saya tidak melihat langsung ke matanya.

Makhluk berkepala kuda itu menarik pedang besar dan memerintahkan bawahannya. Bawahannya dengan cepat mematuhi dan bergerak. Makhluk itu kemudian menekan ibu saya."Cepat! Katakan pada putrimu! Sekarang! Neraka kacau karena putrimu. Gereja dimana putrimu hadir dan berdoa sepanjang malam. Kami terganggu. Manusia-manusia sebetelunya harus masuk ke neraka tetapi malah ke gereja dan kami sangat frustasi. Cepat! Perintahkan kepada putrimu sekarang! Pendetanya sedang menulis buku yang mengungkapkan identitas kami dan menyingkapkan neraka. Kami harus menghentikan dia. Sekarang, cepat perintahkan putrimu!"

Air mata ibu terus mengalir saat melihat saya. KArena Yesus berdiri di sebelah saya, ibu tidak bisa berkata apapun. Dia hanya menundukkan kepada dan terus menangis. Mahkluk itu berlari tidak sabar dan kemarahannya meledak. Ibu saya ditelanjangi dan digantung di salib. Mereka menggantungnya dengan erat dengan tali. Dalam waktu singkat adik dan keponakan saya juga ditarik dan ditelanjangi. Mereka juga disalib. Tanpa ragu, makhluk iblis itu mulai memaku mereka semua ke salib. Memaku saja tidak cukup, dia mulai mengiris-iris daging mereka. Daging mereka diiris-iris seperti fillet ikan.
Daging mereka diiris dari atas kepala sampai ke ujung jari kaki. Badan mereka dipotong dan diris-iris menurut tulang-tulang mereka. Daging keluarga saya dilemparkan ke panic minyak mendidih. Panci itu pans dengan nyala api yang sangat besar. Ibu, adik dan keponakan saya hanya memiliki mata dan telinga yang tertinggal pada kerangka mereka. Lainnya diiris-iris. Dengan wujud menyedihkan, mereka masih mampu berteriak. "Bong Nyu! Cepatlah pergi! Kami sudah katakana untuk tidak lagi kemari. Mengapa engkau terus datang? Apakah kamu tidak sedih melihat kami disiksa? Tolong jangan kembali!”
Saya berteriak balik, "ibu! Ibuku yang malang! Setelah 3 kali kunjungan lagi, saya tidak akan dapat kesini lagi sekalipun saya sangat menginginkannya. Kata Yesus setelah kunjungan yang ketiga kali, Dia tidak akan membawa saya lagi kesini. Hati saya hancur saat melihatmu disiksa! Makhluk itu menginterupsi dan berteriak sekali lagi dengan suara seperti guntur. "aku akan memintamu untuk terakhir kalinya! Ini adalah waktu yang terakhir! Katakan kepada putrimu untuk tidak mempercayai Yesus. 
Cepat! Paksa dia untuk berhenti berdoa dan ke gereja! Cepat!" Saat makhluk itu mengomel, saya berdiri berbicara atas nama ibu saya. "Kamu, iblis! Jika kamu mau ngomong, katakan ke saya. Mengapa kamu terus menakut-nakuti ibu saya! Jika aku dapat memegangmu, kamu mati!" Saat saya membalas mahkluk itu, dengan cepat dia berlari menuju ibu saya seperti peluru. Dia menguliti ibu saya, mengiris telinganya dan merobek matanya. Ibu menjerit kesakitan. “Tolong saya ! Tolong!” Saya tidak tahan melihat ibu saya kesakitan. Tidak ada kata-kata yang dapat menyatakan kejadian menyedihkan ini! Adik dan keponakan saya mengalami hal yang sama. Iblis itu melemparkan bagian tubuh yang tersisa ke minyak mendidih. Dari panci mendidih, saya dapat mendengar jeritan kesakitan keluarga saya.
Iblis itu tidak puas. Kali ini, dia memenuhi panci itu dengan serang dan menempatkannya tempat dibawah keluarga saya. Serangga-serangga itu dengan cepat melekat ke badan keluarga saya, menggigit dan menguyah, masuk ke tulang-tulang mereka. Keluarga saya berteriak dan menjerit. Tampaknya ibu seaya mengalami kesakitan yang lebih besar.
Ibu berteriak, "Iblis! Aku sudah mati! Mengapa kamu terus menyiksa orang yang mati? Iblis! Ambil serangga-serangga ini! Hentikan kesakitan ini! Tolong!" Sekalipun saya tahu ini tidak mungkin, saya masih meminta kepada Tuhan, "Yesus! Kapankah akhir dari siksaan mereka" saya meratap. Saat Yesus mengungkapkan perasaannya, Dia merasakan belas kasih. "Sekali kamu masuk neraka, seseorang tidak akan bisa melarikan diri atau memiliki kesempatan lain lagi dan dia akan terus disiksa berulang-ulang dan selamanya."
Saya membujuk Yesus, menangis. "Yesus! Ibu saya akan selamanya kesakitan di neraka. Bagaimana say abisa hidup bahagia di sorga? Saya tidak tahan lagi menyaksikan penderitaan ibu saya. Tolong ijinkan say amenggantikan tempat ibu saya sehingga dia dapat diselamatkan!" Tetapi Yesus dengan cepat memanggil para malaikatNya.
Saya hampir pingsan di neraka. Dengan perintah Tuhan, Malaikat Pemimpin Micahel dan beberapa malaikat lain datang dan membantu saya kembali ke Gereja Tuhan. Bahkan Yesus memanggil Musa dan memintanya untuk menghibur saya. Yesus dan Musa juga hancur hati. Mereka memeluk saya erat dan mengusap airmata saya dan menghibur saya. Saat Mereka melihat air mata saya yang terus mengalir, mereka berduka bersama saya.

==== DAY 24 ====
Kim Joseph:
(2 Timotius 3:1-5)
Saat berdoa dalam bahasa roh, saya meledak dengan airmata pertobatan. Saya sudah lama menunggu kesungguhan pertobatan saya dalam airmata.Tubuh saya menjadi seperti bola api, jadi ketika roh iblis berwujud ular muncul, saya menangkapnya dan mengayunkan di udara.

Lee Yoo Kyung:
Saat bertekun berdoa, roh iblis menjijikkan muncul dan terbang keatas saya. Dengan sayap kelelawar, dikepak-kepakkan didepan saya. Dia bermata katak, berhidung merah dan berlidah panjang. Saya terganggu dengan desisannya, jadi saya menangkap dan merobek sayap-sayapnya dan kemudian melemparkannya ke udara. Darah merah mengucur dari tempat yang terluka.

Pada waktu yang sama, ular gelap jelek mendekat. Yang paling saya takuti adalah ular, mereka adalah.makhluk menjijikkan. Saat dia mendekat, saya tidak mampu melakukan apapun kecuali berteriak, "Tuhan! Saya sangat takut! Ada ular disini!" Dengan cepat Yesus muncul, menangkap ular dan melemparkannya ke kejauhan.
Tuhan berkata, ""Yoo Kyung, kamu tidak apa-apa? Jangan takut!...marilah kita pergi ke sorga." Saya memegang tanganNya dan kami pergi ke sorga. Yesus meminta saya menyanyikan lagu-lagu pujian selama penerbangan kami melintasi galaksi. Kami memuji 'Praise Oh! My soul!' beberapa kali. Setelah mengunjungi sorga, kami kembali ke Gereja Tuhan dan meneruskan doa.
Kemudian Yesus mendekati Pendeta Kim, mendengarkan dengan seksama doa-doanya. Yesus mendengarkan cukup lama dan Dia menyentuh tempat-tempat dimana Pendeta merasakan sakit. Sakitnya itu sekujur punggung tempat dia digigit roh jahat. Kemudian Yesus mendekati Yoseph dan berseru, "bertobat! Lagi, lagi, lagi! Rataplah! Hanya dengan menjerit pintu sorga akan terbuka!" Hari ini Yosep begitu banyak meratap, dia mengalami air mata pertobatan.
Yesus kembali kepada saya dan beberapa malaikat muncul. Tuhan dengan tegas mengatakan, "Yoo Kyung, jangan sakit, teruslah sehat. Semangatlah!" Para malaikat itu bahkan berseru, "Yoo Kyung orang kudus! Jangan sakit!" Dengan ekspresi pasti, Tuhan dan saya mengepalkan tangan dan berkata, "Semangatlah!" Kemudian kami mengucapkan selamat tinggal.

Lee Haak Sung:
*Lapisan perlindungan yang disediakan para malaikat
Saat berdoa, banyak malaikat turun melewati pintu salib. Para malaikat itu mengelilingi saya dan meletakkan lapisan pelindung. Saya bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mengatakan bahwa mereka sedang mengelilingi saya dengan lapisan pelindung. Saat para malaikat itu menutupi saya dengan lapisan pelindung, nyala api kudus membakar saya. Saya melihat iblis yang berdiri diluar lapisan pelindung. Iblis itu memegang pisau dan mengingatkan saya akan Chucky di film horror. 

Dia mendekati salah satu malaikat yang sedang membuat lapisan pelindung. Iblis itu menusukkan pisaunya ke malaikat tetapi pisau itu meleleh dan tangannya terbakar. Kemudian saya melihat iblis lain mendekat. Dia tampak seperti pohon tua. Dengan pelan, dia mendekati saya dan mengulurkan tangannya menyentuh lapisan pelindung itu. Saat dia menyentuhnya, dia terbakar dan nyala api menghanguskan seluruh pohon. Pohon itu lari menjerit.
Para malaikat itu juga meletakkan lapisan pelindung disekitar diakones Shin yang sedang berdoa. Jumlah malaikat itu ada 200. Mereka semua berkerja meletakkan lapisan pelindung disekitar para jemaat gereja. Kemudian tampak iblis berwujud manusia kerbau diluar lapisan pelindung saya. Dia mendekat. Iblis itu mencoba memasuk lapisan pelindung teapi lapisan itu menjadi sangat panas seperti nyala api. Mereka menyerah. Kemudian iblis itu menuju diakones Shin. Untungnya, dia juga ditutupi dengan lapisan pelindung dan api. Iblis itu tidak mampu memasuki lapisan pelindung. Kemudian dia menuju ibu saya. Saat dia mendekat, dia terbakar dan lenyap.
Tiba-tiba, terang cemerlang turun dari sorga. Saya melihat malaikat yang luar biasa tinggi menuju gereja mengendarai kuda putih. Pemandangan itu membuat saya menahan nafas, jantung saya berdetak kencang. Kemudian malaikat itu menuju saya dan memperkenalkan diri. "Hallo! Aku adalah Malaikat Tertinggi Michael." Sinar terang malaikat lain mengikuti di belakang Michael. Dia adalah Malaikat Tertinggi Gabriel. Gabriel memegang panji besar dengan tiangnya. Mereka menjelaskan bahwa ketika Malaikat Tertinggi Michael mengalahkan iblis, Malaikat Tertinggi Gabriel akan mengayunkan panji kemenangan dibelakang Michael.
Kedua Malaikat Tertinggi Michael dan Gabriel mempunyai tinggi yang sama. Mereka berdiri dengan diam saat melihat pastor berdoa. Saya menyaksikan pemandangan yang luarbiasa, ternganga keheranan. Sangat sulit untuk mengenali jika saya bermimpi ataukah melihat sesuatu yang nyata.

Kim Joo Eun:
* Banyak iblis berlarian berkelompok tetapi iman kami semakin kuat
Terakhir kali saya berdoa, iblis berwujud bulan sabit muncul mengguling-guling menuju saya. Hari ini, iblis dalam wujud bulan sabit dengan mata berputar mendekati saya. Ketika iblis itu mendekat, saya mencabut matanya keluar dan melemparkannya. Saya memutar jari saya masuk kedalam rongga mata. Iblis itu meledak dengan darah yang berceceran disegala arah. Setelah itu, iblis berwujud gadis muda muncul dan memutar-mutar kepalanya seperti gasing. Saya menjambak rambutnya, menggoncangkannya beberapa kali dan melemparkannya jauh-jauh. Yesus mendekat dan memuji tindakan saya. "Muka bintik! Kerja bagus!"

Yesus melanjutkan, "Muka bintik, kamu sangat cantik hari ini! Siapa yang mengepang rambutmu?” Saya menjawab “Diakones Shin, Tuhan!” Tuhan memuji, “Benarkah? Dia melakukan pekerjaan yang baik!" karena Diakones Shin belum dibangunkan rohaninya, maka dia tidak tahu kalau Yesus ada di dekatnya. Banyak malaikat menyertaiNya. Saya selalu melihat malaikat-malaikat menyertai Yesus, tetapi kali ini ada lebih banyak lagi malaikat. Diantara malaikat-malaikat, beberapa diletakkan berpasang-pasangan duduk disebelah jemaat yang berdoa. Mereka menggunakan tangan mereka untuk membungkus bejana emas yang terbuka atasnya dan memenuhi bejana-bejanan itu dengan doa orang-orang kudus.
Sekali lagi, sekelompok iblis muncul di sudut ruangan dan mendekati kami. Saat mendekat, Sister Kyoo Yung menangkap iblis-iblis itu, mengayunkan mereka dan melemparkannya jauh-jauh. Saya juga menangkap beberapa iblis, mengayunkan mereka dan melemparkannya jauh-jauh. Brother Haak Sung dan Brother Joseph juga bertarung dengan iblis dengan menangkap, mengayunkan dan melemparkan mereka. Kami semua mengulangi taktik ini terus menerus.
Saya mampu mendengar suara tabrakan iblis saat mereka menghantam tembok dan tanah. Sangat gaduh. Karena reli doa hampir berakhir, kami melihat bahwa ada banyak lagi serangan terhadap kami. Namu, setiap serangan itu membuat iman kami semakin kuat dan kuat.

Sister Baek Bong Nyu:
* Pendeta Kim membuat Yesus tertawa
Saya menyaksikan dan mengalami banyak hal rohani. Dengan keistimewaan ini, saya juga harus menahan banyak kesakitan. Yesus mengejutka saya dengan membawa saya ke taman bunga di sorga. Dia mengijinkan saya menyegarkan diri dengan menyediakan kenikmatan di taman. Saya dapat menghabiskan waktu sebanyak mungkin di taman. Di taman, saya berguling-guling, melompat dan bermain seperti anak kecil dengan malaikat. Bunga-bunga di taman sangat luarbiasa dan indah tak terbayangkan. Bau haurmnya sangat berharga sehingga saya tidak akan pernah menukarnya dengan seluruh dunia. Karena badan saya lemah dan lelah, saya beristirahat dan berbaring setelah kembali ke Gereja Tuhan. Selama ibadah pagi, saat pastor berkhotbah sambil berjalan kesana kemari di altar, Tuhan, Yesus mengikuti dibelakangnya.

Pendeta kami sangat lucu, hanya memikirkannya saja saya tersenyum dan tertawa. Karena keingintahuan saya, saya mengajukan pertanyaan. "Pastor, apakah engkau selucu ini sebelum saya mulai masuk ke gereja?" Jawab Pastor, "gereja kami relative baru, tidak ada insiden yang saya pikir dapat membuat saya bahagia…Terlebih lagi, saya tidak memikirkan apapun yang lucu selama perjalanan kami, Saya selalu remuk hati. Saya merasa berat dan menyedihkan.” Jadi Tanya saya, "lalu bagaimana engkau menjadi berubah seperti ini?” Jawab pendeta, "Saya tidak tahu! Saya berubah selama reli doa! Saya tidak apa yang sedang terjadi. Jika engkau menanyakan bagaimana saya seperti ini dan siapa atau apa yang mempengaruhi saya? Saya akan katakana bahwa Tuhanlah yang menciptkan lingkungan penuh sukacita.”
Pendeta kami mempunyai talenta khusus meniru semua jenis orang. Nyatanya, tidak hanya orang, tapi dia juga bisa menirukan semua jenis hal yang berbeda termasuk binatang dan obyek mati. Yesus menirukan pendeta dan tertawa keras. Selama khotbah, dua malaikat mencatat setiap perkataan pendeta. Para malaikat duduk disebelah salib di altar menulis di buku yang sangat besar. Par amalaikat itu seharusnya menulis setiap perkataan pendeta, tetapi sekali waktu mereka akan mengintip pada gerak tubuh pendeta. Para malaikat itu akan tertawa keras sehingga mereka akan melewatkan beberapa kata. Ketika para malaikat itu melewatkan bebercapa kata, Tuhan akan mengomeli mereka, “Jangan lihat pendeta, hanya teruslah mencatat!"
Kapanpun Yesus tersenyum atau tertawa, semua malaikat akan turut dalam kebahagiaanNya. Namun saat Yesus berduka, para malaikat menjadi diam. Selama khotbah, pendeta memberikan saya pertanyaan. "Sister! Dimanakah Yesus sekarang?" Saya menjawab, "Dia ada tepat dibelakangmu!" Muka pendeta menjadi aneh dan berkata, "Oh, apa yang harus saya lakukan? Saya kentut dan berbau sangat tidak enak. Sangat sulit bagi siapapun untuk menahannya. Saya mohon ampun pada Tuhan karena Dia ada dibelakang saya, maka Dia akan mencium aroma gas itu. Apa yang harus saya lakukan?” Tuhan berbicara dan tertawa. "Karena Aku adalah roh, maka itu tidak relevan. Tidak apa-apa.” Dia menepuk kepala dan punggung pendeta.

Pendeta Kim Yong Doo:
Selama doa jemaat merasa kelelahan secara fisik. Tetapi mereka tidak mundur, terus berdoa dengan gigi gemerutukan. Ketika Tuhan melihat kami berdoa seperti ini, Dia sangat terkesan. Dia bekerja dan bermanifestasi. Saya sangat kesakitan. Sakit yang disebabkan serangan keras iblis. Tipe-tipe luka yang jarang disembuhkan. Sakit tanpa henti ini menyiksa saya. Menjadi sangat sulit untuk berdoa dengan tangan keatas dalam waktu yang lama. Namun sekalipun kesakitan, Roh Kudus akan menggerakkan tangan dan lengan saya dengan cara berbeda-beda. Pergerakan lengan dan tangan saya sangat indah.
Kedua tangan saya bergerak tetap. Kemudian bergerak sebaliknya. Tiba-tiba tangan saya mulai bergetar. Saya merasakan kepanasan. Kemudian saya melihat Yesus dengan jubah putih berjalan dari sisi ke sisi lain didepan saya. Wajah saya seperti terkena hembusan angin panas. Saya merasakan kuat kehadiranNya. Menyedihkan, mata rohani saya belum terbuka. Sepertinya Tuhan mengamati situasi dan reaksi kami. Dia sedang mengevaluasi kami.


==== DAY 25 ==== (Matius 16:13-19)
Kim Joo Eun:
*Muka bintik makan kue dari sorga
Selagi berdoa, saya bertarung dan mengalahkan iblis. Saat berdoa, mulut saya dipenuhi dengan sesuatu. Saya mulai mengunyahnya. Saya dapat mendengar bunyi kunyahan mulut saya. Saya tidak tahu apa yang saya kunyah atau makan. Saat mengecap makanan yang tidak saya kenal, saya berkata kepada diri saya sendiri. "Wow! Apakah ini? Sangat lezat! Bagaimana bisa sesuatu bisa sangat lezat seperti ini?" Saat saya ngomong sendiri, Tuhan muncul. Dia memanggil nama saya dan mulai berbicara.

"Muka bintik, apakah kamu mau mencoba ini?" Dengan rasa ingin tahu, saya memintanya, "Yesus, apakah ini?" Jawab Tuhan, “ini adalah crackers lezat yang Aku bawa khusus untukmu dari sorga. Katakan ah, bukalah mulutmu!" Saya membuka mulut dan Tuhan meletakkan sepotong cracker di mulut.
Begitu menyentuh mulut saya, cracker itu meleleh. Ada banyak cracker lezat di dunia tetapi yang Tuhan berikan ini dapat meniupkan ingatan saya. Cracker itu putih dan bundar, berukuran segigigtan dan sempurnan untuk saya memakannya sekaligus.
Saya berteriak dengan kagum, "wow! Yesus! Cracker ini sangat lezat! Dapatkah Engkau memberikannya sekali lagi?" Kata Tuhan, “tidak, kamu harus berhenti makan sekarang.” Dengan terkejut saya menjawab, “apakah itu?” Kata tuhan, “inilah makanan yang dimakan orang kudus di sorga. Aku tahu engkau akan menyukainya dan saat kamu mengunjungi sorga, Aku akan memberikannya lebih banyak lagi. Jadi tekunlah berdoa.” Dalam air mata saya meminta Tuhan, “Yesus, tolong bawa saya ke sorga!" Namun, Yesus sudah kembali ke sorga sebelum saya menyelesaikan permohonan saya. Saya hanya dapat melihat dan merasakan bekas keberangkatanNya. Saya merasakan hawa segar hangat seperti sinar cemerlang.
Ya, cracker sorgawi yang diberikan Yesus hanya tinggal kenangan. Saya tidak akan pernah melupakan rasanya yang luarbiasa. Mala mini adalah malam yang sangat diberkati, malam dimana saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Dari jauh, saya dengar Yesus berbicara dengan lembut, “Muka Bintik, secepatnya, Aku akan bawa engkau ke sorga, jadi jangan sedih. Selamat tinggal.” Kemudian Dia benar-benar pergi.
Setelah mendapatkan kembali kekuatan saya, saya mulai berdoa. Selagi berdoa, saya melihat iblis menuju kearah saya. Rombongan tengkorak dan tulang dari segala arah mulai mengerubungi saya. Saya mulai tertawa atas penampilan mereka. Iblis – iblis itu meledak kemarahannya. Saya berteriak, "kalian semua adalah tulang belulang, kalian tampak sangat lucu. Dalam nama Yesus, aku perintahkan kamu pergi sekarang!” Mereka lenyap.
Setelah berjam-jam berdoa sungguh-sungguh, sekelompok malaikat turun dari sorga dan memenuhi bejana emas mereka dengan doa-doa kami. Saat satu malaikat naik dengan bejana penuh, maka malaikat yang lain akan turun dengan bejana kosong untuk dipenuhi lagi. Para malikat itu terus menerus melakukan proses ini. Mereka bergerak cepat. Bejana itu tidak hanya penuh dengan doa-doa tetapi juga termasuk airmata dan intonasi suara kami. Itu semuanya dikirim ke sorga.

Lee Yoo Kyung:
*Merobek pakaian iblis
Saat saya berdoa, saya melihat iblis berwujud gadis muda berpakaian putih. Dengan cepat saya menjambak rambutnya, mengayunnya di udara sampai seluruh rambutnya rontok. Bahkan saya merobeknya, kemudian dia berganti wujud laki-laki telanjang. Saya dapat melihat seluruh figurnya dan dia mulai buang air besar dan mengencingi saya.

Saya sangat marah, saya cekik lehernya, "Iblis najis! Mengapa kamu mengencingiku?" Saya menampar wajahnya, "ampun! Tolong ampuni saya! Saya janji tidak akan pernah kemari lagi. " Saya terus menampar dan memukulinya, kemudian saya lemparkan dia kea rah Brother Haak Sung yang badannya seperti nyala api. Iblis itu hancur menjadi debu saat menabrak Brother Haak Sung.

Saat terus berdoa, iblis kedua muncul. Iblis ini memiliki 2 mat abesar di wajahnya. Sebagian wajahnya perempuan dan sebagian lagi adalah wajah laki-laki. Iblis ini mengingatkan saya akan beberapa film horror. Ketika dia berbicara, ada 2 nada suara. Suara laki-laki dan suara perempuan. Seperti biasanya saya akan menjambak rambutnya, mencabut semua rambutnya dan merobek pakaiannya. Iblis itu berdiri telanjang. 

Iblis itu berkata, "mengapa kamu menelanjangiku? Siapakah yang menelanjangiku?” Dengan yakin saya menjawab, “Aku. Aku yang melakukannya! Mengapa kamu bertanya? Kamu merasa diperkosa?” Iblis itu menangis dan membujuk, “tolong pakaikan kembali bajuku. Tolong cepat! Aku kedinginan. Tolong berikan aku pakaian!"

Iblis itu berdiri dan memperhatikan, saya menghancurkan pakaiannya dengan merobek-robeknya menjadi potongan kecil. Iblis it uterus mengeluh, "Siapa yang dapat menelanjangiku? Mengapa kamu menghancurkan pakaianku?" Iblis it uterus mengganggu saya. Saya jengkel dan berkata, "Kamu ngomong tidak masuk akal. Kamu mati!" Saya lemparkan dia ke lantai dan mulai memukulinya. Dia menangis, "Oh, tolong aku! Ini menyakitkan! Aku tahu aku dapat mengalahkanmu ttapi aku tidak mengerti mengapa kamu mampu menguasaiku. Aku takut!" Saya tidak ingin lagi mendengarkan keluahan iblis. Kemudian saya menghancurkan kaki-kakinya dan melemparkan jauh-jauh dan mendarat di sudut ruangan dan pecah. Sekali peperangan dimenangkan, Tuhan muncul dan mendekat.

*Yoo Kyung makan buah-buah sorgawi
Yesus mengenakan jubah bersinar saat Dia mendekati saya. Saat dekat, saya melihat Dia memegang sesuatu yang bundar. Kata Yesus, "Yoo Kyung! Cobalah ini, ini adalah buah dari sorga. Aku membawa ini sebagai upah karena engkau tekun berdoa. Terlebih lagi, kemampuanmu untuk mengalahkan iblis meningkat drastis. Buah ini sangat lezat. Cepat, cobalah!" Tuhan berbicara kepada saya dengan penuh perhatian dan saya sangat bahagia menanggapinya. Saya merasakan luarbiasa. "Tuhan, terima kasih banyak!" PErtama kali menggigit, saya berteriak kekaguman. Kemudian dengan cepat saya memakannya.

Kata Tuhan, "Yoo Kyung, marilah kita mengunjungi sorga." Tiba-tiba, saya mengenakan gaun bersayap. Kami masuk melewati sebuah pintu menuju langit. Saat kami terbang melintasi angkasa, kami tiba di sorga.
Saat tiba di sorga, saya bertemu Yeh Jee. Yeh Jee dan saya menari didepan Tuhan untuk waktu yang lama. Saya melihat ada piano emas didekat kami. Piano itu sangat besar. Saya memandangnya beberapa waktu, sangat menarik hati.

Selagi menari, saya melihat Allah Bapa bergoyang-goyang di tahtaNya. Dari tahta, Allah Bapa menunjukkan terang yang bersinar luarbiasa. Tuhan adalah terang. Saya tidak mampu melihatNya. Ada beberapa malaikat dan mereka terus menulis sesuatu kedalam buku yang ada di depan tahta. Allah Bapa sangat amat luarbiasa besar. Seseorang tidak bisa membayangkan ukuranNya. Bahkan jiwa seseorang memandang ke Allah Bapa, akan sangat mustahil karena terangnya. Terang itu sangat kuat untuk ditembus. Jubah Bapa sangat panjang dan mencapai ke pergelangan kakiNya. Saya hanya mampu melihat kakiNya.

Allah Bapa berbicara kepada saya dengan suara bergema, "Yoo Kyung, tidakkah luarbiasa disini? Jika kamu terus bertekun berdoa, Aku akan sering membawamu kesini. Karenanya, teruslah berdoa tanpa henti. Saya membungkuk dan menjawab, “Ya Tuan, Amin." Setelah itu, tanganNya yang besar muncul dari sinar dan menepuk kepala saya. Kemudian Yesus berkata, "Yoo Kyung, lihatlah Aku!" Ketika saya berbalik melihat Yesus, saya menjadi sangat sedih dan hati saya hancur. Hampir robek. Pada kedua pergelangan tanganNya, saya melihat tanda luka sangat besar karena dipaku. Saya juga melihat tanda di kakiNya. Tuhan meneruskan, “Saat Aku menumpahkan semua darahKu, Aku sudah mati bagimu. Pikirkanlah Aku selalu!”

Saya terus menerus meminta Tuhan menunjukkan rumah saya di sorga. “Saya ingin melihat rumahs aya di sorga!” Tuhan mengijinkan. “Baiklah, Aku akan tunjukkan rumahmu.” Rumah itu berlantai 12. Para malaikat sibuk membangun rumah saya. Saya meloncat-loncat seperti kelinci merasakan sukacita dan kemenangan. Saya mulai bernyanyi penuh sukacita. "Oh, Praise my soul." Saat saya menyanyi dan memuji, Tuhan berkata, "Yoo Kyung sayang, Aku ingin mengadakan perjamuan kawin denganmu.”

Yeh Jee mengikuti saya kemanapun saya pergi. “Sister! Yesus sangat penuh kasih! Dia memberikanku banyak makanan dan Dia juga memberikanku begitu banyak cinta. Saya begitu bahagia disini! Sisterm mari kita berjalan-jalan ke taman bunga. Tolong? Kemudian Yeh Jee dan saya pergi ke taman bunda dan menikmatinya. Kami berguling-guling diantara bunga. Kami menghabiskan banyak waktu di taman. Kemudian Tuhan berkata, “Yoo Kyung! Inilah waktu bagimu pergi. Ucapkan selamat tinggal pada Yeh Jee.” Kemudian Sister Yeh Jee berkata, “Sister, sehat terus dan kunjungi aku lagi." Kami berpelukan dan saya pergi.

Lee Haak Sung:
*Setelah dibungkus dengan darah Yesus, iblis tidak berani mendekat
Selagi berdoa, Roh Kudus terus meletakkan api dalam tubuh saya. Tubuh saya menjadi seperti bola api, panasnya tak tertanggungkan. Banyak tipe iblis berbeda yang mulai menyerang saya, tetapi ketika mereka menyentuh tubuh saya, mereka akan hangus dan menjadi abu. Semuanya meleleh.

Ketika seekor ular melingkari saya, saya menangkapnya dan menghancurkan kepalanya. Kemudian saya membentuknya menjadi tongkat kayu dan membakarnya. Iblis dengan rambut pendek, berbaju putih mencoba menyerang saya, tetapi saya menangkap dan membakarnya. Kemudian iblis lain mulai mendekati, tetapi mereka akan lari begitu Api Kudus menyala dari tubuh saya. Akhirnya saya mengerti mengapa iblis tidak bisa mendekati pendeta. Kapanpun dia berdoa, tubuhnya akan menjadi bola api, jadi mereka menghindarinya. Sangatlah menghibut melihat mereka menghindar dari pendeta.

Piano elektrik kami mulai menyanyikan lagu yang disebut 'Baptize by the Holy Spirit.' Jadi saya mulai menari dalam Roh dengan irama dan ritme. Saya juga bertarung dan mengalahkan iblis dalam tarian saya. Sangat menggembirakan. Yesus sangat senang dan Dia memuji saya, "Pekerjaan bagus boneka SamKu!" Kata-kata semangat dari Tuhan membuat saya merasa fantastis.

Kemudian piano elektrik memainkan 'Three nails' dan dengan cepat saya menangis bertobat. Saya mulai melihat Yesus saat Dia menghapus airmata dan menghibur saya dengan kata-kata hangat. Kemudian Dia mulai berjalan di antara jemaat gereja yang sedang berdoa dan menyentuh kepala mereka. Ketika sampai di Pendeta, Tuhan menyentuh kepalanya beberapa kali.
Dengan suara nyaring, Yesus memerintahkan malaikat-malaikat,"Malaikat! Bungkus dan tutup pintu masuk Gereja Tuhan dengan darahKu. Jangan biarkan iblis berparade di sepanjang gedung ini. Bungkus dan tutup dengan darahKu di udaranya." Para malaikat dengan cepat muncul dan melaksanakan perintah Tuhan dengan kecepatan luarbiasa. Awalnya, mereka meletakkan lapisan pelindung di pintu masuk dan atap. Di pintu masuk, pintu dan 2 pilar menerima lapisan pelindung. Diatas lapusan pelindung, par amalaikat mulai membungkus dan menutupnya dengan darah Tuhan. Sekali darah tu melindungi kami, saya melihat iblis bingung dan berkelahi satu sama lain mencoba masuk ke gereja. Dengan darah yang melindungi kami, tidak perduli berapa banyak iblis itu disana, tidak seorangpun dapat memasuki gereja. Jadi saya mampu menyelesaikan doa dalam damai sejahtera.

Sister Baek Bong Nyu:
* Dengan perlindungan Tuhan, saya tidak merasakan sakit selama penyiksaan di neraka
Selagi berdoa, Tuhan menampakkan diri dengan 2 malaikatnya. Mereka mengantar saya ke galaksi. Ketika tiba di tujuan, Tuhan memerintahkan para malaikat untuk pulang ke sorga. Kemudian Yesus berkata” Bong Nyu, marilah kita mengunjungi neraka.” Secepat Dia memegang tangan saya, kami sudah berada di neraka.

Kami mulai berjalan melewati jalan kecil dan sempit. Jalan itu begitu sempit sehingga saya merasa seperti berjalan di atas pematang sawah. Disetiap sisinya, say atidak dapat melihat dasarnya. Saya melihat dibawah jurang tak berakhir. Jika hilang keseimbangan, saya akan terjatuh. Saya dapat mendengar gema jeritan dan ratapan dari bawah. Orang-orang menjerit kesakitan. Bau di udara sangat menyengat dan tidak tertahankan. Saya dapat membau bangkai mayat dan daging terbakar. Asap gelap naik dan terus menerus naik. Sangat sulit bagi saya untuk tetap seimbang. Saya tidak dapat menceritakan jalan apa yang didepan saya lagi.

Saya pernah mengalami dipisahkan dari Tuhan ketika kami di neraka. Saya memahami bahwa itu dapat terjadi lagi. Saya memutuskan untuk memegang tanganNya erat dengan sekuat tenaga. Kami terus berjalan kedepan. Jalan sempit itu menjadi semakin sempit. Karena mencoba tetap seimbang dari jalan yang sangat semput, saya harus melepaskan pegangan ke tangan Tuhan. Tuhan akan terus berjalan maju dan saya mengikuti dibelakangNya sambil memegang keliman jubahNya. Dari kedua sisi jalan, saya terus mendengar jeritan minta tolong. “Tolong saya! Selamatkan saya! Panas!Tolong selamatkan saya!” Terdengar seperti jutaan suara menggema dari bawah. Jeritan itu begitu keras dan banyak sekali, saya merasa seperti jeritan itu tepat di telinga saya. 

Saya mulai merasakan seakan-akan seseorang sedang mengikuti saya dari belakang. Sayajuga merasakan seseorang yang memegang keliman baju saya. Kemudian saya merasakan orang-orang ada disekitar saya. Seketika saya menjadi gugup dan ketakutan. Saya memberanikan diri dan mencoba menaikkan semangat saya sendiri. “Hanya pandang Tuhan saja! Pikirkan Tuhan saja! Teruslah berjalan maju!” saya berpikir sendiri, hal yang paling menakutkan akan terjadi. Tuhan menghilang. Neraka itu gelap dan sangatlah tidak mungkin melihat segala sesuatu. Namun, saya mampu melihat sedikit terang, tetapi hanya satu detik.

Ketika saya melihat terang untuk sesaat, saya sadar bahwa itu adalah Tuhan sebelum Dia menghilang. Saya tidak lagi dapat melihatNya dimanapun juga. ‘Oh! Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana bisa saya kehilangan Yesus di neraka? Tuhan itu kejam. Dimanakah Dia? Mengapa Dia meninggalkan saya sendirian? Saya merasa sangat putus asa.’ “Yesus! Dimanakah Engkau? Tolong kembalilah! Tolong saya! Saya takut! Tuhan!” Tidak perduli betapa saya memanggilNya, Tuhan tidak ada dimanapun. Sekalipun saya ingin terus berjalan maju, saya tidak mampu menembus kegelapan.

Saya berdiri kaku dan tidak mampu melangkah. Saya tidak mempunyai rencana dan saya merasa tersesat. Kemudian tiba-tiba, saya merasakan sesuatu menggeliat-geliat disekitar kaki saya. Saya mencoba melihat apa yang mengganggu kaki saya. Saya melihat lebih dekat tetapi tidak bisa melihat dengan jelas, sangat kabur. Ketika saya melihatnya, saya hampir pingsan kaget. Ada 4 ular hitam melilit di kedua kaki saya dan merayap naik. Ketika bersama Yesus, kejadian-kejadian ini tidak pernah terjadi. Tetapi ketika saya kehilangan Tuhan, ular-ular ini meliliti saya.

Dengan cepat saya mengumpulkan akal sehat saya dan berseru” beraninya kami melilitiku?” Selagi berteriak pada ular-ular itu, saya menangkap tubuhnya dan melemparkannya jauh-jauh. Saya mulai bergerak maju lewat kegelapan. Saya bergerak perlahan seakan-akan saya meraba-raba dengan tangan dan kaki. KArena begitu perlahannya gerakan saya, ular-ular itu mampu menangkap saya kembali. Sekali mereka menangkap saya, mereka mulai meliliti tubuh saya. Sekali lagi saya memegang mereka dan melamparkannya jauh-jauh. Saya terus maju dan lagi-lagu ditangkap ular-ular. Saya lempar mereka kembali. Hal ini seakan-akan mimpi buruk yang terulang. Hal ganjilnya adalah ular-ular itu tidak menggigit saya. Terlebih lagi, mereka tidaklah sangat besar atau panjang. Mereka berukuran sedang dengan warna berbeda-beda.

Setelah bertarung dengan ular untuk beberapa waktu, saya mampu bergerak maju. Akhirnya saya mencapai suatu tempat, namun tempat itu penuh dengan tulang dan tengkorak. Tulang dan tengkorak itu ditumpuk tinggi seperti gunung. Mereka hidup dan bergerak. Tiba-tiba, saya merasakans eseorang meraih keliman baju saya. Saya berbalik melihat siapa atau apa yang meraih baju saya. Saya melihat tengkorak menggigit baju saya dan dia bertahan saat saya mencoba menjatuhkannya. Dia mulai berbicara kepada saya.

"Tolong bawa saya juga! Tolong!" Saat itu, saya teringat orang tua saya, adik, keponakan dan kakak ipar yang berada dalam penyiksaan. Saat teringat mereka, saya menjadi gusar dan mulai meledakkan kata-kata bodoh tanpa menyadarinya.

"Bahkan aku sendiri tidak bisa memperhatikan dirikus endiri sekarang, beraninya kamu mencengkeream bajuku! Aku sedang sibuk mencari jalan keluar dan terburu-buru! Buset! Pergi dari jalanku! Lepaskan bajuku!” Saat saya berteriak, saya menginjak-injak tengkorak dan menyebarkannya menjadi banyak kepingan. Kali ini, tulang sebuah tangan menjangkau dan mencengkeram baju saya. Saya mgnibaskannya tetapi dia bertahan. Ada banyak tulang dan tengkorak yang harus dihadapi. Saya tidak mampu mengalahkan mereka semua. Dengan keras saya berteriak, “Kalian tulang-tulang kotor! Tubuhku adalah nyala Api Kudus dan Allah Tritunggal hidup didalamku. Saat kalian menyentuhku, kalian akan terbakar dan menjadi debu dan abu! Jika kalian berani menyentuh, sentuhlah!” Tulang belulang dan tengkorak itu tidak lagi mendekat. Yang melekat dibaju saya hancur menjadi abu. Sekali tulang belulang itu berhenti mengganggu saya, saya mampu bergerak maju tanpa halangan.

Ketika Yesus menyertai saya di neraka, sangatlah mudah untuk bergerak. Tuhan adalah terang jadi Dia menyediakan terang. Berjalan tanpa Dia sekarang adalah sangat sulit dan membingungkan. Jalan yang meraba-raba sangatlah melelahkan. Saya menggunakan semua kekuatan mental untuk menembus kegelapan. Kelelahan tanpa pikir saya duduk. Sayap-sayap yang melekat pada baju saya rusak parah, sekarang saya tidak akan mampu lagi terbang.

Sekali lagi saya mengumpulkan pikiran dan kekuatan. Saya merangkak maju. Saya hampir tertidur, merasakan sangat lelah. Saya mengantuk sesaat dan ketika membuka mata, saya sudah berada didalam kurungan. Kurungan itu sangat berjejal dan hanya cukup untuk satu ruang. Sangatlah gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Ketika saya pikir sudah tidak memburuk, beberapa mahkluk mulai menarik tubuh dan rambut saya. Dia membuat suara meratap. Kemarahan saya meledak dan kata-kata bodoh keluar dari mulut saya. Saya mencoba untuk menemukan jalan keluar tetapi tidak ada harapan. Usaha saya sia-sia saja. Semakin saya bertahan, saya merasakan semakin banyak tanga dari segala arah menarik dan menggoncangkan tubuh saya. Tangan makluk entah apa mengganggu saya. Saya tidak mampu mengalahkan gangguan jadi saya menjadi semakin kasar.
"Aku akan memecahkan pergelangan tanganmu! Apakah kamu akan tetap memegang tanganmu? Jika kamu hidup dengan benar, engkau tidak akan berakhir disini. Kalian absurd!
Aku disini untuk mengalahkan raja neraka, Setan yang memerintah tempat ini. Setan, seseorang yang menipu dan membohongi banyak orang. Dia sudah menuntun mereka semua ke neraka! Aku akan mengalahkan raja iblis bagaimanapun juga! Dalam tubuhku, aku memiliki Nyala Api Kudus dengan Allah Tritunggal. Jika kamu menyentuhku, kalian semua mati! Terlebih lagi, aku dibungkus dengan darah Yesus, jadi siapapun yang menyentuh atau meraihku akan terbakar menjadi abu dan debu.” Setelah memperingatkan mereka, saya melangkah kebelakang ketakutan. Dalam sesaat saja, iblis berpangkat ke3 paling tinggi muncul. Saya pikir saya dapat menghadapinya. Dia memiliki 50 kepala dan kaki. Iblis ini menangkap kaki saya dan merobek baju saya. Saya telanjang.
Saya berteriak dengan sangat keras seperti guntur. "Kamu sudah memerintahkan untuk merobek bajuku dari raja-raja iblis. Lepaskan semua jika kamu berani! Tidak perduli berapa banyak kami merobek bajuku, aku tidak akan mengejapkan mata. Aku tidak takut padamu! Iblis! Aku punya Allah Tritunggal didalam ku dan Nyala Api Kudus. Kamu tidak bisa menakutiku. Aku tidak takut padamu! Betapapun keras kamu mencoba menakutiku, aku tidak akan bergerak. Aku memiliki satu hal melawanmu! Hatiku hancur melihat kenyataan bahwa orang tuaku disiksa di neraka. Raja iblis harus bertanggungjawab atas sakit yang harus ditanggung orangtuaku. Aku akan menemukannya dan akan membalas dendam. Kamu terlalu lelah menantangku, pergi dariku bodoh! Bawalah raja iblis! Cepat! Pergi!
Iblis itu balik berteriak marah. "Aku adalah yang harus kamu temui hari ini. Saudaraku, Setan, memerintahkanku untuk merobek bajumu dan mencabut bola matamu. Aku sudah memerintahkan mengirismu daging dari tulangmu. Dia juga memerintahkan untuk membiarkan serangga masuk dan makan dagingmu. Kamu akan merasakan kematian hari ini! hahahaha"
Saya menjawab ancamannya. "Apa? Kamu iblis tak berharga! Lakukan semaumu! Karena Tuhan hidup didalamku, aku tidak akan merasakan sakit sekalipun kamu mampu mengirisi dagingku dan mencabut mataku keluar! Lebih baik kamu berhati-hati karena aku memiliki Nyala Api Kudus di dalamku! Aku mengenalimu. Kamu sering datang ke gereja kami dan begitu sering mengganggu kami, Kamu sudah menghambat pendeta dari menulis buku, enar? Baik, lakukan semaumu!” Iblis itu memperlihat pisaunya yang berwarna gelap kebiruan. Terlihat sangat tajam. Dia mulai mengirisi daging saya seperti sushi. Saya tidak mengerjapkan mata ataupun merasakan sakit. “Oh, ini menyegarkan! Sangat enak! Irislah semua dagingku sesukamu! Aku tidak kuatir karena Allah Tritunggal melindungiku. Irislah lagi beberapa daging!” Saya terganggu dengan keyakinan iblis ini. Saya tidak merasakan sakit apapun juga, nyatanya saya merasakan segar. Saya dapat katakana bahwa Tuhan Maha Kuasa melindungi saya dan KuasaNya ada pada saya.

Ketika mata saya dicabut, saya tidak merasakan sakit apapun. Saya merasa seakan-akan seseorang menggaruk saya yang gatal. Saya merasakan segar. Saya berdiri tanpa daging, hanya kerangka. Iblis 50 kepala ini membawa seember penuh belatung dan menumpahkannya atas saya. Belatung itu mulai masuk tulang belulang saya dan mulai memakani sumsum saya. Mereka juga makan irisan daging saya.

Saat belatung-belatung itu masuk tulang belulang saya, saya tidak merasakan sakit karena berada dibwah perlindungan khusus Tuhan. Saya tekun ebrdoa dalam bahasa roh. Saat bdoa, saya melihat pemandangan yang mengerikan. Ribuan belatung disekujur kerangka saya. Mereka tidak berpengaruh tetapi yang mempengaruhi saya adalah siksaan ibu saya di neraka. Saya mulai hancur. Saya pendosa tidak berharga yang sekarang menjadi kerangka kering. Sekali lagi saya bersyukur kepada Tuhan karena Dia melindungi saya sekalipun iblis mencoba menyakiti dan menyiksa saya. Saya sama sekali tidak merasa sakit. Saat damai sejahtera berlangsung singkat. Sekali lagi saya menjadi sangat marah teringat keluarga saya berada dalam penyiksaan. Saya sangat membenci iblis.

* Mengkonfrontasi Setan, raja neraka
Kapanpun saya berpikir tentang orangtua saya, saya merasa seakan-akan darah dalam tubuh saya dipompa keluar. Saya hanya ingin menemukan Setan dan membalas siksa keluarga saya. Setanlah yang memerintahkan iblis-iblis menyiksa keluarga saya. Tetapi karena saya tidak bis amenemukan dia, saya sangat tertekan. Saya berteriak keseluruh penjuru menggunakan bahasa kasar untuk mendapatkan perhatiannya. Saya tidak bisa melihat wujudnya tetapi akhirnya saya mampu melihat matanya.
Ketika saya melihat Setan, raja neraka, kemarahan saya meledak. Biasanya, reaksi alami orang adalah gemetar ketakutan ketika melihat iblis, roh jahat atau mendengar suara Setan. Tetapi sejak saya berperang dengan iblis selama doa, saya menjadi kebal dari takut. Ketika melihatnya, saya sama sekali tidak bergerak bahkan tidak berkedip. Saya menantang dan berteriak kepada raja neraka.

"Hei, apakah kamu anjing, Setan? Raja neraka? Kamu @#%@#@!" Saya berbicara bahasa kasar padanya. Saya tidak berhenti tetapi terus berbicara menggunakan bahasa melecehkan doa. “KAmulah yang menyalibkan orangtuaku disalib di neraka, menyiksa mereka dan melemparkan mereka kedalam api. Kamu adalah yang menggoreng orangtuaku dengan melemparkan mereka dalam panci minyak mendidih, benarkan? Kamu perintahkan iblis-iblis di neraka untuk menarik banyak orang masuk neraka, benar? Kamu memalukan! Apakah kamu percaya diri dengan badanmu yang besar? Aku sudah menempuh semua jalan untuk menemuimu disini! Sekarang aku tidak akan meninggalkanmu dalam damai! Aku akan tinggalkan tempat ini ketika aku sudah membalikkan neraka. Tidakkah kamu memiliki yang lebih baik daripada menyiksa orang? Kamu bertanggungjawab untuk menciptaan kecelakaan dan ketidakberuntungan orang sehingga mereka mati dan masuk ke neraka. Kamu bertanggungjawab menarik banyak orang ke neraka! Kamu tidak lebih baik dari anjing!”
* Penampilan Setan

Inilah awal mula saya benar-benar mampu menyaksikan wujud Setan, raja neraka. Penampilan Setan diluar bayangan saya. Ketika pertama kali melihatnya, saya tahu dia menirukan seseorang. Dia meniru Allah Bapa. Ukuran Setan sangat besar. Saat saya mengangkat kepala, saya tidak mampu melihat wujud semuanya. Tingginya mencapai langit-langit neraka. Lebar badannnya sejauh kanan dan kiri neraka. Tahta Setan amat sangat besar dan diluar bayangan saya.

Setan memilik sayap dipunggungnya. Seperti sayap-sayap kelelawar dan bergerak perlahan. Saya melihat Setan untuk beberapa lama dengan menyender kebelakang. Tetapi leher saya mulai sakit, jadi saya berbaring didepannya. Ketika berbaring, saya mampu melihat seluruh figurnya. Sangat nyaman melihat Setan dalam sikap ini dan saya dapat melihat lebih baik. Saat berbaring didepannya, Setan tidak mengatakan sepatah katapun tetapi hanya mengawasi saya. Saya ingin mengganggunya jadi saya berbicara melecehkan dia.

"Iblis! Ada apa dengan wujud jelekmu? Aku tidak mengerti bagaimana kamu bisa berfungsi sebagai raja karena kamu terlihat sangat jelek. Lihatlah matamu! Matamu itu miring kekepalamu. Lihat padaku! Aku sangat nyaman berbaring disini.” Saya terus berbicara melecehkan dia tetapi tidak apa-apa, dia tidak bergerak seincipun bahkan sekejap mata.
Setan dapat merubah diri atau menyamar dalam bentuk apapun tetapi dia terus bertahan didepan saya, besar dan lebar. Dia terlihat sangat menjijikkan. Wajahnya terlihat seperti katak, merupakan puncak dari keburukan. Dia tampak seperti katak besar. Badannya sama seperti manusia, Rambutnya disekujur tubuh dan dia sangat gemuk. Tampaknya dia tidak ingin bergerak. Raja iblis ini tidak gemetar jadi saya menjerit dan berteriak kepadanya.

"Hei! Aku lebih besar dan lebih tinggi darimu! Kamu! Aku melayani Allah Tritunggal! Dia melindungiku! Aku menantangmu!” Akhirnya, Setan berbicara. “Kamu anak kecil, beraninya kamu datang kesini dan bermain-main bodoh!” Saya menyerang dia menunggu saat-saat ini. “Kamu tidak pernah melihatku sebelumnya! Beraninya kami berbicara tidak menghargai saya!” Saya mengganggunya sehingga matanya terbuka sangat lebar. Dari 2 matanya,bola mata berwarna merah hampir keluar.

Setan tertawa dan berkata, "Hei! Tidakkah lehermu sakit? Saya berteriak, “Mengapakah leherku sakit? Aku datang untuk menyerang dan mengalahkanmu! Leherku baik-baik saja. @#%$#! Kamu figure jelek bodoh. Kamu sangat gemuk bahkan tidak bica berbaring atau berdiri! Kamu percaya bahwa kamu itu sesuatu? Tubuhmu jelek dan seperti katak. Tubuhmu bahkan tidak proporsional. Jangan bodoh! Mari!”
Di luar, saya berteriak didalam, saya berdoa dalam bahasa roh dan meminta Allah Tritunggal untuk mengaruniakan kekuatan. Saya minta Api Kudus dari Roh Kudus. Saya memintanNya untuk memanaskan saya. Saat saya melecehkan Setan, dia terus menghina dan mendengus. Saya tidak menyerah. Saya terus membuat dia jengkel “Setan! Ayo makan dan telan aku! Jika kamu makan aku, aku dapat turun ke perutmu dan menyiksamu ribuan kali lebih banyak dari yang kamu lakukan pada orangtuaku. Aku dapat memotong-motongmu dari dalam! Aku akan mencabut lidahmu dan melemparkanmu kea pi neraka. Cepat! Turunlah!” Setan menanggapi, “Mengapa aku harus turun? Kamu yang naik keatas!” Saya menjadi sangat gila dan emosi saya meledak. Sekalipun saya tidak dapat melihat Yesus, saya mulai berdoa padaNya.

* Sister Baek, Bong Nyu menyerang Setan
"Yesus! Saya tidak dapat melihatMu sekarang tetapi saya percaya Engkau selalu ada bersama saya! Yesus! Saya ingin memukul Setan. Tapi dia terlalu tinggi dan besar bagi saya. Saya tidak mampu memukulnya! Tolong berikan saya tangga sehingga saya dapat naik ke puncak kepalanya dan menyerangnya!” Ketika saya berdoa, Tuhan mengubah saya kembali kedalam bentuk normal. Sekalipun tidak dapat melihat, saya mendengar Tuhan memerintah Malaikat Tertinggi Michael. Dengan perintah Tuhan, Malaikat Tertinggi Michael segera membawa tangga besar dan tinggi dari sorga. Tangga itu sangat besar sampai mencapai langit-langit neraka.
Dengan pertolongan Malaikat Tertinggi Michael, kami menempatkan tangga dipunggung Setan dan mulai menaiki tangga itu. Tangga itu sangat tinggi dan berbahaya. Saya tidak dapa tmelihat puncaknya tanpa bantuan Malaikat Tertinggi Michael. SAngat aneh Setan tidak menggerakkan ototnya sedikitpun saat kami naik tangga. Ketika mencapai puncaknya, saya melompat dari tangga dan mendarat dibahunya. Kemudian saya merobek kulitnya dengan kuku jari saya. Tetapi itu tidak ada reaksinya. Kulit punggung Setan itu keras seperti batu karang atau batu. Betapa sulit saya mencoba merobek kulitnya menggunakan jari saya, semuanya sia-sia. Saya berteriak dengan seluruh kekuatan saya dan terus mencakarnya. Saat berdoa dalam bahasa roh, saya berteriak, "Allah Tritunggal! Tolong berikan saya kekuatan! Berikan saya kuasa!” Kemudian saya terus mencakar dan akhirnya saya bisa membuat tanda cakaran.

Saay berkonsentrasi mencakar dan merobek, tetapi kulit Setan sangat tebal dan saya hanya mampu merobeknya sedikit. Saya pikir, ‘Mengapa ini sangat sulit?’ Dia sangat gemuk! Pasti dia sudah mencabut banyak orang!
Saat itu, hikmat atas saya dan saya menjerit kepada Roh Kudus. “Roh Kudus! Tolong berikan saya Pedang Kudus! Tolong berikanlah sekarang!” Saat saya menjerit, pedang besar emas berwarna warni turun. Ketika sudahd ekat, saya menjangkaunya dan menusuk punggung Setan. Saya terus menusuknya berulang-ulang, kemudian secara random menusuk di seluruh punggungnya dengan segenap kekuatan saya. Saat saya mengiris punggungnya, potongan-potongan kulitnya jatuh ke tanah.

Selanjutnya, saya naik ke atas kepala Setan dan tanpa ampun menusuk satu matanya. Setan memiliki mata didalam mata dan saya terus menusuknya tanpa akhir, berulang-ulang. Seperti proses yang tak pernah berakhir. Saya kembali ke punggungnya sekali lagi dan menghancurkan sayap-sayapnya. Raja iblis tidak bergerak dan tidak berpengaruh sampai saya menghancurkan sayap-sayapnya. Dia terlompat dari tahtanya dan menjerit kuat. Saya berteriak kepada raja iblis, “Iblis! Bukalah mulutmu! Aku akan masuk ke perutmu dan mengakhirimu! Aku akan memotong ususmu dan membakarnya!”

Hanya ketika saya akan menyerang Setan lagi, sebuah sinar terang tercurah dari atas. Tuhan menampakkan diri. Yesus memanggil nama saya dan berkata, “Bong Nyu, kau sudah melakukan hal luarbisa! Sekarang turunlah. Sudah cukup untuk hari ini. Mari kita pergi sekaran.” Saya bertahan, “Tuhan! Saya tidak ingin pergi! Saya ingin melepaskan kemarahan yang masih membakar saya. Saya memerlukan sedikit waktu. Bagaimana dengan orangtua saya? Mereka disiksa iblis. Saya tidak dapat pergi sekaran! Jika saya pergi sekarang, keluarga saya akan disiksa brutal lagi. Bagaimana saya pergi jika mengetahui hal ini? Saya tidak mungkin pergi sekarang!”
Kata Tuhan, “Bong Nyu! Apa yang kau lakukan hari ini sudah lebih dari cukup, ini bagus! Jika ini orang lain, maka dia akan gemetaran dan kaku ketakutan. Mereka sudah ditakuti Setan dan dia tidak akan mampu berhadapan dengannya. Tetapi karena engkau sudah berdoa dan meminta dalam keyakinan diri, Aku ada didalammu untuk membantu menyerang raja iblis. Aku yakin engkau sudah cukup melepaskannya. Marilah kita pergi! Bong Nyu, Aku sudah banyak membawa orang, tak terhitung untuk menyaksikan neraka tetapi tidak ada satupun yang berani untuk menyerang merobek dagingnya dan menusuk matanya! Engkau orang kudus yang tidak biasa! Sekarang sudah cukup. Marilah kita pergi! Raja neraka sudah terluka. !" Kemudian Tuhan dan saya pergi ke sorga dengan penjemputan dari Malaikat Tertinggi Michael.

* Sister Baek, Bong Nyu membasuh diri di mata air di sorga
Sekali di sorga, hati saya masih berat saat terpikir bahwa Setan akan melepaskan kemarahannya dan membalas dendam pada keluarga saya. Saay pikir, ‘Saya harus bertarung sampai akhit dan melemparkan iblis kea pi neraka. Baru kemudian saya akan puas.’ Kapanpun saya mengunjungi sorga, dimana-mana sangat indah. Sorga dan neraka sangat amat berlawanan. Tuhan membawakan saya sebuah menara tinggi, berdiri tinggi dan terbuat dari emas. Didalam menara itu mengalir air Kristal yang jernih. Dia membawa saya kedalam menara dan merawat saya. Dia terus memeluk dan membelai saya karena saya muram. Wajah saya mengekspresikannya, saya sedih. “Bong Nyu, Aku tahu kamu kesaktian, disiksa dan ketakutan jika kamu ke neraka. Tetapi tidakkah luarbiasa jika engkau berada di sorga?” Jawab saya, “Ya Tuhan!”

Tuhan melanjutkan, "Bong Nyu, engkau pasti kehabisan tenaga hari ini karena bertarung dengan raja iblis! Pergi dan basuhlah badanmu dengan bantuan Malaikat Tertinggi Michael dan Gabriel. Ketika engkau menusuk dan merobek badan Setan, cairan tubuhnya melekat pada tubuhmu. Jika engkau turun kebumi dengan kondisi eni, engkau akan membengkak dan mati karena racun! Dua malaikat ini akan membasuk racun dari tubuhmu dan membersihkanmu.” Selagi saya mandi, malaikat-malaiakt lain menunggu diluar menyiapkan jubah putih yang sangat lembut. Jubah itu mempunyai sayap.

Dengan bantuan malaikat-malaikat, saya membasuh tubuh saya di mata air Kristal yang sangat jernih. Air itu naik sampai ke pinggang Malaikat Tertinggi. Namun, air itu mencapai leher saya. Saya juga berenang didalam mata air itu. Saya pergi ke ruang ganti yang ada disebelahnya dan mengenakan jubah. PAda malaikat membantu saya kea wan. Saya sangat letih. Di langit-langit sorga ada sebuah lubang kecil. Awan-awan itu terbuat dari sana dan terus keluar dari sana. Benar-benar mengagumkan dan luar biasa.

* Terowongan Nyala Api Kudus
Kemudian Yesus membawa saya ke sebuah ruangan berterowongan panjang dimana merupakan tempat Nyala Api Kudus. Dia menunjukkan dari kejauhan. Kami tidak masuk ke terowongan itu. Sekalipun dari jauh, saya dapat merasakan panasnya. Sangat panas. Saya tidak mampu mendekat. Terowongan itu seperti tiada akhir, sangat panjang. Terowongan itu adalah area terbatas untuk jiwa-jiwa. Saya bertanya kepada Tuhan, “Dapatkah Engkau meletakkan saya di terowongan dan mengeluarkan saya dengan cepat?” Kemudian Tuhan menjelaskan.

"Jika seseorang memasuki terowongan itu, dia harus menyusurinya sampai ujung. Terowongan api ini sangat panas, merupakan tempat yang menakutkan. Seseorang tidak akan pernah kembali ke jalan dia masuk! Sekalipun Aku ingin engkau memasuki terowongan itu, namun kekuatan tubuh sudah lelah dan engkau tidak akan bisa menahannya saat ini. Terowongan ini adlaah tempat dimana seseorang dibaptis dengan nyala api. Tidak seorangpun yang bertahan dalam kondisi normal. Seseorang harus kuat fisiknya dan kuat menahan panas dan nyala api.
Sekali seseorang melewati terowongan ini dan dibaptis dengan Api Kudus, dia akan bermanifestasi dalam pekerjaan api yang penuh kuasa sebagai pekerjaan Tuhan. Terowongan ini sangat berkuasa. Seseorang tidak boleh memiliki hati yang lemah. Sebaliknya, dia akan menjadi subyek dari kegagalan hati. Karenanya, engkau harus berdoa lebih lagi dan merawat dirimu sendiri sampai pulih. Kemudian Aku akan ijinkan engkau memasukinya. Karena Pastor, Yong Doo yang menulis buku, Aku akan menempatkan dia di terowongan api pertama kali dan membaptisnya dengan nyala api. Tetapi dia juga kelelahan sekarang dan Aku akan menempatkannya saat dia benar-benar pulih. ORang berikutnya adalah Kang, Hyun Ja, yang kudus. Engkau akan menjadi orang ketiga. Pendeta harus masuk mengalaminya lebih dulu. Engkau dan Kang, Hyun Ja Kudus akan masuk dalam waktu bersamaan. Jangan egois tetapi bersabarlah sampai waktunya tiba.Semua jemaat kelelahan berdoa. Para malaikat dan Aku adalah roh dan kami tidak lelah. Kami bukanlah sibyek dari hati dan malam yang berurutan. TEtapi tubuh disikmu adalah alam fisik dan subyek dari keterbatasan. Roh/jiwamu keluar dari tubuhmu untuk mengalami semuanya ini. Tetapi sekali roh/jiwamu bersatu dengan tubuhmu, engkau akan mengalami kelelahan yang tertanggungkan.

Tuhan mengatakan bawah jika saya melewati terowongan Nyala Api Kudus, saya akan diberikan kekuatan dan kuasa baru dari api. Dengan informasi baru ini, saya meminta kepada Tuhan. Saya meminta untuk ditempatkan di terowongan. Tetapi Tuhan berkata bahwa saya perlu ijin Bapa. Dia berkata bahwa ini belum waktu saya.

Karena penasaran, saya bertanya lagi kepada Tuhan. "Tuhan! Engkau katakan terowongan ini sangat panjang dan seperti tidak ada akhir. Seberapa panjangnya?” Tuhan menjelaskan bahwa dalam alam bumi, itu seperti jarak dari kota Inchon ke kota Seoul. Saat orang masuk, orang harus masuk dan melewatinya sendirian. Saat orang masuk, dia tidak bisa kembali ke jalan masuk tadi. Mereka harus bergerak maju. Tuhan memerintahkan para malaikatnya untuk mengantar saya kembali ke gereja. Saya sangat kelelahan. Kemudian Tuhan pergi mengurus urusan lainnya .
Tampaknya sekitar 500 malaikat mengantarkan saya kembali ke gereja. Saya turun di gereja dengan mereka semua. Saat para malaikat itu mengantar saya, mereka menghibur saya dengan kata-kata penuh semangat. "Bong Nyu orang Kudus! Sekalipun engkau tidak selesai dengan SEtan, namun engkau sudah memotong, merobek dan menusuknya dengan Pedang. Kau melakukan hal yang luarbiasa! Sekarang, atasilah kesedihanmu dan bergiranglah!” Kemudian kami mengucapkan selamat tinggal dan tersenyum satu sama lain.

==== DAY 26 ==== (Markus 9:23-24)
Lee Haak Sung :
Saat mulai berdoa, iblis dengan wujud kaki delapan muncul. Dia maju menyerang saya. Seperti bunglon, iblis ini berubah-ubah warnanya. Dia berubah dari hijau, ke abu-abu, ke merah dan seterusnya. Ketika dia maju, saya mengulurkan tangan untuk berhadapan. Saya mencoba mencabut matanya dengan jati tetapi iblis ini menghindar dan saya menusuk lubang hidung iblis ini.

Iblis ini berubah bentuk menjadi dinosaurus. Dia memiliki satu mata dengan benjolan disekujur tubuhnya. Benjolan-benjolan itu seperti tanduk mini. Dia memiliki ekor yang menantang, sangat panjang dan kuat. Saya percaya jika itu diayunkan ke arah saya, seketika saya mati. Dia terlihat sangat menakutkan. Saya berteriak dan menjulurkan tangan saya, “Api Kudus!” Kemudian dari tangan saya keluar bola api dan saya melemparkannya ke arah dinosaurus, dan dia jatuh. Dari tanah, dinosaurus itu mengerang dan menunjukkan gigi-giginya yang seperti buaya dan tiba-tiba apa yang terlihat seperti lintah – lintah merayap keluar dari tubuhnya.

*Lee Haak Sung makan anggur sorgawi
Yesus menampakkan diri dan meminta kepada saya, "Haak Sung, mailah kita ke sorga." Saya menjawab dengan bertanya, "Yesus, dapatkan diakones Shin pergi bersama kita?” Tuhan menjawab bahwa Dia hanya mengijinkan satu orang untuk mengunjungi sorga setiap kalinya. Saya meminta, “lalu dapatkah Engkau membawa diakones Shin lebih dulu?” Tuhan menolak permintaan saya. “Doa diakones Shin belum cukup kuat. Karenanya, Aku belum bisa membawanya.” Dan hasilnya , Tuhan dan saya mengunjungi sorga.

Ketika tiba di sorga, Tuhan menjawab, "Karena anakKu Haak Sung sedang berada di sorga, Aku ingin memberikanmu sesuatu yang lezat.” Tuhan membawa beberapa buah yang terlihat seperti anggur. Saya menerima buah-buah itu dan memakannya. Rasanya sangat luar biasa! Sangatlah mustahil untuk dibandingkan dengan buah-buah dari bumi.

Tuhan membawa saya ke tahta Bapa. Sangatlah mustahil membayangkan Allah Bapa. Dia sangat Maha Kuasa dan Luarbiasa. Dia tampak seperti sedang duduk dalam beberapa jenis kursi. Karena sinar terang menyilaukan dari atas, saya tidak mampu mengangkat kepala saya. Saat menguntungkan, saya pikir saya melihat Allah Bapa. Dia ditutupi dengan awan-awan tebal atau seperti kabut. Namun, saya mampu melihat kaki Bapa jelas. Allah Bapa mempunyai sebuah meja didepanNya dimana terletak beberapa buku besar. Sinar emas terang keluar dari buku-buku itu. Saat berdiri di depan Allah Bapa, sekelompok malaikat membawa saya ke lautan Kristal sorga. Saya berenang dalam waktu lama dan kemudian kembali ke Gereja Tuhan.

*Seluruh tubuh Yesus tertutup dengan darah
Setelah kembali ke gereja, saya segera mulai berdoa. Dalam doa saya, peristiwa penderitaan Yesus muncul didepan saya. Dalam peristiwa itu, Yesus berjalan memikul salib. Saat Dia berjalan, Dia diacmbuk dengan cemeti. Peristiwa itu sngat nyata. Tuhan terus berjalan naik keatas bukut dengan memanggul salib di punggungNya. Menaiki bukit dengan membawa salib membutuhkan banyak kekuatan, tetapi Tuhan sangat lemah. Saya melihatNya jatuh beberapa kali.
Prajurit dengan helm bulu mencambuk Yesus yang sudah jatuh ketanah. Saya merentangkan tangan untuk meraih cemeti itu dan menghentikannya tetapi itu sia-sia. Saya tidak bisa menjangkaunya, tangan saya menembus cemeti itu. Mereka menempatkan Yesus di salib dan mulai memaku paku –paku besar kedalam kaki dan tangannya. Sekali mereka memakuNya, darah tidak berhenti mengalir. Tanda luka mahkota duri masuk ke dalam kepalaNya. Seluruh tubuNya tertutup dengan darah.
Yesus ditusuk, disakiti dan mati lebih menghebohkan dari yang kita dapat bayangkan atau kita lihat di film. Peristiwa penderitaan Yesus sangat tidak tertanggungkan sekalipun hanya melihatnya. Saya menangis tersedu-sedu. Kemudian Tuhan mendekat dan menghibur saya. Dia mengusap airmata saya. “Haak Sung, jangan menangis.” Setelah Yesus pergi, gerombolan iblis mendekat. Saya bertarung dan mengalahkan iblis-iblis ini dan menyelesaikan doa-doa saya.

Kim Joo Eun:
*Iblis yang penuh dengan serangga dan kelabang
Selama doa, semua jenis iblis yang aneh dan tidak biasa muncul. Salah satu iblis itu memiliki tahi lalat hitan disudut setiap matanya dan kemudian dia berwujud laki-laki dengan baju putih. Matanya seperti mata katak dan menatap tajam kearah saya. Dahinya penuh dengan keriput. Mengingatkan saya pada cacing-cacing krisalis. Wajahnya pucat seperti larva dan kelabang-kelabang kecil keluar dari tubuh dan wajahnya. Gerombolan serangga merayap diwajahnya.
Saya ingin menangkapnya, tetapi penampilannya yang menjijikkan dan mengerikan mencegah saya. Saya hanya mencekik tenggorokan dan menggoncangkannya. Namun, saat saya menggoncangkannya, saya hampir pingsan. “Serangga-serangga itu melekat di tangan saya!” Saya menjerit kuat, saya lemparkan iblis itu ke Sister Baek Bong Nyu. KEmudian iblis itu berubah menjadi abu saat sampai pada Sister Baek Bong Nyu, karena dia dibungkus dengan Api Kudus.

Setelah itu, seekor ular besar mulai merayap dan melingkar didekat saya. Penampilannya yang menjijikkan memaksa saya untuk menangkap ekornya dan kemudian mengayunkannya ke udara beberapa kali, kemudian melemparkannya kearah Mrs. Kang Hyun Ja. Dia sedang menari dalam roh. Saat ular itu menuju kearah Mrs. Kang Hyun Ja, dia membuka mulut mau menggigit. Tetapi saat dia membuka mulut, sebuah nyala api keluar dan Mrs. Kang Hyun Ja dan menuju ke mulut ular itu. Dengan cepat dia menghindar dan berpindah ke Sister Baek Bong Nyu. Untungnya, sister Baek Bong Nyu juga memiliki nyala Api Kudus. Kemudian ular itu mengubah arah dan menyerang Brother Haak Sung. Dia mencapai Brother Haak Sung dan melilit di badannya.

Kemudian tiba-tiba, kejadian tidak diharapkan terjadi. Ular itu berbicara, “Ini diluar kekuatanmu! Haak Sung, anak nakal, kapan kamu menjadi kuat? Sangat sulit bagiku untuk melilitimu.” Saat dia mengeluh, dia merayap kea rah sister Yoo Kyung. TEtapi sister Yoo Kyung memukul kepala ular dan mencoba memenggalnya. Kemudian ular itu merayap kearah saya. Sekali lagi kembali kesaya. Saya berteriak, “Kamu iblis menjijikkan! Mengapa kamu terus mengganggu jemaat?” Saya menggunakan tangan saya seakan-akan sebuah pedang dan memenggalnya. Ular itu terpotong dengan menjerit. Pengalaman ini luar biasa.

Saya menguliti dan mencincangnya, seperti sayuran. Saya tempatkan didalam batang kayu dan mulai memanggangnya. Ular iblis menjerit saat menghilang, “Tubuhku, tubuhku.” Say ajuga memanggang mata ulat dengan menusuknya ke ujung batanga kayu. Hal aneh terjadi yaitu saat saya membutuhkan pisau, pisau itu muncul didekat saya. Saat saya membutuhkan api, api itu juga ada disebelah saya. Nyatanya, apapun yang saya pikirkan atau inginkan, Tuhan berikan.

Setelah itu, saya kembali fokus berdoa. Selama doa saya, iblis berwujud gadis muda kembali muncul. Kali ini, rambutnya ikal, matanya lebih bersinar dan dia terbang melewati kami. Saya sangat terkejut sehingga saya memanggil Tuhan. "Yesus! Iblis itu datang kembali! Tuhan ! Tolong saya!” Ketika saya berteriak, gadis muda itu balik berteriak. “Oh, tutup mulutmu! Kamu rebut! Betina tidak sopan!” Saya membalasnya, “apa? Aku tidak sopan? Kamu katakan aku tidak sopan? Kamu betina!” Saya meledak dengan kata-kata bodoh.

Iblis itu menjawab, “Oh! Lihat anak nakal ini. Kamu menggunakan kata bodoh lebh dari aku.” Dia berkacak pinggang dan berpose. “Hei! Kamu serius? Bagaimana kalau kamu bersikap seperti ini?” Iblis itu terkejut dengan perbuatan saya. Saya berlari menuju dia dan menjambak rambutnya. Saya memutar-mutarnya menuju piano. 

Dengan marah saya berkata, "Apa? Mengapa tidak? Saya dapat bersikap lebih dari kamu" Setelah mengalahkan iblis dan Yesus muncul berjubah putih. “Muka bintih, bagaimana keadaanmu?” Saya menjawab, “Yesus! Mengapa Engkau bara datang sekarang? Tidakkah Kau tahu kalau aku merindukanMu?” Kata Tuhan, “Baiklah muka bintih! Maafkan Aku. Apakah Aku sedikit terlambat? Sekarang, Aku disini, marilah kita berjalan-jalan.” Yesus menepuk tubuh saya dan kepala dan mengusapnya, rambutnya saya bergerak perlahan. Rasa sentuhanNya luar biasa.

Karena Saya begitu mengasihi Yesus, saya membenamkan kepala saya dilututNya. Dia akan mengusap kepala saya dan wajah saya di lututNya. Saat mengusap, saya bergumam, “Yesus! lututMu begitu lembut dan nyaman! Bagaimana jubahMu terasa begitu sangat halus dan lembut? Sangat enak disentuh.” Jawab Tuhan, “Benarkah? Ketika engkau masuh sorga, engkau akan mengenakan jenis jubah ini sebanyak kau mau.”

*Joo Eun makan buah-buahan sorga

Hari ini, Yesus tidak berkunjung dengan tangan kosong. Dia membawakan saya beberapa buah-buahan. Saat memberikannya kepada saya , Dia berkata, “Muka Bintih, cobalah ini.” “Yesus, apakah ini?” tanaya saya. Jawab Tuhan, “ini adalah buah-buahan dari sorga yang dimakan orang-orang kudus. Cobnalah ini, buah ini sangat lezat.” Saya menggigitnya sedikit. “Wow! Yesus! Jenis buah apa yang dapat begitu enak ini? Sangat luar biasa.”

Buah-buah sorgawi berukuran seperti aple di bumi. Warnanya putih dan terasa asam. Saat buah itu masuk kemulut saya, buah itu langsung meleleh, Sangat enak sehingga tidak bisa dibandingkan dengan buah-buahan di bumi. Karena saya sudah merasakan buah dari sorga, buah-buahan di bumi sangat tidak bisa dibandingkan.

Tuhan tersenyum saat Dia mengawasi saya makan. Segera saya makan buah itu. Tanya Yesus, “Muka bintik, tidakkah ini sangat enak?” Dengan kegirangan, saya menjawab, “Tuhan! Mengapa buah-buahan dan crackers di sorga begitu lezat? Sangat tidak mungkin dibandingkan dengan yang ada di bumi.” Tanya Tuhan, “Benarkah? Apakah kau mau Aku membawakanmu buah sorgawi setiap hari?” Dengan cepat saya menjawab, “Ya! Tolong bawakan setiap hari! Dapatkah Engkau juga membawakannya untuk setiap jemaat?”

*Kunjungan Joo Eun ke neraka
Tuhan tiba-tiba muncul dan membawa saya ke neraka tanpa kata-kata. Ketika sampai di neraka, kami berdiri di tengah kegelapan dimana ada kursi besar. Kursi itu ditutupi dan dihiasi dengan tengkorak dan mahkluk berambut panjang duduk diatasnya. Dia adalah tengkorak yang terlihat sangat mengerikan, serangga kecil-kecil bergerak di wajahnya. Ketika melihat lebih seksama, serangga-serangga itu seperti ulat dan belatung yang bergerak dari wajahnya, ke tubuhnya dan ke kursi.

Saya berteriak, "Tuhan, ini menjijikkan!", dan Yesus memberikan saya sebuah kapak. Saya pegang kapak itu dan berjalan menuju makluk kerangka itu. Setelah cukup dekat, saya hantam kerangka itu. Dia dan seluruh serangga itu terbakar. Saya kira Tuhan ingin saya menghancurkan mahkluk itu. Tuhan menyoraki saya dan menguatkan. "Muka bintik, karena imanmu bertumbuh kuat, sekarang engkau mampu mengalahkan iblis-iblis. Milikilah selalu iman dan jadilah percaya diri." Tiba-tiba, saya sudah berada di dalam gereja.

Selagi saya berdoa, iblis berkaki dua muncul. Ketika mendekat, terdengar desisand ari lidahnya yang panjang. Saya meraih lidah itu dan melemparkannya ke sudut ruang. Saat dia menabrak dinding, dia berteriak kesakitan. "Ouch! sakit!" Setelah pulih, dia melompat kembali dan menunju kearah brother Joseph. 

Dia mulai menjilati wajah Yoseph dengan lidahnya yang menjijikkan. "Oh! Lezatnya! Sangat enak!!" Saya tidak tahu apakah Brother Joseph menyadari apa yang sedang terjadi. Yoseph terus berdoa dengan tekun, ketika tiba-tiba dia berteriak, "Darah Yesus! Darah Yesus!" Dia belum dibukakan rohaninya jadi sangat sulit baginya untuk mengetahui ketika iblis mengganggunya. Saat dia menyebut darah Tuhan, darah itu mulai mengalir dari mulutnya. Darah itu cepat meleleh kedalam lidah iblis dan mengubahnya menjadi pucat kebiruan dan dia ketakutan. Dengan melarikan diri, dia berteriak, "Darah apakah itu?"


Lee Yoo Kyung: 
*Yoo Kyung berperang dengan segala jenis iblis
Di tengah-tengah doa, satu iblis dengan wujud kadal muncul dan mendesis. Saya ketakutan dan dengan cepat mencekik lehernya, dan melemparkannya ke Brother Haak Sung. Haak Sung menangkapnya dan melemparkannya jauh, tetapi dia pulih dan kembali kepada saya. Jadi saya meraihnya kembali dan melemparkannya jauh-jauh sambil berteriak "Roh iblis! Dalam nama Yesus Kristus, pergi! " Kemudian dia menghilang.

Tetaapi setelah kadal itu pergi, roh iblis berwujud gadis muda muncul. Separo wajahnya berwana putih dan separohnya lagi hitam. Dia mencoba mengganggu saya dengan mencakar-cakar papan tulis dengan kukunya. Saya berteriak, , "Aku tidak ingin mendengar suara itu! Roh iblis, dalam nama Yesus, pergi!" Namun, dia tidak pergi dan semakin mengganggu saya. Saya begitu jengkel sehingga berlari menuju dia dan menjambak rambutnya, kemudian melemparkan dia ke tanah. Begitu menghantam tanah, dia menghilang.

Dalam doa, saya mulai menangis ketika teringat Yesus. TEtapi hari ini, Dia tidak cepat datang dan roh iblis gadis kecil muncul, mengejek saya. "Hey! Apakah kamu menangis? Mengapa kamu menangis? Apakah kamu menangis karena YEsus tidak datang? Kamu menjadi begitu muram." Dia terus menjengkelkan saya, "apa kamu mau bertarung denganku?" Dia balik berteriak, "ayo. Majulah dulu," dan kemudian dia mengubah menjadi laki-laki gemuk pendek berambut cepak.

Dengan keras saya berteriak, "Darah Yesus! Darah Yesus" dia menttertawai saya, "apa? Darah Yesus? Majulah, darah!" Saya menjadi begitu marah sehingga saya memanggil Allah Tritunggal berulang-ulang. Iblis itu berkata, "Siapakah Tritunggal? Dimanakah Tritunggal? Jangan memanggil namanya, itu membuatku takut!" Dengan suara lebih keras, saya berteriak, “Allah Tritunggal! Tolong saya!" Roh itu balik berteriak, "Aku katakan itu menakutkanku. Jangan memanggil namanya! Mengapa kamu terus memanggil Tuhan?" Dengan cepat wajahnya menceng. Entah darimana sebuah bola api muncul dan menghantam ekornya. Dia berlarikan kedepan dan belakang dengan berteriak dan dengan cepat yang menanggap kakinya, melemparkannya jauh.

Sesaat kemudian, roh iblis sangat besar bermata satu muncul. Ribuan cacing bergerak di daerah bekas luka. Ketika mendekat, dia berkata berulang-ulang, "Aku harus menarikmu ke neraka!" Sebuah kenyataan yang menyedihkan bahwa dia tidak bisa membawa saya kesana. Saya berteriak "Allah Tritunggal! Tolong saya!" dan dia melarikan diri ke tempat Pendeta berdoa.

Saat dekat, Pendeta berteriak, "yang ini berdoa setiap hari! Mengapa kamu begitu banyak berdoa?" Kemudian dia beralih ke isteri pendeta dan berkata, "Yang ini juga selalu berdoa! Hei! Berhenti berdoa! Tidak baik. Sama sekali tidak menyenangkan!" Kemudian dia kembali kepada saya dan menginterupsi, "Hei, berdoa itu hal yang buruk! Jangan berdoa!" Saya meledak, "akulah yang berdoa! Mengapa kamu terus mengganggu doaku?" Roh iblis itu tertawa dan mengejek. "Jenis doa apa? Apakah kau sebut itu doa? Marilah kita bermain!" Saya berlari menuju kearahnya. Dengan menyentuh wajahnya, saya berteriak, "Darah Yesus! Darah Yesus!" Roh iblis mulai membujuk dan mengeluh. "Panas! Lepaskan aku! Lepaskanlah! Tolong lepaskan aku!" Saya melemparkan roh iblis itu jauh-jauh.

Kemudian roh iblis lain muncul, dia memiliki tanduk besar dengan mata dan telinga yang besar. Saya robek telinganya dan mencabut matanya keluar. Kemudian saya potong tanduknya dan menangkap kakinya. Namun, dia kembali muncul dan melekat pada saya. Saya begitu jengkel sehingga mulai berbicara menghina. Tiba-tiba saya rasakan seseorang menarik baju saya. Saya pikir itu Yesus dan dengan sukacita saya membalikkan badan. Tetapi itu bukan Yesus, dia orh iblis dalam bentuk bayangan gelap. Bayangan gelap itu meraih baju saya dan melekat erat. Saya berteriak, "dalam nama Yesus, pergi!" tetapi iblis itu menggoda saya, "Aku tidak akan pergi! Tidak akan pergi!" Saya berteriak, "Allah Tritungal! Api Kudus!" Sebuah bola api muncul dan menyelimuti tubuh mereka dan semuanya lenyap.

Ketika persekutuan itu hampir berakhir, Tuhan menampakkan diri. Dia berjalan menuju pendeta dan mendengarkan doanya. Tuhan menepuk punggung dan tubuhnya, khususnya di tempat-tempat yang sakit. Kemudian Yesus berjalan ke setiap jemaat yang masih berdoa dan menepuk mereka juga.

*Sister Baek Bong Nyu bertemu Setan Raja neraka sekali lagi
Selagi berdoa, saya merasakan kegelapan kuat menyelimuti. Namun, saya terus berdoa dalam bahasa roh. Selama waktu itu, saya pikir doa saya berada dalam tahap yang dalam. Saya mulai melihat terang dicurahkan. Sinar itu bergerak melingkar, sesuatu yang seperti spiral. Dari sinar spiral itu, par amalaikat mulai turun. Saat para malaikat itu maju, mereka berkata bahwa Tuhan sudah memerintahkan mereka untuk menjemput orang kudus Baek Bong Nyu dari Gereja Tuhan. Saya ditempatni par amalaikat saat kami terbang menuju tujuan kami. Kami melintasi ruang angkasa dan kemudian melewati Galaksi Bima Sakti. Saya bertemu Yesus saat kami melewati Bima Sakti. Ketika kami melihat satu sama lain, kami sangat bersukacita. Kemudian Yesus menangkap tangan saya dan berkata, "Bong Nyu! Marilah kita ke neraka!” Tuhan menuntun jalan ke neraka.
Begitu tiba di neraka, kami sudah berada ditempat ibu saya. Saya tidak tahu apakah dia sadar kalau saya datang ataukah tidak. Sekali dia menyadarinya,wajhanya berubah pucat kebiruan dan berteriak. “Oh Bong Nyu! Mengapa engkau datang lagi? Tinggalkan cepat tempat ini!” Saya menjawab, “ibu, aku disini karena aku kuatir padamu! Aku prihatin kalau Setan akan membalas dendam kepadamu karena akulah yagn melukai matanya dahulu. Aku juga melukai punggung dan merobek sayap-sayapnya. Inilah mengapa akud atang lagi bersama Yesus." Setelah menjelaskan alasan kepada ibu saya, dia membujuj. “Tolong jangan menjengkelkan Setan, pergilah sekarang!” Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba saya mendengar suara menggelegar Setan. Suaranya yang mengerikan menggema.

Setena berteriak seakan-akan dia sudah menunggu saat ini. “Aku sangat menantikan waktu bertemu kami. Aku tahu kalau kamu akan kembali lagi! Hari ini, aku akan mengijinkanmu mengawasi hal yang sangat istimewa. Kamu boleh menyaksikan penyiksaan atas anggot akeluargamu." Tuhan dan saya berdiri didepan setan yang duduk di kursi sangat besar. Seluruh anggota keluarga saya sudah berdiri antri menanti hukuman. Saat mereka berdiri disana, hati saya membeku. Sungguh waktu yang menegangkan, saya gugup tidak tahu apa yang menanti. Otak saya mulai melemah.
Sekalipun ditengah ketidakpastian dan terror, ibu saya masih mampu berkata-kata menghibur. “Bong Nyu! Kami ada di neraka, kami sudah berhenti berharap sejak lama. Sekarang ini tidak ada pengharapan. Jangan kuatir lagi. Jika kamu punya sesuatu untuk dikatakan pada Setan, katakana sekarang dan katakana semuanya." Dari dekat saya mengamati tempat luka dimana saya menyerangnya. Matanya yang terluka ditutupi bahan hitam, itu adalah mata yang saya rusakkan. Ketika melihat mata yang lainnya, itu menyinarkan kemarahan yang sangat. Kemarahannya begitu kuat sehingga api akan terbang darinya menyala didepan saya. Dia menyatakan kepuasannya bertemu saya lagi. Dia pasti membalas dendam. Kemudian akal sehat saya pulih dan saya memberanikan diri untuk berperang.
Dengan kuat saya berkata, "Setan! Aku punya Allah Tritunggal didalamku. Terlebih lagi, Aku punya Api Kudus didalamku. Aku akan memenggal kepalamu dan melemparkannya kea pi neraka untuk memenuhi kepuasanku. Aku sangat tidak senang saat ini!" Ketika mendengarnya, Setan menjawab. "Oke! Bagus! Aku mengharapkan kamu kembali. Aku tahu kamu akan datang. Semuanya untuk tujuanku!"
*Setan berwujud dewa-dewa yang disembah Sister Baek Bong Nyu ketika dia masih menjadi penyihir
Saya samasekali tidak takut. Dengan suara mengguntur saya menantangnya. "Monster iblis! Singkapkan identitasmu! Mengapa kamu menyiksa begitu banyak orang. Kamu laki-laki atau perempuan? Kamu mahkluk buruk! Makhluk menjijikkan! Mengapa kamu tidak membuka identitasmu? Kalau aku sudah pulih dari sakitku, aku akan mengajarimu sebuah pelajaran! Tetapi Tuhan sudah memintaku untuk tidak menyerangmu. Aku tidak punya pilihan tetapi hanya berkata-kata kepadamu dalam sikap menghina. Aku menjanjikanmu satu hal, saat aku benar-benar pulih, aku akan memenggal kepalamu! Aku akan membolak balikkan neraka. Kamu mengubah dirimu menjadi apa? Bukakan identitasmu!”
Selagi berteriak, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi putih dan berwujud roh. Dia mengubah menjadi ahli sihir, roh gunung. Orang-orang Korea menyembah roh-roh gunung sebagai dewa kudus.
Saya mengenali wajah ahli sihir itu, sangat familier. Dalam wujud ahli sihir gunung, dengan lembut dia memanggil nama saya. "Bong Nyu! Di thaun-tahun yang lau, kamu sudah menyembah dan melayaniku dengan penuh hormat. Tetapi sekarang, kamu menantang dan menyerangku? Bahkan kamu berbicara menghina." Kemudian dia menginjak-injak tongkatnya ke tanah seakan-akan dia disalah perlakukan. Saya pikir wajahnya sangat familier dan saat itu, saya teringat dengan jelas. Dia berubah menjadi ahli sihir gunung yang saya temui waktu lalu. Ketika saya menyembah dan melayani dewa-dewa lain, saya ingin mendapatkan kekuatan dari mereka. Saya mencari kekuatan daari dewa-dewa pangkat lebih tinggi. Saya terbiasa memanjat gunung dan mengunjungi semua gunung terkenal di Korea. Setan mengubah dirinya menjadi ahli sihir gunung yang kuat yang pernah saya temui.
Setan terus berbicara dengan suara berat dan licik. Saya merasakan gemetaran disuaranya tetapi saya tahu itu adalah tipuan dan karenanya saya mulai berbicara menghina. "Kamu bilis najis! Kapan aku menyembah tas usang sepertimu?” Setan bertanya kembali, “Bagaimana bisa kamu tidak mengenaliku? Lihat wujudku! Kamu pernah melayaniku dengan hormat, bukan?” Saya terus bertahan bahwa saya tidak tahu dia. “Laki-laki tua! Aku tidak pernah menyembah atau melayanimu, pergi dariku cepat! Jika kamu tidak pergi, Aku akan mengubahmu menjadi abu dengan kuasa Allah Tritunggal, Api Kudus dan darah Tuhan yang ada padaku! Jadi pergilah sekarang!” Tetapi dia terus bertahan sampai akhir. "Tetapi aku masih menjadi orang tua yang kamu layani!"
Saya menjadi lebih temperamental. "Jika aku mengenalmu sekarang, aku mati! Lebih baik kamu pergi sekarang!” Ahli sihir pegunungan tua itu lenyap dan kembali bentuk menjadi Setan. Saya ingin dia bukakan identiasnya dan dengan histeris saya berteriak. "Sangat tidak berharga untuk menyombongkan diri tentang ukuranmu yang sangat besar. Sekalipun tinggimu mencari ujungneraka, aku tidak takut! Singkapkan identitasmu! Karena Allah Tritunggal didalamku, kamu tidak perlu ditakutkan! Cepatlah! Singkapkan identitasmu yang benar!" saya tidak mengharapkan dia mengubah bentuk menjadi mahkluk lain, tetapi dia mengubah menjadi wanita berambut panjang yang sangat tinggi dan mengenakan baju hitam.
Wanita itu juga dewasa yang pernah saya temui dan saya layani. Di mas alalu, dengan segenap hati saya mencari kekuatan lebih tinggi dari gunung-gunung yang terkenal. Akhirnya saya bertemu dengannya setelah saya bertekun. Saya berteriak dengan keras, "akhirnya kamu membuka dirimu sendiri! PErkataanku benar! Mengapa kamu muncul terlambat, wajah jelek. Aku sudah mengkonfirmaismu. Kamu dapat pergi sekarang, lenyaplah sekarang sebelum aku mencabut matamu!" Wanita itu lenyap dan Setan muncul.
Yesus menangkap tangan saya dan menuntun. "Bong Nyu! Sudah cukup hari ini. Marilah kit apergi!” Saat digandeng Tuhan, saya melihat pada Setan dan berteriak histeris. "Kamu iblis! Karena Tuhan membawaku kembali, aku tidak bisa melukaimu. Tetapi lebih baik kamu bersiap-siap untuk lain waktu. Aku akan memenggal kepalamu dan melemparkannya kea pi neraka! Selama aku hidu, aku akan menghancurkanmu! Tunggu saja!”
Yesus membawa saya ke sorga untuk menghibur dan menyenangkan saya. Kami tidak di sebuah gunung dimana terang luarbiasa memancar. Gunung-gunung itu ada di sebelah kiri dan kanan saya dan semuanya bersinar terang. Semuanya putih dan bersinar dengan warna keemasan. Terang itu menyilaukan.
Di tengah-tengah dua gunung itu ada lobang-lobang bundar. Lobang-lobang itu memproduksi awan putih dan kabut dan naik keatas. Kemudian saya melihat danau Kristal dimana air mengalir. Dari aliran danau itu, Yesus memanggil dan memerintahkan 5 malaikatnya.
"Karena Orang Kudus Baek Bong sedang lemah, mandikanlah dia disini dan kemudian antarlah dengan selamat ke gereja Tuhan.”
Setelah Yesus member perintah, par amalaikat itu dengan cepat memandikan saya. Kemudian mereka mengantar saya kembali ke gereja. Tiba di gereja, saya mulai berdoa. Ketika saya berpikir tentang apa yang akan dialami orang tua saya, saya tidak bisa tahan dengan pikiran luka dan siksaan Setan. Saya juga menderita luka dan tubuh saya lemah dan sakit. Saya memberingkan diri di kursi gereja dan harus berbaring untuk berdia. Saya menyelesaikan doa dengan berbaring.

==== DAY 27 ==== (Markus 11:22-25) 
*Roh iblis memasuki telingan Diakoneas Shin Sung Kyung
Saat saya berdoa dalam bahasa roh selama berjam-jam, saya mulai merasakan luka yang menusuk ditelinga saya. Seperti seseorang atau sesuatu sedang menusuknya berulang kali dengan benda tajam. Saya mencoba tidak menghiraukan dan terus berdoa, tetapi sakit itu menjadi tak tertahankan. Saya meminta Brother Haak Sung yang berdoa dibelakang saya. "Haak sung, telingaku sangat sakit. Tolong lihatlah? Aku tidak bisa melihat apa yang menyebabkannya." Haak Sung berteriak, "Diakones Shin, Oh, sorga yang baik! Roh iblis kecil masuk ke telingamu dan menusuknya dengan benda tajam! Apa yang harus kami lakukan?”

Saya berdoa supaya iblis itu dilenyapkan tetpai dia tidak mau pergi. Bahkan Haak Sung berdoa buat saya tetapi luka tusukan itu terus. Karena kemampuan kami untuk mengusir setan tidak efektif, kami lari ke altar dan mencari pendeta. Pendeta sedang ebdoa tetapi saya menginterupsinya dan meminta, "Pendeta, saya kesakitan. Telinga saya sakit! Tolong usir iblis dari saya!" Pendeta berteriak, "Setan! Aku perintahkan kamu pergi dalam nama Yesus Kristus! Pergi!” Seketika iblis itu pergi dan lenyap. Sejak waktu itu, saya mampu terus berdoa dengan mudah. Terlebih lagi, tubuh saya menjadi panas karena Api Roh Kudus.
Kim Joo Eun:
*Meminta dengan sangat supaya menang lotere
Setelah semua iblis lenyap, Yesus tiba dengan para malaikatNya. Para malaikat itu membawa bejana emas dengan pegangan disetiap sisinya. Kemudian dengan sopan mereka duduk disebelah jemaat yang berdoa. Para malaikat itu meletakkan semua isi doa kedalam bejana emas. Dalam waktu singkat, Yesus mendekat dan berkata. “Muka bintik, lihat padaku!” Tuhan mengenakan mahkota duri saat Dia berdiri disebelah saya.
Kemudian Yesus meletakkan sesuatu dimulut saya. "Muka bintik, rasakanlah itu." Rasanya seperti buah strawberry. Buah itu manis dan asam. Sangat lezat dan fantastis. Saya memakannya semua.
"Yesus! Terima kasih banyak." Saat saya bersyukur kepada Tuhan, Dia terlihat sangat bahagia. Karena Tuhan berada dalam suasana hati baik, saya memutuskan untuk meminta sesuatu. “Yesus! Kami setiap hari berjuang secara financial. Kami semuanya miskin. Tolong bantu kami memenangkan tiket lotere!” Tuhan diam sesaat dankemudian tertawa terbahak-bahak. Kemudian Dia melihat pada saya dan tersenyum. Saya memutuskan untuk meminta tambahan. “Yesus, saya anak paling kecil di kelas. Dapatkah Engkau membuat saya lebih tinggi? “Dia tidak menjawab permintaan saya tentang tiket lotere tetapi dia memberikan permintaan saya untuk menambah tinggi badan. KataNya, “Baiklah.”
*Joo Eun menyerang raja neraka yaitu Setan
Yesus meminta saya, "Muka Bintik, marilah kita mengunjungi neraka." Tanpa menunggu jawaba, Dia membawa saya ke neraka. Begitu tiba, saya melihat bahwa kami berdiri didepan raja iblis, yaitu setan. Dia sangat mengerikan. Ukuranya luarbiasa besar, sampai mencapai ujung akhir neraka. Kursinya juga luarbias abesar. Saya bergidik saat harus menyaksikan tempat mengejutkan dan menyeramkan. Saya hampir kehilangannya dan hampir kencing dicelana. Saya buang semua ketakutan dan menyadari bahwa Yesus ada disebelah saya. Yesus akan melindungi saya dan saya mulai emrasakan nyaman dan tenang. Emosi panic dan ketakutan lenyap.
Saya teringat kesaksian Sister Baek Bong Nyu tentang penyerangan ke setan dan dimana tempat lemahnya. Saya merasa yakin mengetahui dimana saya dapat melukainya. Ketika saya melihat mata Setan, saya dapat melihat bahwa satu matanya sudah pernah ditusuk sebelumnya dan didorong kedalam. Saya tidak dapa tmelihat bola matanya. Matanya yang terluka adalah hasil pembantaian Sister Baek Bong Nyu. Dengan jelas saya dapat melihat efeknya. Ketika terus mengamati setan, sayamulai merasakan sakit di leher saya. Leher saya menegang saat saya terus mendongak. Setan juga bangun dari kursinya, berdiri dan kemudian duduk. Dia terus mengulang-ulang tindakannya ini. Saya memperhatikan bahwa dia menggeretakkan giginya berulang-ulang dan sayap-sayapnya terbelah dan rusak.
"Oh, suatu penghinaan! Aku begitu terganggu! Apakah kamu mencoba mengatakan sekalipun Aku sudah mengirimkan pasukan iblis ke gereja Tuhan, jemaat sudha mengalahkan mereka? Apa itu kamu? Kamu bodoh! Mengapa kamu mengalahkan setiap hari? Apakah kamu benar-bena rsubyekku? Yang mana harus aku kirim kali ini?" Ketika Setan berteriak marah, tiba-tiba saya menjadi bingung dan menyerangnya.
"Tutup Mulut! Iblis! Apa yang kamu rencanakan bagi Gereja Tuhan?” Akhirnya dia memandang saya dengan suara mengerikan berkata, “Kamu pikir, siapakah kamu? Beraninya kamu menantangku?” Karena tahu bahwa Yesus ada disebelah saya, saya dengan yakin terus membalas Setan, “Tutup mulut! Iblis! Kamu bukan apa-apa! Kamu anak nakal gila!” Saya terus berteriak menghinanya. SEtan menjadi lebih marah dan tergoncang. Namun, dia kemudian tersenyum dan melihat seakan-akan saya bergurau. “Kamu, siapakah kamu? Anak kecil nakal? Darimanakah asalmu?”
Saya tidak tahu darimana saya mendapat keyakinan untuk menyerang tetapi saya berjalan kearah Setan dan memutari ke punggungnya. Saya menyepak kaki dan menginjaknya, tetapi dia tidak bergerak. Disamping itu, dia mulai memprovokasi dan menggoda saya. "Oh, geli!" Jadi saya berteriak, “Tuhan! Berikan saya kekuatan!” Saya mulai memanjat kakinya dan sampai ke pundaknya. Kulit Setan tebal seperti baju baja.
Saat menaiki pundak Setan, saya menjerit. "Tuhan! Berikan saya kekuatan! Tolong berikan saya pedang Roh Kudus!" Kemudian Tuhan memberikan saya pedang Roh Kudus. Ketika pedang itu ada ditangan saya, saya juga memperhatikan bawha lengan dan tangan saya diperkuat. Otot-otot dan urat saya menjadi tebal dan dapat ditahan. Berulang-ulang saya menusuk punggung Setan tanpa ampun. Setan terganggu dan terbakar kemarahannya. "Kamu menusukku! Oh! Menyakitkan! Hentikan itu!”
Dengan suara resonansi Setan berteriak, "Aku akan membunuhmu! Tidak ada damai dalam Gereja Tuhan!” Yesus bersorak dan memberikan saya semangat, “Muka bintik, kamu melakukan dengan baik. Teruskanlahh itu!” Yesus menanggapi tindakan saya. Jelas terlihat Setan sudah tertekan karena luka dan bekas luka yang ditimbulkan Sister Baek Bong Nyu sebelumnya. Luka sebelumnya hampir sembuh. Kesembronoan Setan menguntungkan saya, saya membantainya di bekas Lukas sebelumnya. Setan menjerit tersiksa.
Kemudian saya turun dari punggungnya dan berbaring dilantai didepan raja iblis. Saya mulai membuat jengkel Setan seperti yang dilakukan Sister Baek Bong Nyu . "Wow! Aku dapat melihat dengan lebih baik. Sangat menyenangkan melihatmu seperti ini." Setan menjadi semakin terganggu dan tertekan, dia mulai melepaskan kemarahannya pada subyek-subyeknya. Dia berteriak, "Kamu anak kecil nakal! Apa yang kamu lihat? Jangan berdiri saja disana, seranglah cepat. Sekrang!” Kemudian Tuhan berkata dengan intonasi keras, "Siapa yang akan kau serang? Beraninya kami menyerang tanpa ijinKu?” Yesus membalas dan semua roh iblis menundukkan kepala dan berdiri dengan diam. Mereka tidak berani menggerakkan satu urat pun. Semuanya tegang.
Dengan sukacita saya mengganggu Setan terlebih lagi. Dia menjerit melalui hatinya seakan meledak dalam kesakitan. Karena Yesus ada disebelah saya, Setan tidak meiliki harapan. Kemudian saya kembali memanjat punggung Setan dan meraih kepalanya. Saya mencabut semua rambutnya dan membuatnya botak. 
Dengan pedang Roh Kudus, saya mulai merobek sayap-sayapnya yang sudah rusak. Didepan Yesus, raja iblis bukanlah apa-apa. Saya gentar dan memutuskan mengganggunya lagi dan saya berbaring didepannya sekali lagi. Yesus tertawa berulang-ulang melihat ini sebagai hiburan, "Muka bintrik, ini lucu. Haruskah Aku berbaring disebelahmu juga?” Saya bangun dan mencegah Tuhan. “Tidah, Tuhan. Engka yang paling Kudus. Bagaimana mungkin Engkau ebrbaring didepan mahkluk jelek seperti Setan ini! Tidak ! Tidak masuk akal." Setan mengeluarkan darah sangat banyak dari lukanya. Warnya aneh dan ganjil, saya tidka bisa menjelaskannya. Setan bergerak tidak nyaman dan memantul-mantulkan dari kursinya berulang-ulang dengan kemarahan besar dan seperti biasanya, dia menggeretakkan giginya. Sekarang, saya tidak tahu bagaimana saya memiliki keberanian untuk membuat jengkel iblis, hanya dengan memikirkannya saja, saya terheran heran. Saya terus membuat jengkel Setan. Kata Yesus, “Muka bintik! Cukup sudah. Mari kita pergi sekarang. Setan sudah cukup mendapatkan. Mungkin dia sudah belajar suatu pelajaran. Ini terlmbat. Kita harus pegi.” Tuhan memegang tangan saya dan mengantar saya kembali ke gereja. Kemudian Yesus kembali ke sorga.

Lee Yoo Kyung:
*Memenggal kepala iblis dengan Pedang Kudus
Saat berdoa, Yesus tiba. Kemarin luasa, Brother Haak Sung mengatakan bahwa dia mendapatkan kenikmatan dengan makan buah dari sorga. Buah-buahan itu seperti anggur. Tuhan membawakan saya buah yang sama. “Muka bintik, cobalah buah ini dan Aku senang mendengar engkau menyanyi.” Buah-buah sorgawi itu sangat lexat sehingga saya tidak mau berhenti. Biasanya saya menikmati makanan dan biasanya makan makanan dengan jumlah besar. Namun, Yesus hanya membawa sedikit buah-buahan.
Setelah selesai, saya mulai bernyanyi, 'Praise Oh my soul, Baptize with the Holy Spirit' dan 'Up and Fight against the devil.' Saat saya bernyanyi, Yesus berjalan mendekati diakones Shin dan Yoseph. Ketika Yesus meninggalkan saya, roh iblis langsung muncul dari sudut ruangan dan dengan perlahan mendekat. “Yesus! Bapa!Bapa!” Dalam panik, saya memanggil Tuhan dan dengan cepat Dia menampakkan diri.
"Mengapa engkau memanggilKu?" Saya menjawab, "Tuhan! Roh iblis itu muncul dari sudut itu!” Ketika saya menunjuk kea rah iblis, mereka dengan cepat menghilang. Saya meminta kepada Tuhan, “YEsus! Dapatkah saya membawa Joo Eun mengunjungi sorga?” Tuhan menjawab, “Tidak. Aku hanya mengijinkan satu orang setiap kalinya.” Yesus terus berbicara. “Yoo Kyung, ketika iblis muncul lagi, jangan takut karena engkau mempunyai otoritas untuk mengusirnya dalam namaKu. Mereka tidak memiliki pilihan kecuali lari. Lakukan dengan imanmu!” Kata saya, “Amin!”
Ketika Yesus pergi, iblis lain muncul. Ketika saya berteriak, “Darah Yesus!” iblis lari. Saat dia lari, dia bersumpah kepada saya, "bajingna it uterus menakutiku dengan menyebut darah Yesus. Shit!” Kemudian iblis lain muncul. Kali ini dia memanjat pundak saya dan mulai memberati kepala dan pundak saya. Saya sulit berdoa. Saya menjerit kuat. ""Allah Tritunggal! Tolong saya!" Iblis itu balik berteriak, "Aku akan membuatmu sakit dan akan membawamu ke neraka!" Saat itu juga, Yesus muncul dan mengusir pergi iblis.
Para malaikat turun juga dan mereka sangat memperhatikan saya. Mereka bertanya apakah saya baik-baik saja. Yesus memuji saya, "Bagus! Yoo Kyung sayangKu, sekarang engkau tahu bagaimana mengusir iblis. Ini luarbiasa!” Tuhan pergi sekali lagi dan iblis yang berbeda muncul. Kali ini mencoba untuk mengganggu Pendeta. “Kamu selalu berdoa! SEtiap hari! Apa yang kamu dapat saat berdoa? Makanan? Makanan? Berhentilah berdoa! Marilah kita bermain bersama!” Pendeta tidak terganggu dengan godaan itu, dia hanya menghiraukan iblis dan terus berdoa. Kemudian iblis mendekati saya dan mencoba menghentikan dosa aya. Saya berteriak kepada Tuhan, “Tuhan! Tolong berikan saya pedang Roh Kudus!” Kemudian saya menyadari bahwa pedang sudah ada ditangan saya. Saya mengayunkan dan memenggal kepala iblis kemudian bagian badannya yang lain. Dia berteriak, “Tbuhku! Lenganku! Kakiku! Dan kemudian menghilang.

Sister Baek Bong Nyu:
* Serangan iblis berkekuatan penuh
Selama pertengahan khotbah, tubuh saya terasa sakit dan saya merasakan sakit menusuk bergerak di sekujur tubuh, sepertinya sakit itu hidup. Bapak Pendeta berhenti berkotbah dan segera lari ke altar dan berteriak kepada Joo eun dan seluruh jemaat yang sudah dibangkitkan rohnya, jika mereka tahu apa yang sedang terjadi pada saya. Joo Eun berkata bahwa saya tidak waspada untuk sesaat dan memberikan kesempatan iblis-iblis itu masuk. Iblis pertama masuk, dia membuka pintu untuk terus menerus memasuki tubuh saya. Kemarin, ketika saya mengunjungi neraka, saya mencabut mata Setan dan melukai punggung dan sayapnya. Setan menjadi sangat marah dan memerintahkan iblis untuk menyerang saya dengan kekuatan penuh. Joo Eun menjelaskan semuanya ini.

"Iblis! Roh jahat! Serang dengan kekuatan penuh! Marilah kita berbaris ke Gereja Tuhan dan menyerang Baek Bong Nyu! " Beberapa dosin roh jahat masuk tubuh saya dan membuat benjolan dengan bersatu. Dari sana, mereka mulai menyebar ke seluruh tubuh. Mereka terus bersatu menjadi benjolan saat menyebar. Beberapa dari mereka seperti tanduk setan, yang lain berwujud ular, mempunyai bayangan warna berwarna warni dengan mata bersinar dan gigi serta kuku yang tajam dan berpakaian putih. Mereka terus menciptakan rasa sakit dan menyebar ke seluruh tubuh. SEtiap bagian tubuh saya sangat sakit luarbiasa dan mereka juga memutar semua persendian saya. Sekarang saya mengerti bagaimana bapak pendeta mengalami siksaan ini. Saya mencoba berdoa dan bertahan dari serangan sampai akhir tetapi saya jatuh terjerembab. Tim doa terus berdoa sampai jam 5 pagi. Mereka terus berdoa mengusi
r semua iblis dari saya. Setelah siksaan itu, mereka semua kelelahan dan sangat letih.
Jam 5 pagi, kami masih mampu berdoa. Saya merasa beruntung memiliki beberapa jam untuk berdoa. Iblis-iblis terus menyiksa tubuh saya dan saya ditinggalkan kesakitan. Kemudian saya bertanya kepada Tuhan tentang tubuh saya yang sakit. Kapanpun roh jahat diusir keluar dari seseorang, bekas yang tertinggal adalah konsekuensi fisiknya. Saya melihat mengapa bapak Pendeta masih mengeluh tentang sakit di pundak dan punggungnya. Saya pikir ada sekitar 30 iblis yang masuk tubuh saya.

Lee, Haak Sung:
*Lee, Haak Sung menyerang Setan
Selagi berdoa dalam bahasa roh, Yesus tiba dan memanggil saya. "Sam Dol, marilah kit akunjungi neraka." Seketika saya memegang tangan Tuhan, kami sudah terbang kearah neraka dan tiba di tahta setan. Raja iblis itu masih duduk. Dia sangat tinggi dan besar, tingginya mencapai langit-langit neraka. Dia memiliki bawahan yang tak terhitung. Saya mengamati bahwa gunungan alat siksaan berada di samping masing-masing iblis itu. Peralatan penyiksaan itu melingkari tanduk iblis.
Diantara peralatan siksa itu, saya melihat peralatan pertanian juga: garuk, kait baja dan sabit gandum. Ada banyak senapan dan pusau juga sejumlah peralatan lain yang terbuat dari besi baja. Saya terkejut melihat nenek, paman, sepupu dan bibi saya berdiri di depan tahta Setan.
Di samping para keluarga saya ada pohon-pohon bersilang. Para iblis bawahan sangat sibuk menyiapkan keluarga saya untuk digantung di pohon itu. Mereka ketakutan dan wajahnya pucat kebiruan dan histeris. Ketika mereka menyadari bahwa saya ada disana, mereka berteriak. Saat mereka berteriak kepada saya, mereka melirik wajah Setan untuk melihat reaksinya. "Haak Sung! Mengapa engkau kesini lagi? Pergilah! Cepat! Pergi! Tempat ini bukan tempat untuk dikunjungi. Pergi! Cepat, pergilah!" Iblis-iblis berteriak pada keluarga saya. "Kalian semua, apa yang kalian omongkan? Diam!!" Dalam ketakutan, mereka berdiri dan tergoncang.
Tiba-tiba, Setan mulai menyiksa sepupu saya. Saya pikir dia sengaja untuk mencoba menyiksa saya dan melihat reaksi saya. Setan, menggunakan kukunya yang panjang untuk merobek daging dari punggung sepupu saya. Sepupu saya berteriak kesakitan dan terjatuh. Namun, itu tidak memuaskan kemarahan Setan, dia mulai merobek daging kepalanya dan menghancurkan tengkoraknya berkeping-keping. Kepala sepupu saya menjadi debu saat dia berteriak kesakitan. "Selamatkan saya! Tolong! Ahh!" Saya kehilangan kesabaran dan berlari menuju Setan, menendang kakinya tapi dia tidak bergerak. Saya tidak punya harapan, tidak ada cara lain yang dapat saya lakukan karena besarnya ukurannya. Setan sangat kuat dan besar. Saya tidak efektif.
Yesus mengawasi dan mengamati bagaimana saya mengendalikan situasi ini. Saya teringat cerita Joo Eun tentang menyerang Setan. Dia memanjat tubuhnya dan melukainya. Saya merasa harus melakukan sesuatu, saya tidak bisa hanya melihat tanpa berpengharapan. Saya mulai memanjat tubuh Setan dengan menjambak rambut dibadannya. Saya juga menggunakan kuku-kuku saya untuk menusuk tubuhnya dna memanjatnya. Segera saya mencapapi puncak tubuhnya. Karena ukuranya, ketika saya melihat kebawah, saya merasa berada diatas bukit yang tinggi. Saya mulai menggoncang. Ketakutan merayap dalam diri saya dari ketinggian yang luarbiasa.
Sekalipun saya ingin merusakkan Setan, saya tidak bisa karena tidak memiliki senjata. Karenanya, saya berdoa dengan terbuka. "Tuhan! Tolong berikan saya pedang Roh Kudus!” Secepat doa saya, sebuah pedang dari emas pelan-pelan turun dari sorga diatas. Dengan cepat saya meraihnya dna mulai menyerang tempat-tempat dimana sudah terluka oleh jemaat gereja yang lain.
Sebelumnya, saya tidak bisa menyebabkan sakit pada Setan, sekarang saya mampu merusakkannya. "Ahh! Ini menyakitkan! Siapa yang menggangguku? Mengapa kamu terus datang ketempat ini? Beraninya kamu manusia kecil menantangku! Tunggu saja dan aku akan balas dendam!"
Saya terus menusuk di tempat bekas luka tusukan dengan seluruh kekuatan saya. Kemudian mencabut matanya yang terluka dan mulai mengayunkan pada sayap-sayapnya. Sayap-sayap itu sudah rusak dan saya harus berusaha memotongnya. Sekarang, dia tidak akan pernah mampu menggunakan sayap-sayapnya lagi.
Setan melompat dari tempat duduknya dan mulai panik. "Ahh! Apa yang kamu lakukan padaku? Jika ini bukan kamu, ini yang lainnya! Ahhh! Aku kesakitan! Aku akan membalas dendam padamu! Aku tidak akan berhenti sampai balas dendam! Aku tidak akan biarkan kamu lepas dari ini!" Setan menggeretakkan gigi-giginya dan menyala marah. Saya mendorong iblis itu ke jurang yang penuh api. Saat iblis itu jatuh kedalam api, dia menjerit keras kesakitan dan dengan cepat memanjat keluar.
Iblis bawahanya menjadi sangat marah dan berjalan menuju sepupu saya. Mahkluk iblis itu menggunakan pisau mengiris-iris dagingnya dan meletakkannya ke mangkok besar. Sepupu saya tinggal tulang belulangnya saja. Saat saya melihat sepupu saya, saya berteriak dan menangis, say apikir, 'Apakah, sepupu saya menderita karena saya sudah menyerang dan menyiksa Setan?’ kata Yesus, “sam Do, sudah cukup. Mari kita pergi.” Kemudian kami meninggalkan neraka.

Pendeta Kim Yong Doo:
*Tunggu waktu Tuhan
Tangan saya terus bergerak dalam banyak gerakan berbeda. Saya kagum dan ingin tahu bagaimana aneka gerakan itu begitu natural. Dengan apapun yang Roh Kudus pimpin, saya tidak memikirkannya dengan otak. Selalu menjadi keterkejutan yang menyenangkan dan beberapa kali saya terkagum-kagum.
Kapanpun saya mulai berdoa, saya bertanya kepada diri sendiri ‘Jenis gerakan apa yang dibuat tangan-tangan saya hari ini?’ Dengan satu cara, saya ingin memegang tangan dan lengan saya bersama-sama dan tidak membiarkannya bergerak. Saya hanya ingin konsentrasi pada doa-doa saya. Ketika saya berada dibawah pengawasan Roh Kudus, suara, lengan dan tangan saya dipimpin oleh KuasaNya dan karenanya saya tidak bisa bertahan.
Terlebih lagi, jika saya bertahan, saya akan merasa seperti menjauhakan dan menolakNya. Karenanya saya harus mentaati Dia. Saya ingin menyelesaikan segalanya secepat mungkin tetapi tampaknya Tuhan bekerja sangat lambat seakan-akan Dia tidak sedang terburu-buru. Seakan-akan Roh Yehova sedang bergerak lembut diatas permukaan air.
Karena Tuhan tidak berada dalam keadaan buru-buru, sayalah yang merasa tersiksa dengan kecepatnnya. Karena saya tidak sabar dan mencari hasil yang cepat dan kuat, mungkin saya tidak mengikuti aturan Tuhan. Saya hidup di dunia yang tiba-tiba berubah. Tanpa perubahan membuat say aberpikir bahwa saya ketinggalan. Saya percaya saya sudah terbiasa dengan gaya hidup modern, karena itulah yang terjadi didalam gereja, khususnya, pengalaman pribadi saya dibawah pimpinan Roh Kudus membuat saya merasa bahwa kemajuannya sangat lambat. Jika saya ingin tinggal dalam kehendak Tuhan, saya harus membuang semua kebiasaan pengalaman pribadi sebelumnya sebagai seorang pendeta.
Tuhan terus meminta saya. Dia ingin saya menjawab jika saya ingin memimpin pelayanan menurut kehendakNya atau memimpin pelayanan menurut pengertian saya sendiri. Dasar dari pengertian saya adalah pendidikan, disiplin dan filosofi yang saya pelajari selama bertahun-tahun. Apakah pelayanan menurut kehendakNya? Apakah pelayanan selama ini sia-sia saja? Apa yang saya lakukan ketika saya melayani? Satu hal yang sangat jelas. Tuhan tidak mengenali pelayanan saya sebelumnya yang saya lakukan dengan begitu percaya diri dan dengan sumpsi bahwa saya sesuai dengan kehendakNya. Saat menyadari bahwa pelayanan yang saya kerjakan tidak dikenal Tuhan, seluruh tubuh saya bergoncang hormat. Tuhan menunjukkan dan mendiagnosa kondisi saya. Bahkan sekalipun saya berada dalam penulis buku pertama, Tuhan memerintahkan untuk menuliskan semua pengalaman jemaat. Yang paling penting, Tuhan meminta saya untuk benar-benat patuh saat saya menulis buku. Kepatuhan dan kesabaran saya akan menghasilkan buku yang otentik.
Ketika saya mendoakan kebangkitan roh, saya merasakan bahwa saya hampir dekat ke sorga. Namun, roh-robh iblis mencoba menghalangi saya. Iblis gelap menyerang saya dengan kekuatan lebih besar. Nyatanya, mereka menggunakan taktik gorilla. Saat doa saya semakin dalam dan saya ditarik dekat ke sorga, roh-roh iblis yang saya kalahkan sebelumnya mulai menyerang jemaat lainnya. Rencana mereka adalah menyerang jemaat gereja dan secara fisik mengganggu mereka supaya doa saya tergganggu. Gangguan itu akan mencegah saya mendapatkan kebangkitan roh. Roh-roh jahat mencoba untuk memblokade dan mematahkan doa-doa saya.
Mereka yang sudah bangkit rohnya melihat Setan dan berkata, "Ketika mata roh Pendeta Kim dibukakan, kita selsari! Serang dengan kekuatan penuh!” Dengan pertolongan Tuhan, serangan Setan menjadi tidak efektif. Mereka membentuk kelompok dan menyerang kedua kalinya. Kali ini, rencana mereka adalah menjatuhkan jemaat ke tanah supaya Pendeta menggunakan waktunya untuk mengusir iblis-iblis dari setiap jemaat setiap kalinya.
Sekali lagi, Sister Baek Bong Nyu dikalahkan oleh roh-roh jahat dan beberapa kelompok itu memasuki tubuhnya. Dia diserang tengah malam dan perang kami berakhir sampai jam 5 pagi. Hasil dari serangan sebelumnya adalah tubuh saya sudah menjadi subyek yang terus menerus dan luka yang meningkat. Variasi sakit dan nyeri di tubuh saya membuat saya berbaring sepanjang hari.
*Perang antara malaikat penjaga dan roh-roh jahat
Kami berperang dan mengusir roh-roh jahat hampir sepanjang malam. Kami memiliki waktu doa dari jam 5 pagi sampai jam 9.30 pagi. Perang dengan musuh kami hampir menghabiskan waktu doa kami. Saya diantar oleh jemaat saya setelah doa. Ketika tiba di rumah, sudah jam 9 pagi. Ketika masuk rumah, anak perempuan yang berteriak terkejut, "Ayah! Pendeta! Para malaikat dan roh-roh jahat sedang berperang di kamar tidur utama!" Dengan terkejut, saya menjawab, "Apa? Marilah kita pergi dan membantu para malaikat dengan doa-doa kita!" Isteri saya dan Yosep juga turut bergabung saat kami mulai doa kedua kami di rumah.
Ketika Yosep dan Joo Equn berdoa, mereka menyaksikan peristiwa itu dengan mata roh. Mereka menyatakan bahwa roh-roh kegelapan itu datang berkelompok. Sekalipun mata roh Yosep belum dibuka sepenuhnya, dia mampu berperang dan memburu roh-roh itu dengan bantuan Joo Eun. “Roh-roh jahat tidak akan pernah membiarkan kita istirahat!" Saya terus berdoa dalam bahsa roh tetapi saya sadar bahwa saya dibatasi dengan kemampuan saya memburu mereka semua.
Kami semua kelelahan dan jengkel karena serangan mereka yang terus menerus. Kami menggunakan Api Kudus dan mengalahkan roh-roh jahat itu. Semuanya musnah dan terbakar. Dengan selesainya pertempuran, akhirnya kami memiliki kesempatan untuk makan pagi. Namun, itu sudah waktunya makan siang. Kata Joo Eun, “Yah, 4 malaikat itu melindungi kita!” Saya menanyakan padanya, “Joo Eun, apakah kau pikir kamu dapat berbincang-bincang dengan malaikat?” Dia menjawab, “Yah! Kami sudah berbincang-bincang.” Jadi saya meminta Joo eun untuk mengatakan kepada para malaikat itu bahwa mereka melakukan luarbiasa hari ini. Joo Eun mulai bertanya kepada para malaikat itu tentang mereka. Kemudian Tuhan menampakkan diri dan percakapan kami terus.

Kim Joo Eun:
*Sayap para malaikat dan artinya
"Yesus! Ada 4 malaikat didalam rumah saya. Siapakah mereka? Mengapa mereka disini?”
Jesus: "Mereka adalah 4 malaikat penjaga yang akan melindungi keluargamu. Mereka dikirim oleh Allah Bapa dan melindungi setiap kalian.”
Kim Joo Eun: "Tapi Yesus, bagaimana bisa para malaikat ini melindung, ibu, kakak dan saya hanya memiliki satu sayap dan tidak dua? Mengapakah malaikat penjaga pendeta mempunyai dua sayap?”
Jesus: "Pendeta menghabiskan banyak waktu berdoa untuk jemaat gereja. Terlebih lagi, Pendeta mempunyai tingkat pelayan tertinggi bagi Tuhan. Para pendeta harus bekerja dengan rajin bagi Tuhan. Hasilnya, mereka dilindungi oleh malaikat dengan tingkatan yang lebih tinggi. Para malaikat dengan dua sayap melebih rangking lebih tinggi dan lebih berkuasa dari yang bersayap satu. Para pendeta yang memimpin pelayanan mereka dengan kemampuan besar dilindungi oleh para malaikat yang bersayap tiga. Mereka ini malaikat dengan rangking lebih tinggi dan lebih berkuasa lagi.
Kim Joo Eun: "Yesus, ketika masuk rumah beberapa menit yang lalu, saya menyaksikan pertarungan antara roh jahat dengan malaikat. Bagaimana reaksi malaikat itu ketika ibu dan ayah bertengkar? Atau ketika saya dan kakak bertengkar? Nyatanya, kami sering bertengkar.”
Para Malaikat: (Ketika mereka mendengarkan perbincangan kami, mereka mulai turut campur). Orang Kudus Joo Eun, jangan bertengkar atau berdebat. Kapanpun orang kudus berdebar atau bertengkar satu sama lain, upah mereka langsung menurun dramatis. Tolong jangan bertengkar lagi. Tolong!”
Kim Joo Eun: Tuhan, beberapa kali kami merasakan beban berat dalam tubuh selagi tidur. Mengapa ini terjadi? Apakah itu selama kami tidur?”
*Kelumpuhan dalam tidur
Jesus: "Itu biasanya terjadi ketika roh iblis menghimpit tubuh orang. Itu terjadi ketika malaikat penjaga dikalahkan. Namun, ini tidak bisa terjadi kalau para malaikat mengalahkan iblis. Sekali waktu, ada roh jahat dengan pangkat lebih tinggi mencoba masuk ke tubuh orang dan mungkin mengalahkan malaikat penjaganya. Ketika orang menerimaKu sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan percaya dengan segenap hati mereka, malaikat penjaga ini langsung dikirim. Malaikat penjaga ini dikirim untuk melindungi orang itu sepanjang hidupnya. Orang-orang yang percaya memiliki malaikat penjaga yang melindungi mereka. Sedangkan orang-orang yang tidak percaya mempunyai roh-roh jahat yang mengganggu mereka. Sepanjang tahun, orang-orang tidak percaya dihimpit atau mungkin dilepaskan selama tidur mereka. Semuanya tergantung dari kondisi roh-roh jahat itu. Anak-anakKu menjadi tidak mudah diserang kalau mereka berdosa beberapa kali dan ketika iman mereka melemah. Mereka menjadi mudah diserang saat tidur. Ketika roh jahat berpangkat lebih tinggi lebih berkuasa dari malaikat penjaga, orang yang menjadi sasaran itu akan dihimpit badannya. Secara umum, seseorang tidak mampu melihat pertarungan antara malaikat dan iblis. Namun, hidupmu aman karena malaikat penjagamu mampu mengalahkan iblis. Ingatlah selalu hal itu!"
Kim Joo Eun: "Yesus, apa yang terjadi pada para malaikat penjaga ketika orang mundur atau kembali ke dunia? Ada banyak orang seperti itu.
Jesus: "Ketika seseorang setia namun akhirnya mundur, para malaikat itu kembali ke sorga dan harus berdiri didepan Tuhan. Mereka harus berdiri didepan Tuhan untuk dimarahi. Malaikat penjaga itu akan dilepaska kembali ke tugas aslinya. Jika orang yang mundur itu bertobat, para malaikat penjaga itu dikirim kembali dan akan melindungi seperti sebelumnya. Para malaikat penjaga itu disana untuk melindungi dan membantu tetapi ini biasanya tergantung pilihan manusia. Posisi tingat malaikat akan naik tergantung pekerjaan-pekerjaan manusia.
Kim Joo Eun: "Berapa banyak pasang sayap yang dapat dipunyai malaikat?”
Jesus: " Maksimalnya tiga. Terlebih , ada beberapa malaikat yang tidak memiliki sayap. Jumlah sayap dan ukurannya memancarkan posisi dan tingkatannya. Sayap-sayap mereka dapat tumbuh dari badan mereka. Dalam hal-hal khusus, Aku tempatkan sayap-sayap itu sendiri pada malaikat.
Kim Joo Eun: "Yesus, saat saya berbicara dengan mereka, mereka tampak sangat bahagia!"
Jesus: "Benar. Mereka senang mendengarkan pembicaraan roh kita. Dan mereka akan cepat sedih ketika mendengar pembicaraan tentang dunia."
Kim Joo Eun: "Yesus, saya melihat 4 malaikat yang menari saat kita membicarakan mereka. Wowo! Seperti tarian Roh Kudus ibu saya. Malaikat! Pendeta sedang mencatat dan menggambarkan penampilanmu dan pembicaraan. Bapak pendekat akan menuliskan sebuah buku.
Para malaikat: " Wow! Benarkah? Cerita kami akan dituliskan dalam buku?”
Kim Joo Eun: "Ya, tentu saja!"
Jesus: Para malaikat itu sangat senang dan terus menari lagi dengan impresif. Mereka ingin terus berbicara tetapi Tuhan mengintervensi) “Muka bintik! Seharusnya kamu berbincang-bioncang denganKu. Mengapa kamu mencoba berbicara dengan para malaikat itu?”
Angels:(Saat Tuhan berbicara, mereka menundukkan kepala dan dengan sopan mundur kebelakang).
Kim Joo Eun: Yesus, apa yang terjadi ketika seseorang mati? Berapa banyak malaikat yang datang dan menjemput orang itu?"
Jesus: "Untuk orang-orang yang percaya, para malaikat mereka dan satu malaikat lainnya akan mengantar orang itu ke sorga. Sedangkan jika orang yang tidak percaya mati, sebuah mahkluk dari neraka akan tiba untuk menjemputnya ke neraka."
Kim Joo Eun: Yesus, saya ingin mengunjungi rumah saya di sorga."
Jesus:" Kamu harus datang dan mengunjungi rumahmu di sorga! Namun, jika kamu ingin melihatnya, kamu harus tekun berdoa. Jangan puas dengan doamu. Inilah mengapa Aku tidak mudah mengijinkanmu mengunjungi sorga. Jika Aku mewujudkan keinginanmu, mungkin engkau akan menjadi malas dan puas dengan doa-doamu."
Kim Joo Eun: "Yesus, Maafkan jika saya begitu banyak bertanya. Saya sangat ingin tahu apakah para malaikat menangis. Ketika kami pergi ke sorga, apakah anggota keluarga kami bisa melihat satu sama lain? Apakah orang-orang kudus berdebat dan bertengkar di sorga?”
Jesus: "Muka bintik, Mengapa engkau begitu ingin tahu akan banyak hal? Setelah Aku memberikanmu karunia nubuat, engkau sekarang terus mendesakKu bagaimanapun. Hahaha. Baiklah, ayo tanyakan lebih banyak pertanyaan, satu demi satu. Para malaikat dapat mengekspresikan kesediahan mereka dengan ekspresi wajah. Mereka tidak mampu menangis atau berurai air mata. Hanya Malaikat Tertinggi Michael dan Gabriel dan Aku yang mampu menangis dengan air mata. Anggota keluarga sangat bersukacita bertemu dan melihat satu sama lain di sorga. Namun, mereka tidak bisa bertemu sepanjang waktu, hanya kejadian-kejadian khusus. Tetapi mereka dapat bertemu pada saat kebaktian di gereja sorga. Sorga adalah tempat tanpa cela dan noda. Itu adalah tempat yang sempurna! Allah Bapa menyediakan dan mengatur segala sesuatunya sendiri. Inilah mengapa sorga adalah tempat yang sempurna. Tidak ada alsan untuk berdebat atau bertengkar. Tidak sama sekali. Hal itu terjadi karena manusia adalah mahkluk berdosa. Sifat dosa dapat mencemaskan dan menguatirkan. Itu adalah 2 alasan utama mengapa orang berdebat dan bertengkar. Para malaikat tidak pernah bertengkar. Tidak pernah terjadi. Jika pernah terjadi, mereka akan diusir dari sorga tanpa kesempatan atau pertobatan. Tanpa ampun mereka akan diusir ke neraka. Jiwa-jiwa yang selamat tidak berdebat atau bertengkar. Sangatlah tidak mungkin di sorga. Jika pernah terjadi, mereka akan diusir ke neraka karena mereka dibawah kasih karunia Tuhan. Mereka akan hidup bahagia dan bersukacita.


==== DAY 28 ==== (Ibr 4:12-16)
Pendeta Kim Yong Doo:
*Serangan iblis dengan kekuatan penuh
Hari-hari berlalu selama 30 hari reli doa, peperangan dengan iblis semakin meningkat. Kapanpun domba-domba kecil berdoa dibawah cuaca sulit, hati saya merasakan belas kasih atas mereka dan tidak bisa menolong hanya menangis saya. Kami lelah fisik dan roh dari penyerangan roh-roh jahat.
Peperangan terjadi maju dan mundur. Beberapa kali kami jatuh dan beberapa kali iblis yang terjatuh. Rutinitas ini terjadi berulang-ulang.
Sekalipun peperangan meningkat, kami tidak pernah berhenti menangis kepada Tuhan selama pepeangan. Dengan sungguh-sungguh kami menjerit kepada Tuhan. Kami berkumpul jam 9 malam. Sebelum kebaktian, kami bernyanyi dan memuji Tuhan. Saat menyembah, sister Baek Bong Nyu diserang. Dialah yang pertama kali menghadapi iblis. Selama serangan itu, dia terjatuh. Dan roh-roh iblis itu mulai memasuki tubuh Sister Baek Bong Nyu. Mereka tidak tampak, saya tidak bisa melihat wujud atau figurnya dengan mata saya. Serangan itu tiba-tiba dan kami tidak bersiap-siap untuk menghadapi iblis.
Sebagai manusia, saya merasa skeptic akan panggilan menjadi Pendeta. Saya pikir, “Saya harus berjalan dalam kegelapan roh. Mengapa saya tidak bisa mencegah serangan roh itu? Mengapa saya menghapi kenyataan ini?” Para jemaat jatuh, berguling-guling di lantai dan menjerit kesakitan. Saya merasa tidak punya harapan dan membantu mereka. Tiba-tiba, isteri saya tidak bisa bergerak, kaki-kakinya lumpuh. Anak laki-laki say aYosep diserang dan mulai mengalami migraine hebat. Anak perempuan saya, Joo Eun, mejadi korban dengan lengannya yang patah. Yoo Kyung dan Haak Sung terjatuh dilantai menjadi korban iblis.
Jika saya mengusir iblis itu dari satu orang, maka mereka akan pindah ke orang lainnya lagi. Anggota kami menjadi tersiksa. Sebagai Pendeta, saya merasa tidak mampu. Saya merasa saya tidak terlalu rohani. Saya tidak mampu memuaskan dahaga roh para jemaat. Sampai saat ini, saya tidak menyadari betapa saya tidak mampu sebagai Pendeta. Peperangan hari ini jelas menunjukkan kelemahan rohani saya. Saya merasa buruk dan tertekan.
Selama tiga hari, kami berperang melawan iblis. Hasilnya, saya tidak mampu tidur lelap. Tidak perduli dimanapun saya berada baik di gereja ataupun di rumah. Roh-roh itu tidak membiarkan saya istirahat. Peperangan dari tadi malam sangat melelahkan kami dan peperangan itu berlanjut sampai pukul 8 pagi dan itu adalah hari Minggu. Sekalipun saya diperlengkapi iman dan kemampuan rohani, saya tidak efektif.
Karenanya, saya tidak mempunyai pilihan kecuali mencari pertolongan Tuhan. Saya meminta Tuhan tetapi Dia menuntut bahwa saya harus bertarung dengan iman saya sampai akhir. Semakin dekatnya kebaktian hari Minggu, say amenjadi tidak sabar dan mendesak Tuhan. “Yesus! Tolong saya! Saya memintaMu! Tolong turut campur atau kirimkan Malaikat Tertinggi Michael untuk menolong. Tolong cepat! Tidak perduli siapa yang akan membantu kami." Saat saya meminta, Yosep, Joo Eun dan Haak Sung turut serta memanggil bantuan. Kami semua menangis. Tubuh kami basah kuyup oleh keringat. Segera setelahnya, banyak malaikat datang dari sorga dan mereka berdiri didepan kami.
*Bantuan dari Malaikat Tertinggi Michael
Tampaknya seakan-akan beberapa ratus atau beberapa ribu malaikat tiba. Mereka terus berdatangan dan berkumpul mengitari kami. Kami melingkari mereka. Para malaikat mulai melindungi dan menutupi kami dengan lapisan sinar. Roh-roh jahat mencoba menyerang. Dalam waktu singkat, saya melihat sinar luarbiasa turun dari sorga. Malaikat Tertinggi Michael mendekati kami. Dia menunggangi kuda putih, seekor kuda bersayap, dan mengayunkan pedang yang bersinar. Saat dia datang dan sekali tebasan, dia memenggal beberapa iblis.
Iblis yang tersisa menjadi bingung dan mulai berserakan di depan Malaikat Tertinggi Michael. Michael berkuda dekat dan mengitari para anggota gereja dan dia menyerang roh-roh jahat dan memenggal mereka. Saat mereka dipenggal, asap gelap keluar dari tubuh mereka dan kemudian mereka lenyap.
Para malaikat menebarkan sayap-sayap mereka untuk membentuk taktik pertahanan melindungi kami. Michael terus berkuda dan menyerang iblis dengan pedangnya. Iblis-iblis itu menjerit dan lari kebingungan. Merupakan kekacauan bagi mereka. Kemudian Yesus menampakkan diri dan mengawasi keadaan ini.

Lee Haak Sung:
*Membakar iblis dengan Api Kudus
Beberapa kelompok iblis masuk tubuh ibu saya. Doa kami dipersingkat saat kami dibantu dan mengusir iblis keluar darinya. Sekalipun situasinya seperti kacau dan ibu saya tersiksa, bapka Pendeta tetap tenang dan terus memimpin ibadah dengan efektif. Kata-kata Pendeta digabung dan dikuatkan dengan kuasa Tuhan. Hasilnya, ketika persekutuan kami mulai, kehadiran Roh Kudus begitu berkuasa.
Hari ini sangat dingin lebih dari biasanya. Hasilnya, situasi hati saya tidak bagus dan kepala saya penuh dengan pikiran pesimis. Namun saat saya mulai berdia, api kuasa Roh Kudus memenuhi hati saya. Api itu bergerak melingkat. Saya menyaksian banyak malaikat tiba dari sorga. Mereka masuk melewati pintu salib di altar. Roh-roh jahat yang masih ada didalam tubuh ibu saya dan menyiksanya. Rasa sakitnya akan membuat ibu saya terguling-guling di lantai. Ibu saya tidak berpengharapan, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat siksaan itu berhenti. Dia terus menerus menangis dan menjerit. Semua anggota gereja menghadapi perang mengusir iblis itu. Peperangan itu berlangsung sampai pagi. Syukur, dengan pertolongan Malaikat Tertinggi Michael, kami mengalahkan roh-roh jahat dan mampu menyelesaikan ibadah hari itu.
Ketika Malaikat Tertinggi Michael dan Yesus kembali ke sorga, kami mampu berdoa secara pribadi. Saat berdoa dalam bahasa roh, saya melihat sekelompok bayangan gelap merayap dari sudut ruangan. Dalam waktu singkat, iblis berwujud dinosaurus muncul dan mulai mengejar saya, dengan kepalanya terbelah sampai saya dapat melihat benda merah bergerak didalam kepalanya. Ketika melihat itu, seperti jiwa saya meninggalkan tubuh. Dalam saat lemah, saya diserang iblis. Saya sangat terkejut dan memanggil Tuhan. "Yesus! Tolong saya! Mari cepat dan selamatkan saya!" Seketika Tuhan datang dan meraih ekor dinosaurus serta melemparkannya. Iblis itu lari menjerit.
Setelah itu, sekelompok bayangan gelap menarik rompi saya. Saya mencoba melepaskannya tetapi saya tidak mampu dan doa saya terganggu. Ketika saya sadar bahwa saya bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan saya sendiri, saya meneriakan kuasa Roh Kudus. Saya mulai berteriak, “Api Kudus! Api Kudus!” Tiba-tiba nyala api ditarik keluar dari tubuh saya dan melenyapkan iblis-iblis itu.
Saat mulai berdoa dalam bahasa roh, saya mulai mendengar sebuah lagu. " ". Saya menari dan bedoa dalam irama lagu. Saya melihat ada iblis bertopeng besi mendekat. Saya terus berdoa dan tangan-tangan saya terus bergerak seirama lagu. Roh bertopeng besi itu semakin dekat dan saya melepaskan topengnya. Saat saya melepaskannya, ribuan serangga muncul. Saya menghancurkannya dengan Api Kudus. Setelah itu Tuhan tiba dan memberikan saya sebuah permen dari sorga. Permen itu sangat manis dan lezat. Namun saya memakannya dengan cepat dan mulai batuk.
Lee Yoo Kyung:
*Yoo Kyung sekali lagi menyaksikan keluarganya disiksa di neraka
Saat Yesus menggandeng tangan saya, Dia meminta, "Yoo Kyung, apakah kau mau mengunjungi sorga?" Mendengar pertanyaan itu, seketika hati saya dipenuhi sukacita. Kami terbang melintasi udara. Kami melewati ruang angkasa dan galaksi bima sakti dan kami terus terbang. Kami terbang melewati terowongan gelap dan menuju ke jalan yang sebelah kiri. Jalan kiri itu menuju neraka. Sorga adalah jalan kecil yang berada disebelah kanan.
Yesus tahu kalau Dia meminta saya untuk mengunjungi neraka, saya akan menolak. Saya pikir pertanyaanNya retoris.???????????????????????????????.
Saya senang mengunjungi sorga. Kapanpun saya memiliki kesempatan mengunjungi sorgam saya sangat menikmatinya. Seandainya saya dapat terus tinggal disana sampai selamanya. Tetapi neraka sungguh mengerikan dan tempat yang menakutkan. Tempat yang tidak ingin saya kunjungi ataupun pikirkan. Ketika Tuhan meminta saya jika saya ingin mengunjungi sorga, saya merasa terjebak. Kapanpun saya mengunjungi neraka, saya tidak bisa tidur. Tubuh saya bereaksi dan membangkitkan sisa kesakitan di neraka.
Saat sedang berpikir, saya melihat keluarga saya ditarik-tarik. Mereka dipaksa berdiri berbaris dimana mahkluk iblis besar menunggu. Mahkluk itu begitu besar sampai tingginya menyentuh puncak neraka. Ada banyak pohon berbentuk salib berdiri di depannya.
Iblis-iblis lainnya bersiap-siap untuk menyalibkan keluarga saya. Mahkluk besar muncul menjadi raja. Setiap kali dia memberi perintah, bawahan dan keluarga saya gemetar ketakutan. Ukuran iblis yang sangat besar itu dengan suaranya yang menggelegar dan wujudnya menakutkan saya. Saya menangis.
Dengan ketakutan, tangis saya meledak. Dengan ekspresi perduli, nenek saya menghapus airmata saya. Saya tidak pernah diijinkan memegang tangan siapapun di neraka, tetapi kali ini, nenek saya diijinkan mendekat dan mengusap airmata saya. Saat dia mengusapnya, saya merasakan tangannya yang dingin seperti es. “Yoo Kyung! Mengapa kamu kesini lagi? Ini bukan tempat baik yang dikunjungi. Pergilah sekarang!” Saat dia berbicara, dia menangis bersama saya.
Yesus menarik saya mendekat kesisiNya dan memberikan satu buah berwana merah. Dia meminta saya memakannya dan berhenti menangis. Tuhan membawakannya dari sorga. Saat makan buah-buah sroga, nenek menatap saya. Kata Tuhan, “Yoo Kyung, bagaimana rasanya setelah disentuh nenekmu?” Saya menjawab, “Tuhan, tangan nenek sangat dingin, sepertinya dia kedinginan dan gemetaran."
Ketika nenek saya menangis, dia menundukkan kepalanya didepan Tuhan dan berkata, “Yesus sayangku! Terimakasih sudah membawa cucu saya, Yoo Kyung.” Paman saya yang berdiri disebelah nenek bertanya, “Yoo Kyung, dimanakah ibumu?” Jawab saya, “Ibu kesakitan. Dia tidak bisa berdoa, dia harus berbaring di gereja.” Tanya paman, “Benarkah? Aku harap dia sehat dan baik-baik saja…” Dia mencemaskan ibu saya. Kemudian saya melihat kakek dan sepupu saya berdiri disebelahnya. Saya tidak tahu jenis penyiksaan apa yang dialami kakek sebelum dia ketempat ini tetapi kulit tubuh dan wajahnya terobek.
Dengan wajah terganggu, paman dan sepupu saya menyatakan keprihatinannya. “Yoo Kyung, apa tujuanmu datang kesini? Keluarlah dari tempat ini sekarang!” Ketika nenek menangis, sekali lagi dia berbicara. “Yoo Kyung, aku juga ingin meninggalkan tempat ini. Karena engkau bersama Yesus, tolong minta Tuhan membawa saya keluar dari tempat ini. Neraka adalah tempat penyiksaan dan sakit yang tak tertahankan. Merupakan tempat yang menakutkan. Tolong saya keluar dari tempat ini.”
Saat melihat nenek menangis dan membujuk, saya meminta Tuhan. “Yesus, tolong keluarkan dia dari tempat ini! Saya merasa sedih!” saya menjerit kepada Allah Bapa. “Allah Tritunggal. Tolong!” Jawab Yesus, “Yoo Kyung, sudah terlambat. Marilah kita pergi sekarang, hari ini sudah cukup”. Dia meraih tangan saya dan sesaat saja, saya mendengar jeritan sangat keras sepupu saya. “Yoo Kyung! Tolong saya! Tolong! Selamatkan saya!” Saat dia berteriak, ular berwarna merah biru dan kuning meliliti kaki-kakinya. Ular-ulat itu merayap sampai ke kepalanya.
Sepupu saya terus menjerit dan berteriak, “Yoo Kyung! Ketika kembali ke bumi, injili semua keluarga kita dan katakan mereka untuk percaya Yesus. Katakan kepada mereka untuk rajin ke gereka! Katakan untuk tidak datang ketempat ini apapun juga! Apakah kamu mengerti?” Saat dia berteriak, iblis dengan tanduk tajam berlari kearahnya dan berkata, “Apa yang kamu katakana?” Dia terlihat sangat gusar. Iblis itu kemudian menusuk dada nenek dengan tanduknya. Kemudian nenek terjatuh ke tanah dan menjerit.
Dengan histeris saya berteriak, "nenek, nenek! Iblis, aku tidak akan lepaskan kamu karena hal ini! Jangan sentuh nenekku!" Saat saya berteriak, saya sadar bahwa saya sudah berada di gereja dan sedang berdoa. Yesus menepuk kepala saya, berbicara dan menghibur saat saya menangis dan berdoa.

Sister Baek Bong Nyu:
*Malaikat Tertinggi Michael menunggangi kuda putih
Selama persekutuan, beberapa iblis berbaris dan masuk ke tubuh saya. Mereka melumpuhkan tangan kiri saya. Saya tidak membedakan penampilan mereka. Mereka terus masuk kedalam tubuh saya. Saya kesakitan luar biasa dan berguling-guling dilantai. Bapak Pendeta dan Ibu Kang Hyun Ja melihat gangguan ini dan menghentikan doa mereka membantu saya. Jemaat lainnya juga menolong. Mereka semua mulai mengusir iblis keluar dari tubuh saya dan itu sulit. Cukup lama kami berperang.
Perang melawan iblis terus berlanjut sampai malam. Mereka bertahan didalam tubuh saya dan tidak mudah diusir keluar. Pendeta dan isterinya mengusir semua iblis satu demi satu. Mereka berdoa sepanjang malam dan ada banyak iblis didalam tubuh saya. Iblis-iblis itu menyiksa saya sepanjang malam. Tubuh saya memutar kesegala jurusan. Kelompok kami bisa mengusir semua iblis keluar pada dini hari. Ketika masuk ke tubuh saya, saya tidak mampu melihat bentuk atau wujudnya, namun saat diusir keluar satu demi satu, saya dapat melihat bentuknya dengan jelas.
Saya melihat banyak jenis ular berbeda-beda, besar dan kecil. Saya juga melihat serangga-serangga yang terlihat seperti sangat aneh dan menjijikkan. Ada lagi iblis yang berwujud seperti gadis muda dan yang lainnya bertanduk. Semuanya itu diusir satu demi satu. Setelah bebas, saya merasa bebas dan merdeka. Tubuh saya sakit dan sulit untuk bergerak. Saya harus berdoa sambil berbaring. Kemudian Tuhan datang dengan sekelompok malaikat. Roh Kudus turun juga dan memberikan saya api kudus. Sebuah bola masuk dalam hati saya.
Ketika bola api itu masuk dalam hati, tubuh saya menjadi sangat panas sampai tak tertanggungkan. Saya gemetar dari kedinginan tetapi setelah menerima Api Kudus, saya menjadi sangat panas. Tiba-tiba say ameledak dan berdoa dalam bahasa roh dengan kuat saat panas api menyala. Kata Yesus, "Bong Nyu, Aku tahu harimu sulit. Karenanya, aku tidak ingin membawamu ke neraka hari ini. Engkau masih berdoa juga sekalipun tubuhmu sakit. Marilah kita pergi. Aku ingin meringankan sakitmu.” Kemudian Tuhan memegang tangan saya saat kami terbang ke sorga.
Tuhan membawa saya ke sorga. Kami mengunjungi lautan, gunung yang putih seperti salju dan terus menunjukkan sekeliling. “TAnganmu sedingin es. Kamu pasti kesakitan. Ini pekerjaan iblis!” Tuhan memegang tangan saya dan sesaat kemudian saya melihat asap hitam berwujud ular keluar dari tangan saya. Asap itu lenyap. Setelah tangan Tuhan yang hangat menyentuh, tangan saya menjadi hangat. Kata Tuhan dengan lembut, “Bong Nyu, tubuh fisikmu sangat lemah dan lelah. Berbaringlah dan beristirahatlah disini. Hari ini kau melakukan pekerjaan dengan bagus.”
Setelah beristirahat lama di sorga, saya merasa pulih. Saya berjalan-jalan dengan para malaikat dan itu waktu yang indah. Saya kembali ke gereja dan melihat Malaikat Tertinggi Michael sedang memburu iblis. Dia mengendarai kuda putih dan berkuda diantara jemaat-jemaat yang berdoa. Karena Pendeta sudah mengusir keluar semua iblis dari dalam tubuh saya, dia tidak memiliki kesempatan untuk berdoa sepanjang malam. Karenaya, dia bersiap-siap untuk berdoa di pagi hari. Saya melihat sekitar 50 iblis mengelilingi Pendeta. Mereka menunggu kesempatan utnuk menyerang bapak pendeta. Malaikat Tertinggi Michael mendekat ke Pendeta dan berteriak, "Kalian semua iblis najis! Beraninya kamu datang dan bergabung disini." Kemudian dia mengayunkan pedangnya yang bersinar yang tampak seperti sinar emas. Malaikat Tertinggi Michael mengayungkan pedangnya dan memenggal iblis-iblis yang ada didekat Pendeta. Semuanya menjadi abu. Saya melihat asap keluar dari abu saat iblis lari dari neraka. 
Kejadian itu sangat jelas. Saat saya membandingkan Joo Eun dengan remaja lain, saya melihat sangat cemerlang, ekspresif dan selalu bersukacita.
Keluarga bapak pendeta mengalami kesulitan keuangan. Sekalipun mereka hidup dalam kemiskinan, anak-anaknya didisiplinkan dan diasuh dengan baik. Mereka tidak pernah mengeluh akan situasi ini. Jemaat kami adalah mereka yang tertolak dari gereja lain. Mereka tinggal disini dan menjadi stabil dengan iman mereka.
Yesus kembali ke gereja dan membangunkan Joo Eun yang tertidur selama doa panjang. Saat mengamati Tuhan, saya berurai airmata saat saya melihat Joo Eun tidak menanggapi. Saya merasa kasihan pada Joo Eun, dia sangat lelah. Kata Tuhan, “Joo Eun! Muka bintik. Ini Aku Tuhan. Aku datang untuk membawamu ke sorga. Bangun Joo Eun. SayangKu Joo Eun! Aku datang untuk menunjukkan banyak tempat di sorga. Joo Eun! Angkatlah kepalamu.” Tuhan mencoba membujuknya.
Joo Eun pasti sangat lelah, sampai dia tidak menanggapi Tuhan. Tuhan menghela nafas, “MAafkan. Karena doamu yang tekun, Aku ingin menunjukkanmu sekeliling sorga hari ini. Maaf.” Dengan lembut dia mengusap punggungnya dan pergi.
Sekelompok iblis diusir oleh Malaikat Tertinggi Micahel kembali memasuki Ny. Kang Hyun Ja. Mereka berjumlah 50 dan bergabung mengelilinginya. Mereka menunggu kesempatan untuk masuk. Untukngnya, Malaikat Tertinggi Michael mendekat dan berterika. “Tidakkah kamu belajr?” Michael mengayunkan pedangnya sekali dan kepala mereka semua putus. Mereka lenyap menjadi abu.
Ketika Bapak Pendeta, isterinya dan diakones Shin terus berdoa, sekelompok malaikat muncul dan membungkus mereka dengan sayap sebagai perisai pelindung. Malaikat Tertinggi Michael terus berperang melawan iblis-iblis dan melenyapkan mereka dengan pedang emasnya.


==== DAY 29 ==== (2 Korintus: 6:1-2)


*Keinginan Yosep
Tinggal satu hari reli doa berakhir dan roh saya belum bangkit. Saya merasa berat dan terganggu. Airmata mulai mengalir turun. Sebelumnya, ketika kelompok kami sudah selesai berdoa, saya akan mendengarkan kesaksian-kesaksian mereka tentang kebangkitan roh, saya merasa iri. Tuhan masih diam dan saya tidak mendengar apapun dari Tuhan, Joo eun dan jemaat lain menjelaskan alasan mengapa saya tidak mengalami kebangkitan. Mereka menjelaskan bahwa saya sedang dipanggil untuk menjadi pendeta untuk melayani. Karenanya, saya harus berdoa sampai Tuhan puas. Saya tidak tahu mengapa para pendeta harus berdoa lebih lama dan lebih kuat. Ayah saya, Pendeta Kim juga belum terbuka rohnya. Saya pikir mungkin hatinya putus asa. Namun, Pendeta tidak mengungkapkan kekecewaannya tetapi menghibur saya dengan kata-kata semangat. “Mari kita berdoa dan bersabar.”
Selama doa saya, saya meledak dalam tangis pertobatan. Saya menjerit sesaat, "Tuhan! Tolong bukakan mata roh saya! Tunjukkanlah sesuatu, Tolong?” Saat berbahasa roh, saya melihat sinar biru keluar dari kegelapan. Kemudian lenyap. Saya berdoa dan berharap melihat sinar biru itu lagi. Hati saya sangat menginginkannya. Namun, saya tidak melihat sinar biru itu lagi, sayang kecewa tetapi tidak marah.

Diakones Shin Sung Kyung:
*Transformasi Diakones Shin, Sung Kyung and Jung Min
Walau saya sudah bertobat dengan airmata cukup lama, saya masih belum melihat visi apapun. Saat teringat malam kami berdoa, saya melihatnya sebagai mujizat. Tanpa pertolongan Tuhan, itu mustahil. Komitmen doa saya adalah hasil dari kasih karunia Tuhan. Saat saya mendengarkan kesaksian-kesaksian anggota yang lain tentang kebangkitan roh dan pengalaman mereka mengunjungi sorga dan neraka, saya merasa malu dan mempertanyakan iman saya. Iman saya hanya tampaknya. Saya mencoba menjaganya dari yang lain. Baru-baru ini saya mengakui dosa-dosanya dalam air mata pertobatan.
Suami saya mengawasi anak laki-laki kami, Jung Min. Sikapnya benar-benar berubah. Jug Min sudah mengunjungi neraka sebelum saya. Anak saya ini memandang saya dan berkata, “Bu, kau harus mengunjungi neraka dan mengalaminya.” Say aharus menghibur diri saya sendiri ketika saya terkejut dengan kata-katanya.
Anak laki-laki saya Jung Min adalah anak tunggal dan siap masuk sekolah dasar. Dia kecanduan game di internet dan menonton kartun. Namun, setelah mengalami nyala api Roh Kudus, dia lahir baru dan menerima karunia roh. Dia tidak melihat televisi dan bermain game hampir selama satu bulan. Sekarang dia mendedikasikan dirinya untuk berdoa, dia dapat mudah berdoa selama 3 jam dengan tangan terangkat ke udara. Ambisinya sekarang adalah menjadi pendeta. Dia membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari. Saya berharap untuk melihat bagaimana dia berubah.

Lee Haak Sung:
*Tuhan menderita di kayu salib
Selagi berdoa, 3 iblis muncul bersamaan. Salah sautnya telrihat sangat kuat. Roh yang kuat itu mempunyai tubuh yang berotot dan sangat besar, juga memiliki 3 kepala. Roh itu berlarian disamping saya untuk mengganggu dan membingungkan saya. Saya berlari mengejarnya dan meraih kakinya. Saat saya dapat menangkapnya, saya memutarnya. Tiba-tiba api Roh Kudus keluar dari tangan saya dan masuk kedalam iblis itu. Seketika dia menjadi abu. Kemudian saya melihat benda hitan bersembunyi di belakang diakones Shin. Saya melawan benda itu sama seperti melawan roh berotot. Kemudian, iblis lain berwujud dinosaurus muncul. Tengkoraknya terbelah. Tanpa ampun, saya menangkap dan mengayunkannya beberapa kali. Dia hancur berkeping-keping. Dari tubuh yang hancur, banyak serangga najis, dan menjijikkan merayap keluar dan menjadi ribuan. Saya berteriak keras, “Api Roh Kudus!” Api keluar dari tubuh saya. Bola api itu menghancurkan dan membakar iblis-iblis dan ribuan serangga.
Setelah mengalahkan iblis, Tuhan menampakkan diri. Saat melihatNya, airmata saya tercurah. Saya membujuk Yesus. “Tolong bawa Yoseph dan Joo Eun ke sorga.” Jawab Yesus, “Baiklah.” Dia menyebut nama saya dan berkata, "Sam dol! Marilah kita ke sorga bersama-sama." Saya memegang tangan Tuhan dan kami tiba di taman bunga. Kami mendapatkan waktu yang menyenangkan.
Saat berjalan-jalan di taman bunga, Tuhan berkata, “Haak Sung! Kita harus mengunjungi tempat lain. Mari kita pergi sekarang. “ Saya heran kemana kami pergi. Kemudian saya sadar bahwa kami berada di gereja Tuhan. Dalam visi, saya melihat tuhan berjalan di bukut yang rendah dan kemudian Dia pergi. Tiba-tiba, Tuhan muncul didepan mata saya. Dia berjalan memikul salib. Orang-orang memukuliNya. Luka dan potongan tubuhNya mengeluarkan banyak darah. Mereka mengolok-olok Tuhan.
Dia memakai mahkota duri. Aliran darah mengalir ke wajah dari duri-duri yang ditancapkan kekepalanya. Saya melihat kejadian dimana Yesus menderita saat paku tajam panjang dipalu ke tangan dan kakiNya. Kemudian Dia mati. Saya menjerit keras saat menyaksikan penderitaan Yesus. Saya melihat mahkota duri, paku yang dipalu, air dan darah yang tercurah. Kemudian Tuhan muncul. Kali ini, Dia mengusap airmata saya dan dengan lembut berkata, “Haak Sung, jangan menangis.” Saya tidak pernah melupakan apa yang saya lihat dalam visi.

Lee Yoo Kyung:
*Memakan buah-buah sorgawi sekaligus
Hari ini bukan hari yang biasa. Yesus sudah menunggu kami di gereja sebelum kami berdoa. Dia berdiri dibawah salib yang tergantung di gereja. Ketika saya mulai berdoa, saya sibuk memanggil Allah Bapa. Tuhan datang didepan saya dan seketika memegang tangan saya. Dia menggandeng saya dan kami terbang ke sorga. Ketika sampai di sorga, saya mulai menyanyi dan Yesus melihat. Saya menyanyi 3 lagu, 'Praise, Oh my soul, Up and fight against the devil, and Baptize with the Holy Spirit.' Saya menyanyikannya berulang-ulang. Dengan lembut Tuhan bertepuk tangan dan berkata, "nona bertahi lalat sayangKu bernyanyi sangat baik. Sangat menyenangkan.” Dia memuji saya.
Saya berkata kepada Tuhan,"Tuhan, saya sakit tenggorokan dan batuk.” Jawab Tuhan, “Benarkah? Tidak diijinkan kamu sakit. Kamu demam? Aku akan menyembuhkanmu, jangan cemas.” Dia menggoncangkan tanganNya keseluruh tubuh saya dan memeluk saya. Saat itu juga saya merasakan kehangatan, kebaikan dan kelembutan. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Kata saya lagi, “Tuhan, hidung saya buntu.” JawabNya, “Aku juga akan menyembuhkannya.” Kemudian Tuhan membawakan saya buah-buah sorgawi. Buah-buah itu tampak sama dengan yang di bumi, baik ukuran, bentuk dan warnanya. Buah-buah yang dibawa Tuhan tampak seperti plum, pear, apel dan anggur. Namun satupun tidak bisa dibandingkan rasanya. Buah-buah sorga itu amat sangat lezat.
Digigit sepotong, buah itu langsung meleleh. Sebuah perasaan yang mengagumkan. Kata Yesus, “Yoo Kyung! Makanlah sebanyak yang kau mau dan sembuhlah.” Tiba-tiba Yeh-Jee mendekat dan berkata, "sister, saya dengar engkau demam. Jangan sakit, engkau harus sehat sepanjang waktu.Yah, 4 malaikat itu melindungi kita!" 
Saat Tuhan dan saya kembali ke gereja Tuhan, kami terbang melintasi galaksi. Dari kejauhan, kami melihat awan hitan bergerak. Kata saya ke Tuhan. “Yesus, saya tidak teringat melihat awan hitam itu. Mengapa mereka tiba-tiba ada disana? Sangat gelap dan saya ketakutan.” Tuhan menghibuat saya. “Itu bukan awan. Mereka adalah iblis–iblis najis yang menyamar menjadi awan. Mereka adalah iblis penipu. Jangan cemas, Aku akan melindungimu." Kemudian kami tiba di gereja.
Tuhan bertanya, "Yoo Kyung, apakah kamu demam?" Jawab saya, "Ya Tuhan, saya demam." Tuhan mengguncangkan tubuh saya. Ketika Dia mengguncang tubuh saya, tubuh saya menjadi panas. Saya merasakan seperti nyala api. Kami mengucapkan selamat tinggal dan melambaikan tangan satu sama lain. Penjagaan saya lemah dan iblis mengambil kesempatan saat itu, masuk ke tubuh saya. Saya tersiksa lagi sepanjang malam. Tetapi setelah Pendeta mendoakan, saya pulih.

*Sister Baek, Bong Nyu menghadapi Setan untuk ketiga kalinya
Saat menjerit kepada Tuhan dalam airmata pertobatan, Sister Joo Eun sedang duduk dan berdoa disebelah saya meledak tangisnya dan mulai bertobat. Dalam sesaat saya mengikutinya. Saat berdoa, saya melihat malaikat-malaikat turun dari sorga dan mereka semua dibungkus dengan lapisan tebal sinar terang. Lapisan sinar pelindung itu begitu cemerlang sehingga saya tidak bisa menatapnya langsung. Tetapi sekelompok iblis muncul dan menyerang kami. Mereka menonton dan menunggu kesempatan untuk memasuki pelindung itu.
Para malaikat harus datang untuk membawa saya, seperti yang sudah diperintahkan Tuhan. “Tuhan sudah menunggu di dunia galaksi. Cepatlah, kita harus pergi sekarang karena Dia sedang menunggumu." Mereka mendesak saya. Stelah keluar dari lapisan sinar pelindung, para malaikat dan saya terbang ke udara. Iblis-iblis itu mengejar kami dan berusaha menyerang. Kami bertarung hebat saat terbang.
Akhirnya, kami bisa mencapai galaksi tetapi Tuhan tidak ada disana. Kegelisahan saya meningkat saat saya memahaminya. Kami terbang melewati terowongan. Kapanpun Tuhan tidak ada disekitar saya, jantung saya berpacu keras. Tiba-tiba, Tuhan muncul entah darimana dan memegang tangan saya. Kemudian Dia menghibur hati saya yang gelisah. “Bong Nyu, apakah kau lama menunggu? Marilah kita pergi dan mengunjungi neraka. Jangan takut, Aku akan melindungimu."
Tuhan menyertai saya ke neraka. Tanpa diharapkan, raja iblis berdiri didepan saya. Awalnya, saya tidak tahu jenis iblis apa itu, saya tidak memiliki kesempatan mengenali identitasnya. Namun, saya mengenalinya ketika dia mulai berbicara.
"Kamu, Kamu datang kesini lagi! Kamu sudah melukai mataku dan melukai punggungku. Kamu sudah menghancurkan sayap-sayapku. Apakah kamu pikir kamu dapat terus hidup tanpa merasa bersalah? Tubuhku kesakitan karena bekas luka yang kamu tinggalkan di punggungku. Aku sudah rindu dan menunggumu kembali kesini. Akhirnya, kamu ada disini!” Dia berteriak seakan-akan neraka bergoncang. Raja iblis memerintahkan pada bawahannya. “Bawa anggota keluarganya kesini!” Kemudian saya melihat anggota keluarga saya ditarisk. Mereka ditempatkan didepan raja iblis dan mahkluk-makhluk bawahannya menakut-nakuti. Mereka gemetar ketakutan dan wajahnya pucat, memandang saya tanpa pengharapan. Tuhan berdiri melihat dalam diam.
Ketika kakak saya berteriak, dia berkata, "Sister Bong Nyu! Aku ingin melihat anak perempuanku yang lahir setelah aku mati!” SEtelah itu ibu saya berbicara. “Anakku Bong Nyu! Aku sangat merindukan anak perempuannya. Setelah anaknya lahir, aku mati.” Kata-kata mereka sulit dipahami karena mereka dalam penyiksaan. Bagaimana mereka dapat merindukan anak mereka di tempat ini? Sakit mereka luar biasa, bagaimana mungkin mereka merasakan emosi yang lainnya?
Karena keingintahuan mereka besar, saya harus memberikan update. Anak perempuan kakak saya adalah keponakan saya dan dia sekarang sudah lebih dari 20 tahun. Saya katakana bahwa dia bukan orang Kristen. Namun, saya menjanjikannya bahwa saya akan menginjili dia dan membawanya ke Gereja Tuhan.
*Setan membalas dendam pada keluarga saya
Ketika raja iblis mendengar pembicaraan kami, dia menjadi sangat marah, terutama mendengar kata menginjili. “Apa! Menginjili siapa? Apa yang kamu omongkan? Kamu tidak tahu luka apa yang menimpaku karenamu! Aku sudah menunggu saat ini! Aku akan membuat keluargamu lebih menderita. Mulai siksaan!” Dia memerintahkan. Dengan perintah itu, makluk bawahannya menjawab, “Ya, tuan ! Raja Setan!” Makhluk iblis itu kemudian berjalan menuju ibu, keponakan dan kakak saya.
Ibu saya berpakaian putih, sedangkan kakak dan keponakan saya berpakaian hitam. Mahkluk itu membaringkan keluarga saya di tanah bersisian. Dia mulai menusuk tubuh ibu saya dan dimulai dari kaki. Paku itu sangat tajam, panjang dan tebal. “Ahhh! Bong Nyu! Selamatkan saya! Tolong selamatkan saya!” Dia dicabik-cabik dan darah mengucur dari seluruh badannya. Jeritan dan ratapan terdengar diseluruh tempat. Gendang telinga saya seperti akan meledak mendengarnya.
Kejadian di neraka ini bukanlah khayalan saya dan tidak nyata. Neraka adalah tempat yang nyata. Apapun yang saya saksikan, kejadian-kejadian itu terjadi didepan saya. Kejadian dan suara-suara siksaan itu nyata. Bagaimana saya dapat menciptakan sebuah khayalan penuh kesedihan seperti ini! Kesabaran saya berakhir dan saya berteriak seperti orang dila. “Tuhan! Tolong lakukan sesuatu! Tolong! Cepatlah! Saya tidak tahan melihatnya lagi! Tolong! Mengapa Engkau tidak menghukum bajingan yang sekarang menyiksa ibu saya?” Saya menangis histeris.
"Ibu! Ibuku malang! Dia disiksa seperti ini karena saya menjengkelkan Setan. Ini kesalahan saya. Apa yang harus saya lakukan! Ibu! Tolong maafkan saya! Ini kesalahan saya!” Setan memerintahkan bawahannya untuk terus menusuk tubuh ibu saya. Mahkluk itu menusuk perut, dada, leher dan kepalanya, dan tanpa ampun. Beberapa kali ibu saya pingsan dari waktu ke waktu dan menjerit. Darah dan potongan daging berceceran dimana-mana. Dia tidak lagi terlihat seperti manusia.
Kakan dan keponakan saya menderita menyaksikan siksaan ibu. Mereka gemetaran dan tergoncang-goncang. Setelah selesari dengan ibu saya, mahkluk-makluk itu lari menuju kakak dan keponakan saya dan mulai menusuk tubuh mereka dengan paku sama seperti yang dilakukan pada ibu. "Ah! Bong Nyu! Selamatakan saya! Tolong saya!” “Bibi, Tolong saya! Bibi! Tolong minta Tuhan, cepatlah!” Mahkluk iblis it uterus menusuk tanpa ampun. Jeritan terdengar dari kakak dan keponakan saya menggema di langit-langit neraka.
Setan dengan keras berteriak, "Lihatlah, Bagaimana perasaanmu? Tidakkah ini menyenangkan? Karena engkau memberikanku luka, aku akan membiarkan kamu mengalami luka melalui penyiksaan keluargamu. Aku akan mengijinkanmu melihatnya!” Saya tidak menghiraukan Setan. Saya melihat kearah ibu dan beteriak, “Ibu! Ibuku malang! Ketika aku mengunjungi neraka waktu lalu, engkau berada dalam api neraka. Ketika aku melihatmu dalam api, hatiku sangat sakit. Aku mencoba membalas dendam dengan menyerang raja iblis. Namun, aksi balas dendamku hanya menghasilkan siksaan yang lebih besar bagimu, maafkan. Ibu, maafkan aku! Apa yang harus aku lakukan?” Saya menangis dan menangis. Saya menjadi marah dan mulai mengutuk raja iblis.
"Setan! Kamu iblis! Allah Tritunggal ada didalamku! Aku anak perempuan Tuhan! Aku akan hancurkan tempat ini, aku janji! Jika aku tidak bisa, Tuhanku yang membalaskannya. Kamu akan dihancurkan dan dilemparkan ke danau api. Aku akan menunggumu dengan sabar saat itu. Kamu bilis jahat najis! Setan najis! Kamu pikir siapa dirimu? Beraninya kamu mencobai manusia di bumi, membuat mereka berdosa dan menuntun mereka ke neraka. Bajingan! Kamu dikutuk! Setan! Dan semua bawahanmu akan dikutuk Allah Bapa!”
Tuhan melihat saya semakin gusar sehingga dengan cepat Dia menggandeng tangan saya. Saya berada dineraka tetapi seketika itu ada sinar terang didepan mata saya. Saya sudah berada di sorga. Setelah melalui kegelapan neraka, sinar terang sorga membuat pikiran saya kosong. Perubahan tiba-tiba itu membingungkan saya.
Dengan lembut Yesus menjelaskan, “Bong Nyi, sekalipun Aku ingin menolongmu, itu mustahil. Sekali seseorang masuk neraka, dia tidak akan pernah meninggalkannya. Sangatlah tidak mungkin bagiKu mengubahnya. Engkau hanya dapat diselamatkan selama engkau hidup. Sekali seseorang mati, tidak ada kesempatan untuk bertobat. Sudah selesai. Yang dapat Aku lakukan hanyalah menangis bersamamu atau membawamu ke sorga. Keluargamu ada di neraka, Aku tidak mampu melakukan apapun, itu diluar jangkauanKu. Tidak seorangpun pernah dapat menolong mereka." Tuhan sangat menyesal akan situasi itu.
Sekalipun saya ada di sorga pikiran kalau keluarga saya di neraka membuat saya menangis. Saya tidak bisa berpikir apapun kecuali pikiran mereka disiksa di neraka. Saya pernah mengalami sakit tak tertanggungkan, tidak ada hiburan untuk hati saya yang hancur. Tuhan menerbangkan saya ke tempat paling tinggi di langit sorga. Saya melihat awan unik yang membentuk jembatan. Selagi Tuhan dan dan say aberjalan melewati awan, Dia menggandeng tangan saya. Namun, pikiran saya masih tertuju pada keluarga saya yang disiksa.
Saya terus menangis seperti anak kecil. Saya malu menangis didepan Tuhan. “Tuhan, ampuni saya. Saya belajar untuk tidak menangis di sorga. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak bisa mengendalikannya…” Kemudian Tuhan memanggil 3 malaikat. “Baek Bong Nyu orang kudus sekarang akan kembali ke Gereja Tuhan. Engkau harus mengawasi dan menjaganya." Para malaikat itu dan saya kembali ke bumi. Kapanpun saya pulang dari neraka, seluruh tubuh say akesakitan, punggung saya akan terasa sangat sakit. Saya berdoa dan meminta Tuhan, “Tuhan, punggung saya sangat sakit, sulit untuk berdoa sambil berlutut.” Bolehkan saya berbaring di kursi gereka dan berdoa?” Tuhan menjawab dengan ramah, “baik.” Allah Bapa juga menjawabnya. “Tidak apa-apa berdoa dengan berbaring.”
Saat berbaring di kursi, saya berdoa. Yesus kembali dan membawa saya ke pegunungan di sorga. Di gunung-gunung sorgawi, saya melihat pilar-pilar batu bersinar terang cemerlang. Saya mendekat ke pilar-pilar yang seperti Kristal, transparan. Pilar-pilar itu merefleksikan sinar ke segala arah. Pilar-pilar di gunung itu sangat indah dan tidak ada kata-kata untuk mengungkapkannya. Sebuah pemandangan yang fantastis dan luarbiasa. Tuhan tahu saya tertekan jadi Dia membawa saya menunjukkan seluruh tempat-tempat indah. Dia menghibur dan menyemangati saya, Dia membuat setiap usaha membahagiakan saya. “Bng Nyu! Berhentilah menangislah!” dan saya berhenti menangis.
* Menawarkan untuk pergi ke neraka
Setelah kembali ke gereja, saya mulai berdoa tapi kemudian jatuh tertidur. Selama saya tidur, malaikat penjaga saya dengan 3 malaikat lainnya mengawasi dan melindungi. Setelah terbangun, say abertanya kepad amereka dimanakah Tuhan berada. Tuhan ada bersama saya sebelum saya jatuh tertidur. Para malaikat itu menjawab, “Jangan cemas, Tuhan akan segera kembali.” Tepat setelah mereka selesai menjawab, Tuhan muncul. Saya meminta kepada Tuhan, “Tuhan, Reli doa 30 hari ini akan segera berakhir besok. Saya tidak akan memiliki kesempatan lagi mengungjungi neraka. Saya ingin mengunjungi neraka untuk terakhir kalinya.”
Kata Tuhan, "Apakah kamu sungguh-sungguh? Engkau belum lagi pulih dari kunjunganmu sebelumnya, dan engkau masih shock. Bong Nyu, mengapa engkau memutuskan kembali? Mengapa engkau ingin mengunjungi neraka lagi?” Tuhan tercengan. 
Saya balik menjawab, “Dari reli doa ini, saya belajar banyak hal. Selama pertengahan kotbah, Pendeta mengatakan banyak hal aneh. Saya kira tujuannya untuk memberikan semangat dan menguatkan iman kami. Saya mengulang perkataan Pendeta kepada Tuhan. Kemudian Tuhan tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Oh! Aku sudah dengar kata-kata itu.” Kata say alagi, “Saya sudah belajar satu hal penting, yaitu hanya dengan iman. Terlebih lagi, saya sudah belajar untuk tekun berdoa tanpa permintaan, kecuali kebangkitan roh. Mungkin anggota tim yang lain berpikir seperti saya.”
Kata Yesus, "Bong Nyu, Aku mengerti maksudmu, tapi jika engkau mengunjungi neraka sekali lagi, engkau mungkin akan melihat orangtuamu lagi. Secara emosional engkau akan terluka lagi. Hatiku sakit karena tahu Aku tidak dapat menolongmu. Mengapa engkau terus meminta untuk mengunjungi neraka sekali lagi?" Dengan mendesak saya menjawab, “Tuhan, Pendeta kami menulis buku yang mengungkapkan kebenaran dan identitas iblis dan neraka. Karenanya, jika saya mengunjungi neraka sekali lagi, saya dapat menyaksikan dan mengalaminya dengan lebih detik, sehingga kamu dapat mencatatnya dengan akurat. Kamu harus menggambarkan jelas neraka dan iblis-iblis.” Saat saya mengatakan ketetapan saya, Yesus terlihat terkesan. Saya berlutut saya seperti sedang berdoa. Kemudian Tuhan berkata, “Tidak apa-apa berdoa dengan berbaring.” Karena hal itu saya meminta Haak Sung membawakan saya bantal. Saat berbaring saya mulai berdoa.
Tuhan membawa saya kembali ke neraka dan Dia meninggalkan saya sendirian. Saya mulai berjalan melewati kegelapan. Jalan itu begitu sempit jadi saya harus berhati-hati. Saya mengenali jalan kecil itu dan saya mampu menemukannya jalan dan bergerak maju. Saya terus berkjalan maju tetapi saya tidak melihat atau merasakan apapun juga. Tanpa saya tahu, tiba-tiba saya sudah terperangkap dalam sebuah sel. Saya mencoba keluar tetapi saya tidak melihat apapun, dan saya tidak bisa bergerak.
*Mengalami siksaan tetapi tanpa kesakitan
Setelah beberapa saat, beberapa iblis muncul dan menelanjangi saya. Saya terperangkap dalam sel atau ruangan kecil. Saya merasakan benda aneh melekat di tanah dan benda-benda itu mulai merayapi kaki dan tubuh saya. Saat melekat di tubuh saya, saya merasakan seperti seseorang sedang menyapu saya dengan lem yang sangat kuat ke sekujur tubuh saya. Seketika saya bereaksi dan ebrteriak ke iblis-iblis itu. “Kamu mahkluk iblis! Allah Tritunggal melindungiku! Dengarkan semua mahkluk iblis neraka! Tidak tersisa banyak waktu lagi sampai Tuhan menghancurkan neraka! HAnya tunggulah hari yang menakutkan itu!” 
Selagi berteriak, benda-benda melekat it uterus naik ke dada, leher dan mulut saya. Seakan-akan mencoba melekat di mulut saya dan merekatkannya. Saya berteriak lebih keras, “Mahkluk iblis, aku mengutukmu! Kamu akan dihancurkan segera!" Saat berteriak, seluruh tubuh saya tergoncang.
Segera setelah itu, makluk aneh mulai keluar dari dalam benda-benda itu. Mahkluk kecil-kecil saat bergerak. Ketika melihatnya, saya tergoncang. Mereka itu kelabang hitam dan merayap ke seluruh tubuh saya. Ada banyak sekali kelabang. Mereka mulai berpencar dan masuk kedalam kulit saya. Untungnya, saya dilindungi Tuhan, sehingga saya tidak merasakan sakit lagi. Karenanya, saya tertawa dan mengejek mereka.
Raja iblis jengkel dengan sikap saya. Saya sama sekali tidak merasakan sakit. Sang Raja memberikan tanda dan ular tak terhitung banyaknya muncul dan melilit tubuh saya. Mereka terus merayap dan melilit tubuh saya, mereka terus menggigit saya. Percaya dalam iman, saya berteriak, "Ya, terasa enak. Mari gigit aku lagi! Kalian melepaskan gatal-gatalku.” Saya tertawa dan mengejek makhluk-mahkluk dan serangga, sekelompok ular kobra yang berdiri tegak dan terus mengigit saya.
Berapa kalipun mereka menggigit dan mencengkeram, saya tidak kesakitan. Tiba-tiba ruangan saya dipenuhi dengan ular. Saya berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, tolong saya! Dimanakah engkau? Tolong datanglah cepat!” saya terus memanggil namaNya tetapi sia-sia, Dia tidak muncul.
Saya tidak tahu
Para malaikat harus datang untuk membawa saya, seperti yang sudah diperintahkan Tuhan. berapa lama saya berdoa bahasa roh, tetapi masih sebentar saya dapat melihat Tuhan ditengah-tengah sinar terang. Dengan cepat saya memanggilNya. “Tuhan, Tuhan!” Saya sangat senang melihatNya. Ketika Yesus melambaikan tanganNya, ruangan dan neraka menghilang. Kemudian saya mengenakan jubah putih bersinar dan bersayap. Tidak perduli dimana saya berada, jika Yesus tidak ada bersama saya, saya akan seperti di neraka.
Saya merasa seperti di neraka selama setengah tahun. Neraka itu sangat tak terbayangkan, sebuah tempat yang penuh luka dan siksaan. Satu hari di neraka seperti seribu tahun mungkin 10 tahun. Saya tidak ingin memikirkan neraka, bahkan untuk sesaatpun juga. Itu adalah rumah keputusasaan yang kekal, jeritan yang kekal dan ratapan kekal. Saat Yesus membawa saya ke gereja, Dia menyentuh tubuh saya ditempat saya merasakan sakit. Kemudian Dia menghibur saya dengan kata-kata penghiburan. "Bong Nyu, Orang kudus Bong Nyu. Kalian semua adalah domba-domba kecilKu. Kalian semua sudah berdoa selama 30 hari. Tetap pelajarilah Firman Tuhan dan hadiri gereja dengan antusias. Katakan kepada Pendetamu untuk menulis dan merekam semua pengalamanmu.

Pendeta Kim Yong Doo:
*Pendeta Mengusir setan
Sekali lagi, kemarin sekelompok iblis masuk Sister Baek Bong Nyu. Peperangan mengusir iblis keluar membutuhkan semalaman. Hari itu hari Minggu dan saya diserang oleh iblis-iblis. Dalam waktu lemah, saya diserang secara fisik.
Selama kebaktian malam lain, Sister Baek Bong Nyu sekali lagi diserang dan iblis-iblis memasuki tubuhnya.==== DAY 29 ==== (2 Korintus: 6:1-2) PAsukan iblis lain mengganggu dan menyakitinya. Untungnya, iblis-iblis itu tidak masuk ke kepalanya. Namun, karena sakit tak tertahankan yang meningkat setiap menitnya, dia terjatuh dilantai kesakitan. Ketika ini terjadi, kami meninggalkan gereja dengan tidak mudah. Besok kamu sudah menyelesaikan 30 hari reli doa bahkan jika kami diserang lagi. Iblis-iblis itu tekun menyerang dan tidak menyerah. Sejujurnya saya menjadi sakit dan lelah atas serangan mereka.
Perang dan mengusir keluar iblis melelahkan kami secara roh dan fisik. Selutuh tim doa kelelahan. NAmun, Tuhan menguatkan kami. “Saya akan bertarung samapi mati sekalipun itu harus dibayar dengan nyawa!” Satu demi satu, saya mengusir keluar iblis-iblis itu. Tiba-tiba isteri Pendeta terjatuh. Selagi dia dan pendeta mengusir iblis, bilis menyerang dan masuk ketubuhnya. Dia tidak bertahan karena kelemahannya baik fisik maupun roh.
Iblis-iblis itu akan mengubah serangan ke isteri pendeta dan Sister Baek bong Nyu. Sepertinya mereka sengaja menipu kami. Mereka mengejek kami dan perang terus berlanjut sampai dini hari dan iblis-iblis itu tetap bertahan, namun kemudian Tuhan turut campur. Dia mengusir iblis pergi. Saat Tuhan mengawasi peperangan kami, Dia mempertanyakan kemampuan iman kami dan iman untuk mengusir roh-roh jahat. Kami perintahkan roh-roh jahat itu sebagai satu iman. Dia terus mengamati dan mengawasi.
Bahkan bagi saya kami seperti sekelompok orang gila. Orang luar mungkin akan menganggap kami terganggu jiwanya. Saya tidak mengerti bagaimana kami berakhir seperti iini. Saya tidak bermimpi. Ini nyata dan saya tidak tahu berapa lama hal ini berlangsung. Pikiran saya lemah dan penuh keraguan. Tetapi saya tahu jika saya menghakimi situasi roh ini dengan kesimpulan fisik. Saya akan sangat berdosa didepan Tuhan. Karenanya, saya mengumpulkan diri saya sendiri dan memfokuskan pikiran saya. Saya terus mengusir iblis keluar dalam nama Tuhan. Mengusir iblis keluar membutuhkan bantuan Tuhan. Saya terbiasa percaya bahwa mengusir iblis hanya dengan kata-kata sederhana yang diajarkan Alkitab, namun melalui relli doa dan mengalami peperangan yang sengit, saya harus bertobat didepan Tuhan. Saya teledor saat mengusir iblis. Seperti biasanya, kami bertarung dengan roh jahat semalaman sampai pagi. Saat berakhir, kami mampu berdoa secara pribadi. Seperti biasanya, Tuhan memberikan saya gerakan tangan untuk menyembuhkan. Tanpa kekuatan saya, tangan saya akan bergerak kea rah yang berbeda. Ini adalah gerakan-gerekan untuk menyembuhkan.
Lima belas hari yang lalu, saya diserang keras oleh roh-roh jahat, didigti dan tandanya tertinggal dikulit saya. Saya sangat kesakitan. Tanda gigitan itu tidak sembuh dan sakitnya terus menerus meningkat. Sekarang saya mengerti logika dibelakang serangan itu. Roh-roh jahat itu tahu tentang buku yang saya tulis. Saya menulisnya dengan tangan kanan. Serangan itu terutama di bagian kanan tubuh saya. Iblis-iblis itu mencoba menghambat penyelesaian buku.
Sebelum serangan itu, saya mampu bebas berkhotbah, menyembah dan berdoa sebanyak mungkin. Tetapi sekarang, setiap kali saya berbicara atau bergerak, saya sangat kesakitan/ Karenanya saya tidak mampu bergerak bebas. Semuanya ini hasil keteledoran saya. Tuhan memerintahkan saya untuk tetap menyaksikan dan mengalami secara rahasia sampai buku ini diterbitkan. Namun, saya tidak patuh. Keteledoran saya membawa hasil yagn mengerikan. Dan hasilnya, sekarang saya lebih berhati-hati. Saya lebih berhati-hati ketika ketemu orang. Sampai buku ini diselesaikan dan diterbitkan, saya menghindari menyebuatkan bagian apapun dari pengalaman kami ke orang lain. Nyatanya, saya mencoba menghindari percakapan singkat atau lama dengan keluarga saya. Saya harus membayar harga untuk ketidakpatuhan saya. Saya sadar betapa menakutkannya jika tidak mematuhi tuhan melalui siksaan fisik. Saya bertobat setiap hari dan saya berharap akan segera disembuhkan.



==== DAY 30 ==== (Tesalonika 5:14-23)
Diakones Shin Sung Kyung:
*Mulai mengalami pengalaman roh
"Yesus! Tolong berikan saya kuasa dengan Engkau Roh Kudus, sehingga saya juga dapat menari seperti Ny. Kang Hyun Ja dan Sister Baek Bong Nyu! Saya mohon! Saya sangat menginginkannya!” Saat saya berdoa sungguh-sungguh, saya merasakan kedua tangan saya panas, sangat panas seperti menyentuh bola api. Saya mengalaminya waktu lalu tetapi hanya sesaat saja. Namun, hari ini, seluruh tubuh saya menjadi panas dan tangan saya terangkat tinggi dengan sendirinya. Saya merasa seperti seseorang yang tidak tampak sedang memegang tangan saya keatas dan menentukan apakah terangkat ataukah turun. Benar-benar fenomenal. Tangan danlengan saya bergerak kesegala arah dengan gerakan yang berbeda. Hati saya berlimpah-limpah sukacita. Saya menangis bertobat, airmata itu turun mengalir di wajah saya. Saya emrasakan doa-doa saya secara roh semakin dalam. Saya terbang melintasi langit malam dan saya terpesona dengan malam yang mengagumkan itu.

Kim, Joo Eun:
*Empat malaikat penjaga
Selama reli doa, Yesus memberikan saya karunia kudus dan karunia nubuat. Itu adalah hadiah Tuhan bagi saya. Saya mencintai Yesus teramat sangat. Kapanpun saya menutup mata dan menyebut namaNya, Dia akan muncul. Dia akan memanggil nama saya, “Muka Bintik.” Mungkin Dia mengatakan, “Muka bintik, apa yang kau perlukan? Apakah kau punya pertanyaan?” Kemudian Dia akan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan lembut dan ramah.
Namun, seringkali iblis-iblis najis itu menyamar menjadi Tuhan. Mereka juga saya saya sering memanggil Tuhan dan bertanya. Awalnya, saya tidak bisa membedakan antara Tuhan dan iblis. Beberapa kali saya ditipu. Ttapi sekarang, saya akan menguji roh yang akan muncul itu. Dengan mengujinya, saya dapat membedakan antara Tuhan dan iblis. Iblis tidak bisa menumpahkan darah mereka. Iblis juga tidak bisa memikul salib. Mereka semua penipu. Setiap kali muncul mereka menipu. Tuhan memberikan saya hikmat untuk membedakan roh jahat. Dengan cepat saya dapat mengidentifikasi mereka sekarang.
Ketika saya menanyakan hal mengenai keinginan jasmani, keserakahan atau hal-hal yang menguji, Tuhan akan membalikkan punggungNya dan diam. KArena saya bukan akan muda yang dewasa, Tuhan akan memberikan jawaban yang saya mengerti. Saya sangat bersyukur akan kebaikan Tuhan. Tuhan sangat sensitive dengan hati yang begitu indah. Dia adalah segala sesuatu dan Dia adalah Maha Kuasa, Dia tahu kedalaman hati kita. Beberapa kali Yesus akan membuka informasi mengenasi ayah dan ibu melalui saya. Saya tidak bisa membedakan bagaimana perasaan orang tua saya karena itu ada didalam hati mereka. Namun, Yesus akan memberikan sebuah pesan hanya jika mereka tahu karena itu ada didalam hati mereka. Ketika saya menyampaikan pesan itu, mereka akan terkejut. Pesan dari Tuhan akan menuntun mereka untuk menyerah dan bertobat.
Saya juga dapat berbincang-bincang dengan malaikat-malaikat penjaga keluarga kami. Ada 4 malaikat karena kami berjumlah 4 orang. Ketika saya mencoba berbincang-bincang dengan mereka, Tuhan akan turut camput. Dia akan mengatakan, “Muka bintik, Akulah Tuhanmu! Jika engkau ingin berbincang-bincang dan mendiskusikan pertanyaan, engkau harus memanggil namaKu dan mendiskusikan apapun denganKu. Mengapa engkau terus berbincang-boncang dengan malaikat?” Saat Tuhan merasa cemburu, saya menjadi penuh sukacita karena Dia menghasratkan saya.
Saya mampu mengahdiri seluruh reli doa kali ini karena saya sedang libur musim dingin. Ketika hadir, saya berdoa sungguh-sungguh. Bahkan saya berhenti les piano dan aktifitas lain sehingga saya dapat berdoa. Hasilnya, Yesus sangat memberkati saya. Sebaliknya, saya memahami sekolah saya. Saya tahu sebentar lagi sekolah dimulai dan kesempatan saya berdoa akan dibatasi. Sudah 9 bulan sejak saya menonton tv dan menggunakan computer. Awalnya, sangat sulit untuk berhenti, namun sekarang, saya benar-benar menikmati persekutuan dengan Tuhan. Sekaranglah waktunya saya menggunakan waktu yang saya habiskan menonton tv dan bermain komputer untuk berdoa dan mempelajari Alkitab. Saya berikan semua kemuliaan bagi Tuhan.
*Tentang sayap-sayap malaikat
Setelah berdoa, saya pulang ke rumah dan melihat malaikat penjaga keluarga saya menunggu. Malaikat penjaga pendeta memiliki 2 pasang sayap, tetapi sekarang itu 3 pasang sayap. Saya bertanya kepada Tuhan, "Yesus! Engkau pernah mengatakan bahwa banyak malaikat penjaga gereja-gereja super besar memiliki 3 pasang sayap. Mengapa malaikat penjaga pendeta kami bersayap 3 pasang juga, sedangkan gereja kami sangat kecil? Baru kemarin malaikat itu bersayap 2 pasang dan sekarang memiliki 3 pasang sayap??" Jawab Tuhan, "Banyak pendeta yang sungguh-sungguh berdoa dengan segenap kekuatan mereka tetapi itu pada awal mereka pelayanan. Namun, ketika gereja mulai bertumbuh, mereka tidak berdoa seperti sebelumnya. Aku kecewa dan sedih. Tetapi Pendeta Kim seringkali berdoa sungguh-sungguh. Dia juga memimpin pelayanan menurut kehendak Tuhan. Karenanya, Aku memberikan malaikat penjaga ini satu pasang sayap lagi." Malaikat penjaga ibu saya hanya bersayap 1 pasang.

Kim, Joseph:
*Mata roh terbuka separoh
Karena ini adalah hari terakhir 30 hari reli doa, saya bersiap-siap berdoa sungguh-sungguh, dengan segenap kesungguhkan dan hati saya. Saya memegang tangan kanan Brother Haak Sung, jari jemari kami bertautan. Tangan kiri saya terangkat ke udara dan saya berdoa bahsa roh. Dengan mata tertutup saya rasakan seakan-akan seseorang memegang tangan kiri saya dan jari jemari kami bertautan. Arus listrik mengalir dari tangan kiri ke sluruh tubuh saya. Dengan terkejut, saya mencoba membayangkannya. Saya merasa seseorang menyentuh dengan sangat kuat seperti seseorang menggandeng tangan saya. Akhirnya, saya bertanya kepada Brother Haak Sung. "Brother Haak Sung! Saya merasa seseroang memegang tangan kiri saya. Apakah kau tahu siapakah itu? Dapatkah engkau melihatnya? Tolong beritahu saya." Dia menjawab, "Brother Joseph, Yesuslah yang menggandeng tanganmu saat ini dan Dia terbang menuju sorga. Jangan buka matamu dan teruslah berdoa!"
Saat saya terus berdoa, saya merasa seakan-akan saya terbaling melintasi angkasa gelap. Tiba-tiba sinar kebiruan muncul kearah saya dan melewati saya secepat kilat. Kemudian sinar biru lain melewati saya, sebuah sinar biru yang besar. Saya terus terbang dan menjumpai bintang-bintang tak terhitung jumlahnya. Saya berteriak, “"Wow! Pemandangan yang menakjubkan! Ini sangat indah!!" Dengan semakin dalamnya doa saya, saya terus melihat banyak bintang melewati saya dengan cepat. Bintang-bintang galaksi itu sangat indah. Saya merasa seperti seorang astronot yang menembus luarangkasa. Saya pikir, 'Mungkin, saya bermimpi.' Saya memutuskan mencubit diri saya sendiri. Ya, tubuh jasmani saya masih berdoa di gereja, saat saya menyentuh tubuh jasmani saya, saya juga berada dalam alam roh pada saat yang sama.
Tubuh fisik saya berdoa dalam bahasa roh, namun saya terbang cepat secara roh. Tiba-tiba sebuah benda seperti mata uang terlihat. Benda bulat itu sebagian tertutup dengan material ihtam. Dia berubah menjadi bulan purnama, tetapi yang saya saksikan adalah eclips. Eclips itu menciptakan bulan sabit. Bulan disinari dengan sinar emas yang sangat terang sehingga mata saya tidak bisa menembusnya. Saya tidak pernah mengalami terang seperti ini. Sinar itu berayun seperti pendulum, terayun ke belakang dan depan sampai 120 derajat. Saat sinar itu terayin, warna-warna pelangi muncul.
Seketika saya berpikir, 'Wow! Mungkin tempat itu adalah pintu surga 12 mutiara!” saya pikir hari ini saya akan masuk ke sorga. Hati saya sangat mengharapkan, saya mulai berdoa lebih sungguh-sungguh tetapi untuk beberapa alasan saya tidak bisa maju. Tidak perduli betapa keras doa saya, saya tidak bergerak maju. Saya tidak terbang seperti kecepatan sebelumnya. Saya diam setelah menyaksikan pelangi dan warna warni sinar, tampaknya seakan-akan waktunya berhenti.
Saya merasa sangat dekat. Sangat frutasi, betapa memalukan! Saya tidak bisa maju, jadi saya kembali ke belakang. Hati saya hancur dan terasa kosong. Sayaharap memiliki pengalaman lain ketika saya melewati pendulum itu. Saat reli doa berakhir itu sudah jam 7 pagi.

 *Joseph menjadi target iblis
Setelah menyelesaikan reli doa kami, Brother Haak Sung dan saya berbincang-bincang. Pendeta dan diakones Shin mengantar Jung Min pulang ke rumah. Brother Haak sung dan saya mendiskusikan pengalaman selama doa. Tiba-tiba benda hita muncul dan bergerak dengan cepat mengelilingi saya. Benda terbang it uterus melaku seperti tornado. 
Saat itu, kegelapan menyelimuti saya dan saya merasakan pusing. Saya mencoba waspada dan memegang sesuatu. Tetapi saya kehilangan kestabilan dan jatuh ke lantai baja. Saya mendarat dengan kepala menghantam lantai. Saya pingsan. Sister Baek Bong Nyu dan ibu saya berlari kea rah saya. Mereka terkejut dan memahami situasi ini. Kemudian saya tahu melalui para jemaat yang sudah terbuka rohnya tentang apa yang terjadi. Semua penjelasan mereka sama.
Sekalipun saya sudah bangun rohnya, namun roh saya masih belum dewasa. Jika saya berdoa lebih lama lagi, saya akan dapat mengunjungi sorga dan neraka dan menerima karunia nubuat. Iblis-iblis itu sadar akan kenyataan itu, saya menjadi pusat serangan mereka. Tujuan mereka adalah untuk mencegah saya benar-benar bangkit rohnya. Mereka campur tangan dan menyerang dengan segala cara. Para anggota gereja yang menyaksikan kejatuhan saya menyatakan bahwa mereka melihat iblis yang menyamar menjadi malaikat. Iblis itu mengitari saya dan dengan cepat menjatuhkan saya kelantai. Setelah itu, mereka juga melihat iblis lain dengan 2 lainnya masuk ke kepala saya dan menyebabkan pusing.
Para jemaat itu membantu saya berdiri. Saya mengalami migren. Semua yang saya ingat adalah penjelasan yang saya terima. Para jemaat yang bangkit rohnya berkumpul disekeliling saya dan mulai mengusir iblis. Tetapi sakit kepala saya semakin parah.
Setiap orang menantikan pendeta. Sebelumnya saya pernah sakit kepala tetapi itu dapat ditahan tetapi kali ini iblislah yang ada di belakang sakit kepala saya dan sangat menyakitkan. Saya merasa akan gila. Sakit itu menggila sampai saya menjerit. Saat menjerit kesakitan, pendeta datang. Pendeta melihat saya dilantai meminta pertolongan. Dia bertanya apa yang terjadi. Saat diberitahui, pendeta dengan marah berteriak, "iblis-iblis terkutuk, dalam nama Yesus, aku ikat danb pergi!” Ketika pendeta berteriak, iblis-iblis itu menjerit melarikan diri. Setelah itu saya mampu bernafas dan duduk. Sakit kepala itu mulai pergi.

Sister Baek Bong Nyu:
*Pendeta yang terkenal di sorga
Setelah menyelesaikan doa semalam malaman, pendeta berkhotbah pad dini hari. Saat dia berkhotbah, Tuhan berbicara dibelakangnya. Selama pertengahan kotbha, Tuhan berkata. “Bong Nyu! 30 hari reli doa sangat menyenangkanKu!” Tuhan berkata berulang-ulang bahwa Dia tertawa dan tersenyum selagi di sorga ketika Dia memikirkan kami.
Tuhan mengatakan saat Dia tertawa atau tersenyum, para malaikat dan orang-orang kudus sadar alasan mengapa Dia begitu bahagia. Para malaikat dan orang kudus itu sangat ingin mendengar kabar-kabar terbaru. ORang-orang kudus menekan Yesus untuk menceritakan kepada mereka mengapa Dia berada dalam good mood seperti itu.
Tuhan berkata bahwa Pendeta Kim Yong Doa dari Gereja Atuhan menjadi popular di sorga. Saat Peneta dibukakan rohnya, dia akan mampu mengunjungi sorga bersama Tuhan. Saya tidak bisa menunggu hari itu. Pendeta memimpin sebuah gereja kecil yang miskin di bumi tetapi Tuhan melihat nilainya. Karenanya saya sangat bersyukur.
Pendeta menganggap semua keluarga saya adalah keluarganya. Dia memperlakukan kami dengan hormat dan bermartabat. Pendeta memberikan dirinya kepada kami tanpa mengharapkan apapun sebagai imbalannnya. Ketika saya mengunjungi neraka dan berperang dengan Setan, Tuhan meningkatkan upah saya. Upah pendeta rumah masa depannya meningkat atau dibuat lebih besar. Sekarang rumahnya lebih besar daripada rumah saya. Ketika saya mengunjungi sorga dan memiliki kesempatan melihat rumah masa depan saya, saya juga melihat rumah Pendeta yang bertingkat 514.
Pertengkaran Ny. Kang, Hyun Ja dan Joo Eun menyebabkan rumah mereka menurun ukurannya. Rumah Ny. Kong Hyun Ja bertingkat 318 dan sebelumnya 319 lantai. Rumah Joo eun 31 lantai namun setelah pertengkaran itu menjadi 28 lantai. Rumah Yoseph 22lantai dan rumah Haak Sung 28 lantai. Karena Yoo Kyung sering bertengkar dengan Haak Sung, rumahnya turun dari 20 lantai menjadi 17 lantai. Diakones Shin Sung Kyung rumahnya 6 lantai dan dia kekuarangan bahan bangunan karena dia kurang melakukan pekerjaan baik. Setiap orang memiliki gudang untuk kelanjutan pembangunan rumah tetpai jumlah bahannya itu tergantung pekerjaan baik seseorang. Diakones shin Sung Kyung berhenti membangun. Rumah saya berlantai 70. Rumah Brother Lee Haak Hee 300 lantai, namun satu hal tidak say amengerti. Karenanya saya bertanya kepada Tuhan, "Yesus, brother Lee Haak Hee hanya mengikuti ibadah hari minggu. Bagaimana bisa rumahnya begitu tinggi?” Jawab Tuhan, “Engkau tahu kalau dia sudah berumur lebih dari 70 tahun namun tidak pernah melewatkan ibadah minggu sekalipun. Sekalipun itu bersalju, hujan atau badai, dia tidak pernah melewatkan ibadah minggu. Dia menaiki sepeda motor dari jarak jauh, dari kota Haak Dong ke Suk Nam dong. Terlebih lagi, ketika dia memiliki tambahan uang, dia akan mempersembahkannya ke gereja. Itulah alasan-alasan mengapa dia memiliki banyak lantai.”
Saya adalah jemaat baru dan saya tidak banyak tahu tentang Brother Lee Haak Hee. Saya tidak tahu banyak berapa persembahannya ke gereja tetapi setelah Pendeta menjelaskan karakter Brother Lee Haak Hee, sekarang saya lebih tahu lagi. Seperti yang dikatakan pendeta, Brother Lee Haak Hee sudah lebih dari 70 thaun dan secara fisik dia terbatas. Dengan umurnya, dia mengalami masalah-masalah kesehatan. Dia bermasalah pada kaki dan tidak nyaman berjalan. Namun mengesampingkans emua keterbatasan itu, dengan setia dia menghadiri gereka dan memegang posisi sebagai terima tamu.
Anak muda lainnya datang dan pergi dari gereja kami. Alasan mereka pergi bermacam-macam. Beberapa mengatakan bahwa tidak ada kebangunan, beberapa lagi pergi karena cobaan-cobaan dan beberapa lagi pergi dengan berbagai macam alasan. Namun Brother Lee Haak Hee hanyalah satu-satunya yang tinggal sekalipun mengalami coba atau ujian. Dia selalu membantu dan menyokong pendeta. Bahkan sampai hari ini, saya sering melihatnya menghadiri gereja tak perduli cuaca di luar. Dia menggunakan semua usahanya untuk menghadiri gereja tanpa kelambanan dan dia tidak pernah datang terlambat.


Tuhan kemudian memberitahukan bahwa penyembahan gereja kami menyenangkan dan memuaskan. Sangatlah jarang bagi gereja dimanapun diseluruh bumi yang menyenangkan Tuhan. Kemudian Dia memuji kebaktian gereja kami. Tuhan mengatakan bahwa ada banyak pendeta yang memimpin pelayanan berdasarkan hasrat dan visi mereka sendiri. Dan hanya sedikit pendeta yang memimpin pelayanan berdasarkan perintah Alkitan. Karenanya saya harus bertanya tentang pendeta kami kepada Tuhan. Tuhan mengatakan bahwa pendeta kami mencoba melakukan sesuai perintah Tuhan dan kehendak Tuhan. Ketika say amengatakan ini kepada pendeta saya, bagaimana Dia mengenalnya, bapak pendeta sangat bersyukur.

Tuhan mengatakan kepada kami bahwa Dia tidak berpikir untuk membuka mata roh kami. Tetapi doa setia setiap hari dan peperangan roh dengan roh jahat sebagai prajurit doa, yang menarik perhatian Tuhan ketika Tuhan menyadari kami berdoa dan berperang sepanjang malam. Awalnya Tuhan berpikir bahwa kami akan diberikan setelah beberapa usaha, namun setelah Dia melihat kami berdoa tanpa henti. Dia sangat terkesan dan memutuskan membuka mata roh kami. Dia meulai membuka mata roh kami satu demi satu.

Tuhan merawat tubuh jasamani kami yang lemah karena panjangnya doa tanpa henti. Saat kami menyelesaikan reli doa, pendeta berkata, “Dari saat ini, kita hanya menyelenggarakan doa semalam-malaman pada hari Rabu, Jumat dan Minggu. Di hari lain, kita hanya mengadakan ibadah doa pagi. Ketika pendeta membacakan agendanya, Tuhan bertepuk tangan dan berkata, “Rencana yang baik! Aku juga menyetujui rencanaNya! Bagaimana engkau tahu apa yang Aku pikirkan seperti yang kau rencanakan?” Tuhan sangat senang. Kami menyanyi dan menyembah, “Praise oh my soul”. Kami bersyukur pada Tuhan dalam doa dan pulang kerumah.

Mrs. Kang Hyun Ja:
*Kejadian mencengangkan ketika dibaptis Api
Penutupan 30 hari relia doa membuat saya merasa tidak puas dan saya sangat enggan untuk mengakhirinya karena roh say abelum bangkit. Karenanya, saya membuat permintaan pada pendeta untuk memperpanjang dan meneruskan sampai beberapa hari lagi. Namun, Tuhan memerintahkan saya untuk mentaati keputusan pendeta. Nyatanya Tuhan sudah mengatakan kepada kami bahwa Dia sudah mendiagnosa setiap jemaat. Saya sangat lega mendapati bahwa paling tidak kami masih bisa bersekutu 3 x seminggu. Saya mengharapkan untuk menerima kebangunan roh pada persekutuan kami selanjutnya.

Saya sudah hidup sebagai isteri pendeta selama lebih dari 10 tahun. Selama pelayanan kami, saya menyebabkan banyak kesulitan yang harus dilalui pendeta. Karenanya saya harus benar-benar bertobat.

Sejak awal hubungan kami, Pendeta dan saya mempunyai perbedaan – perbedaan dalam iman. Sekalipun masih muda, pendeta memiliki iman yang tang tergoncangkan. Kapanpun kami menghadapi masalah, dia berdoa dan percaya pada Tuhan dan dia sangat tergantung dengan Tuhan. Dibandingkan iman kami, iman saya masih diliputi keraguan dan itu tampak pada doa-doa saya.

Sekalipun pendeta benar-benar menyerah kepada Tuhan, tampak pada saya pendeta kekurangan kemampuan finansia untuk menyokong keluarganya sendiri. Namun, tahun demi tahun berlalu dan doa-doa saya semakin kuat, saya menyadari bahwa dengan mengalami Tuhan, kasih Tuhan dan menghargai suami saya sebagai pelayan yang setia. Kasih Tuhan terhadap suami saya sangat dalam. Saya tidak pernah berdoa cukup lama yang menyenangkan Tuhan. Juli tahun kemarin, saya mulai berdoa dengan lebih berdisiplin. Saat saya menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdoa pada Tuhan, tahun 2005 mulai bersinar.

Bagaimana dengan pelayanan? Apa peran isteri pendeta? Apa fungsi saya? Saya terbiasa untuk pergi berdoa ke rumah-rumah doa di Korea untuk menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan saya. Tetapi pencarian saya sia-sia saja. Pendeta dan saya menginjil dari satu tempat ke tempat lain. Kami berdoa sepanjang malam terus menerus, setiap malam. KEmudian saya menjadi lemah dan penyakit saya semakin parah. Kesehatan saya menurun. Saya menderita radang paru-paru dan berjuang dengan penyakit ini dalam waktu yang lama. Saya harus terus berobat. Namun ketika saya bertemu Yesus, secara dramatis penyakit saya disembuhkan. Sekarang, saya benar-benar sehat.

Karena ketidak efektifan dan lemahnya pelayanan, kami tidak menemukan keefektifan yang berarti untuk gereja yang bertumbuh. Ritual dan rutinitas gereja kami tetap. Suatu haru, Tuhan memberikan kami kesempatan khusus. Saya berdoa selama berjam-jam tetapi tampaknya tidak berbuah-buah. Doa saya tidak efektif dan tidak dijawab. Tampaknya pelayanan kami tidak efektif dan pekerjaan kami sia-sia. Tahun 2005, Pendeta memutuskan untuk keluar dari kestagnanan. Pendeta memutuskan untuk mengubah status quo. Kebaktian kami dimulai dengan penyembahan kemudian doa pertobatan. Dan kemudian dilanjutkan khotbah yang penuh kuasa dari Pendeta. Dia biasanya berkhotbah hanya satu jam tetapi sekarang khotbahnya berlangsung 2 – 3jam. Sekalipun kebaktian berlangsung 2 – 3 jam, jemaat masih menginginkan yang lebih lagi. Jemaat yang mengikuti 30 reli doa masih merasa tidak puas dan ingin yang lebih lagi. Saat penyembahan kami berlangsung lebih lama, kelaparan mereka semakin bertambah. Ketika mereka menghadiri reli doa, mereka menyembah, berdoa dan mendengarkan khotbah sebanyak yang mereka suka. Waktu tidaklah menjadi factor lagi. Penyembahan berlangsung selama 3 s-4 jam. Khotbahnya berlangsung 3-4 jam. Doa tiap hari sampai lima jam. Khotbah pendeta diberikan kuasa oleh Roh Kudus. Kotbahnya hidup dengan Firman Tuhan. Khotbah yang berkuasa menembus sampai kedalam hati dan roh jemaat. Tuhan Yesus mengatakan bahwa saya akan melakukan pelayanan kesembuhan melalui tarian Kudus saya.

Ketika saya diberitahu hal itu, saya menjadi ingin tahu dan bertanya kepada Tuhan secara khusus tentang pelayanan kesembuhan. Tuhan menjawab pertanyaan saya melalui Sister Baek, Bong Nyu. Dengan ramah Tuhan menjelaskan melalui contoh-contoh. Ada tingkatan-tingkatan roh tertentu yang menunjukkan penyembuhan-penyembuhan melalui pelayanan tarian Kudus.

Contohnya, jika saya seorang yunior di sekolah menengah, saya tidak akan mampu untuk memahami. Namun, jika sebelumnya saya seorang mahasiswa tingkat dua atau yunior, saya akan memenuhi syarat untuk menunjukkan tarian pelayanan penyembuhan Kudus. Sister Baek Bong Nyu barulah di tingkat awal di sekolah menengah. Tetapi jika kami mencapai tingkat awal di sekolah menengah atas, kami mampu menaikkan posisi lebih tinggi dan kemudian kami dapat dengan perlahan mulai menunjukkannya. Menari tarian Roh Kudus bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari atau dilatih. Seseorang tidak bisa menciptakannya sendiri. Ini adalah sesuatu yang hanya dapat diselesaikan melalui kasih karunia Tuhan.

Pastor Kim Yong Doo:
*Menyeberangi jembatan tanpa jalan kembali ke belakang
Seringkali Tuhan memperingatkan kita bahwa, "Para prajurit doa di Gereja Tuhan sudah mengalami kesadaran roh yang mendalam. Engkau tidak akan pernah hidup dalam hidup kekristenan yang normal lagi. Engkau harus menyeberangi jembatan dan tidak akan pernah kembali ke belakang lagi!"
Saya sangat bersyukur akan campur tangan Tuhan yang khusus ini. Saya sangat prihatin akan bagaimana saya akan menuntun gereja saya yang lemah ini menjadi sesuaidengan kehendak Tuhan. Kepercayaan diri saya sangat rendah dan ketakutan saya sangat besar. Saya menyaksikan jemaat-jemaat yang mengalahkan iblis-iblis. Saya harus menyadari bahwa saya tidak mempunyai dasar pemikiran dan sangat terbatas. Dengan pikaran dan pengetahuan yang terbatas, saya tidak siap untuk berperang dalam dunia roh. Ketika saya menyadari ini, saya tergoncang karena malu.

Banyak pendeta Korea menggunakan metode pengajaran dan pelayanan mereka sendiri. Nyatanya, mereka mencampuradukkan dengan filosofi mereka. Bentuk eksternal dari kekudusan digambarakan dan organisasi keagamaannya umum. Tidak ada lagi hadirat Tuhan dalam kebaktian-kebaktian. Saya merasa bersalah sendiri karena saya juga termasuk dalam organisasi keagamaan itu. Kapanpun saya mendengar “sesuai dengan kehendak Tuhan”, hati saya penuh dengan penghormatan. Saya terhormat karena Tuhan sudah mengevaluasi dan mengkonfirmasi dengana akurat kondisi dari banyak pendeta Korea dan jemaat mereka.

Tuhan menununjukkan realitas gereja akhir-akhir ini. Saya bukanlah orang yang berada dalam posisi untuk mendiskusikan atau menghakimi masalah-masalah. Karena itu, saya menantikan Tuhan untuk campur tangan masalah tersebut. Saya hanya memegang hal-hal yang berada dalam hati saya sendiri. Tuhan sudah memecahkan masalah dan menetapkan masalah-masalah imum yang tidak bisa saya pecahkan. Masalah-masalah ini adalah yang dihadapi para pendeta hari-hari ini dan meningkat menjadi tantangan yang sulit dipecahkan. Tuhan menyelesaikan semua masalah mereka dan memberkan pemecahan masalah dengan sempurna. Kami dipilih untuk hidup seutuhnya bagi Tuhan. Para pendeta dan jemaatnya akan dihakimi sesuai dengan pekerjaan dan perbuatan mereka. Hidup mereka akan dievaluasi, usaha-usaha mereka akan dievaluasi, pikiran-pikiran mereka akan dievaluasi. Tidak masalah apakah para orang kudus berasal dari gereja besar atau gereja kecil, mereka akan berdiri di depan Tuhan. Semua perbuatan kita akan dihakimi pada hari itu.

Sebelumnya, saya biasa mengikuti seminar-seminar atau membaca iklan pengumuman gereja-gereja dan bagaimana mereka menyombongkan diri tentang gereja-gereja yang baru mereka bangun, saya menjadi iri dan cemburu. Gereja-gereja baru ini dibangun dalam waktu singkat dan mempunyai banyak jemaat. Beberapa dari gereja baru ini bertumbuh sangat cepat dan menyebutkan mereka memiliki kebangunan rohani. Saya dapat jelas melihat tujuan dan maksud mereka. Saya merasakan rendah diri dari semua keberhasilan mereka. Saya sangat tertekan seakan-akan saya gagal. Namun, bagaimanapun, saya tidak mengijinkan aspek-aspek ini menjadi beban bagi saya.

Ini tidak berarti bahwa pelayanan saya terlihat pasif atau tanpa hati yang berkobar. Seringkali pendeta dan para orang kudus memulai langkah iman mereka dengan motivasi murni dan kegirangan. Namun, ketika waktu berjalan dan hari berganti, mereka tidak menyadari bahwa mereka menjadi teman bagi dunia. Mereka mulai berjalan dengan dunia. Tuhan menjadi sangat marah dan murka. Dia akan menghakimi. (Yak 4:4)
Setiap orang hidup menurut nilai dan standar mereka sendiri. Pikiran dan kesimpulan mereka berbeda. Banyak anggota gereja yang mengatakan kepada saya bahwa orang-orang disekitar mereka menyatakan tentang pemujaan gereja kami.

Ijinkan saya mengutip pernyataan tipikal mereka. "Gereja apakah itu yang mempunyai orang baru percaya berbicara bahasa roh? Jenis apakah gereja yang bernubuat, berperang melawan iblis dan mendapatkan pewahyuan akan surga dan neraka? Seseorang hanya dapat pergi ke surga dan neraka setelah mereka mati. Mungkin ada kesempatan seseorang dapat mengunjungi surga dan neraka dalam mimpi. Tetapi hanya satu atau dua kali saja. Namun, pergi ke sorga dan neraka setiap hari itu tidak mungkin. Tidak masuk akal!” Kemudian mereka mencoba untuk menari jemaat-jemaat gereja ke gereja mereka.

Dengan berani saya mengatakan. "Mereka benar. Kami pergi ke sorga atau neraka setelah mati. Tetapi dengan Kuasa Tuhan kami dimampukan untuk mengalami sorga dan neraka selagi kami masih hidup." Saya sendiri dibingungkan dan diganggu keluarga besar saya dan menuduh kami mistis, tetapi kami tidak perduli apa yang mereka katakan. Sorga dan Tuhan kami adalah misteri sangat besar. Sekalipun relia doa kami sudah berakhir, kami terus berdoa tanpa henti. Pengalaman ilahi kami adalah untuk dicatat dalam buku ini. Jika saya mencatat setiap peristiwa, sejumlah informasi dan literatur hanya akan menjadi satu buku. Kareka itulah, saya akan merekam pengalaman-pengalaman lain dalam buku berikutnya. Tuhan masih terus melanjutkan kunjungan-kunjuganNya dan pekerjaan-pekerjaanNya setelah reli doa. Tuhan campur tangan dalam setiap kehidupan kami sehari-hari. Haak Sung dan Yoo Kyung menjadi sangat pandai dan bijak melalui pengalaman-pengalaman mereka.

Tuhan mengatakan kepada saya bahwa Dia akan memberikan saya kesempatan untuk menuliskan buku lebih lagi tentang sorga dan neraka. Dalam buku pertama kami, kami kekurangan kertas dan tidak dapat mencatat beberapa kejadian-kejadian luarbiasa tetapi Tuhan menunda peristiwa-peristiwa yang tidak tercatat itu dalam buku berikutnya. Buku berikutnya akan berisi hal-hal yang mengejutkan dan luar biasa, karenanya 
saya harus berhati-hati.