Penderita kanker mendapat mimpi/Penglihatan Surga dan
kemudian SEMBUH DARI KANKER! HALELUYA!
9 Januari, 2018
Aku mendapat mimpi tadi malam bahwa aku pergi ke surga. Aku
sedang berbaring di tempat tidur, menangis karena begitu berat dengan segala
sesuatu yang secara fisik terjadi padaku sekarang dalam menghadapi kanker. Aku
berjuang untuk bernafas, bahkan dengan oksigenku.
Jadi saat aku berbaring disana, diam-diam kuberdoa kepada
Tuhan. Mengatakan pada-Nya aku tidak mengerti mengapa Ia tidak membuatku lebih
baik. Meminta Dia untuk membantuku melewati semua ini dan memberikanku
kekuatan. Meminta-Nya untuk mengambil rasa sakitku. Aku terus berbicara
dengan-Nya sampai aku akhirnya tertidur lelap.
Hal berikutnya yang kutahu, aku sedang berdiri di suatu
tempat yang aku belum pernah ada disini sebelumnya. Aku tidak bisa melihat
apa-apa, hanya warna abu-abu disekelilingku.
Aku mulai berjalan kesekitar sampai akhirnya aku mendengar suara, yang
menanyakan nama-nama orang. Aku tidak dapat melihat jadi aku mengikuti suara
orang itu.
Akhirnya, aku menemukan seorang pria sedang berdiri di
podium. Dia melihat ke sebuah buku dan menanyakan namaku. Jadi aku memberi
tahunya.
Didepanku ada gerbang tua rusak, berkarat dan hancur berantakan. Pria di podium
itu mengatakan kepada ku OK kau boleh masuk. Aku berjalan ke pintu gerbang tapi
semua yang kulihat adalah abu-abu. Jadi aku berjalan kembali ke pria itu dan
berkata, tuan? tidak ada sesuatu di situ. Dia mengatakan kepadaku untuk
berbalik kembali dan jantungku berhenti. Butuh waktu untuk bernapas. Aku
melihat satu tembok yang sangat tinggi yang tampak seperti terbuat dari Jasper.
Disana ada 12 gerbang dan ada seorang malaikat berdiri disetiap pintu gerbang.
Diatasnya ada suatu tanda yang mengatakan Istana Takhta Allah.
Dua belas gerbang memiliki dua belas nama suku Israel yang
ditulis di atasnya: Ruben, Simeon, Lewi, Isakhar, Yehuda, Naftali, Dan,
Zebulon, Gad, Benjamin, Jusuf dan Asyer.
Semua 12 gerbang terbuat dari mutiara yang paling Indah yang
pernah kulihat. Malaikat di pintu gerbang tempat aku berdiri meraih
tanganku dan berkata, silahkan masuk, ada begitu banyak untuk dilihat.
Jadi aku berjalan melalui gerbang-gerbang itu dan aku
merasakan kehangatan datang padaku dan bukan hanya itu, tetapi juga kedamaian
seperti yang belum pernah kualami dalam hidupku. Segala sesuatu begitu Indah.
Warna-warna kelihatan begitu hidup.
Aku menunduk melihat pada kakiku, jalan-jalan yang terbuat dari emas
transparan. Dinding di sekeliling surga tertutup dengan batu-batu yang paling
indah. Ada batu Pirus, Safir, Zamrud, Onyx dan banyak lagi.
Segala sesuatu dan semua orang dalam damai. Aku juga melihat serigala dan domba
makan bersama-sama. Disana tidak ada matahari maupun bulan. Engkau tidak perlu
lampu karena terang bersinar begitu cerah dari Allah.
Disana ada suatu sungai kristal yang mengalir di
tengah-tengah kota itu.
Aku belum pernah melihat sesuatu yang begitu Indah seperti
itu.
Aku membungkuk untuk minum. Air terasa begitu manis dan
menyegarkan.
Ada pohon kehidupan pada setiap sisi sungai ini dan
pohon-pohon ini memiliki 12 macam buah yang berbeda. Aku mengambil sebuah apel
dan apel yang lain tumbuh kembali. Rasanya seperti belum pernah kurasakan
sebelumnya. Aku bahkan tidak bisa menjelaskan bagaimana menakjubkan rasanya.
Disana ada rumah-rumah yang paling indah yang pernah kulihat
dibangun di seluruh surga dan kebun-kebun anggur. Semua orang yang kulihat
tampak bahagia dan damai. Tidak ada yang sakit atau menangis atau marah. Aku
mulai mendengar nyanyian. terdengar begitu Indah. Aku bisa mendengar mereka
bernyanyi Kudus, Kudus, Kudus.
Tapi ketika aku mendekat, aku melihat sesuatu yang begitu
menakjubkan dan aku membeku,pak dapat bergerak. Aku tak dapat berpaling dari
mereka.
Aku melihat Tuhan bertakhta di takhta-Nya. Aku tak dapat
melihat wajah-Nya, ada cahaya disekeliling-Nya. Cahaya yang paling indah dengan
warna-warni berkilauan keluar dari-Nya. Tapi aku mengetahui bahwa itu adalah
Dia.
Aku melihat malaikat-malaikat duduk disekeliling-Nya, menyerukan nama Allah,
menyanyikan puji-pujian.
Malaikat-malaikat tidak seperti orang lain. Mereka memiliki
beberapa mata dan enam sayap. Mereka tidak pernah tidur, tidak pernah
beristirahat. Apa yang mereka lakukan adalah duduk di kaki Tuhan dan
menyembahnya.
Aku berbalik untuk melihat dibelakangku dan ada ribuan malaikat sedang
bernyanyi untuk Tuhan. Dan sepertinya mereka semua bernyanyi dalam bahasa
mereka sendiri tapi itu begitu indah bersama. Itu mengalir. Engkau hampir tak
dapat mengatakan bahwa mereka bernyanyi dalam bahasa mereka sendiri. Adalah
sangat indah, aku berlutut dan mulai menangis. Ini bukanlah air mata
kesedihan.
Kemudian aku mendengar seseorang memanggil namaku. Jadi aku
mengikuti suara-Nya. Aku melihat Yesus. Aku tidak dapat melihat wajah-Nya
dengan baik, hanya cahaya yang indah tapi ku lihat tangan-Nya menjangkau ku.
Aku melihat bekas luka pada pergelangan tangan-Nya. katanya anak-Ku, Stormie
(Dia memanggil namaku), Dia berkata peganglah tangan-Ku. Aku memiliki sesuatu
untuk ditunjukkan kepadamu. Jadi aku memegang tangan-Nya. Kami berjalan bersama
melalui surga.
Dia mengijinkanku untuk melihat orang-orang yang sangat kucintai yang telah
meninggal.
Aku melihat nenekku yang mengangkatku sampai dia meninggal.
Aku melihat sahabatku Natalie dan saudaraku Dakota.
Aku melihat ayahku dan sahabat dekatku John.
Aku melihat sahabat baikku Jodi yang dibunuh.
Setelah melihat Jodi, ia bertanya, apakah engkau telah mengampuni dia?
Aku tahu apa yang sedang Dia bicarakan tapi aku merasa malu
dan bertindak seperti aku tidak tahu.
Kata-Nya apakah kau mengampuni orang yang membunuh sahabat terbaikmu? Aku
melihat ke tanah dan dengan diam mengatakan, tidak aku belum.
Kemudian Ia bertanya, apakah engkau mengampuni kakekmu yang menjahatimu? dan
lagi aku dengan diam mengatakan tidak, aku belum, kemudian ia mengatakan
kepadaku, lihatlah dia.

Aku melihat Jodi sedang menari di surga. Ketika di bumi dia penari yang
menakjubkan. itu adalah kegemarannya.
Yesus berkata, apakah dia terlihat seperti sakit?
Apakah dia terlihat seperti terluka? dan aku mengatakan tidak sama sekali.
Dan Yesus bertanya padaku, maka mengapa kau masih menyakiti dirimu sendiri?
kata-Nya dengan tidak mengampuni orang ini, kau sedang menyakiti dirimu
sendiri. Engkau menutup pintu untuk Aku. jika kau tidak membuka pintu dan
memberikan-Ku apa yang dalamnya, maka Aku tak dapat membantumu. Aku mulai
menangis dan aku mengatakan kepada-Nya tapi ia mengambil sahabat terbaikku. Dia
mengambil kehidupannya.
Yesus memelukku dan mengatakan setiap manusia memiliki kehendak bebas. Aku tak
dapat menentang apa yang akan dilakukan-Nya. Tapi Aku dapat memberi jalan
keluar dari situasi.
Katanya dia senang dan bebas sekarang, dia tidak harus menghadapi kengerian
dari apa yang dilakukan terhadapnya.
Dan sekarang ada suatu organisasi untuk menghormatinya sedang membantu
korban-korban lain. Dia tidak bisa menyakitinya lagi. KataNya kau harus
berhenti membiarkan dia menyakitimu. Aku duduk untuk satu menit dan hanya
menonton tarian Jodi. Dia tampak begitu cantik, bahagia.
Aku berbalik pada Yesus dan berkata, aku mengampuninya.
Seketika aku mengatakan itu, aku merasa sesuatu datang atasku yang membuatku
merasa seratus pound lebih ringan. Rasanya seperti aku bisa merasakan terlepas
dari sesuatu. Kemudian Yesus meraih tanganku dan berkata mari bersama-Ku. Kami
berjalan mengelilingi surga sampai kami bertemu dengan seorang pria tua. Dia
sedang memancing. Yesus berkata, apakah kau melihat orang ini? itu adalah
Frank.
Aku bertanya pada Yesus siapa dia dan dia berkata Frank
adalah kakek buyut mu. Aku belum pernah bertemu sebelumnya.
Yesus mengatakan padaku Frank tidak selalu seorang yang baik. Kemudian
tiba-tiba rasanya seperti aku sedang menonton sebuah film di udara. Aku melihat
Frank ini mengalahkan kakekku. Ia memukul dia dan menendang dia dan mencekik
dia. Kakekku terus berteriak ampuni aku. Ampuni aku.
Yesus mengatakan padaku, seperti inilah semua tentang dia yang pernah
diketahui.
Dia tidak tahu apa itu suka dicintai.
Dia tidak tahu apa itu ingin diperlakukan dengan baik.
Semua yang dia tahu itu bagaimana dipukuli. Jadi ketika ia memiliki keluarga,
dia melakukan satu-satunya hal yang dia tahu untuk dilakukan.
Aku merasa ngeri untuk kakekku tapi pada saat yang sama aku masih merasa marah.
Rasanya seperti Yesus tahu apa yang kupikir. Kata-Nya, tidak apa-apa menjadi
marah.
Mengampuni dia bukan berarti tidak apa-apa.
Pengampunan adalah cara untuk membebaskan diri dari semua rasa sakit dan
penderitaan yang telah kau alami. Aku menangis sangat. Yesus mengatakan padaku,
di dalam dirinya, kakekmu mencintai mu. Kau memiliki beberapa tahun baik
bersama-sama. Tapi setelah nenek, ayah dan saudara laki-laki mu meninggal,
kakek mu merasa begitu sakit sehingga ia tidak tahu apa lagi yang harus
dilakukan kecuali minum dan menyakiti orang. Dia tidak tahu apa lagi yang harus
dilakukan kecuali untuk mengalihkan perhatian dirinya pada kultus.
Lalu Yesus meraih lenganku dan menarik lengan bajuku.
Kata-Nya, apakah kau lihat semua bekas luka-luka itu? Aku menggeleng.
KataNya, bagaimana kau tidak bisa memaafkan orang-orang yang telah menyakitimu,
tetapi kau merasa baik-baik saja untuk menyakiti dirimu sendiri? Aku tidak bisa
berhenti menangis.
Yesus mengatakan biarkan Aku membantumu untuk mengampuni. Tidak hanya kakekmu
tapi dirimu sendiri juga.
Dia mengatakan padaku berikan beban-beban itu untuk Kubawa bagimu.
Kata-Nya jika kau mengijinkan Aku untuk menyembuhkan luka-luka itu dan
membantumu untuk melepaskan dan mengampuni, itu hanya awal dari apa yang akan
Kulakukan untukmu. Aku tahu persis apa yang Dia maksud.
Aku jatuh ke tanah menangis dan Yesus memelukku dan aku mulai mengatakan
berulang-ulang aku mengampunimu aku mengampunimu. Aku mengampunimu. Artinya
kedua nya kakekku dan aku sendiri.
Setelah melakukan itu, Yesus mengambilku dari tanah dan meraih lenganku lagi
dan menggulung lengan bajuku keatas. Bekas-bekas luka ku hilang. Semuanya.
Dan Dia mengatakan ini hanyalah awal. Kemudian Ia meraih tanganku dan kami
berjalan kembali ke gerbang dimana aku masuk ke surga.
Yesus berkata, apakah kau percaya bahwa Aku mencintaimu? Dan kujawab ya aku
percaya. Dan Dia mengatakan apakah kau percaya bahwa Aku ingin membantumu? Dan
kujawab ya Yesus.
Kemudian Dia mengatakan apakah kau percaya bahwa Aku dapat menyembuhkan mu? Dan
kujawab ya. Aku percaya bahwa Engkau dapat. Dan kataNya maka imanmu
membuat mu baik. Ketika Dia mengatakan ini aku merasa kehangatan datang atasku
dan aku merasa seperti api membakar dalamku, tetapi itu tidak melukai, tidak
sama sekali.
Itu rasanya seperti membakar semua hal-hal yang buruk. Kemudian Yesus datang
padaku dan meletakkan tangannya pada bahuku dan berkata putri-Ku, saatnya
bagimu untuk pulang. KataNya sekarang bukanlah waktu mu.
Ia mengatakan bahwa Ia membawaku kesini untuk menunjukkan bahwa Dia
mencintaiku, dan bahwa Ia tidak meninggalkanku.
Dia berkata Ia membawaku kesini sehingga Ia dapat membantuku untuk mengampuni
karena tidak mengampuni adalah penghalang yang harus disingkirkan. Dia berkata
Dia membawaku kesini agar aku tahu bahwa ada harapan dan bahwa ini bukan waktu
ku.
Dia berkata Ia memiliki hal-hal yang harus dilakukan dan bahwa hanya aku dapat
melakukannya.
Dia mengatakan padaku untuk memiliki iman karena ini bukanlah akhirnya.
Dia berkata agar menjaga mataku tetap fokuskan pada Dia dan hanya Dia
dan Dia akan membimbing dan mengarahkanku.
Dan dia berkata padaku bahwa tidak peduli apapun yang aku akan lalui, jangan
biarkan itu tinggal dalamku.
Dia berkata agar serahkan itu kepadaNya sehingga Ia dapat menghapusnya dari
hidupku.
Kemudian Yesus memelukku dan berkata pulanglah anak-Ku. Istirahat. Percaya
pada-Ku dan perhatikan Aku bekerja dalam hidupmu.
Dan Ia berkata ini adalah awal. Setelah itu aku bangun dan lari ke perawatku
dan berkata aku ingin memberitahumu tentang mimpi ini dan aku bercerita padanya
dan dia mulai menangis.
Seluruh tubuhku terasa berbeda. Aku tidak kesakitan, aku tidak punya masalah
pernapasan, perawatku memeriksa tanda-tanda vital dan semuanya normal.
Aku hanya menangis dan berterima kasih kepada Tuhan berulang-ulang. Aku bahkan
tak dapat menjelaskan apa yang kurasakan sekarang.
Tapi apa pun yang Tuhan akan lakukan di hidupku, aku siap!
"