Translate

Senin, 28 September 2015

BANGKIT DARI KEMATIAN SETELAH MENINGGAL 42 JAM Kesaksian Daniel Ekechukwu.


Bangkit dari kematian setelah meninggal 42 jam. Penglihatan Surga dan neraka. Begini kisahnya :
Laporan ini disusun dari beberapa sumber/saksi:
1.     Dari pendeta Daniel Ekechukwu sendiri yg diwawancarai tgl 12 – 14 September 2002.

2.     Dari kesaksian tertulis dalam buku kecil yg berjudul Mukjizat di abad 21

3.     Dari mendengar kesaksiannya yg disampaikan tgl 13 September 2002 di gereja Chapel of Glory, Lagos, Nigeria

4.     Dari dokumentasi video yg diproduksi oleh Ministry of Christ for all Nations, yg didalamnya terkandung kesaksian pendeta Daniel, dokter yg menyatakan kematiannya, istri Daniel, ayah Daniel, petugas pemakaman yg membalsem mayat Daniel, dan beberapa pendeta yg hadir pada waktu kebangkitannya.

5.     Dari diskusi pribadi dg Ede Samuel, teman lama dan asisten pribadi dari pdt Daniel.

Pada hari kamis tgl 29 November 2001, pdt Daniel Ekechukwu dan istrinya, Nneka, terlibat pertengkaran yang disebabkan oleh salah paham dan berakhir dengan penamparan yang dilakukan oleh istri terhadap pdt Daniel. Dia sangat sakit hati dengan kejadian ini, yang berujung tidak mau menjawab permohonan maaf istrinya esok harinya. Pdt Daniel mengakui bahwa selama hari itu 30 November, dia marah dan berpikir bagaimana menempatkan kedudukan istrinya waktu ia pulang rumah.


Ketika ia sedang mengemudi untuk pulang sore itu, rem mobil Mercedes 230E miliknya yg sudah berumur 20 th rusak, waktu itu posisinya di jalan curam menurun dari bukit, dan mobilnya menabrak tiang beton pagar dari tanggul yang curam. Ia tidak memakai sabuk pengaman ( th 2001 sedikit orang Nigeria yg pakai, tapi tahun 2003 wajib mamakai sabuk pengaman ditetapkan secara nasional), dan dadanya membentur kemudi mobil dengan keras, rupanya merusakkan organ dalam tubuhnya, maka ia segera muntah darah dan mengalami susah bernafas. Daniel tidak dapat keluar dari mobilnya, dia ditolong orang sekitar situ dibawa ke RS St. Charles Borromeo, tidak jauh di pinggiran kota Onitsha.

Dalam hitungan menit setelah tiba di RS, dokter merawat dengan metode gawat darurat, tapi Daniel tahu tubuhnya sudah tidak bereaksi. Ia mulai berdoa, doa orang yg menghadapi kematian, memohon Tuhan mengampuni semua dosanya sehingga dia siap berdiri di hadirat Tuhan. Dia juga minta istrinya, Nneka, untuk datang. Istrinya pingsan ketika mendengar suaminya kecelakaan dengan kondisi kritis, setelah sadar ia diantar seorang tetangga kristen ke RS. Teman Daniel, Ede Samuel ikut bersamanya dan menjadi saksi utama tentang segala yang terjadi selama tiga hari selanjutnya.
Waktu melihat kondisi Daniel yang kritis ketika dia tiba di RS, Nneka meledak tangisnya, memohon suaminya jangan mati dan meninggalkan dia. Dokter mengakui tidak ada yang dapat dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Daniel, maka Daniel meminta dipindahkan ke RS Umezuruike di Owerri, dimana dokter pribadinya praktek. RS Umezuruike berjarak 80 km. Istri Daniel menyewa ambulan walau bertentangan dengan pendapat dokter di RS St. Charles. Pada waktu perjalanan menuju RS Umezuruike Daniel meninggal.
Sebelumnya … Daniel dibaringkan di bagian belakang ambulan sementara istrinya duduk di kursi depan. Ia merasa kematiannya sudah dekat, maka dia memanggil istrinya. Ia mengucapkan selamat tinggal, memberi penjelasan tentang dokumen gereja dan dokumen pribadi, dan mengingatkan dia untuk merawat anak-anak mereka. Nneka mulai menangis dengan keras dan menegur suaminya atas perkataan negatif. Dia adalah hamba Tuhan dan harus memiliki iman, dan tidak berkata tentang kematian.
Ketika istrinya sedang berbicara, Daniel melihat dua malaikat besar (mereka sangat besar sehingga dia heran bagaimana bisa muat di ambulan, satu malaikat saja sebesar ambulan) yang serba putih bahkan sampai matanya pun putih semua. Daniel mencoba berbicara pada malaikat, tapi seorang malaikat menaruh telunjuk di depan bibirnya, menyuruh Daniel diam. Malaikat malaikat itu mengangkat dia di salah satu sisi, dan Daniel menyadari bahwa sekarang dirinya ada 2. Malaikat memegang dia dibawah tiap lengan dari tubuh rohani (yang sempurna keadaannya), sementara tubuhnya yang rusak terbaring di bawah. Waktu mereka meninggalkan ambulan, Daniel menjadi lupa dengan dunia ini.
Ketika ambulan tiba di RS Umezuruike, hari sudah larut malam (Jumat, 30 November), dan dokternya Daniel tidak ada di tempat. Seorang paramedis memeriksa tubuh Daniel dan dengan sedih berkata pada Nneka bahwa suaminya sudah meninggal sehingga tidak ada lagi yang bisa diperbuat. Nneka menolak untuk mempercayai kabar buruk ini.
Maka mereka pindah ke RS Federal Medical Center di Owerri, tapi tidak ada dokter disitu. Akhirnya mereka ke Eunice Clinic, dan disana Daniel dinyatakan telah mati oleh dr Jossy Anuebunwa. Tidak ada nafas, tidak ada detak jantung, dan pupil Daniel melebar dan tidak bergerak. Dokter berkata bahwa tidak ada yang bisa ia kerjakan. Akte kematian diterbitkan jam 11.30 PM, tanggal 30 November 2001.
Mereka kemudian membawa mayat Daniel ke rumah ayahnya di dekat desa, seperti pada umumnya ayah Daniel dan famili yang lain merasa amat sedih ketika melihat mayat Daniel, mereka menangis sejadi-jadinya. Ayah Daniel menyuruh membawa mayat Daniel ke rumah duka Inyishi Community tidak jauh dari situ. Mereka tiba disana sekitar jam 1.00 dini hari yaitu sabtu pagi. Petugas rumah duka, Pak Darlington Manu, menerima mayat Daniel dan setelah itu semua famili pulang.
Rumah duka primitif Nigeria dimana mayat Daniel diletakkan tidak punya kamar pendingin mayat, sehingga petugas menyuntikkan cairan balsem (pengawet) ke jari jari dan kaki Daniel. Ia kemudian mempersiapkan untuk membalsem mayat Daniel seluruhnya dengan cara memotong paha dalam Daniel supaya bisa dimasuki tabung yang akan digunakan menyuntik cairan balsem. Ketika dia mengerjakan ini dia mengalami guncangan yg menyebabkan dia terlontar dari mayat Daniel. Hal ini tidak mengherankannya, sebab dia pernah mengalami sebelumnya yang disebabkan kuasa okultisme. Setelah mencoba untuk yang keduakalinya dan terjadi guncangan kedua, maka tangan kanannya menjadi lumpuh, ia menyimpulkan bahwa Daniel pasti adalah anggota perkumpulan rahasia. Ia menganggap bahwa setelah dimanterai nanti kekuatan mayat akan berkurang, dan setelah itu dia dapat melanjutkan pekerjaannya. (Petugas ini tentu saja bukan orang kristen tapi setelah kebangkitan Daniel jadi orang percaya). Maka ia menyuruh seorang asisten untuk membaringkan mayat Daniel di belakang rumah duka dimana banyak mayat lain juga dibaringkan. (Menurut Daniel orang orang dapat mencium bau bahan balsem keluar dari badan Daniel selama dua minggu setelah kebangkitannya).
Sekitar jam 2.00 dini hari hari sabtu, petugas rumah duka yang rumahnya dekat situ merasa terganggu dengan bunyi pujian (worship) yang berasal dari dalam rumah duka, yang mana berhenti ketika dia sampai ke pintu rumah duka. Hal ini terjadi dua kali. Pada waktu mencari suara musik yangberasal dari rumah duka, ia melihat semacam cahaya yang memancar dari wajah mayat Daniel. Hal ini benar benar membingungkan dia.
Petugas rumah duka itu begitu terganggu dengan apa yg terjadi, sehingga dia mendatangi ayah Daniel pada sabtu pagi untuk memberitahu apa yang telah terjadi dan meminta ayah Daniel mengeluarkan mayat dari rumah duka. Kemudian pada sabtu malam istri Daniel bermimpi melihat wajah suaminya, dan Daniel bertanya mengapa mereka meninggalkan dia di rumah duka. Daniel menyatakan bahwa dia belum mati dan istrinya harus membawa dia ke Onitsha dimana penginjil jerman Reinhard Bonnke sedang berkotbah. Istrinya memutuskan untuk melakukan, walaupun keluarganya berpikir dia sudah gila. Daniel telah meninggal lebih dari 28 jam. Keluarganya akhirnya mengalah, mereka membeli peti mati dan membawa pakaian pemakaman untuk keperluan Daniel. Sebuah ambulan disewa pada minggu pagi tanggal 2 Desember dan peti berisi mayat Daniel ke gereja Grace of God Mission (sebuah gereja besar) di Onitsha. Diperlukan waktu satu setengah jam untuk mencapai gereja dimana ev. Reinhard Bonnke akan berkotbah nanti sore. Mereka sampai di gereja sekitar jam 1.00 PM.
Di gereja banyak petugas keamanan yang bertugas mengamankan Reinhard Bonnke, yang mana telah banyak menerima ancaman kematian dan dibenci oleh muslim seluruh Africa. (Kenyataan saat itu gedung WTC telah diruntuhkan oleh teroris muslim minggu yang lalu). Untuk alasan itu petugas keamanan tidak mengijinkan peti dibawa masuk ke dalam lantai bawah gereja, dikuatirkan berisi bahan peledak. Istri Daniel dengan sangat memohon kepada mereka dan membuka peti mati untuk memperlihatkan mayat suaminya, yang mana mengakibatkan mereka mengejek bahkan mencambuk dia sebab dia bersikeras minta ijin masuk. Hal itu menimbulkan kekacauan yang akhirnya diketahui oleh pendeta senior. Anak pendeta senior memberitahukan ke istri Daniel bahwa ia diijinkan membawa mayat suaminya tanpa peti mati dan harus diletakkan di ruang bawah gereja. Mayat Daniel dibaringkan pada dua buah meja yang telah disatukan dalam ruang sekolah minggu.
Beberapa orang percaya berkumpul di sekeliling mayat Daniel dan berdoa sementara Reinhard Bonnke, yang tidak tahu ada mayat di lantai bawah, berkotbah dan berdoa. Pada akhirnya terlihat mayat Daniel mengejang dan mulai bernapas tidak teratur. (Saat itu Reinhard Bonnke telah pergi meninggalkan gereja). Orang percaya yang ada disitu mulai berdoa dengan penuh semangat, dan sebab mayat telah kaku dan dingin, mereka mulai memijat leher, tangan dan kaki. Ketika terdengar berita bahwa orang mati dibawah mulai hidup kembali, lantai bawah segera penuh dengan orang. Tiba tiba Daniel bersin dan melompat bangun. Waktu itu antara jam 3.50 sampai 5.15 PM hari minggu sore. Daniel mati pada jumat malam sekitar jam 10.00 PM.

Dan inilah yang dialami pdt Daniel Ekechukwu setelah kematiannya. Setelah ia diangkat oleh dua orang malaikat waktu di ambulan, ia segera menyadari bahwa ia sendirian, tapi segera bersama dengan malaikat yang lain. Daniel mengungkapkan bahwa bila ia bingung tentang suatu hal yang dilihat atau dialaminya, atau bila ia mempunyai pertanyaan dalam hatinya, malaikat ini segera memberi jawabannya. Pertama tama malaikat ini memberitahukan bahwa mereka sedang menuju ke surga. Tidak diperlukan waktu untuk mencapai suatu tempat yg mereka tuju. Segera setelah malaikat itu berkata mereka sudah sampai di surga.
Daniel berdiri bersama malaikat dan melihat banyak orang yang sedang beribadah, mereka semua memakai pakaian putih yg berkilauan. Daniel segera berpikir bahwa mereka adalah para malaikat, tapi malaikat yang mengawalnya berkata bahwa mereka adalah manusia yang pada waktu hidup di dunia menjalani perintah Tuhan dan iman mereka terpusat hanya pada Yesus Kristus dan hidup dalam kebenaran. Semua orang itu hidup abadi (tidak menjadi tua) dan tidak ada perbedaan bangsa. Tidak ada dari mereka yang terlihat muda atau setengah tua atau lebih tua, dan tidak ada perbedaan bangsa pada penampilannya. Mereka semua menghadap pada cahaya yang sangat terang di atas mereka, dan semua memuji dan menyembah dg keserempakan yg sempurna. Mereka bersama secara serempak mengangkat tangan dan bersujud seperti ada alat elektronik yang menggerakkan mereka.
Daniel melihat ada seorang yang kelihatannya lebih tua dari kumpulan orang itu, dan berpikir bahwa itu Tuhan, tapi melaikat pengawal segera mengkoreksi dia. Orang itu adalah bapa Abraham.
Daniel memohon untuk ikut beribadah, tapi malaikat mengatakan bahwa ada hal lain yang perlu dilihat. Ia berkata pada Daniel bahwa mereka akan melihat janji Yesus bagi pengikutNya, rumah besar yang Ia persiapkan untuk mereka yg Ia dapati beriman pada hari terakhir. Segera mereka ada di sana. Daniel berkata bahwa apa yang dia lihat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Rumah besar yang panjang dan tingginya seolah-olah tak terukur. Selalu bergerak, dan tiap ruang juga berputar dengan cara tertentu. Terbuat dari sesuatu yang transparan seperti kaca, dan lantainya terlihat seolah terbuat dari sinar. Daniel tidak melihat seorangpun di rumah besar itu, tapi mendengar nyanyian yang indah. Ia heran darimana suara musik itu terdengar, malaikat segera menunjukkan pada banyak bunga di sekitar rumah. Ketika Daniel melihat bunga itu lebih dekat, mereka bergerak dan berayun ( bergoyang) dan menyanyi memuji Tuhan !
Malaikat berkata pada Daniel, “Rumah besar sudah siap tapi orang orang kudus milik Tuhan belum. Tuhan Yesus menunda kedatanganNya sebab orang-orang percaya di gereja belum siap.” 2 Pet 3:12 : yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Berikutnya malaikat membawa Daniel ke neraka, dan mereka berdiri di pintu gerbang. Ketika malaikat itu mengangkat tangan lalu menurunkannya, pintu terbuka, dan Daniel segera dapat mendengar suara mengerikan dari orang-orang yang berteriak dan mengangis, tapi segala sesuatu di neraka dalam keadaan gelap total. Lalu suatu sinar yang terang bersinar dari malaikat, dan Daniel dapat melihat banyak kelompok orang dalam penderitaan. Ia memberitahu saya beberapa kelompok tertentu yang menjalani siklus siksaan yang tak berakhir, tertawan dalam perbuatan dosa yang mereka lakukan di bumi. Sebuah kelompok terdiri dari orang orang yang memakan daging mereka sendiri dan kemudian memuntahkannya ke tanah, setelah itu muntahan itu terbang kembali ke tubuh mereka dan berubah menjadi daging kembali, lalu mereka mulai memakannya lagi. Malaikat memberitahu Daniel bahwa orang orang ini adalah mereka yang memakan daging manusia sebagai syarat belajar ilmu hitam. (Hal semacam ini memang terjadi di Afrika). Kelompok yang lain yang telah mencuri batas tanah pada waktu hidup di dunia, dengan tiada hentinya menggali tanah yang terbuat dari batu karang yang keras dengan tangan mereka (tanpa alat).
Pdt Daniel juga melihat pemimpin diktator Nigeria. Ia melihat seorang kristen yang mencoba belajar ilmu hitam dan menjauh dari Tuhan, dan seorang pendeta yang menggelapkan uang gereja dan juga berbohong tentangnya. Pendeta ini berkata bahwa ia akan mengembalikan uang gereja bila Daniel bisa mengeluarkan dia dari neraka. Walaupun ada berbagai macam siksaan, tapi semua orang menggeliat kesakitan oleh kekuatan yang tak kelihatan yang membelenggu mereka berulang-kali. Mereka semua berteriak, meratap dan mengertakkan gigi.
Hal yang paling mengejutkan adalah apa yang terjadi berikutnya. Malaikat pengawal berkata pada pdt Daniel, ” Jika saat ini namamu sudah dipanggil, kamu pasti akan masuk neraka”. Pdt Daniel segera membela diri dengan berkata, “Saya seorang hamba Tuhan ! Saya melayani Dia dengan seluruh jiwa ragaku!” Tetapi sebuah Alkitab nampak di tangan malaikat, dan terbuka di Matius 5:21-22 : Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Pdt Daniel tahu ia bersalah sebab kemarahannya terhadap istrinya. Malaikat juga mengingatkan dia bahwa Yesus berjanji bahwa Tuhan tidak akan mengampuni dosa bila kita tidak mengampuni kesalahan orang lain Mat 6:14-15 = 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Sebab kita akan menuai apa yang telah kita tabur. Hanya mereka yang bermurah hati yang memperolah kemurahan Matius 5:7 : Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Malaikat berkata pada Daniel bahwa doa yang dia lakukan ketika dia akan mati tidak ada pengaruhnya, sebab dia menolak untuk memaafkan istrinya ketika istrinya berusaha untuk minta maaf pada pagi hari sebelum kecelakaan terjadi.
Pdt Daniel menangis mendengar wahyu ini, tapi malaikat berkata supaya jangan menangis, sebab Tuhan hendak mengirim dia kembali ke dunia untuk mengabulkan permohonan orang kaya dalam Lukas 16:27-30 : 27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, 28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. 29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. 30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Malaikat berkata bahwa kebangkitan Daniel akan menjadi tanda dan peringatan terakhir untuk generasi ini.

Akhirnya, pdt Daniel dipimpin ke puncak sebuah gunung, disana terdapat lubang besar yang penuh dengan kegelapan. Malaikat pengawal mengarahkan pandangan Daniel ke seseorang yg berdiri disana, yang pada permulaannya tidak dia kenali, tetapi segera dia tahu bahwa orang itu adalah penginjil Jerman Reinhard Bonnke. Malaikat berkata pada Daniel bahwa orang itu akan menolong Daniel mewartakan injil keselamatan.
Daniel dan Bonnke keduanya jatuh ke dalam lubang, dan pada saat itulah pdt Daniel melompat bangun dari meja dimana dia dibaringkan di gereja Grace of God mission. Dia kembali ke tubuhnya setelah mati selama 42 jam.
Pendeta Ekechukwu berasal dari sebuah kota yang bernama Onitsha (Nigeria), di mana dia adalah pendeta Gereja Daya Kapel Injili Nigeria. Pendeta Daniel Ekechukwu wafat secara fisik di malam hari dari Jumat 30 November, 2001, sudah meninggal untuk setidaknya 42 jam, mengunjungi surga dan neraka selama saat kematian fisiknya, dan dibangkitkan dari kematian antara pukul 03:50 dan pemeriksaan mayat pukul 5:15 pada Minggu, 2 Desember, 2001 di ruang bawah tanah karunia Tuhan Misi, yang terletak di Onitsha, Nigeria. Pada saat bangkit dari kematian terlihat Daniel duduk dan di-kipas-i oleh banyak orang disekitarnya. Didalam film dokumentasi tersebut terlihat banyak orang yang menyaksikan secara langsung mujizat tersebut.

Daniel : “Dan inilah surat kematian saya (sembari menunjukkan surat kematiannya). Dokter itu mengkonfirmasikan bahwa saya sudah meninggal. Menurut surat ini seperti yang bisa kamu lihat. Dokter memeriksa denyut jantung, pupil mata, semua diperiksa dokter, dan dikonfirmasikan bahwa saya benar-benar pernah meninggal.”

 



Tidak ada komentar: