Translate

Selasa, 22 September 2015

SAYA BERJALAN DI SORGA KESAKSIAN NANI SUSANTI. S.H DARI CIREBON



Nama saya adalah Nani Susanti, seorang notaris di kota Cirebon.


Saya akan ceritakan akan pengalaman yang tidak pernah saya lupakan yang sangat menggaris dalam hidup saya. Suatu saat saya sedang berdoa. Saat itu saya rasakan kamar saya bisa berubah luar biasa. Dan setelah itu saya tiba tiba sudah diajak jalan-jalan di surga. Saya melihat dalam suatu ruangan yang luar biasa. Saya lihat ada suatu tahta. Tahtanya itu terbuat dari Kristal. Putih kekuning-kuningan. Ada sorot sinar yang keluar dari tahta itu luar biasa tapi tidak menyilaukan. Bagus sekali hingga spotlight manapun tidak bisa dibandingkan dengan seperti itu. Luar biasa!
Oleh anugerah Tuhan saya sudah pergi hampir keliling dunia. Tapi saya tidak pernah melihat suatu tempat yang seperti itu. Suasananya adem, sejuk, tidak panas juga tidak dingin, terangnya luar biasa. Yang namanya surga itu luas banget, semua taman-taman yang ada di sana bagus-bagus. Bunganya bagus-bagus, semuanya seolah-olah tidak ada sesuatu yang sedih. Semuanya “tersenyum” begitu. Sampai suatu saat saya bertemu dengan Tuhan Yesus. Cakepnya luar biasa, cakep banget! Tinggi. Rasanya saya belum pernah lihat orang yang secakep itu. Mata-Nya itu mengandung sesuatu hal yang kasih, ada ketegasan yang luar biasa, tapi ada sifat seorang Bapa, tangan-Nya itu ada bekas lubang.

Saya ingat dengan suami saya. Kata Yesus: engkau boleh melihat dari jauh. Saya lihat suami saya itu sedang bangun rumah, memang suami saya dulunya adalah seorang arsitek.

Saya tahu persis apa yang harus saya lakukan. Saya harus menyatakan bahwa Yesus Kristus itu real ada. Dan Dialah yang mempunyai surga. Saya sudah lihat dan saya sudah tahu persis bahwa memang surga itu ada. Selesai itu saya sudah ada di kamar kembali, memang saya ada di kamar! Ternyata sudah setengah 11 dari setengah 7 pagi.

Yang bisa saya pesankan adalah begini, yang penting apapun yang kita alami, penderitaan apapun yang kita alami, jangan tinggalkan Tuhan. Walaupun untuk makan susah, nyekolahkan anak juga susah, pokoknya kalau berharap kepada Tuhan, Tuhan punya seribu satu jalan buat menolong kita. Itu pasti! Yang penting jangan tinggalkan Tuhan karena apapun yang kita alami di dalam dunia dibandingkan dengan semua kemuliaan yang Tuhan berikan di surga tidak ada seper 1000-nya. Tuhan sudah bawa saya kesana. Tuhan punya rencana. Supaya apa? Supaya ada suatu kesaksian di dalam dunia ini bahwa surga itu betul ada


—- Demikian kisah Ev. Nani yang diunggah di Youtube
.
Catatan :
Ibu Nani Susanti, SH. adalah adik kandung dari Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo.

Tidak ada komentar: