Translate

Senin, 28 September 2015

MENINGGAL DAN KETEMU YESUS KESAKSIAN ROBERT
                  

Ini adalah kehidupanku. Ini adalah kesaksianku. Ini adalah kisah hidupku. Saat ini kita bisa belajar banyak ketika kita melihat ke belakang pada masa muda kita. Saya teringat ayah saya suatu saat berkata ‘Robert adalah anak yang baik, tetapi dia harus menyerahkan hidupnya kepada Kristus.’ Ibu saya meletakkan tangan di bahuku dan dia mengatakan ‘Anakku, kamu harus menyerahkan hidupmu sepenuhnya kepada Yesus Kristus.’ Dan saudara tahu didalam hati saya mengatakan apa yang dikatakan itu benar. Tetapi saya mengatakan kepada ibu saya ‘ma, begitu banyak nubuatan belum terpenuhi sampai saat ini, Jesus belum datang, maka aku punya banyak waktu.’ Bukankah itu suatu hal yang menarik, dimana saya tahu Alkitab dan saya tahu mana yang benar dan yang tidak, tetapi saya berada di jalur yang salah, yaitu tidak memberikan hidup kepada Tuhan.
         Kemudian saya teringat pada saat saya berada di pesawat udara melihat keluar jendela ke awan-awan dibawah pesawat, dan saya berpikir jika pesawat ini akan jatuh, saya tidak punya banyak waktu untuk berdoa dan berkata Yesus ampuni segala dosa-dosaku dan terimalah aku maka saya selamat. Kemudian saya berpikir bahwa segala sesuatu adalah ditangan saya yang mana saya bisa selamat sampai suatu pada jum’at malam. Pada saat itu kami sedang melaju menuju ke gedung bioskop dan kami terlambat dan kami memacu mobil sangat cepat diatas 100 mil per jam. Dan disuatu tikungan yang tidak terduga dimana saat itu saya melaju di tikungan itu terlalu cepat sehingga mobil tersebut lepas kendali. Pada saat itu juga ada mobil yang melaju dari arah yang berlawanan yang juga melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian kami bertabrakan sehingga mobil yang saya tumpangi rusak parah. Kejadian itu terlalu cepat dan mendadak sehingga aku lupa berdoa, saya terlalu sibuk untuk mencoba menangani hal itu.


Kemudian saya sadar dan berada di rumah sakit beberapa hari kemudian dengan leher yang patah di dua bagian. Sebelumnya saat mengalami keadaan tidak sadar tersebut saya mendapatkan penglihatan, saya melihat Yesus. Yesus bertanya kepada saya ‘Robert, apa yang telah kamu lakukan kepadaku didalam hidupmu ?’. Saat itu saya tidak dapat menjawab pertanyaan Yesus. Hal ini bukannya saya tidak melakukan banyak hal yang baik, sebelumnya saya melakukan banyak perbuatan baik. Tetapi pada saat saya berhadapan dengan Yesus, saya tidak bisa berkata-kata sebab tujuan utama Yesus mati di kayu salib tidak pernah saya balas. Yesus mati bagi diriku, tetapi saya tidak pernah menyerahkan hidupku kepadaNya. Saya melakukan banyak hal bagi Yesus, tetapi tidak menyerahkan hidupku kepadaNya.

Ketika ayahku mengunjungi rumah sakit, dengan kasih mengatakan kepada saya ‘Robert, bukankah hal ini merupakan anugerah dari Tuhan dikarenakan engkau tidak meninggal ? Engkau tidak lumpuh ?’ Kalau kita menarik suatu kesimpulan dari apa yang sudah terjadi, baik dari sisi kecelakaan dan dari sisi penglihatan itu, kita menyadari apa artinya hidup tanpa Tuhan didunia ini ?

Ayahku berkata kepadaku ‘mari kita berdoa’. Kemudian dia menaruh tangan diatasku dan dia mulai berdoa ‘Terima kasih Yesus karena Engkau selalu beserta kami dan karena anugerahMu saja Robert sembuh’. Dan sesuatu terjadi. Awalnya saya tidak memahami, tetapi saya merasakan kehidupan baru masuk kedalam diri saya. Tuhan Yesus dengan kekuatan Rohnya masuk kedalam diriku dan melakukan perbaikan hubungan dengan Tuhan, memberikan kepadaku suatu permulaan baru, hidup baru, dan tiba-tiba ada harapan, ada iman, kasih dan sukacita. Semua hal yang diinginkan dari Tuhan datang melalui Yesus Kristus.

Ketika saya keluar dari rumah sakit itu pada bulan September 1978, ayahku mengatakan kepadaku. Dia mengatakan ‘Robert, saya yakin kamu tahu sekarang bahwa hidupmu bukan milikmu.’ Saat itu saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh ayahku. Mungkin dia bermaksud – bisa saja engkau meninggal akan tetapi tidak, Tuhan memberikan engkau kesempatan baru. Saat itu saya tidak tahu apa maksud ayahku, tetapi saat ini bagiku seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus – Galatia 2:20. Hal itu adalah suatu kenyataan bagiku. Kehidupan ke-Kristenan-ku berdasarkan keyakinan kepada Yesus Kristus, dimana Tuhan Yesus mengasihiku dan memberikan nyawanya bagiku. Dan saya tahu bahwa sesuatu yang mempertahankan hubungan aku dengan Tuhan, hidup yang lepas dari dosa, hidup yang mendorong aku untuk mencintai, memaafkan, untuk membantu, untuk memberkati dan semua hal yang baik berasal dari Yesus Kristus.


Dan saya sangat senang hari ini memiliki Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat-ku. Dan saya sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan-Nya kepadaku. Dan saya punya keyakinan hari ini, tidak hanya karena Tuhan mampu membuatku kuat dari kekuatiran, tetapi saya juga punya keyakinan yang saya berikan kepada orang lain, sebab Tuhan Yesus itu sama dari dahulu, sekarang dan selamanya. Dan saya memuji-Nya dengan segenap hatiku.


Tidak ada komentar: