Translate

Kamis, 24 September 2015

Kesaksian Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo " Dibawa ke Surga "


Ev. drg. Yusak Tjipto, lahir pada tanggal 12 maret 1935
Di kota jepara, sejak kecil ditempa dalam kebersamaan dengan Tuhan Yesus, aneka perjalanan rohani yang ia jalani membuatnya menjadi sosok yang matang & teruji.


Jika kita bergaul dengannya, kita kan segera tahu bahwa ia adalah hamba yang kenal secara pribadi dengan Tuhannya. Tak heran jika orang bahkan menyebutnya sebagai sahabat Allah.


Yusak Tjipto beserta istrinya Oei Kiat Nio (Lydia Anggraeni) tinggal di Bandung, mereka dikaruniai 4 anak & 9 cucu



Kesaksian Ev. Drg. Yusak Tjipto Purnomo "Dibawa ke Surga"

Adalah seorang penginjil yang memiliki hubungan karib dengan Tuhan Yesus. Dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi umat-Nya


Suatu saat saya ikut dalam satu kebaktian di Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading Semarang, ketika itu Pdt. Tan Hok Tjoan mengatakan, "Jika saudara percaya kepada Yesus Kristus, maka Yesus menyediakan tempat di Sorga bagi kita. Saudara dan saya akan masuk Sorga." Mendengar kalimat itu saya tidak langsung mengaminkan: justru saya mempunyai rencana akan menanyai pendeta itu setelah khotbah, apakah dia pernah melihat Sorga. Ini adalah sifat pemberontak saya waktu masih muda. Saya memang tidak mudah menerima isi khotbah. Tetapi Tuhan segera mengingatkan saya dengan mengatakan, "Anak nakal!”


Tuhan membela pendeta itu karena is hanya memberitakan isi Alkitab, jadi tidak melakukan kesalahan. Tetapi Tuhan segera memerintahkan saya, "Ikut Aku, sekarang juga."


Saya bertanya, "Ikut ke mana?"


"Katanya kamu mau melihat sorga?" tanya Tuhan.
"Saya hanya bertanya apakah pendeta itu sudah melihat Sorga. Bukan saya yang ingin melihat." Tuhan tidak menjawab lagi tetapi langsung membawa saya. Saya tahu betul tubuh saya tertinggal di kursi gereja itu dan hanya roh serta jiwa (pikiran) saya yang dibawa. Dalam waktu singkat saya dibawa ke Firdaus. Luar biasa, terangnya jauh lebih terang dibandingkan matahari, beberapa ratus kali tetapi tidak silau dan tidak panas, bahkan terasa sejuk melebihi sejuknya mesin pendingin. Menurut Tuhan, itu adalah terang dari diri-Nya sendiri, karena damai sejahtera yang Tuhan berikan tidak seperti damai sejahtera yang bisa diberikan orang lain (di dunia).


Rumput di Taman Firdaus itu pun sangat mengagumkan, seperti karpet tebal. Bila diinjak ambles namun setelah itu pulih kembali' dan mereka pun kemudian bersorak "lialeluya." Jadi dimana-mana semua memuji Tuhan. Tidaklah heran jika Tuhan mengatakan, "Mengucaplah syukur dalam segala perkara." Sebab jika Anda sedang diinjak, itu menunjukkan Anda sedang diproses.


Nah, bagaimana sampai saya mengetahui bahwa jiwa saya ikut Tuhan diajak jalan-jalan melihat Sorga? Karena Alkitab berkata, "Apa yang kamu ikat di bumi akan terikat di Sorga." Sedangkan saya tidak mempertahankan apa pun.
Anehnya ketika di sorga pun sifat mata keranjang saya tetap masih muncul. Ketika berjalan-jalan dengan Yesus di taman itu, Tuhan pun mengetahui jika saya ingin tahu seberapa cantikkah wajah malaikat di Sorga karena kabarnya malaikat itu cantik-cantik.


Tuhan pun segera mengetahui hal itu dan hanya mengatakan, "Di sini tidak ada dosa."
Saya pun masih bertanya lagi kepada Tuhan, "Saya berdosa apa Tuhan?"
Tuhan menjawab, "Apa yang kamu cari-cari tadi?"


Anda tahu bahwa baru memikirkan hal semacam itu saja sudah merupakan dosa. Anda yang masih muda-muda, sadarilah bahwa Anda memiliki banyak pikiran dan banyak ikatan.


Setelah itu Tuhan menanyakan, "Kamu lihat, apakah semua yang tertulis di dalam Alkitab sama dengan kenyataan di sini? Sekarang kembalilah ke dunia dan saksikan apa yang telah kamu lihat. Jika mereka yang masih di bumi tidak percaya, merekalah yang akan rugi sendiri, namun Aku tidak akan menuntut kamu. Karena kamu sudah lihat sendiri dengan pikiran, jiwa dan rohmu."
Lalu saya disuruh pulang kembali ke dunia, saya tidak mau. Saya sudah merasakan enaknya di sorga, jadi saya segan pulang kembali.
Tuhan mengingatkan, "Tubuhmu masih di gereja. "

"Biar," jawab saya. Tetapi Tuhan tetap meminta saya untuk kembali lagi ke dunia. Setengah jam saya diajak Tuhan berjalan-jalan di Sorga. Tuhan meminta saya untuk menyaksikannya kepada orang-orang. Jika Tuhan memilih hamba-hamba-Nya, biarpun saya dikandung oleh ibu saya yang belum Kristen; biarpun saya waktu itu dibuang; biarpun saya cacat; tetapi bila Tuhan mau maka la memilih sejak permulaan dan saya disuruh mengalami segala perkara. Makanya Anda tidak perlu melihat keadaanmu sekarang, Anda tidak perlu pusing. itu jangan dijadikan masalah karena Allah sanggup mengubah kutuk menjadi berkat.



Saya pernah ditunjukkan oleh Tuhan seorang konglomerat yang baru bertobat, waktu itu ada sebuah kelas dan saya disuruh mengajar. Saya kaget dan bertanya kepada Tuhan, mengapa konglomerat itu menjadi anak kecil di Sorga? Tuhan menjawab, karena ia baru saja bertobat, sekalipun usianya sudah 60 tahun lebih. Jadi sekalipun Anda sudah opa dan oma tetapi jika tidak dewasa rohani maka nanti di Sorga Anda akan menjadi anak kecil. Sebaliknya cucu Anda bila di dunia tingkat rohaninya lebih dewasa maka nanti di Sorga ia akan menjadi lebih besar. Yang diukur Tuhan bukan usia Anda, tetapi tingkat kerohanian Anda. Yang diukur Tuhan bukanlah berapa tahun Anda menjadi orang Kristen, tetapi Anda berbuah atau tidak. Yang dituntut oleh Tuhan adalah buah-buah roh.


Tuhan tidak akan menanyakan kepada Anda, sudah memenangkan berapa jiwa. Tetapi Anda sudah berbuah atau tidak. Anda tahu bahwa rnendapatkan jiwa yang mau bertobat adalah anugerah.


Saya melakukan penginjilan ke kalimatan
Ketika saya menginjil ke Kalimantan, ada seorang ibu yang sudah anak Tuhan, tetapi suaminya belum mengenal Yesus. Sampai akhirnya ibu ini berdoa meminta Tuhan untuk membawa suaminya menunjukkan keadaan Sorga agar dia bertobat. Benar juga, suatu sore, roh suami itu dibawa ke Sorga dan ditunjukkan banyak hal tentang Sorga


Orang ini merasa kagum dengan keadaan Sorga. Semua orang di Sorga ternyata mengenal istri dan keluarganya tetapi ternyata tidak mengenal dia, karena dia belum anak Tuhan. Jadi bila Anda masuk ke Sorga kelak, semua orang di sana akan mengenal nama Anda dan mereka semua akan beramai-ramai menyambut Anda kelak. Makanya di Alkitab dituliskan, satu orang bertobat, seluruh isi Kerajaan Sorga bersorak-sorai. Dan Anda akan langsung masuk ke tingkat di mana Anda ditempatkan.


Sorga dibagi beberapa tingkat 
Sorga tingkat pertama tidak ada apa-apanya. Adanya rumah besar tanpa kamar yang dihuni banyak orang. Namun ternyata banyak hamba Tuhan berada di tempat itu, karena para hamba Tuhan umumnya sudah mencuri kemuliaan Tuhan. Juga bila Anda masuk di Sorga tingkat dua, semua orang juga akan menyambut Anda.
Bila Anda berada di Sorga tingkat pertama, misalnya, dan Anda mau bertemu Rasul Petrus (yang langsung Anda kenali tanpa harus dikenalkan), Anda pun bisa melakukannya.
Saya juga menyuruh istri saya untuk meminta kepada Tuhan agar ditunjukkan keadaan Sorga. Ini terjadi ketika istri saya hampir meninggal. la juga dibawa ke Sorga dan bertemu rasul Petrus, rasul Yohanes dan kemudian bertemu Yesus. Istri saya mengatakan, ia masih ingat saya, karena saya masih menunggu dia. Kemudian Tuhan berkata, "Ingat, kamu boleh pulang namun kamu jangan kehilangan jiwamu." la balik lagi ke dunia.


Kelak jika Anda berada di tingkat pertama dan mungkin anak Anda berada di tingkat tiga, kalian saling mengetahui, namun kalian tidak bisa langsung berternu. Bila Anda mau saling kunjung, Anda bisa melakukannya. Bila Anda dari tingkat lebih rendah mau ke Sorga tingkat lebih tinggi, maka Anda akan secara otomatis diberi kerudung karena Sorga tingkat lebih tinggi lebih mulia keadaannya. Anda bisa tidak tahan bila naik ke tingkat Sorga yang lebih tinggi.
Hal ini dibuktikan oleh seseorang yang berada di alam maut, dan ia memprotes, katanya, "Tuhan, kalau Engkau adil, suruhlah saya ke Sorga. Mengapa aku Engkau taruh di tempat yang gelap begini terus?"
Tuhan menyuruh malaikatnya untuk membawa orang itu ke Sorga supaya mengetahui bahwa Yesus mengasihi dia. `Aku membalas dia. Dan ia Aku tempatkan sesuai dengan perbuatannya. Tempat itu yang paling cocok bagi dia."


Malaikat itu berkata, "Kamu teriak-teriak terus, sekarang kamu dipanggil untuk dibawa ke sorga." Orang ini merasa mendapatkan jawaban dan keadilan. Ternyata orang itu tidak tahan dengan silaunya cahaya di Sorga. Tambah masuk ke dalam ia bertambah tidak tahan. Barulah orang itu merasa adil dengan ditempatkan di alam maut, karena ketika di Sorga seluruh dosa-dosanya menjadi tontonan banyak orang.


Setiap bagian tubuh kita yang sering digunakan untuk berbuat dosa, masing-masing menunjukkan filenya. la merasakan semuanya ditelanjangi, maka ia akhirnya memuji Tuhan karena adil. Karena bila ia ditempatkan di Sorga dan setiap saat melihat dosa-dosa yang pernah dilakukannya, maka itu merupakan penderitaan hebat bagi dia. la kemudian meminta Tuhan untuk mengembalikan dia ke tempat yang paling gelap supaya dosa-dosanya tak terlihat.


Benar, bahwa sorga memang ada dan saya sudah melihat dan mengalaminya serta bertemu sendiri dengan banyak orang di sana. Dan saya tidak hanya sekali di bawa ke Sorga namun berkali-kali.
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepada-mu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyedia-kan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:1-3)


Anda tahu bahwa di Sorga banyak tempat dan tidak terbatas. Jika di tingkat pertama Sorga, terdapat rumah yang berukuran besar maka di tingkat yang lebih tinggi mulai terdapat rumah-rumah untuk individu. Semakin tinggi tingkat di Sorga, maka perlengkapannya bertambah luar biasa. Suatu saat istri saya diajak Tuhan melihat Sorga tiga kali melihat rumahnya. Waktu itu saya berkata, "Kamu ini kan sudah hampir pulang ke Sorga, coba kamu minta kepada Tuhan untuk menunjukkan rumahmu."
Rumah di Sorga
Istri saya bertanya apakah boleh menanyakan hal seperti itu. Saya jawab boleh. Benar juga, akhirnya ia dibawa. Ketika pertama kali dibawa ke Sorga oleh Tuhan, ia malah belum tahu jika yang ditunjukkan adalah rumahnya. Taman di rumah itu besar sekali, di dalamnya terdapat aneka tanaman bunga dan buah. Dan itu sesuai dengan kesukaannya akan bunga dan buah. Dia memang tidak mempedulikan akan rumah besar atau tidak, yang panting mempunyai kebun bunga dan buah.


Di taman depan calon rumah istri saya di Sorga banyak terdapat taman bunga dan buah yang sangat teratur. Semua jenis buah yang paling enak di dunia ada di taman itu. Ini cocok dengan apa yang sudah dituliskan di dalam Alkitab. Tuhan juga menanyakan kepada istri saya, "Cocok tidak dengan apa yang sudah Aku firmankan?"


"Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya; dan pinto-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada slang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya" (Wahyu 21:24-26)


Nanti di Sorga segalanya tersedia dengan komplit dan bisa dinikmati semua tanpa akan kehabisan dan kekurangan. Dan jika Anda tahu, rasa buah di Sorga sungguh luar biasa dan tidak dijumpai di dunia. Harumnya juga luar biasa. Yang ada di sorga bahkan jauh lebih enak dan lebih harum dari segala yang paling enak di dunia. Dan begitu buah itu dipetik langsung muncul lagi yang baru. Segalanya serba kekal di Sorga mulia itu.


Namun di Sorga jangan mencari orang berpakaian aneh-aneh atau warna-warni seperti di dunia, yang ada semuanya mengenakan pakaian kemuliaan dari Allah. Kondisinya sama seperti ketika Adam dan Hawa baru diciptakan oleh Tuhan, mereka juga berpakaian kemuliaan dan tidak terlihat telanjang. Ketika di Sorga, istri saya juga diajak ke tempat pujian. Orang yang di dunia suka memuji Tuhan, nanti di Sorga juga akan terus memuji Tuhan. Kata istri saya, di Sorga ada tempat yang sangat besar untuk memuji Tuhan. Dan tempat besar itu terbagi-bagi untuk penghuni Sorga sesuai tingkatan keberadaan mereka.


Ketika ia melihat rumahnya, ia merasakan keanehan karena melihat bunga-bunga di kebun calon rumahnya kelak belum pada mekar. Ternyata bunga-bunga itu baru mekar bila istri saya sudah pulang ke Sorga. Bunga-bunga itu akan menyambutnya dengan suka cita. Dan dia di Sorga tidak akan kesepian, karena ingin bertemu tetangga bisa langsung berjumpa, ingin memuji langsung saja masuk tempat pemujian. Sungguh enak, tidak perlu sulit-sulit berada di Sorga.


Yang boleh masuk ke Sorga
Maka dari itu, Tuhan Yesus berkata di Sorga tersedia banyak tempat namun yang boleh masuk ke sana hanyalah mereka yang sudah tercatat di dalam Kitab Kehidupan.


"Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu."(Wahyu 20:15)
Nah, sekarang jika Anda ditanya oleh orang lain, bagaimana dengan pengikut agama lain? Mereka di mana? Anda jangan langsung menghakimi bahwa mereka masuk neraka. Itu tidak boleh Anda lakukan. Yang menetapkan adalah Tuhan. Kita hanya bisa berbicara perkara Sorga, tetapi Sorga adalah milik Yesus.


Saya pernah ditanya oleh orang dari golongan lain, apakah yang masuk Sorga hanya saya. Saya jawab tidak. Namun saya jelaskan bahwa kita masuk ke Sorga milik Yesus. Lalu bagaimana dengan kami yang beragama lain, tanya mereka. Saya jawab itu akan sesuai dengan isi kitab suci mereka. Anda juga harus mengetahui bahwa kitab suci agama lain juga berasal dari nabi-nabi, sama seperti Kitab Taurat.


Akhirnya mereka bertanya, apakah mereka yang bukan Kristen bisa masuk Sorga? Saya jawab bisa, mereka terkejut mendengar hal ini. Ketika mereka bertanya bagaimana caranya, saya minta mereka untuk menggenapi isi kitab mereka. Mereka mengatakan sendiri mereka tidak akan bisa menggenapi isi kitab suci mereka, berarti mereka tak akan bisa masuk ke Sorga mereka.


Demikian pula dengan orang Yahudi, mereka adalah pengikut Musa dengan Kitab Tauratnya. Dan bila disuruh menggenapi isi kitabnya, mereka juga mengatakan tidak bisa. Tuhan memang adil. Bangsa Yahudi pun, sebagai bangsa pilihan juga diberi Taurat. Orang Cina diberi Kitab Khonghucu, Budha Kitab Weda dan Hindu Tripitaka sedang Islam Alquran. Orang Jawa pun diberi Jayabaya. Orang Jawa pun mengetahui bahwa jalan menuju ke Sorga bagaikan melewati titian rambut yang dibelah tujuh. Jalanilah itu, kalau anda bisa tentu saja Anda selamat.


Sekarang jika Anda orang Kristen, saya tanya apakah Anda mempunyai kitab. Anda pasti akan menjawab punya, dan namanya Kitab Kehidupan. Bila Anda saya minta untuk menggenapinya, bisakah Anda? Anda tahu, bahwa tidak seorang pun di dunia ini yang akan mampu menggenapi isi kitab tersebut.


Kemudian bila kita ditanya oleh orang non Kristen, kita mempunyai kitab suci, mereka juga mempunyainya dan kita tidak bisa menggenapinya lalu mereka mengatakan kita tak akan masuk sorga berarti sama dengan mereka. Tetapi saya menjawab persoalannya lain, karena bagi kita, Tuhan sudah menanggung segalanya. Dan di kitab suci mereka hal itu tidak ada, bahkan tidak ada tertulis sudah ada yang membayar segala dosa dan kesalahan mereka dengan lunas. Tuhan sendiri sudah mengatakan, "Akulah jalan kebenaran dan hidup."


Sementara kita yang tidak bisa menggenapi isi Alkitab harusnya dibuang karena kita hanya bisa berhutang kepada Tuhan dan tidak bisa masuk Sorga. Tetapi Yesus mengatakan kepada Bapa di Sorga, "Manusia di bumi tidak bisa membayarnya dan hanya Yesus, Anak Manusia, yang bisa melunasinya." Maka hutang kita sudah dibayar Yesus, dan kita masuk Sorga. Ini yang membedakan kita dengan pengikut kitab suci lain.


Di sorga ada semua kitab suci dalam agama apa pun di bumi. Ini tertulis di dalam Wahyu 20:12.


"Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan keeil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu."


Jelas bahwa itu merupakan kitab-kitab semua agama di bumi. Kepada mereka akan ditanyakan apakah mereka sudah melaksanakan atau menggenapi semua isi kitab mereka, jika belum maka diminta memilih tempatnya sendiri-sendiri. Tetapi kepada Anda dan saya akan dibukakan sebuah kitab lain yakni Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati akan dihakimi menurut perbuatan mereka berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya, lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkan ke dalam lautan api. ini merupakan kematian kedua di lautan api dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya di dalam Kitab Kehidupan itu ia juga akan dilemparkan ke dalam lautan api itu.


Apakah nama kita bisa terhapus dari Buku Kehidupan?
Sekarang Anda sudah percaya kepada Yesus atau belum, sudah tertulis di dalam Kitab Kehidupan atau belum? Jika sudah tertulis, bisa dihapus atau tidak? Bisa saja nama Anda terhapus. Makanya hati-hati. Jangan lalu Anda berkata Anda sudah dibaptis dan sudah kepenuhan Roh, tetapi Anda belum tentu masuk sorga bila Anda tidak menjadi pelaku firman.


Sebab tertulis di dalam Alkitab, jika Anda murtad maka akan dicoret dari Kitab Kehidupan. Makanya Anda setiap hari harus peka terhadap dosa, jika Anda peka dan menjadi suci maka Anda pun akan peka dengan Yesus. Maka Anda tidak perlu khawatir lagi, tenang saja, jalan bersama Yesus, membaca firman, lakukan hari demi hari dengan meminta tuntunan Roh Kudus maka Anda akan dituntun untuk melewati keberhasilan demi keberhasilan dan dari kemuliaan menuju kemuliaan. Tidak perlu takut apa pun dengan apa yang sedang Anda alami.


Saya mati, karena jantung saya berhenti
Kemudian tahun 1986, ketika saya pelayanan di Surabaya jantung saya kambuh lagi. Kali ini bukan kelumpuhan namun jantung saya seperti diserang lagi. Sepertinya saya hanya sempat bernafas tiga kali dan langsung mati. Saya tahu jika saya sudah mati karena saya sadar bahwa roh saya keluar dari tubuh saya. Kemudian roh saya berteriak kepada Tuhan, "Tuhan saya pulang." Langit langsung terbuka, cahaya Sorga terang luar biasa.


Saya melihat Tuhan Yesus duduk di atas takhta, luar biasa agungnya. Mendengar saya berteriak mau pulang, Yesus hanya tersenyum, dan mengatakan, "Tugasmu belum selesai. Selesaikan dulu tugasmu, nanti pada waktunya Aku yang akan menjemput kamu sendiri."


Tuhan begitu sayang kepada saya. Saya sendiri tidak habis mengerti, sebab orang seperti saya ini tidak ada apa-apanya.


"Jatah yang Aku berikan kepadamu belum kamu genapi," kata Tuhan.
Saya mengatakan, "Jantung saya sudah berhenti." Pikir saya dengan keadaan seperti itu Tuhan akan mengabulkan saya untuk tetap pulang.
Ternyata Tuhan mengatakan, "Tidak masalah."


Tuhan kemudian mengirimkan sinar sebesar satu kelereng. Dan anehnya sinar tersebut dari Sorga sampai di tubuh saya tetap saja besarnya satu kelereng. Kemudian saya dihidupkan lagi oleh Tuhan. Roh saya dimasukkan lagi ke tubuh saya.


Jadi sebenarnya mati di dalam Tuhan itu menyenangkan bahkan di dalam Alkitab sudah dituliskan, "Alangkah bahagianya kematian seorang anak Tuhan."


Suatu saat saya dibawa ke Sorga karena istri saya. Ketika istri saya melihat calon rumahnya di Sorga saya merasa iri hati. Semua saudara saya sudah diberi rumah, tetapi calon rumah saya mana? Saya merasa dianak tirikan oleh Tuhan. Tuhan justru menjawab bahwa saya tidak memiliki rumah.
"Lho, saya menginjil begini mengapa tidak Kau beri rumah?" tanya saya.
"Tidak," jawab Tuhan.


Saya menangis, tetapi saya tidak marah kepada Tuhan atau menuntut hak saya. Tuhan setelah itu hanya mengatakan, "Kamu mau tidak melihat istana-Ku?"


Namun sebelum sampai di istana milik Tuhan, saya melewati beberapa rumah besar yang bagus dan memiliki pekarangan yang luas. Bahkan ada jembatan penghubung yang besar dan lebarnya seukuran antar provinsi. Saya heran mengapa ada jembatan yang begitu besar. Tuhan mengatakan bahwa di Sorga tidak ada batasan waktu dan ruang

Kemudian Tuhan bertanya lagi, "Yusak, bagaimana lebih enak siapa, yang membangun atau yang menghuni?"
Saya jawab, "Tentu saja enak yang menghuni karena yang membangun belum tentu akan menghuni."


Ternyata kemudian Tuhan mengatakan bahwa saya tidak akan memiliki rumah sendiri di Sorga tetapi saya akan tinggal bersama Yesus di istana-Nya. Karena dikatakan oleh Tuhan, selama saya di dunia ini selalu mengatakan saya adalah hamba-Nya, bagaikan seekor anjing. Maka saya akan selalu tinggal bersama Tuan. Jadi kamu akan tinggal bersama dengan Aku."


Sekarang saya bertanya, apakah ada anjing di sorga kelak? Jawabnya ada. Jadi bila Anda di dunia ini menyayangi anjing atau binatang lain, maka di sorga Anda bisa memilikinya. Tuhan menyediakan yang terbaik bagi kita semua. Sebab Tuhan Yesus sendiri sudah mengatakan, jika kita direndahkan maka kita akan ditinggikan.


Kemudian saya mengatakan kepada Tuhan, bila apa yang saya lihat itu memang benar maka saya meminta konfirmasi agar Tuhan juga menyatakan kepada hamba Tuhan yang lain bahwa saya kelak akan tinggal bersama dengan Tuhan. Benar juga, suatu ketika saya berjumpa dengan seorang hamba Tuhan. Ia mengatakan bahwa saya adalah hamba yang disayang Tuhan. Ia mengatakan bahwa saya kelak akan tinggal bersama dengan Tuhan. Penglihatan itu diberikan ketika hamba Tuhan itu diberi kesempatan mengunjungi Sorga dan di sana ia melihat saya tinggal bersama Yesus di istana-Nya.

Kemudian saya bertanya, "Mengapa Tuhan memilih orang seperti saya yang modelnya seperti ini?"


"Kamu tahu, memang tidak ada yang baik di dalam dirimu, kamu tidak lebih dari seekor anjing. Kenajisan dan kekotoranmu luar biasa. Tetapi hanya ada satu yang baik di dalam dirimu, kamu setia seperti seekor anjing. Itulah kelebihanmu, kamu setia terhadap Aku. Itulah sebabnya Aku sayang pada kamu, Aku ambil kamu karena kamu setia."


Setiap kita memiliki kelebihan
Setiap Anda mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Tidak perlu khawatir, Tuhan akan memakai kelebihan Anda untuk rencana-Nya supaya kemUliaan-Nya dinyatakan dalam kehidupan Anda dan saya. Anda dan saya adalah bagian dari tubuh Kristus. Anda dapat memuliakan nama Tuhan karena Anda menggenapkan rencana Allah. Tidak perlu takut karena nama Anda sudah tercantum di dalam Kerajaan Sorga, tetapi genapi! Ada tiga tanda di bumi yakni darah, air dan roh. Anda harus dibaptis dengan air, Anda harus kepenuhan Roh dan Anda harus ditebus oleh darah Yesus. Tanpa itu, bagaimana Anda bisa ditebus? Yaitu dengan bertobat. Tanpa pertobatan tidaklah mungkin.


Sebab jika dulunya nama Anda belum tercantum, sudah tercantum. Jika Anda belum sempat bertobat, akan ada perhitungan sendiri kelak. Anda tidak boleh langsung masuk sorga kecuali orang yang ada di atas kayu salib, karena Tuhan berkata, "Hari ini engkau bersarna-sama dengan Aku." Pada waktu itu Tuhan masih ada di dalam dunia.


Anda memeriksa diri Anda sendiri masing-masing. Anda tidak perlu memandang Anda dari gereja mana, yang penting Anda mengetahui akan kebenaran itu. Jadi bila Anda sebenarnya sudah dijatah oleh Tuhan di Sorga tingkat tiga, dan kemudian diberi tugas oleh Tuhan yang bisa Anda selesaikan, maka Tuhan akan dengan senang hati menaikkan Anda di tempat yang lebih tinggi. Namun jika Anda nanti sudah di Sorga,

Anda tidak akan bisa belajar dan kemudian naik tingkat. Di Sorga segalanya sudah kekal, jika Anda sudah berada di tingkat tiga, tidak mungkin untuk bisa pindah ke tingkat lainnya. Jika Anda berkeinginan untuk naik tingkat, maka Anda harus membayar di dunia. Maka dari itu Anda harus berlomba untuk mencapai kedudukan di Sorga.


Anda tidaklah rugi menjadi orang Kristen sebab apa yang dituliskan di dalam Alkitab adalah benar dan tentu terjadi, saya sudah menyaksikannya sendiri. Dan Tuhan sudah mengatakan sendiri kepada saya untuk memberitahukan apa yang sudah saya alami bisa pula dialami orang lain, supaya apa yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yoel, "Orang-orang tua akan bermimpi dan anakanak muda akan mendapatkan penglihatan." Apa yang sudah saya alami juga bisa Anda alami, supaya kernuliaan Tuhan menjadi nyata.
AMIN.


Tidak ada komentar: