Translate

Minggu, 04 September 2016

ORANG TUA BAKAR RUMAH DAN PUKULI ANAK KARENA PERCAYA YESUS


Mohammed Nsera, seorang remaja Nigeria yang tinggal di desa yang didominasi penduduk Kristen di desa Katende, Uganda Timur harus menanggung risiko dari pilihannya berpindah iman kepada Yesus. Nsera harus kehilangan rumah setelah orang tuanya yang merupakan non-kristen tega membakar rumah yang menjadi hadiah kelulusannya dari sekolah tinggi tahun 2015 silam. Sebagai keluarga yang menganut ajaran agama yang keras, orang tua serta keenam saudaranya menentang pilihan Nsera.

Seperti diberitakan Morning Star News, Nsera mulai berpindah keyakinan kepada Kristus sejak 3 Januari 2016 silam saat menghadiri sebuah acara penginjilan dan setelah itu mendapat mimpi bertemu dengan Yesus. Ayah dan paman Nsera yang kemudian mendengar kabar dirinya sudah berpindah keyakinan segera menemuinya untuk memastikan kebenaran itu. Saat diperhadapkan dengan pertanyaan dari sang ayah, Nsera mengaku tak mampu menyangkal imannya.

“Saya tidak bisa menyangkal Kristus ketika ayah saya bertanya apakah saya telah masuk Kristen. Dengan penuh sukacita saya menjawab dengan tegas. Ya. Paman saya yang saat itu membawa tongkat segera memukul punggung saya, dan ayah saya mencoba meraih kemeja saya, tetapi saya berhasil melarikan diri dengan kemeja compang-camping dan berlumuran darah,” terang Nsera.

Dalam kondisi yang tak karuan, Nsera akhirnya mendapat perlindungan di rumah seorang Kristen, yang terletak sekitar 13 mil dari rumah orang tuanya. Di sanalah dia mendengar kabar bahwa orang tuanya telah membakar rumahnya pada Kamis, 10 Maret 2016 pekan lalu.

“Saya mendapat laporan bahwa orang tua saya, paman dan beberapa orang lainnya sedang mencari saya. Saya kehilangan semua barang-barang berharga saya, termasuk sertifikat akademis saya,” lanjutnya.

Setelah mendengar bahwa dirinya kini menjadi buronan, Nsera lalu melarikan diri ke tempat yang lebih jauh. Saat ini, Nsera berlindung di rumah seorang pendeta di sebuah desa yang berjarak 60 mil dari desa asalnya. “Mohammed membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikannya. Gereja saya, yang baru saja berdiri ini, masih sangat kecil,” ucap pendeta yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Seperti diketahui, Uganda adalah negara yang terdiri dari 85 persen umat Kristen. Namun populasi non-kristen yang begitu keras dengan ajaran agamanya justru menganggap orang-orang percaya sebagai ancaman bagi keyakinan mereka. Sehingga mereka yang berpindah keyakinan kerap mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Mari doakan agar setiap bangsa yang masih menentang keras keberadaan umat Tuhan diubahkan dan mengalami keselamatan sejati.


Tidak ada komentar: