Translate

Minggu, 04 September 2016

SYARAT RAPTURE, TUBUH, JIWA DAN ROHMU HARUSLAH SEMPURNA OLEH AMELIA SINE


1 Tesalonika 5:23 :
"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."

Peristiwa ini begitu membekas, sehingga saat bangun saya langsung mencatat hari dan tanggalnya pada blog ini.

Bagi saya ini adalah mimpi pertama saya dimana saat mimpi tersebut saya memperoleh konfirmasi berupa suatu suara, dan salah satu ayat dari Alkitab.

“Tubuh, jiwa, dan roh. Semuanya haruslah sempurna. Jika ada salah satu yang tidak sempurna, takkan bisa terangkat.”

Di bawah ini adalah gambaran dalam mimpi dimana pengangkatan tersebut dimulai,

Saat itu kami menghadiri acara komsel di suatu apartemen, dan diadakan di balkon apartemen pada ketinggian tertentu. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh salah satu anggota komsel (saya ingat benar wajah orang ini, salah seorang pengerja gereja), dia berteriak panik menghampiri dan mengejutkan kami: “Oma kemana? kemana?”

Oma, nenek saya.

Kami kaget bukan karena Oma, tapi karena teriakan teman komsel kami tersebut memecah keheningan kami saat berkumpul bersekutu, oleh sebab itulah kami berhamburan lari ke kamar Oma. Dan kami dapati kamarnya kosong tanpa dirinya.. hanya kain selimut batiknya saja yang ada di tempat tidurnya.

Sekilas kami tidak mengerti akan apa yang terjadi, namun tiba-tiba diluar apartemen, tepatnya di bawah balkon – tepat dibawah kami adalah lahan parkiran dibatasi taman kecil, terdengar begitu banyak suara orang berhamburan keluar, dan banyak orang seakan terlihat kebingungan, saya tegas sekali melihat wajah salah seorang remaja berkulit putih berkaca-mata dan agak kurus menengok ke kiri dan ke kanan, seperti orang ling lung. Serentak saat itulah kami melihat perubahan bentuk awan.

Kami tidak lagi saling memperhatikan diri kami masing-masing, melainkan kami secara takjub dan tidak sadar langsung memandang ke langit. Perasaan takut dan khawatir bercampur aduk menjadi satu.

Awan berubah bentuk menjadi gelap, dan sungguh gelap.

Awan menjadi gelap dan seperti akan ada badai yang datang, dan kami melihat ke atas.. langit yang gelap itu kemudian lama kemudian timbul segumpal awan yang terang yang membentuk wajah Yesus secara samar-samar.

Sepersekian detik kemudian, kilat mulai menggelegar dan gemuruh seperti suara badai yang besar. Namun peristiwa alam tersebut anehnya tidak mendatangkan hujan sama sekali.

Kemudian entah berapa lama kemudian.. awan berangsur-angsur menjadi terang kembali

Banyak sekali orang-orang yang menjadi panik – termasuk saya sendiri. Berbagai suku dan bangsa dan bahasa berlarian dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing menyelamatkan diri, melewati jalan tol yang padat – entah menuju kemana – keadaan macet. Semua wajah berada dalam keadaan yang cemas dan khawatir. Sibuk dengan diri mereka sendiri.

Setengah sadar dalam tidur tersebut saya diingatkan kenapa saya tidak bisa terangkat. Salah satu dalam diri saya tidak sempurna. Yaitu saya menyimpan kepaitan. Ya, sungguh saya sangat menyesal saat itu. Saya tidak menyadarinya. Terpikir sekalipun tidak. bahwa saya ternyata menyimpan kepahitan. Saya menyimpan rasa sakit hati atas perlakuan dan perkataan atasan saya saat itu yang sangat tidak membangun dan menjatuhkan mental – dimana saat itu beliau belum berpulang ke rumah Bapa.

Saat itulah terdengar suatu suara :
“Tubuh, Jiwa, dan Roh, semuanya haruslah sempurna. Jika ada salah satu yang tidak sempurna, takkan bisa terangkat.”

Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar: