Translate

Sabtu, 25 Juni 2016

3 TAHUN MENDERITA PENDARAHAN HEBAT, DAN 3 KALI SAYA BANGKIT DARI KEMATIAN KESAKSIAN LINA WO DARI MENADO


Saya Lina, dari kota Menado, kab minahasa tenggara, kec ratahan, Desa rasi. Saya sudah berkeluarga dan diberkati 3 orang anak. Saya bergereja di Gereja Masehi injili di minahasa (GMIM)

Tahun 2012 saya menglami pendarahan hebat dn sangat menganggu kehidupan saya. Pembalut tidak bisa menampung darah , pampers besar juga tidak bisa, jadi yang saya gunakan adaalah ember yang langsung saya duduki. Setiap hari saya melewati kekuatan yang hanya dari Tuhan. Keluarga membawa saya ke RS. Prof. kandou malalayang Manado, dan hasilnya saya mengalami penyakit kanker servix stadium 1b pada saat itu. Saya menangis, saya menyerah, saya tahu waktuku sudah tidak lama lagi, Aku masih punya anaka yang sebentar lagi mau diwisuda, aku punya anak yang belum lagi, akumau melahirkan. Dan aku masih sangat ingin menikmati hidup ini.

Semua keluargaaku menangis diruangan itu. Saat dokter membacakan hasil lab. Anak saya yang kedua yang sangat banggakan, dia sama sekali tidak meneteskan airmata, meski saat itu suasana sangat menyedihkan. Dialah yang menopang saya. kata dokter, dalam waktu 3 bulan kedepan tidak ada perawatan , maka ibu pasti lewat ( Meninggal ).

Waktu terus berjalan, dokter tidak berani melakukan tindakan kemo karena HB ( darah merah ) saya tinggal 4, jadi selama 2 minggu perawatan, hanya transfusi darah yang keluar dari kelamin saya juga tidak pernah berhenti. Akhirnya suami saya memohon ke dokter supaya saya diijinkan pulang kampung, saya sering pingsan karena HB sangat kurang.

Disaat – saat itu, semua orang dikampung saya tahu bahwa saya pasti tidak lama lagi mati. Semua pendeta di gereja saya setia mendoakan saya, mereka sangat setia melayani Tuhan.


KEBANGKITAN PERTAMA

Saat itu saya bener – bener jauh dari tingkat kesadaran, saya mendengar suara orang – orang tapi sepertinya jauh dari saya. sampai akhirnya saya tidak merasakan apa – apa semuanya seperti terdiam, gelap, dan hampa. Saya tidak tahu apa – apa lagi.

Anak kedua saya cerita saat itu saya bahwa pada saat itu saya sudah dikerumuni keluarga dan tetangga bahwa saya sudah mati. Dan dia bertindak memasukan perjamuan kudus ke dalam mulut saya , dia berdoa, dan dia berusaha melawan suasana yang saati itu sudah penuh dengan tangisan. Dia mengoleskan tubuh saya dengn minyak urapan, dan dia berusaha memanggil – manggil saya , saya berusaha menoleh kebelakang , saya sedang berada di tengah orang – orang yang menangisi saya. saat itu juga banyak yang heran, terhadap saya, terhadap anak saya juga. Mereka bertanya kalau yang anak saya masukan ke  mulut saya tadi itu apa.

Waktu terus berjalan, saya masih tetap dalam pendarahan itu. Setiap hari bergumul memohon kemurahan Tuhan dan saya kembali di bawa kerumah sakit terdekat, diperiksa dan hasilnya sama, kanker servix.


KEBANGKITAN KEDUA 

Ini terjadi di rumah sakit dekat kampung saya, saat itu dokter yang menangani saya adalah seorang muslim berjilbab. Dia katakana kalau HBnya tinggal 2, dan dia bilang selama menjalani pasien biasa HB 4 saja sudah lewat alias mati. Dan Dia heran kenapa sayq masih bisa bertahan. Anak saya yang kedua dan ketiga seti mendampingi saya. saya mengalami hal yang sama lagi, suara – suara orang terasa jauh , gelap, dan hampa. Ternyata dokter itu yakin bahwa saya tidak akan bertahan lebih lama  lagi.

Saya tidak merasakan apa – apa lagi. Dan kejadian yang sama dilakukan anak saya, dia memasukan perjamuan kudus ke mulut saya, dia mengoleskan seluruh badan saya dengan minyak urapan, dan memanggil – manggil saya, saya berusaha mencari suara itu dan tiba – tiba saya sadar kalau anak – anak saya sudah sangat ketakutan karena dokter katakana bahwa saya tidak bisa tertolong.

Ditempat itu hanya kami bertiga, anak kedua dan ketiga.  Anak saya yang kedua dipangil oleh dokter berjilbab itu ke ruangan-ya. Kata anak saya , dokter itu menanyakan tentang apa yahng barusan anak saya lakukan, kok bisa hidup lagi … ? Anak saya bersaksi ke dokter itu, bagaimana Tuhan Yesus memproses keluarga kami melalui penyakit yang saya alami. Kata dokter itu.

“ Tuhan Yesus kamu, memang hebat ya …. ? “

 Penanga dokter seperti biasa yaitu transfuse darah dan transfusi darah, sampai saya ijin lagi untuk pulang kampung. Masih dengan pendarahan selama beberapa bulan saya belum mati – mati perkiraan dokter.


KEBANGKITAN KETIGA 

Saya kembali dibawa ke RS, Gunung maria Tomohon. Disana juga tindakan dokter sama saja, yatu transfuse darah. Seminggu kemudian tidak ada perubahan sama sekali, ember tetap ada dibawah tempat ditidur saya, penjagaan karena sewaktu – aktu bisa banjir bandang gumpal – gumpal lagi.

Oooh  haleluya kejadian itu dirumah sakit saya mengalami juga hal yang sama, saya benar – benar lemas, tidak ada kekuatan sedikitpun untuk bicara dan suami saya sudah mau membawa saya pulang, mobil sudah siap , barang – barang sudah dibungkus , dan semua siap untuk pulang, dan saat itu saya tidak tahu apa – apa lagi, tidak ada suara , ada didalam kegelapan yang sangat gelap, itu berlangsung beberapa menit.
Tiba – tiba saya seperti ditarik dan saya bisa membuka mata, saya duduk saya minta rambut saya disisir, dan saya berjalan pergi ketoilet. Semua orang yang berada didalam ruangan itu heran , karena mereka tahu bahwa saya sudah mati. Tinggal infus yang membuat saya hidup. Ternyata saat saya tidak sadar itu, anak saya pergi ketempat berdoa , dia minta Tuhan di RS itu, Hamba Tuhan itu member anak saya minyak , dan disuruh dioleskan ke perut saya sambil “ DOA BAPA KAMI “.  Mujizat terjadi saya bangkit dari kematian untuk ketiga kali-Nya.

“ Yesus luar biasa dahsyat …. Yesus luar biasa Dahsyat …. “

Setelah itu kami pulang kampung lagi, keadan saya makin memburuk, kurus, pucat dan sangat menakutkan. Suami saya mulai kecewa dengan Tuhan. Dia tidak mau berusaha lagi untuk mengobati saya , saat itu dia benar – benar pasrah, kalau mati ya mati toh hidup ini milik Tuhan, katanya. Dia memang berjuang selama hamper 3 tahun saya sakit, dan saat itu kami hanya tinggal dikebun teman suami saya. sangat – sanagt diproses, dibakar, dan dimurnikan. Hingga suatu saat ada suami isteri yang datang berdoa, mereka memohon supaya apa sebenarnya Tuhan singkapkan apa yang sebenarnya yang menjadi penyakit saya. Dan saat itu, saya kembali dibawa lagi ke RS. Permata Bunda Menado, kemudian dirujuk ke RS Prof. kandou Malalayang Manado.

Puji Tuhan langsug ditangani, diperiksa semuanya, dan hasilnya saya harus operasi karena ada semacam polip yang sudah sebesar kepala bayi yang menempel dirahim saya. secepat-NYA ditransfusi darah supaya HB saya normal, dan langsung dibuat jadwal operasi oleh dokter di RS itu. Operasi lancer dan gumpalan daging itu ditaruh di dalam kantong untuk dibawa ke laboratorium. Dan dokter berkata bahwa usia penyakit itu sekitaran 3 bulan. Saya hanya terenyum, dalam hati saya bertanya, terus yang menyiksa saya hamper 3 bulan itu penyakit apa ? sedangkan usia menyakit itu sekitaran 3 bulan.

Semua ada maksud dan rencana Tuhan saya mengerti siapa Yesus, saya bisa berdoa, saya bisa bersaksi kepada siapapun bertanya kepada saya kalau saya sembuh dengan cara apa. Ini kesaksian saya jangan perlibatkan dukun untuk semua pergumulan hidup dan penyakit saudara, justru akan membuat semuanya hancur dan binasa kelak dan saya belajar untuk mengucap syukur dalam semua hal kondisi apapun


Tuhan menjelaskan bahwa saya ini mengalami akar kepahitan …. Segala penyakit dalam tubuh penyebabnya … adalah KEPAHITAN… itulah sebabnya kita harus melepaskan Pengampunan kepada diri kita dan orang lain. Tuhan Yesus memberkati saudara.

Tidak ada komentar: