Translate

Minggu, 19 Juni 2016

SEORANG MUSLIM DIDATANGI YESUS KRISTUS KESAKSIAN MARIA CHRISTINA CHANDRA DARI CEMPAKA PUTIH, JAKARTA PUSAT



Shalom, nama saya Maria Christina Chandra, umur saya 45 tahun, saya tinggal di Cempaka Putih, Jakarta Pusat bersama keluarga saya. Ibu saya asli Bandung dan bapak saya asli Solo, saya keturunan muslim dari lahir. 

Saya dilahirkan prematur 7 bulan 10 hari dengan berat badan 1,8 Kg, menurut perkiraan dokter saya akan mengalami cacat, entah di bagian atas (kepala) atau bawah (kaki). Dan akhirnya setelah umur saya 1 tahun, kedua telinga saya tidak bisa mendengar (tuli).

Saya di sekolahkan dari TK sampai kuliah jurusan Sistem Informasi Akuntansi dengan prestasi yang cukup baik, namun sedihnya saya sering diejek, diolok-olok, dan diperlakukan tidak adil oleh teman-teman saya, karena saya tuli.

Suatu hari tahun 1999 saya mengantar teman saya interview kerja di daerah Slipi, saya menunggu di luar depan pintu masuk, namun entah dari mana saya mendengar nyanyian orang Kristen, padahal saya sadar saya masih tuli saat itu, dan belum pernah saya mendengar nyanyian seperti ini di sepanjang hidup saya, saya mulai menangis dan merasakan hati saya hancur.

Tahun 2000 saya sudah mulai kerja di kantor, suatu hari jam 2 pagi yang lain sudah tertidur (pas hari itu hari paskah) saya tiba-tiba merasa lapar dan saya akhirnya saya ke dapur mencari makanan, ketika saya mau duduk untuk makan, tiba-tiba datanglah sinar yang terang sekali sangat indah melebihi lampu rumah, dan menyerupai sosok manusia berjubah putih, berambut ikal, berwajah tampan, dan tinggi seperti orang timur tengah, aku terdiam kaku melihat-Nya, aku tidak tau Dia siapa. Saya simpan hal ini kepada siapa pun. Hingga berselang 3 bulan saya terbangun dari tidur saya dan melihat keluar dari jendela kamar saya, Sosok itu menjumpaiku kembali dengan memegang tongkat berbentuk J terbalik, Dia bolak balik 4x di depan mata saya sendiri. Saya mulai bingung saya pernah melihat wajah itu mirip sekali dengan Tuhan yang disembah orang-orang Kristen. Sejak itu saya tahu bahwa Dia Tuhan Yesus Kristus. Namun saya tidak berani katakan ke keluarga saya.


Di penghujung tahun 2000, saya menonton TV sendirian, saya melihat channel TVRI acara natal di stadion sepak bola, namun saya tidak tau apa nama gerejanya. Ketika saya pulang kantor sedang menunggu bis di halte Ratu Plaza, tanpa sengaja saya bertemu teman kuliah saya dulu, dia orang Kristen, lalu saya ceritakan kejadian di mana saya di jumpai Yesus 2x, besoknya saya akhirnya di ajak teman saya ke Gereja Tiberias Cawang Kencana, di sana pas ada acara natal anak-anak kecil, saya disuruh teman saya ke depan untuk terima Perjamuan Kudus dan minyak urapan serta di doakan, akhirnya saya maju, dan saya minta didoakan pendeta dan meminta 2 permintaan kepada Tuhan karena begitu banyak masalah yang datang, saya minta :
1. Tuhan Yesus saya minta uang 20 juta untuk operasi mata bapak saya hari ini juga, karena saya tidak punya uang sebanyak itu, darimana saya dapat uang sebanyak itu.
2. Tuhan Yesus tolong sembuhkan kedua telinga saya, agar saya dapat mendengar suara apapun.

Kemudian saya pulang dari gereja, saya langsung ke RS, jenguk bapak saya, saya dimarahi Ibu, karena saya keluyuran bukan jagain bapak saya, padahal saya habis dari gereja diam-diam, tiba-tiba  dokter datang dan mengatakan kalau Ibu saya tidak usah bayar 20 juta lagi untuk operasi, semuanya gratis. Tanpa sadar mulut saya mengucapkan Puji Tuhan Yesus, mama saya marah dan katakan darimana kamu belajar kata-kata itu?! Saya jawab tidak belajar dari mana-mana.

Satu minggu kemudian setelah libur natal, saya masuk kerja kembali, ketika jam istirahat teman-teman saya turun ke bawah untuk makan, saya makan sendirian di dalam kantor karena saya bawa bekal, tiba-tiba ada suara telepon bunyi berkali-kali di seberang meja saya, saya baru kali itu mendengar dering telepon. Tidak ada orang yang angkat, akhirnya terpaksa saya yang angkat, saya katakan, "Selamat siang, apa yang bisa saya bantu?", ternyata itu bos saya, dia katakan, "Ini kamu pegawai saya kan? Kamu kan tidak bisa mendengar, kok bisa angkat telepon?, kemana yang lain?" saya katakan "Belum balik, masih makan di bawah", "Oh ya sudah" dia mengakhiri telepon, saya sendiri juga bingung, saya juga bisa mendengar teman-teman saya memanggil nama saya, teman-teman saya heran, saya bisa mendengar, sejak saat itu saya percaya Yesus yang menyembuhkan saya.

Tahun 2008 saya memutuskan untuk dibaptis di Tiberias, saya bersemangat untuk ke gereja tengah Minggu maupun hari Minggu, keluarga saya tidak tau akan hal ini.

Dan akhirnya tahun 2011 saya ketahuan keluarga saya kalau saya ke gereja dan membaca Alkitab. Setiap kali saya punya Alkitab, selalu diambil berkali-kali. Suatu malam jam 00.45 saya membaca Alkitab di kamar, tiba-tiba bapak saya menyiram air panas dari belakang saya, punggung saya terasa perih dan sakit saat saya tidur, namun saya tetap ampuni, saya diobati di rumah teman saya yang Kristen. 6 bulan kemudian, penganiayaan saya semakin berat, kepala saya dijedoti berkali-kali ke lemari secara bergantian oleh Bapak, ibu, dan adik laki-laki saya, bahkan dipukul habis-habisan dan tanpa sadar mulut saya berkata berkali-kali, "Roh Allah lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini", mereka suruh saya diam, namun mulut saya tak bisa diam, terus berkata seperti itu, mereka berkata saya kemasukan roh jahat, saya juga pernah di lempar HP ke muka saya, dan mata saya  ditonjok (tahun 2014). Pakaian saya diambil dan dibakar semua agar saya tidak bisa ke gereja, namun saya tetap ke gereja, pakai baju yang jelek pun tak apa, atas kejadian itu saya keluar kantor, saya tidak boleh ke mana-mana, benar-benar menderita rasanya, saya mau ke gereja pun harus ngumpet-ngumpet, tidak pegang uang sama sekali, tapi saya tetap ke gereja jalan kaki walaupun jauh. Kekuatan dan penghiburan saya adalah Tuhan Yesus. Teman-teman sekolah saya dulu juga menjauhi saya apalagi mereka tahu sekarang saya Kristen, saudara-saudara saya pun menjauhi saya, saya telepon tak pernah diangkat oleh mereka, saya SMS pun tak pernah ada balasan.

Selama ini saya diam-diam memberkati dan menyembuhkan Ibu saya yang 3 tahun sakit benjol di lehernya, sudah berobat namun tak ada hasil, saya diam-diam berikan perjamuan ke makanan dan minumannya setiap hari, 2 minggu benjolnya hilang, sampai akhirnya saya terpaksa bekerja sebagai baby sitter untuk bisa kasih persembahan ke gereja, pernah saya hanya pegang uang 300 ribu ke gereja, saat saya berdoa tiba-tiba Tuhan berbicara "Berikanlah seluruh uangmu untuk persembahan", tapi saya jawab, "Tuhan nanti saya pulang bagaimana?", Tuhan katakan "Percayalah kepadaKu", akhirnya saya berikan semua untuk persembahan, namun saat pulang ada saja orang yang ajak saya pulang bareng, pernah juga suatu kali saya mau ambil uang dari rekening saya melalui teller, sisa saldo saya hanya 150 ribu, saya mau ambil 100 ribu untuk saya ke gereja dan persembahan, saya tulis di kertas kemudian saya berikan ke teller, saya katakan, "Mba saya mau ambil 100 ribu ya", si mba nya katakan "Tidak ibu ini mau ambil 25 juta", "Tidak mba, saya mau ambil 100 ribu, coba saya lihat mba kertasnya" Saya tegasin dan saya hampir bingung, saya tanya ke belakang saya yang antri juga "Bu ini saya tulisnya 100 ribu kan bu?" Ibu itu bilang "Bukan 25 juta bu" saya bingung, saya tanya lagi ke satpam "Pak ini saya tulis 100 ribu kan?", dia bilang, "Bukan bu, 25 juta" saya benar-benar bingung, akhirnya saya balik ke teller dan langsung tanda tangan, karena memang saya butuh uang untuk ke gereja, saya langsung dikasih cash 25 juta.

Saya kaget menerima uang segitu banyak, saya doa tanya Tuhan, Tuhan untuk apa uang ini?, Tuhan jawab, "Berikanlah 20 juta untuk rumah ibumu", kemudian saya kasih 20 juta untuk balik nama rumah ibu saya. Saya doa tanya lagi Tuhan tinggal 5 juta, untuk apa lagi, Tuhan jawab "Persembahkanlah 10% dari apa yang kamu terima untuk gereja", lalu saya berikan untuk gereja 2.500.000, lalu saya doa lagi Tuhan sisa 2.500.000 untuk apa lagi?, Tuhan jawab "Untukmu", lalu saya simpan untuk setiap harinya ke gereja. Saya naik busway pun saya bingung padahal kartu saya kosong tapi saat saya tempelkan kartu, palang pintu terbuka, dan saya bisa masuk, ketika HP saya di ambil orang tua berkali-kali pun, saya bilang sama Tuhan, saya tidak punya HP lagi Tuhan, saya tidak bisa komunikasi dengan siapa pun, tapi saat saya sedang menunggu bis di halte, ada seorang pria duduk di sebelah saya, saya tidak kenal orang itu, tapi tiba-tiba dia kasih aku HP baru, masih di kardus dan disegel, aku bilang "Maaf pak, saya kan tidak kenal Anda", dia jawab, "Tidak apa-apa ambillah, ini dari Tuhan", saya langsung bersyukur sama Tuhan. 

Tahun 2015 saya terpanggil Tuhan untuk ikut Sekolah Alkitab di Tiberias namun saya katakan Tuhan bagaimana saya ikut sekolah alkitab, uang bayarannya kan mahal, uang darimana Tuhan, namun saya dipaksa Tuhan untuk saya pendaftaran, akhirnya daftar, besoknya adminnya katakan saya tidak usah membayar uang kuliah, sudah dibayar, saya tanya dibayar sama siapa? Dia katakan, "Tuhan Yesus yang bayar, mulai masuk Senin ya", saya mengucap syukur kembali. Terkadang saya juga jalan kaki untuk ke sana. Dan banyak lagi kebaikan Tuhan yang terjadi di hidup saya.

Pernah saat saya mau berangkat kuliah ke SAT, saya sedang ambil air minum di meja makan, tiba-tiba ibu saya meletakkan al-qur'an di atas kepala saya, secara spontan saya katakan berkali kali "Dalam Nama Tuhan Yesus" mama saya marah besar dan saya disuruh diam, lalu dipukul bibir saya berkali-kali sampai saya bibir saya memar, merah, biru, namun saya tak bisa berhenti berkata-kata itu, saya terus dibilang ibu, saya kerasukan setan dll. Sesampainya di kampus dengan bibir saya yang memar saya tetap belajar, teman-teman saya tanya kenapa, saya hanya jawab tidak kenapa-kenapa. Sampai hari ini pun saya masih tinggal bersama keluarga, karena Tuhan sampaikan saya harus menjadi terang untuk keluarga saya. Sampai di sinilah kesaksian saya.

Kerinduan saya, saya ingin keluarga juga diselamatkan, bersama-sama menyembah Allah yang benar, Allah yang hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar: