Translate

Minggu, 19 Juni 2016

2 JAM DI ALAM MAUT KESAKSIAN AINA



Kisah nyata ini sebenarnya sudah terjadi 5 tahun yang lalu, tetapi, karena ada salah seorang teman kita dalam kristus membicarakan topic ini, saya jadi rindu untuk menceritakan kembali dengan harapanini semua bisa menjadi berkat buat kita semua.


Kedua mertua ipar – ipar saya tinggal di Sydney, Australia. Papa mertua saya mempunyai kebiasaan membersihkan rumput seminggu sekali. Beliau menyiangi rumput dengan menggunakan pisau yang berputar seperti cakram ( saya lupa nama alat tersebut ). Jadi Cuma pegang sticknya, pisaunya otomatis membabat rumput sendiri. Pada hari naas tersebut, tiba – tiba ada batu yang menonjol sehingga pisau tersebut kena batu dan patah berbalik ke  arah papa dan memotong paha kanan-nya cukup dalam.


Sebelum jatuh pingsan, ia sempat berteriak panggil mama mertua ( Waktu itu lunch time dan dirumah nggak ada siapa – siapa ). Puji Tuhan setiap Lunch time adik ipar saya selalu pulang makan ke rumah karena perusahaan tmpatnya bekerja hanya 10 menit dari rumah. Jadi hanya selang beberapa menit dimana mama sempat binggung, tapi adik ipar sudah muncul dan buru – buru mereka bawa ke gawat darurat.

Puji Tuhan lagi gawat darurat di Sydney gak sembarangan, sekalipun dokter jaga mereka bisa mengalih pekerjaan dan bisa dipertanggungjawabkan. Saat itu papa sudah siuman dan dapat merasakan proses pembersihan luka dipahanya.

Hal yang paling sulit adalah pasir dari kotoran masuk ke dalam lapisan daging. Dokter sudah berusaha  membersihkan tetapi pisau memotong cukup dalam ( untung tidak mengenai tulang ) sehingga dengan terpaksa ada juga daging yang ikut disayat dan dibuang. Hebatnya cara dokter disana. Untuk menjahitpun perlu tiga lapisan ( daging dengan daging, kulit dalam lalu kulit luar ).

Dokter pribadi dihubungi untuk membuat appointment dan diberitahukan bahwaterjadi pembengkakan, dan beliau berjanji akan datang akhir mingguuntuk membuka ulang luka. Waktu itu ia hanya menyarankan melanjutkan antibiotic.


Ternyata ketika dokter datang, bisa – bisanya dia lupa bawa gunting dan peralatan untuk buka luka papa, jadi terpaksa. Jadi terpaksa dia membuat appointment baru dan akan kembali dalam beberapa hari lagi. Ternyata dia sadar bahwa papa sudah 10 hari makan antibiotic ( 98 butir!! ) dan harus berhenti ternyata papa tulang – tulangnya sakit semua.

Kalau tidak salah 2 hari setelah kunjungan dokter ( jadi gak sempet dibuka lagi lukanya ) pada suatu malam ( yang lain sudah tidur ) papa dalam keadaan sangat sakit, tulang dan badannya terasa lumpuh, terutama sakit dipaha terasa luar biasa !! rasa tidak punya kekuatan untuk dapat bicara atau minta tolong. Lalu sambil berbaring dia berdoa kepada Tuhan Yesus untuk mengampuni dosa – dosanya dan dia juga mengampuni dan mengangkat semua kepahitannya ( waktu itu memang papa punya dendam kepada seorang yang merampas harta mereka, yang menyebabkan mereka pindah ke Australia dalam keadaan stressed. )

Nah waktu ngomong “ Ampuni… Ampuni … “ tiba – tiba ia merasa roh keluar dari tubuh dan ada 2 orang disebelah kiri kananya. Waktu dia orang itu ternyata mukanya sendiri! Keduanya memimpin dan menjelaskan dimana dia berada , Cuma yang satu suaranya agak lembut satu lagi agak kaku dan kasar. Mereka membawa dia melalui lorong menuju kesuatu pintu besar dimana dibelakang pintu itu banyak orang berbondong – bondong mengantri dan masuk satu – satu. Begitu setiap orang masuk, didepan pintu, yang satu menuju “MAUT” dan lainnya menuju “FIRDAUS”.

Papa ada didepan pintu itu dan tetap ngomong  “ Ampuni saya … “ lalu tiba- tiba didepannya terpampang tulisan – tulisan berwarna merah yang tidak ada dasarnya. ( jadi tulisan itu seperti tergantung diudara ). Semua dosa – dosa semasa hidup nya ada tercatat tulisan itu., bahkan juga nama orang yang menyakiti dia. Papa hanya menangis tidak bisa bicara apa – apa.

Lalu tiba –tiba ibu tua lusuh masuk dan berdiri dihadapan kedua pintu itu sambil menangis, : Tuhan, kasihani anak – anaka saya kalau mereka melakukan kejahatan. Biarlah saya sebagai ibu mereka, menerima Hukuman-MU asal jangan mereka. “ lalu ada sebuah suara singkat, jelas dan tegas, penuh wibawa berkata : “ Biarlah dosa mereka yang menanggung-nya, masuklah ke rumah Bapa-KU . ibu itu masuk ke pintu yang menuju “ FIRDAUS “ dan begitu melewati pintu itu, ia berubah dalam sekejab mata menjadi cantik, putih dan bercahaya. ( papa mertua  tidak pernah baca Alkitab, jadi istilah – istilah yang digunakan meyakinkan sekali ).

Kemudia masuk seorang anak muda yang ugal – ugalan . segera dan ia ingin menuju pintu yang satunya bercahaya dan ia ingin melaju kesana. Tapi badanya bertentangan dengan kakinya, sebab kakinya membuat dia menuju “ MAUT “. Lalu terdengarlah suara yang berwibawa itu suara itu berkata : “ kakimu menjadi saksi kemana engkau pergi dan apa yang engkau perbuat selama hidupmu “ ( Ini kalimat kalimat yang selalu saya ingat dari seluruh cerita ) dan segera kaki-nya membawa dia menuju pintu “ Maut “ sambil dia berteriak – teriak “ tidak mau … tidak mau …. “ dan lolongan makin keras  ( kata papa ), hopeless banget deh. Baru beberapa langkah, sambil melolong kesakitantubuhnya meleleh, dan kaki itu berjalan terussss….. sambil berbunyi “klik … klik … klik…. “ ( menjadi tengkorak !) dan akhirnya terjun ke suatu lubang kawah yang besar dimana jeritan dan lolongan itu menjadi banyak dan mengerikan.

Kemudian masuk seorang pendeta muda yang perlente dan keren. Langsung “ hamba Tuhan “ ini dengan yakin menjelaskan semua aktivitasnya. “ saya sudah melayani sampai keluar negeri , banyak hal – hal besar dalam Nama-MU. Tetapi cukup suara itu bertanya : “ Dimana jubahmu ??? “ ( saya sampai sekarang tidak mengerti cerita perlente ini . mungkin seperti di matius 7 : 23 ) dam pendeta itu bungkam tidak bisa menjawab. Tapi herannya dia dilemparkan disungai mengalir dibawah pintu itu, dan ceritanya berakhir disitu ( tidak tahu dia kemana …. )


Terakhir masuk pendeta tua dengan pandangan menyesal dan dengan suara perlahan berkata “ Ampuni saya Tuhan. Saya tahu sampai waktu akhir saya belum bisa membangun rumahmu. Ampuni saya bahwa hasil pengumpulan dana untuk gedung gereja saya gunakan untuk membantu jemaat saya yang susah. Engkau tahu Tuhan, saya menangis ketika jemaatku datang dan berkata “ Tolong doakan saya pak pendeta, ada pekerjaan yang tidak berkenan tapi saya tahu saya kerjakan sekalipun bertentangan dengan hati nurani saya. kalau tidak istri dan anak saya tidak bisa makan. Saya rangkul orang itu dan saya berjanji, apapun yang ada dimeja boleh mereka makan, bahkan saya bersedia memberikan makanan saya untuk semua jemaatsaya yang berkekurangan “ ( setiap bercerita tentang pendeta tua ini papa mengeluarkan airmata. Suara itu hanya berkata : “ Tidaklah engkau ingin bertemu dengan BAPA ? “ lalu ia langsung masuk ke pintu “ FIRDAUS “ dan berubah lagi dalam sekejab mata !! sesudah melihat pendeta tua itu dalam keadaan menangis tiba – tiba papa sudah kembali lagi ketubuhnya  ( sadar ) dan tubuhnya basah semua dengan keringat. 



Ketika dokter datang , ia langsung bersaksi samil menangis betapa Tuhan itu luar biasa !! ia sembuh total dan mengalami kesembuhan ilahi tanpa operasi ulang ! sekarang pahanya normal ! kejadian ini merubah hidupnya dia membaca Alkitab sekarang dan dia menjadi pribadi yang lembut dan perhatian.

Tidak ada komentar: