Translate

Selasa, 28 Juni 2016

KERETA API EXPRESS MENJELANG PENGANGKATAN/RAPTURE TIBA UNTUK MEMBAWA UMAT MANUSIA KE SURGA KESAKSIAN ABIGAIL GRACIA CHRISTINE DARI INDONESIA



Saat itu pertengahan bulan Maret disuatu hari minggu, saya sangat serius mendengar kotbah seorang Pendeta tentang Akhir Zaman. Pendeta itu bercerita bahwa beliau barusan mendapat penglihatan bahwa Dia diperlihatkan TUHAN sebuah kereta Api Express yang akan membawa Anak – Anak TUHAN dalam pengangkatan/Rapture yamg terjadi. Kotbahnya masih terngiang – ngiang ditelingga saya. Sampai hati ini timbul perasaan saya, saya berkata “ TUHAN, seperti apa kereta api Express tersebut ? “. Saya tidak menyangka bahwa TUHAN menjawab pertanyaan saya itu. Dengan mimpi ajaib yang belum pernah saya alami sebelumnya yang begitu real.


Malam itu tidak seperti malam sebelumnya, entah kenapa saya begitu ngantuk sekali dan saya tidur lebih awal. Ternyata itu cara TUHAN membawa saya ke dalam mimpi itu, TUHAN memberi saya dua keadaan pertama, tiba – tiba saya berada di kereta Api Express yang mewah dan sangat pajang berwarna silver metalik, bagian luar ada cahaya terang yang melingkupi kereta api Express tersebut dan saat melaju terbang ke surga, bagian bawah kereta api itu menimbulkan percikan api warna terang.  Masing – masing Gerbong kereta ada Malaikat penjaganya. Jubah putih yang saya kenakan terlihat bersinar. Sama seperti jubah – jubah yang dipakai orang – orang yang saya lihat di dalam kereta itu. Semua rata – rata memakai headset ditelinga  mereka, ada sukacita dan tertawa lepas dari sinar wajah mereka. Tidak ada yang memancarkan raut muka yang ketakutan dan khawatir, semuanya memancarkan sukacita surga dan ada ketenangan di bathin mereka. Begitu bahagia saat saya bersama mereka. Saat saya memandang merea satu persatu, saya pun mencoba mencari dimana anggota keluarga saya yang lain. Kenapa saya tidak melihat mereka ? mengapa mereka tidak 1 gerbong dengan saya ? tapi tidak kenapa saya nyaman sekali dengan orang – orang yang tampak asing yang bukan merupakan keluarga saya, seolah – olah saya telah mengenal mereka semua walaupun itu bukan anggota keluarga kandung. Damai dan sukacita itu selalu meliputi kami yang berada di dalam kereta api Express itu. Karena kami merasa Atmosfir surga sudah berada di kereta itu, HADIRAT TUHAN dan menyembah ada kekuatan kasih, sukacita, damai dan belas kasihan yang mengalir dan membuat kami ingin memeluk satu sama lain dan berkata : “ SAYA MENGASIHIMU DENGAN KASIH KEKAL, SAUDARAKU DAN SAUDARIKU . “ Indahnya ikatan kasih itu membuat kami merasa tidak ingin berhenti memuji TUHAN bersama – sama walaupun headset tersebut kami lepas.

Saat saya mencoba untuk melepas headset saya kembali mencari anggota keluarga saya dan sebelum kereta Api Express itu akan melaju kencang , saya kembali berdiri dari tempat duduk , tapi tiba – tiba pintu tertutup cepat dengan otomatis, tidak ada yang diperbolehkan masuk lagi. Dan Akhirnya Kereta Api itu melaju dengan kecepatan dan terbang menuju surga meninggalkan berjuta – juta umat manusia.



Tiba – tiba dalam beberapa detik kemudian ( setelah kereta Api Express terbang menuju surga mencapai ketinggian tertentu ), saya melihat keadaan kedua yang sangat berbeda sekali dengan keadaan pertama, yaitu keadaan milaran umat manusia tertinggal tidak masuk kedalam kereta Api Express yang saya lihat dibalik jendela, walaupun sangat jauh jaraknya tetapi anehnya saya bisa melihat sangat jelas yaitu tiba – tiba, semua bangunan – bangunan besar di muka bumi semua hancur bertubi – tubi hampir rata dengan tanah. Sangat banyak orang berlarian, ada yang lari kebinggungan harus lari ke arah mana, seorang ibu sedang hamil berteriak ketika ia menyadari bayi dikandung hilang, jalanan terbelah menjadi dua, berbagai media / stasiun TV melaporkan bahwa miliaran orang dari muka bumi menghilang. semua keadaan dalam waktu singkat sangat kacau dan porak poranda.

Ada satu yang ingat terus dalam ingatan saya, bahwa saya melihat ada beberapa orang yang sebelumnya sudah mendengar kotbah Akhir Zaman dari mana – mana dan tahu bahwa kebenaran bahwa kedatangan TUHAN dipersingkat, sayangnya dia memutuskan untuk tidak percaya dan menganggap waktu – waktu yang dia jalani dengan santai dan mengabaikan semuanya itu, saya lihat tiba – tiba orang itu duduk dan lutut bertelut lemas ditanah sambil menangis menyayat hati dan berkata  : “ Ampuni Aku, TUHAN, Aku sungguh menyesal tidak mempercayai FIRMAN-MU bahwa Engkau akan datang segera ….Ampuni Aku, TUHAN mengabaikan semuanya itu. Ampuni kalau selama itu …. Aku sangat menyesal , TUHAN, walau Engkau sudah ingatkan aku dan beri aku kesempatan berkali – kali, tetapi tetap saja aku mengabaikan perintah- perintahmu “.

Sambil terus menangis, berkali – kali dia ulangi perkataan itu karena dia tahu kebenaran, bahwa bagi orang – orang yang tertinggal  jalan satu – satu-nya untuk dapat pergi ke surga dan ikut TUHAN melalui mati secara martir.

Saya menangis melihat orang – orang yang tertinggal akan memasuki masa aniaya – Antikris  dan saya merasakan kepedihan orang – orang itu. Kebetulan  Di Gerbong kereta ada Malaikat penjaga dia Malaikat Gabriel , dan sambil menangis, saya berkata : “ Tuan Malaikat….  Tolong orang – orang itu, angkat mereka, karena banyak yang masih tertinggal”  dan Malaikat Gabriel itu hanya berkata sambil menggelengkaan kepala. “ Tidak bisa Abigail, WAKTUNYA SUDAH SANGAT SINGKAT DAN KEPUTUSAN SUDAH DITETAPKAN ALLAH.“


Selesai Malaikat Gabriel mengatakan itu lalu saya terbangun dari tidur dan mengingat itu, saya tetap menangis tanpa henti lalu berkata : “ Ampuni Aku, TUHAN, kenapa dalam mimpi Aku tidak melihat anggota keluargaku ?”. Saat saya menangis saya merasakan bahwa Yesus memeluk-KU dalam kehangatan dan ketenangan.

Lalu ada aliran kasih yang mengalir menenangkan ke hati saya dengan lembut, DIA berkata : “ Tenanglah nak, … bukankah semua yang melakukan kehendak BAPA adalah keluargamu juga ? Percayalaah bahwa aku selalu bersamamu untuk membawa keluarga barumu kedalam kerajaan-KU. Hanya anak – anak yang selalu connect dengan-KU itu yang akan Aku angkat, nak saat ada anak – anakaku yang berusaha mengabaikan peringatan – peringatan-KU dan tidak taat dengan perkataanKU, itu adalah pilihan mereka, nak. Keputusan sudah ditetapkan BAPA. Saat TUHAN mengatakan semuanya itu, hati saya kembali tenang. Ternyata PerkataaNYA yang lembut dan penuh pengertian, itu meredakana tangisan saya seketika iu juga.

Apa yang saya alami dan saya lihat dalam mimpi, membuat saya ingin melakukan apa saja yang TUHAN inginkan saat saya kembali ke mezbah doa saya. saat hati ini dipenuhi belas kasihan kepada jiwa – jiwa, entah kenapa dalam hati saya, tiba – tiba ingin rasanya memeluk jiwa – jiwa dengan aliran kasih, kelembutanNYA seraya berkata : “ Jangan patah semangat dan hilang harapan, saat kau mencari DIA dengan sungguh – sungguh kau pasti mendapatkan-NYA.

MATIUS 7 : 7 
“ Mintalah, maka akan diberikan kepada-MU; ketoklah, maka Pintu akan dibukakan bagimu “

Tapi semua pilihan ada ditangan saudara. Mau ingin connect dengan TUHAN (memakai headset, laambang apakah kita connect dengan TUHAN ) Seperti keadaan pertama mimpi saya atau memilih seperti mimpi saya kedua yaitu menjadi tertinggal rapture dan menjadi Martir , semua keputusan ada ditangan saudara.

MATIUS 12 : 50

“ Sebab siapa pun yng melakukan kehendak BAPA-KU disurga, dialah saudara-KU laki – laki , dialah saudara-KU perempuan, dialah ibu-KU.

Tidak ada komentar: